;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Kecemasan Kasus Omicron Menjegal January Effect

19 Jan 2022

Bagaikan de javu, bursa saham kembali dihantui kecemasan adanya gelombang besar kasus infeksi Covid-19. Kali ini, kasus varian baru omicron yang semakin bertambah, dikhawatirkan akan membuat kegiatan masyarakat kembali diperketat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun kembali berkubang di zona merah kemarin. Pada perdagangan Selasa (18/1), IHSG sempat jatuh hingga menyentuh level 6.534,27 pada sesi pertama perdagangan. Untunglah, di sesi kedua, IHSG berhasil mempersempit pelemahan dan ditutup cuma turun 0,47% ke level 6.614,05. Penurunan IHSG kemarin memperberat pergerakan IHSG yang sudah lesu sejak seminggu terakhir. Dalam sepekan ke belakang, IHSG mencetak penurunan 0,51%. Penurunan indeks saham ini juga mengindikasikan January effect di IHSG terhenti.


Subsidi Bunga KUR 3% Terus Berlanjut Tahun Ini

19 Jan 2022

Subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 3% resmi dilanjutkan pada tahun 2022 ini. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam penyerahan Penghargaan KUR 2021, Selasa (18/1). “Tahun ini sesuai persetujuan ratas (rapat terbatas) maka bunga KUR juga 3% selama enam bulan, sisanya disiapkan oleh Bu Menkeu (Sri Mulyani),” kata Airlangga.  Sebagai informasi, di 2022 ini pemerintah meningkatkan plafon KUR menjadi Rp 373,17 triliun dan diharapkan dapat memotivasi UMKM untuk memanfaatkannya terutama yang terdampak akibat adanya pandemic Covid-19.



Mempertahankan Surplus Dagang

19 Jan 2022

Kabar baik datang dari aktivitas perdagangan Republik Indonesia. Kendati pagebluk menghujam untuk kedua kalinya, pada pertengahan 2021, neraca perdagangan justru mencatatkan surplus menembus US$35,34 miliar. Tingginya kegiatan ekspor dibandingkan dengan impor membuat surplus neraca perdagangan mencetak rekor tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Tepatnya sejak 2006, ketika surplus neraca perdagangan mencapai US$39,37 miliar. Ekspor sepanjang tahun lalu tercatat US$231,54 miliar, melesat 41,88% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hilirisasi komoditas unggulan, seperti produk turunan minyak sawit mentah (CPO), mampu mendorong performa ekspor Indonesia.


Siasat Pemulihan Pariwisata

19 Jan 2022

Tahun 2021 menjadi periode yang penuh tantangan dan perjuangan bagi pemulihan industri pariwisata dan ekonomi kreatif akibat terjangan pandemi Covid 19. Kebijakan pembatasan sosial yang membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat serta dilarangnya perjalanan dan berkumpul menyebabkan banyak wisatawan yang membatalkan kunjungan ke destinasi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada awal 2020 mengalami penurunan. Kunjungan wisman pada Januari 2020 sebanyak 1,27 orang, merosot sebanyak 7,62% bila dibandingkan dengan kunjungan wisatawan pada Desember 2019 yaitu sebanyak 1,37 juta orang. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah menekankan bahwa pada 2022 akan fokus pada kebangkitan dan pengembangan ekonomi. Mengacu outlook industri pariwisata dan ekonomi Kreatif 2022, kunjungan wisman diproyeksikan mencapai 1,8 juta–3,6 juta orang. Hal ini menggambarkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menciptakan lapangan kerja yang besar. Untuk mencapai outlook atau proyeksi tersebut diperlukan langkah strategis dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

Pertama, optimalisasi keberlanjutan program Sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) untuk membangun trust of destination bagi wisatawan mancanegara dan nusantara terhadap pencegahan penyebaran virus Corona di lokasi wisata atau destinasi. Kedua, meningkatkan jumlah Desa Wisata yang naik kelas menjadi Desa Wisata Maju-Mandiri dan bersertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan. Ketiga, mengembangkan potensi wisata minat khusus sesuai kebutuhan masyarakat selama periode pemulihan. Keempat, membangun sumber daya nanusia (SDM) ekonomi kreatif melalui peningkatan kompentensi dan sertifikasi profesi. Kelima, melanjutkan program bantuan dan insentif permodalan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif. Harapannya dengan berbagai langkah dan sinergi serta kolaborasi aktif dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait di industri pariwisata dapat mengembalikan kepercayaan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, sehingga pemulihan bisa segera terwujud.

Dampak Insentif Pajak Properti : Emiten Berburu Penjualan

19 Jan 2022

Perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai untuk pembelian rumah susun dan rumah tapak pada 2022 membuka peluang bagi emiten di sektor properti untuk meningkatkan prapenjualan atau marketing sales. Seperti diketahui pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti sampai dengan Juni 2022. Diskon PPN sebesar 50% dapat dinikmati oleh konsumen yang membeli rumah susun dan rumah tapak dengan nilai hingga Rp2 miliar.  Merespons insentif itu, Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo menyambut positif kebijakan tersebut yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Insentif PPN DTP diharapkan dapat terus menggeliatkan penjualan produk properti di Indonesia.

Sebelumnya, CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady mengatakan berkat insentif PPN properti, industri yang sebelumnya diprediksi lesu justru berprospek cukup cerah untuk memetik pertumbuhan berkesinambungan. Berdasarkan data perseroan, raihan marketing sales LPKR pada 2021 itu meningkat 86% year-on-year (YoY) dan 18% di atas target prapenjualan yang sebelumnya telah direvisi sebesar Rp4,2 triliun. John optimistis prapenjualan pada 2022 akan mampu memberikan hasil yang positif. Pada tahun ini, LPKR berencana meluncurkan berbagai macam produk rumah tapak dengan harga terjangkau, serta produk lainnya seperti proyek mid-rise hingga berbagai unit apartemen siap huni.


Industri Pengolahan : Pemerintah Diminta Fokus ke Sektor Unggulan

19 Jan 2022

Upaya penghiliran dan peningkatan nilai tambah industri dalam negeri dinilai perlu difokuskan pada sektor tertentu saja agar pengembangannya lebih optimal. Institute For Development of Economics and Finance (Indef) mencatat dua sektor yang menjadi keunggulan komparatif industri dalam negeri, yakni agro dan pertambangan. Peneliti di Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan dua sektor tersebut merupakan industri induk dari banyak subsektor di bawahnya. Sektor industri lain yang berpeluang untuk diperdalam strukturnya, yakni petrokimia, meski diperlukan investasi dalam jumlah besar. Adapun di industri agro, sektor makanan dan minuman masih menyimpan peluang besar untuk penguatan struktur industri. Hal ini mengingat ketergantungan sektor tersebut pada bahan baku impor, meskipun juga merupakan salah satu penyumbang ekspor terbesar di industri manufaktur.

Ekonomi ”Metaverse"

18 Jan 2022

Metaverse adalah dunia maya yang diciptakan dengan menghadirkan secara nyata kehidupan ini. Teknologi 3 dimensi memungkinkan kita beraktivitas di dunia maya sebagaimana senyatanya, mulai dari belanja, bermain, bersosialisasi, dan bekerja. Di dunia maya itu, kita adalah avatar. Dalam aktivitas ekonomi, produk (barang/jasa) perlu disertifikasi melalui NFT, kemudian diperjual belikan dengan mata uang kripto. Uang kripto merupakan sertifikasi dari proses ”penambangan” teknologi sebagai jaminan (underlying) atas nilainya. Semua aktivitas itu tercatat secara otentik dalam jaringan terbuka yang terdesentralisasi bernama blockchain. Ekonomi metaverse, khususnya aset kripto, menjadi tantangan penting bagi otoritas, khususnya moneter, dalam menjaga stabilitas sistem keuangan (dunia nyata).

Pada Mei 2021, aset kripto telah naik 3 kali lipat dari awal tahun menjadi 2,5 triliun USD. Selain volume penggunaannya meningkat, fluktuasi harganya juga tajam. Rilis triwulanan IMF, Global Financial Stability Report, Oktober 2021 berjudul Covid-19, Crypto, and Climate: Navigating Challenging Transitions. Bagian kedua mengulas peluang dan tantangan perkembangan ekosistem aset kripto yang muncul pada 2008, sebagai respons krisis finansial global, meskipun proporsi asetnya relatif kecil, perkembangannya perlu dipantau, karena variasi aset kripto terus meningkat dan volumenya terus melesat. Perkembangan metaverse akan meningkatkan peran aset kripto di masa depan, dan tujuan kepemilikan aset kripto juga semakin bervariasi, mulai untuk investasi spekulatif, konversi mata uang, hingga pembayaran. Di Indonesia, uang kripto tidak diterima sebagai alat pembayaran, tetapi bisa menjadi aset investasi di bawah Bappebti, Kemendag dan bisa ditukarkan dengan uang resmi. (Yoga)


Kebijakan Moneter Jadi Perhatian Pelaku Pasar

18 Jan 2022

Saham-saham unggulan di bursa saham China, Senin(17/1/2022), naik tipis 0,4 % setelah Bank Sentral China (PBOC) menurunkan suku bunga pinjaman utama sebesar 10 basis poin. Data terbaru ekonomi China menunjukkan, angka penjualan ritel hanya naik 1,7 persen secara tahunan Desember lalu, meleset dari perkiraan sebesar 3,7 %. Tahun lalu, ekonomi China tumbuh 8,1 %. Perhatian pelaku pasar pekan ini juga tertuju pada kebijakan moneter Jepang. (Yoga)


Inflasi Bayangi Upaya Penurunan Kemiskinan

18 Jan 2022

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per September 2021, ada 26,5 juta orang miskin di Indonesia atau 9,71 % total penduduk, berkurang 1,05 juta orang dibandingkan September 2020. Per September 2021 BPS mendefinisikan penduduk miskin adalah mereka yang pengeluaran per kapita per bulannya di bawah angka garis kemiskinan, yaitu Rp 486.168 per kapita per bulan atau Rp 2.187.756 per rumah tangga miskin per bulan. Menurut Kepala BPS Margo Yuwono, jika tidak diiringi peningkatan upah atau pendapatan yang memadai, lonjakan harga komoditas pangan dan barang lainnya tahun ini dapat memicu kenaikan angka kemiskinan. ”Inflasi tidak serta-merta berpengaruh pada angka kemiskinan. Yang mengkhawatirkan itu kalau pendapatan masyarakat tak bertambah, sementara inflasinya semakin tinggi,” katanya. ”Kalau kenaikan pendapatan tetap melebihi inflasi, kemiskinan otomatis turun,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Tauhid Ahmad berpendapat, angka kemiskinan yang menurun di tengah peningkatan garis kemiskinan per September 2021 menunjukkan indikator yang baik, dimana pendapatan dan daya beli masyarakat masih baik karena tidak tergerus kenaikan harga, tapi sulit dipertahankan di 2022, karena efek implementasi UU Cipta Kerja, rata-rata kenaikan UMR 2022 adalah 1,09 %, di bawah angka inflasi tahunan pada Desember 2021 sebesar 1,87 %. Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Bappenas Vivi Yulaswati mengatakan, inflasi adalah hal wajar yang sering terjadi di awal tahun akibat sejumlah komoditas pangan mengalami gagal panen di musim hujan. (Yoga)


Ekspor Hadapi Tantangan

18 Jan 2022

Sepanjang 2021, Indonesia mendapatkan berkah ekspor melimpah, tetapi sejumlah tantangan tahun lalu masih membayangi perekonomian domestik, antara lain masih terganggunya dan tingginya  biaya logistik laut, melonjaknya harga sejumlah komoditas global, krisis energi, dan divergensi ekonomi global, yang berimbas ke sejumlah sektor perekonomian dalam negeri. BPS (17/1) merilis, total surplus neraca perdagangan migas dan non migas Indonesia sepanjang 2021 mencapai 35,34 miliar USD atau Rp 505,715 triliun, tumbuh 38,82 % dibandingkan 2020 dengan surplus 21,62 miliar USD. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, surplus neraca perdagangan itu tak lepas dari kinerja positif ekspor non migas.

Kenaikan harga CPO global mengakibatkan harga minyak goreng dalam negeri melonjak, minyak goreng curah dan kemasan yang semula Rp 9.500 - Rp 12.500 per liter, melonjak jadi Rp 17.500 - Rp 21.000 per liter. Kenaikan harga batubara global membuat eksportir batubara memilih mengekspor batubara ketimbang memenuhi DMO batubara. Ini menyebabkan pasokan batubara dalam negeri, terutama untuk PLTU kurang  awal tahun ini. Demikian juga gangguan dan lonjakan biaya logistik laut global menyebabkan Indonesia kekurangan kapal dan peti kemas. Biaya logistik antarpulau di Indonesia juga  naik.

Ekonom Divisi Kebijakan Eksternal Departemen Strategi, Kebijakan, dan Tinjauan IMF, Parisa Kamali, mengemukakan, tekanan akibat lonjakan biaya logistik laut mulai mereda. Namun, biaya logistik itu diperkirakan tetap tinggi hingga akhir 2022 lantaran pandemi Covid-19 masih berlanjut. Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) memproyeksikan, jika tarif pengiriman tetap tinggi hingga 2023, tingkat harga impor global dan tingkat harga konsumen dapat naik sebesar 10,6 % dan 1,5 %. (Yoga)