;

Pengusaha Butuh Solusi Biaya Kontainer

Ekonomi Yoga 20 Jan 2022 Kompas
Pengusaha Butuh
Solusi Biaya
Kontainer

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jatim Hengky Pratoko (19/1) mengatakan, sejak dua tahun terakhir, dunia pelayaran dan logistik menghadapi carut-marut situasi perdagangan internasional. ”Saat ini yang terjadi bukan hanya kelangkaan kontainer, melainkan juga keterbatasan ruang kapal,  karena banyak kapal yang ditahan atau tak dioperasikan dengan alasan pandemi Covid-19,” ujar Hengky. Hengky mengatakan, biaya pengapalan 1 kontainer 40 feet dari Asia ke Eropa hanya  11.900 USD, turun dari sebelumnya 23.000 USD. Namun, tarif rata-rata dari Indonesia ke Eropa 25.000 USD atau lebih tinggi dari tarif Asia ke Eropa. ”Tarif dari Indonesia ke Eropa yang tinggi dimanfaatkan perusahaan pelayaran kontainer asing untuk memasukkan kontainer kosong, 8.000 kontainer masuk ke Jakarta dan 400 kontainer ke Surabaya,” kata Hengky. ”Penggeseran kontainer kosong itu hanya kamuflase karena praktiknya tidak ada jaminan ruang kapal sehingga barang tidak bisa dikirim. Untuk jaminan ruang pada kapal harus mengeluarkan biaya lagi,” ujarnya.

Lonjakan biaya pengapalan kontainer global ini juga dikeluhkan para eksportir. Wakil ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Manufaktur Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim Ayu S Rahayu mengatakan, ”Beberapa pelayaran bahkan menerapkan ruang kapal premium atau tarif untuk kelas tertinggi. Itu pun dikenakan biaya tambahan pememesanan ruang. Selain itu, diberlakukan aturan pembatasan volume barang dengan skala tertentu dan ada tarif tambahannya.” Pada saat bersamaan, ada kenaikan tarif bongkar muat kargo dari truk kontainer ke kapal dan sebaliknya, juga biaya pembatalan yang mahal. Ketua GPEI Jatim Isdarmawan Asrikan menambahkan, karena kargo melonjak tinggi, kinerja ekspor diprediksi hanya tumbuh 16,59 %,” harga produk Indonesia menjadi tak kompetitif lagi di pasar global. (Yoga)


Tags :
#Ekspor
Download Aplikasi Labirin :