Tata Kelola BUMN Pariwisata dan Pendukungnya Dibenahi
Melalui PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, pemerintah berupaya membenahi tata kelola perusahaan-perusahaan. Direktur Marketing InJourney Maya Watono mengatakan, InJourney bertujuan membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan multisektor. Setiap pilar dalam InJourney akan dirapikan, baik pengembangan maupun pemasaran. InJourney akan mengintegrasikan semua aset perusahaan-perusahaan BUMN tersebut agar dapat mendukung pariwisata Tanah Air. Misalnya wisata LabuanBajo (NTT), dipersiapkan layanan penerbangan serta koneksinya dengan ekosistem pariwisata yang sudah terbangun. ”Targetnya (pascapandemi), 17 juta wisatawan mancanegara, 330 juta wisatawan nusantara, dan pariwisata mengontribusikan 4,5 % PDB, serta menyerap 13 juta lapangan pekerjaan,” ujar Maya.
Saat peresmian InJourney, Presiden Jokowi berkata, penataan BUMN kepariwisataan ialah keharusan. Pasalnya, banyak perusahaan BUMN bergerak di sektor pariwisata hingga ”beranak cucu”, dari hulu ke hilir, tapi berjalan sendiri-sendiri sehingga lemah. BUMN Pariwisata dan Pendukung harus membuat perusahaan di dalamnya gesit, lincah, dan profesional. Menteri BUMN Erick Thohir mengemukakan, bandara nantinya tak sekadar bandara, tetapi menjadi aerocity atau pusat aktivitas perekonomian di sekitar bandara. InJourney juga dapat bergabung dengan ekosistem lainnya di BUMN, termasuk perbankan. (Yoga)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023