Ekonomi
( 40554 )Neraca Surplus 2021, Balik Defisit di 2022
Bank Indonesia optimistis pada 2021 bisa terjadi surplus kembar Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan neraca transaksi berjalan. Optimisme BI setelah melihat perkembangan sepanjang 2021, terutama di kuartal III dan IV-2021. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan surplus NPI pada 2021 bakal meningkat dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai US$ 2,6 miliar. Sedangkan tahun 2022, Perry memperkirakan kinerja NPI masih akan terjaga. Memang, ia melihat ada pembalikan neraca transaksi berjalan menuju ke arah defisit. Namun, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada 2022 diperkirakan rendah di kisaran 1,1% PDB hingga 1,9% PDB. Selain itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diperkirakan lebih besar dibandingkan tahun lalu. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman juga memproyeksi neraca transaksi berjalan pada 2021 bisa surplus setelah di 2020 defisit US$ 4,7 miliar yang setara 0,4% PDB. Sedangkan di 2022 ini, pemulihan ekonomi pun ia proyeksi masih terus berlangsung. Imbasnya adalah laju impor barang dan modal untuk akselerasi ekonomi bakal terus berlangsung tahun ini
Proyeksi BI 2022 Transaksi E-Commerce Rp 530 Triliun
Transaksi e-commerce Indonesia sepanjang 2021 masih tumbuh tinggi meskipun di bawah perkiraan. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi e-commerce di 2021 sebesar Rp 401 triliun. Sebelumnya BI memperkirakan transaksi e-commerce tahun lalu bisa mencapai Rp 403 triliun. Artinya, hasil tersebut baru mencapai 99,50% dari target BI. Meski tidak sampai mencapai proyeksi BI, Gubernur BI Perry Warjiyo menilai hasil transaksi e-commerce sepanjang 2021 justru tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020. "Ini masih tumbuh 50,8% bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar Rp 266 triliun," ujar Perry dalam pesan singkat yang diterima KONTAN Kamis (20/1). Yang terang, faktor inilah yang membuat bank sentral masih optimistis transaksi e-commerce di 2022 bakal kembali tumbuh. "Ada kecenderungan meningkat dari perkiraan kami (sebesar Rp 530 triliun),” tuturnya.
Mekipun demikian, Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual tidak mempersoalkan transaksi e-commerce Indonesia tahun lalu tidak sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia.
Makanya David menilai perkiraan transaksi e-commerce tahun 2022 ini yang sebesar Rp 530 triliun oleh Bank Indonesia tersebut sudah rasional. Pasalnya, masyarakat hingga saat ini masih gemar berbelanja secara daring. Sementara Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memproyeksi transaksi e-commerce tahun ini berada di kisaran Rp 490 triliun hingga Rp 500 triliun. Artinya berada di bawah perkiraan BI yang sebesar Rp 530 triliun.
Mengejar Nilai Tambah Ekspor
Strategi penghiliran industri menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memberikan nilai tambah lebih atas komoditas ekspor agar Indonesia mampu memanfaatkan momentum dari membaiknya kinerja penjualan barang ke luar negeri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai ekspor tahun lalu sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah di posisi US$231,54 miliar, tidak sekadar menggembirakan dari sisi angka.
Di sisi sektoral, sepanjang 2021 ekspor sektor manufaktur yang merupakan komponen tertinggi dari total ekspor non-migas tumbuh 35,1%, diikuti sektor pertambangan 92,1%, dan sektor pertanian 2,8%.
Performa ekspor ini tentu harus lebih ditingkatkan lagi agar komoditas ekspor makin memiliki nilai tambah, sehingga pada akhirnya mampu menembus pasar global. Beberapa komoditas ekspor yang masih dapat diolah seperti nikel, bauksit, tembaga, dan timah.
Wall Street di Prediksi Tetap Tertekan Bulan Ini
Pasar saham di Amerika Serikat (AS) diprediksi tetap tertekan pekan ini, setelah mengakhiri perdagangan pekan lalu di posisi terburuk sejak 2020. Para investor juga akan mencermati hasil rapat Komite Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu, (26/1) waktu setempat. Netfilx anjlok setelah mengeluarkan laporan keuangannya pada Kamis pekan lalu. Indeks teknologi Nasdaq sudah anjlok 15,5 dari level tertingginya dan mengawali awal tahun terburuk sejak 2008. Selain nasib sektor teknologi di Wall Street, para investor juga akan mencermati rapat kebijakan The Federal Reserve (The Fed) pada selasa dan Rabu. Yang akan dicari tahu adalah suku bunga acuan akan dinaikkan tahun ini dan kapan akan dimulai penaikannya. Hal yang menjadi perhatian utama The Fed saat ini adalah inflasi, yang sudah tertunjukkan pada naiknya biaya-biaya dalam laporan keuangan perusahaan-perusahaan serta naiknya harga-harga. (Yetede)
Menkominfo Dorong Kecakapan Digital
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate terus mendorong setiap orang di Tanah Air untuk meningkatkan kualitas dan kecakapan digitalnya seiring dengan proyeksi bahwa akan muncul banyak jenis pekerjaan baru akibat adopsi teknologi dan tranformasi digital. "Hal tersebut menuntut peningkatan ketrampilan bidang digital dan soft skills," ujar Jhonny, saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam Online Scholarship Competition. Sementara itu, ada pula beberapa jenis pekerjaan lain yang akan berkembang, seperti renevable energi engineers, process automation specialist, internet of tihings artificialist, digital transformation specialist, business service and administration managers, dan business development professionals. "Kami tentunya sangat menyambut baik inisiatif sektor privat dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia, seperti apa yang dilakukan oleh Media Group, melalui Online Shcolarship Competition,"ujarnya. (Yetede)
Tren Perumahan Terus Membaik di Masa Pemulihan Pandemi
Deputy CEO 99 Group Wasudewan menilai, tren pasar perumahan terus membaik, yang merupakan sinyal positif pertumbuhan industri properti selama masa pemulihan dari pandemi. Salah satu tren adalah pergerakan pasar untuk rumah bekas. Platform properti 99 Group mencatat pergerakan harga tipe rumah bekas nasional di 13 kota besar. Pada Indeks Flash Report Desember 2021, kenaikan harga properti rumah bekas 3,7 % secara tahunan. Dengan kenaikan harga tertinggi di Kota Makassar, 11,9 %.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk bekerja sama dengan Danareksa segera meluncurkan program akselerasi dan peningkatan kinerja BUMN sektor konstruksi pasca pandemi. SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum mengatakan, kerja sama itu diharapkan memberi peluang para investor untuk mengakuisisi persediaan property yang dimiliki, dikendalikan, dan dikelola oleh BUMN konstruksi melalui mekanisme penjualan persediaan properti (monetisasi aset). (Yoga)
Investor Singapura Serbu Indonesia
Singapura bukan hanya menjadi salah satu pusat keuangan terbesar di dunia. Selain China, pemerintah negeri jiran itu juga rajin menebar investasi di berbagai negara termasuk Indonesia. Terbaru Singapore Telecommunications (Singtel) dan perusahaan ride hailing-to-payment Grab Holdings Ltd masing-masing membeli 16,3% saham PT Bank Fama International dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Investor Singapura lain, Mahogany Global Investment Ltd jadi pemegang saham mayoritas dan pengendali Wahana Interfoof Nusantara Tbk (COCO). Mahogany menguasai 30,68% saham COCO. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana mengatakan, meski banyak investor asing masuk khususnya ke sektor perbankan Tanah Air, industri ini masih didominasi oleh investasi lokal sebesar 73%.
Janji Presiden demi Geliat UMKM
Di tengah aktivitas masyarakat yang mulai bergeliat pasca-serangan varian Delta pada tahun lalu, industri mikro, kecil, dan menengah alias UMKM kembali mendapat sorotan pemerintah. Selama pandemi Covid-19, nyaris seluruh operasional UMKM di dalam negeri terpukul dan berkinerja negatif. Namun, setelah badai pandemi mereda, masalah yang membelit UMKM selama pandemi masih tertinggal. Atas dasar inilah, pemerintah memandang masalah UMKM harus lekas terurai agar sektor ini bisa kembali diandalkan sebagai ujung tombak ekonomi. UMKM-lah yang dianggap paling potensial karena berdaya ungkit besar membangkitkan keterpurukan ekonomi nasional. Presiden Joko Widodo bahkan sampai harus kembali menegaskan komitmennya agar seluruh jajarannya memahami bahwa sektor UMKM wajib menjadi motor pemulihan dan penggerak ekonomi.
Bagaimanapun caranya, terang Presiden, porsi kredit kepada UMKM harus bisa naik menjadi 30% pada 2024 dari posisi saat ini yang baru berkisar 20%. Menurut Kepala Negara, target 30% tersebut tidak bisa mengandalkan pertumbuhan alamiah. Penegasan Presiden tersebut jelas ditujukan kepada lembaga keuangan, yang di dalamnya termasuk perbankan agar ‘ikhlas’ dan berhati gembira membukakan akses kredit kepada UMKM tanpa ribet dan bertele-tele. Masalah paling krusial justru terletak di pundak perbankan, baik swasta maupun BUMN, yang langsung berhadapan dengan UMKM. Oleh karena itu, perbankan perlu memiliki strategi dan siasat yang tepat untuk mendorong UMKM dapat tampil lebih berdaya saing. Adapun, perbankan sebagai pengucur kredit juga tetap mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.Pembiayaan Fintech Lending Capai Rp29 juta T
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan fintech lending per Desember 2021 mencapai Rp 29,88 triliun, meningkat 2,43 secara bulanan (month to month /mtm), peningkatan itu menandakan terjadinya perputaran uang yang produktif. Kepala Executif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi mengatakan, 103 penyelenggaraan fintech lending sudah mengantongi status berizin dari OJK. Dia menerangkan, OJK sedang membereskan aturan terbaru bagi fintech lending. POJK 77/2016 bakal diperbaharui dan disempurnakan dengan melihat perkembangan yang ada. "Drafnya sedang proses finalisasi, mudah-mudahan bisa cepat selesai. Tentu target kami ingin cepat selesai. Karena kalau itu selesai nanti sekalian kami umumkan peraturan baru sekaligus mencabut moratorium." kata dia.
Sepi Insentif, KTT ASEAN-AS Tertunda
Pertemuan pemimpin ASEAN dengan Presiden AS Joe Biden, yang direncanakan berlangsung Januari ini, ditunda. Alasannya, menurut Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, adalah melonjaknya kasus Omicron. Namun ditengarai, alasan sejatinya adalah tak jelasnya tawaran AS kepada negara-negara Asia Tenggara. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu Teuku Faizasyah (20/1) mengatakan, pertemuan pemimpin ASEAN-AS merupakan permintaan Washington, namun belum bisa direalisasikan. November 2021, AS mengumumkan akan mengundang pemimpin ASEAN ke Washington untuk pertemuan ASEAN-AS pada Januari 2022. Hingga pekan ketiga Januari 2022, tak ada tanda-tanda rencana itu akan terealisasi. Padahal, pertemuan itu diharapkan menjadi ajang pembuktian keseriusan AS pada Asia Tenggara
Koordinator Indo-Pasifik di Gedung Putih Kurt Campbell mengatakan, ”Sudah jelas bahwa hubungan tidak hanya secara diplomatik, militer, strategis. Perlu hubungan komersial, investasi di Indo-Pasifik,” Gary Clyde Hufbauer, peneliti Peterson Institute of International Economics, menilai pemerintahan Biden tidak punya kebijakan jelas pada Kerangka Kerja Sama Ekonomi Indo-Pasifik yang diumumkan pada Oktober 2022.” Kalau membahas soal inisiatif ekonomi, AS biasanya sibuk merayu dan menawarkan hal tak jelas. Selalu minim realisasi investasi,” kata Hufbaer. Tantangan lain pada usulan kerangka kerja sama itu adalah AS berusaha mengintervensi negara lain lewat isu perdagangan, terekam sepanjang 2021 pemerintahan Biden berkeras memasukkan isu kesejahteraan pekerja dan perubahan iklim dalam perjanjian dagang. AS juga dinilai sibuk menawarkan isu politik dan keamanan kawasan. Padahal, bangsa Indo-Pasifik lebih peduli pada isu ekonomi. Terlebih di tengah pemulihan dampak pandemi, negara-negara membutuhkan perdagangan internasional yang adil. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









