;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Topang Sektor Aneka, Substitusi Import Industri Alat Olahraga Lampaui Target 22%

28 Jan 2022

Dalam pencapaian program substitusi impor, realisasi impor industri aneka mengalami penurunan 17% pada 2021. Diantara tiga subsektor industri aneka, substitusi impor  untuk komoditas industri alat olahraga mencapai 37% atau senilai Rp 75,8 miliar. Adapun hal tersebut memenuhi  target dari 22% sebesar Rp 94,3 miliar dari nilai impor acuan tahun 2019 sebesar Rp 120,8 miliar. Direktur Jendral Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengungkapkan, angka tersebut cukup menggembirakan. Adapun capaian program substitusi  impor industri alat olah raga berasal dari produksi bola dan shuttlecocks. Dirjen IKMA menegaskan, pihaknya terus berupaya menerapkan beragam langkah strategis agar substitusi impor industri aneka terus meningkat dan mencapai target setiap tahun. (Yetede)

Forum B-20, Kolaborasi Menuju Pemulihan Global

28 Jan 2022

Pertemuan perwakilan komunitas bisnis negara anggota G-20 atau Forum B-20 menjadi ajang membahas gagasan, aksi nyata, sekaligus membuka peluang investasi guna mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam Inception Meeting Forum B-20, Presiden Jokowi (27/1)  menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak hanya membawa masalah, tetapi juga peluang, sejalan dengan fokus pilar Presidensi G-20 Indonesia, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energy, yang menjadi acuan mewujudkan tema Presidensi G-20 Indonesia, yaitu pulih bersama. Indonesia pun membuka pintu bekerja sama dengan pemimpin bisnis global yang tergabung di forum B-20. Presiden menyampaikan peluang investasi Indonesia di sejumlah sektor, seperti energi baru terbarukan dan industri hijau, ekonomi digital, serta arsitektur kesehatan global. Dengan jumlah penduduk besar dan daya beli yang terus meningkat, Presiden memaparkan daya tarik investasi di sektor digital, terutama yang berkontribusi langsung pada pemberdayaan UMKM dan pengembangan SDM.

Presiden mengajak komunitas B-20 berkolaborasi memobilisasi sumber daya, membiayai inovasi, dan mendorong akses produksi vaksin, obat-obatan, serta alat kesehatan yang lebih merata. Indonesia juga mendorong peningkatan investasi di sektor kesehatan guna pemenuhan kebutuhan dalam negeri serta untuk memperkuat sistem kesehatan global. Mantan PM Inggris Tony Blair mengatakan, presidensi Indonesia menawarkan kesempatan besar mendorong kolaborasi global yang inklusif. Salah satu aspek yang ia tekankan ialah kebutuhan pascapandemi untuk mengembangkan arsitektur kesehatan global yang berbasis riset sains. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan, forum B-20 harus dapat menghasilkan ide dan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret bagi pemangku kebijakan negara anggota G-20. Selain itu, penyelenggaraan B-20 harus menghasilkan rekomendasi kebijakan efektif dalam mendorong digitalisasi, terutama bagi sektor UMKM. (Yoga)


Mencermati Peringatan IMF

28 Jan 2022

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan perlunya semua negara memperhatikan berbagai perkembangan global akhir-akhir ini agar dampak negatifnya dapat dieliminasi atau diminimalkan, yaitu ketegangan politik yang dipicu ulah Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengancam akan mengirim militer dan persenjataannya ke Ukraina, dan ditanggapi AS dan sekutunya, NATO. Selain itu, terjadi peningkatan angka kasus Covid-19 varian Omicron, yang penyebarannya terus meningkat. Kemudian, dorongan inflasi di AS yang semakin nyata, menurunnya laju pertumbuhan ekonomi di China, belum berakhirnya gangguan rantai pasok global, meningkatnya harga energi dan bahan makanan. Semua itu berpotensi menimbulkan pengaruh negatif pada semua negara, terlebih negara yang lemah, apalagi negara dengan tingkat pinjaman nasional tinggi, beban angsuran dan suku bunga utang akan semakin dirasakan. Perekonomian yang mengalami masalah dalam valuta dianjurkan cepat menyelesaikannya, supaya tak kian memberatkan. (Yoga)


Laba Perbankan 2021 Tumbuh Signifikan

28 Jan 2022

Industri perbankan mencatatkan laba signifikan pada 2021, bahkan melampaui perolehan 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. Penyaluran kredit melaju seiring pulihnya perekonomian. Hal itu menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan laba perbankan. Bank terbesar kedua di Tanah Air, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mencatat laba bersih Rp 28,03 triliun pada 2021 atau tumbuh 66,8 % dibandingkan 2020. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi (27/1), menjelaskan, pertumbuhan laba bersih itu ditopang optimalisasi fungsi intermediasi perseroan dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Laju tahunan kredit secara konsolidasi bertumbuh 8,86 % menjadi Rp 1.050,16 triliun. Segmen kredit korporasi menjadi motor penggerak pertumbuhan dengan realisasi Rp 370 triliun atau tumbuh 8 % secara tahunan. Penyaluran kredit UMKM pada Bank Mandiri meningkat 15 %, menembus Rp 103,5 triliun.

Bank terbesar ketiga di Indonesia, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, juga mencatat laba bersih konsolidasi 2021 sebesar Rp 31,4 triliun dan tumbuh 15,8 % dibandingkan 2020. Dirut BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, peningkatan laba berasal dari pertumbuhan penyaluran kredit 2021 sebesar 8,2 %. Total kredit yang disalurkan BCA Rp 636,98 triliun pada 2021. Pertumbuhan kredit BCA terjadi di hampir semua segmen, dan paling tinggi ditopang segmen korporasi dan KPR. Pertumbuhan tertinggi kredit BCA terjadi pada sektor KPR yang mencapai 8,2 % sebesar Rp 97,5 triliun. Jahja menjelaskan, pertumbuhan kredit yang meningkat tersebut dipicu kondisi ekonomi yang terus membaik. (Yoga)


Penyalur Jual Bebas Pupuk Subsidi

27 Jan 2022

Penyalur resmi diduga kuat menabrak aturan penebusan pupuk bersubsidi yang merugikan petani. Tidak hanya menjual pupuk di atas HET, mereka juga membebaskan penebusan pupuk oleh siapa saja tanpa menggunakan KTP ataupun kartu tani. Praktik ini melanggar Permentan No 49 Tahun 2020 tentang Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021. Pupuk bersubsidi hanya boleh dijual kepada petani yang terdaftar di RDKK. Setiap tahun pemerintah menentukan alokasi pupuk subsidi setiap daerah, berdasarkan RDKK yang disusun kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta disahkan pemerintah.

PPL Kecamatan Lelea, Indramayu Burhanudin berkata, kios resmi yang menjual pupuk subsidi di atas HET dianggap melanggar aturan Sebagai pendamping petani, mereka berharap Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) ikut membantu petani. Sebab, KP3 yang terdiri dari beberapa unsur lembaga pemerintah memiliki kewenangan menindak pelanggaran penebusan pupuk bersubsidi. Maraknya penjualan pupuk subsidi di atas HET oleh kios resmi disebabkan kurangnya pengawasan KP3 di tiap daerah. Selain itu, tidak ada sanksi tegas bagi pengelola kios yang menjual pupuk subsidi di atas HET. Sesuai Pasal 29 Ayat 3 Permendag No.15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi, setiap kios resmi yang melakukan pelanggaran dengan menjual pupuk di atas HET harus dicabut izin usahanya.

Kasatreskrim Polres Tuban AKBP M Adhi Makayasa menuturkan, telah menindak kasus penyelewengan pupuk bersubsidi di wilayahnya sepanjang tahun 2021, bagi masyarakat yang mengetahui penyalahgunaan pupuk bersubsidi, silakan laporkan ke Satreskrim Polres Tuban. (Yoga)


Mengamankan Pasar ASEAN

27 Jan 2022

Asia Tenggara jadi kawasan menarik bagi perusahaan teknologi. Pasar yang besar, ketersediaan SDM, kemudahan investasi pun menjadi daya tarik. Namun, ASEAN perlu mengamankan dirinya dengan membangun semacam rezim sebab kawasan ini merupakan pasar teknologi yang sangat besar dan memiliki sejumlah keunggulan. Laporan Google, Temasek, dan Baik Company (2021) menyebutkan, total pengguna internet berkembang dari 360 juta pada 2019 menjadi 440 juta pada 2021. Kawasan ini juga memiliki pertumbuhan tinggi dalam investasi perusahaan teknologi berbasis digital atau start up. ASEAN juga menjadi pasar berbagai perusahaan teknologi, mulai perhotelan, transportasi, perdagangan, hingga kuliner. Sejumlah perusahaan dari sejumlah negara berinvestasi dan melakukan penjualan produk di ASEAN.

Rezim teknologi ASEAN setidaknya bisa mengatasi masalah persaingan internal di antara beberapa perusahaan teknologi. Kerja sama kawasan ini bisa digunakan untuk membendung agresivitas perusahaan teknologi dari banyak negara. Seperti Uni Eropa, mereka melihat bahwa pengambilan data warganya oleh perusahaan teknologi dari luar telah merugikan mereka. Mereka kemudian bisa membuat aturan perlindungan data pribadi dan juga perpajakan. ASEAN juga perlu membangun rezim yang memungkinkan kerja sama di bidang teknologi dan sumber daya manusia teknologi. (Yoga)


Waspadai Inflasi Tinggi Tahun Ini

27 Jan 2022

Dalam tinjauan perekonomian dunia bertajuk ”Lonjakan Kasus, Disrupsi Pemulihan dan Inflasi Tinggi” pada 25 Januari 2022, IMF memperkirakan, inflasi di negara maju pada 2022 sebesar 3,9 % dan negara berkembang 5,9 %, disebabkan disrupsi rantai pasok, pengetatan kebijakan moneter, lonjakan harga energi dan pangan, serta peningkatan permintaan. First Deputy Managing Director IMF Gita Gopinath mengatakan, inflasi bakal meningkat, terutama akibat tekanan harga energi dan pangan yang lama. Pasar bursa mengindikasikan, tahun 2022 harga minyak mentah meningkat 12 %, gas alam naik 58 %, dan pangan naik 4,5 %. Gangguan rantai pasok akibat penyebaran virus korona varian Omicron di sejumlah negara diperkirakan masih terjadi, berimbas pada kenaikan biaya logistik dan produk impor.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teuku Riefky (26/1) berpendapat, inflasi meningkat seiring pulihnya aktivitas masyarakat beberapa bulan terakhir. Kenaikan PPN dan cukai hasil tembakau serta kenaikan harga minyak goreng dan elpiji diperkirakan berdampak pada inflasi. BI menargetkan inflasi nasional terkendali pada level 2-4 persen. Realisasi inflasi sepanjang 2021 ada di level 1,87 persen. Terkait itu, BI akan fokus menjaga inflasi dan nilai tukar, juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah. (Yoga)


Peluang Penjualan di Apartemen Strategis

27 Jan 2022

Penjualan apartemen milik tahun ini diprediksi masih tertahan. Namun, peluang muncul dari apartemen dengan harga terjangkau dan dekat dengan titik transit transportasi massal. Kepala Riset JLL Indonesia Muhammad Yunus Karim, Rabu (26/1/2022), berpendapat, pembeli masih berhati-hati dan menunggu situasi yang tepat untuk membeli. ”Permintaan terbatas dan didominasi untuk hunian (end user),” ujarnya. (Yoga)


Laba BNI 2021 Naik Tiga Kali Lipat

27 Jan 2022

PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk atau BNI berhasil membuat  lompatan pemulihan kinerja positif pada tahun buku 2021. Laba bersih tahun 2021 tercatat Rp 10,89 triliun, tumbuh 232,2% year on year (yoy), atau tiga kali lipat dari profit tahun 2020. Pencapaian ini bahkan menjadi yang tertinggi yang pernah dihasilkan BNI. Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini memaparkan peran pendapatan non bunga juga tergolong semakin kuat pada pencapaian 2021. Pertumbuhan kredit di topang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 729,17 triliun atau tumbuh 15,5% yoy, dan membawa BNI pada situasi likuidasi yang sangat mencukupi dan jauh melampaui pertumbuhan kredit tahun lalu. "Dana murah atau CASA BNI juga masih mendominasi DPK, yaitu terjaga pada level 69% dari seluruh DPK. CASA terdongkrak hingga 17,1% yoy menjadi Rp 506,06 triliun. Pertumbuhan dana murah ini mendorong perbaikan Cost of Fund dari 2,6% pada akhir tahun 2020 menjadi 1,6% tahun 2021," imbuhnya. (Yetede)

IMF: Suku Bunga The Fed naik Pemulihan di Asia Melambat

27 Jan 2022

Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan bahwa langkah The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga dan  memperketat kebijakan secara agresif akan menghambat pemulihan ekonomi di Asia. "Surplus transaksi berjalan dan tingkat cadangan saat ini jauh lebih tinggi diantara negara-negara Asia dibandingkan dengan 2013, selama periode yang disebut taper tantrum," ujar Departemen Asia dan Pasifik IMF Changyong Rhee, kepada CNBC pada Rabu (26/1). Sebagai informasi, The Fed memicu taper tantrum pada 2-13 pada saat menghentikan program pembelian asetnya. Alhasil, pasar negera berkembang di Asia mengalami arus keluar modal yang tajam dan terjadi depresi mata uang. "Kali ini, suku bunga The Fed yang lebih tinggi mungkin tidak menyebabkan kejutan besar bagi pasar keuangan, tetapi pasti dapat memperlambat  pemulihan dan pertumbuhan Asia," tambah Rhee.  Negara-negara di Asia perlu mempersiapkan normalisasi kebijakan yang lebih cepat menyusul langkah The Fed untuk mengekang tekanan inflasi. (Yetede)