;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Laju Produksi dan Ekspor Udang Melambat

29 Jan 2022

Ketua Forum Udang Indonesia (FUI) Budhi Wibowo mengingatkan, pemerintah menargetkan nilai ekspor udang 4,25 miliar USD atau tumbuh 250 % hingga 2024, volume ekspor diharapkan tumbuh 15 % per tahun dan nilai ekspor naik 20 persen per tahun. Namun, sepanjang 2021, volume ekspor udang tercatat 250.700 ton, hanya tumbuh 4,9 % dibandingkan 2020, dengan nilai ekspor 2,23 miliar USD atau hanya tumbuh 8,5 % secara tahunan. FUI khawatir target pertumbuhan ekspor 250 % pada 2024 tidak tercapai, karena itu produksi udang perlu diperbaiki agar pertumbuhan ekspor pada 2022 bisa kembali seperti tahun 2020, kata Budhi dalam webinar ”Produksi Udang Indonesia: Capaian 2021, Target dan Rencana 2022”, Jumat (28/1).

Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP Tinggal Hermawan mengemukakan, peningkatan produksi udang merupakan program prioritas pembangunan perikanan nasional. Tahun 2022, KKP mengalokasikan 40 % anggaran Dirjen Perikanan Budidaya untuk peningkatan produksi udang, meliputi program percontohan, revitalisasi tambak, peningkatan infrastruktur, serta bantuan masyarakat untuk peningkatan produktivitas. Untuk meningkatkan produksi nasional perlu penyederhanaan perizinan agar tidak multitafsir dan menimbulkan masalah bagi petambak, usaha tambak udang tradisional perlu digarap serius agar lebih produktif dan tambak tradisional perlu ditingkatkan menjadi tradisional plus dengan sentuhan teknologi guna meningkatkan produksi nasional. (Yetede)


Arang Sumut Tembus Pasar Jepang

29 Jan 2022

Arang dari Sumut berhasil menembus pasar Jepang. Permintaan arang berkalori tinggi itu cukup besar, tetapi baru sebagian yang bisa dipenuhi. Munculnya berbagai komoditas pertanian baru membuat Sumut optimis bisa meningkatkan nilai ekspor pertanian 35 % tahun ini. ”Ini adalah peluang  besar untuk menopang ekonomi daerah yang dihantam pandemi Covid-19,” kata Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Andi PM Yusmanto saat melepas ekspor arang di Medan, Jumat (28/1). (Yoga)


Industri TPT Mulai Bangkit

29 Jan 2022

Setelah mencapai US$ 11,6 miliar tahun 2021, naik dari US$ 10,6 tahun 2020, ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dan tahun ini diprediksi menembus US$ 12 miliar. Industri TPT mulai bangkit dan kembali menjadi andalan ekspor Indonesia. Itu artinya, surplus perdagangan TPT, salah satu sektor prioritas penerapan industri 4,0, tahun ini bakal menyamai torehan 2017. Selepas 2017, surplus menciut dan berada dikisaran US$ 4 miliar hingga 2020.

Kebijakan pengendalian impor TPT yang dirilis pemerintah mencakup semua subsektor TPT,mulai dari hulu hingga hilir. Berdasarkan data Menteri Perindutrian (Kemenperin), ekspor TPT terbesar mengarah ke AS 3,8 miliar pada 2020, diikuti Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jerman. Kemenperin juga memperketat penerbitan izin impor TPT. Kini, Kemenperin melacak status perusahaan pemohon izin importir produsen untuk mencegah perusahaan bodong mengimpor TPT.  "Pemerintah akan terus menggenjot program substitusi impor 35% serta memberikan insentif restrukturisasi mesin untuk industri dyeing, finishing, dan printing.

IMF: Tekanan di Sektor Properti Tiongkok Beresiko Meluas

29 Jan 2022

Bisnis pendanaan yang menekan pengembang properti besar Tiongkok beresiko mengguncang ekonomi dan pasar global secara lebih luas, menurut peringatan dari IMF pada Jumat (28/1). Pihaknya mengatakan reformasi yang lebih dalam diperlukan untuk sepenuhnya mengekang ancaman tersebut. Laporan IMF itu keluar ketika para pengembang properti di Tiongkok berjuang dengan  masalah likuiditas. Diantara perusahaan yang terlibat dalam krisis adalah Evergrande, setelah mencapai US$ 300 miliar kewajiban utang.  "Properti itu memainkan peran besar dalam ekonomi secara yang lebih luas dan menjadi sentimen negatif bagi investor. IMF juga mengingatkan Tiongkok, (Sektor ini) menyumbang sekitar seperempat dari total investasi tetap dan pinjaman bank, selama lima tahun terakhir sebelum pandemi," kata IMF dalam sebuah laporan yang dirilis, Jumat (28/1).Jika ada perlambatan mendadak dari Tiongkok, ini juga akan merembet melalui perdagangan dan harga komoditas. (Yetede)

Bayar Lelang Berlian Pakai Kripto

29 Jan 2022

Penggunaan mata uang kripto sebagai alat pembayaran semakin meluas. Ambil contoh, balai lelang kelas dunia. Christie's dan Sotheby's sejak tahun lalu menerima duit kripto sebagai alat pembayaran lelang. Pada 3-9 Februari tahun ini, Shotheby's kembali akan melelang berlian dan menerima pembayaran koin kripto. Nama berlian yang akan dilelang adalah The Enigma, yaitu berlian hitam 555,55 karat. Karena itu, Sotheby's mulai menerima pembayaran berbentuk kripto. Selain itu, menerima pembayaran dalam bitcoin atau ethereum untuk lelang juga merupakan bagian dari komitmen balai lelang terhadap inovasi.

Empat Bank BUMN Kuasai Mayoritas Pasar Kredit

29 Jan 2022

Di tengah pandemi, perbankan nasional mampu membukukan pertumbuhan penyaluran kredit. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan kredit nasional naik 5,24% year on year (yoy). Dari Rp 5.482 triliun menjadi Rp 5.769 triliun sepanjang 2021.  Di masa pandemi pula, tercipta rekor baru penyaluran kredit. Bank Mandiri secara konsolidasi mencatatkan kredit Rp 1.050,16 triliun di 2021, naik 8,86% secara tahunan dibanding tahun 2020 sebesar Rp 964,72 triliun. Nilai itu berkontribusi 18,2% terhadap total pasar kredit. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menyatakan, kredit korporasi masih menjadi salah satu motor penggerak. Dengan realisasi Rp 370 triliun atau tumbuh 8% secara konsolidasi.

Sementara Bank BNI menyalurkan kredit Rp 582,43 triliun sepanjang tahun lalu, naik 5,3% yoy dibanding tahun 2020 sebesar Rp 553,1 triliun. BTN menyalurkan kredit Rp 273,46 triliun hingga 11 bulan pertama 2021 tumbuh 5,84% yoy dibanding November 2020 yang senilai Rp 258,35 triliun. Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan, secara konsolidasi, kredit BRI tembus Rp 1.026,42 triliun pada akhir September 2021. Hitung punya hitung, empat bank BUMN itu semakin dominan dalam penyaluran kredit perbankan.

Google Investasi di Operator Terbesar Kedua India

29 Jan 2022

Perusahaan teknologi Google akan akan menginvestasikan USD 1 Milyar di perusahaan operator selular ke 2 di India, Airtel, untuk memperkuat posisi di pasar telekomunikasi yang berkembang pesat di India dengan membeli saham senilai USD 700 Juta seharga 734 Rupee (USD 9,77) per saham di Bharti Airtel milik Sunil Mitall. Total kepemilikan Google adalah 1,28 %. Dana USD 300 Juta akan diinvestasikan untuk mengimplementasi perjanjian komersial 5 tahun ke depan, diantaranya memperluas produk dan layanan airtel. “Kami bangga bermitra dalam visi bersama memperluas konektivitas dan akses yang adil ke internet untuk lebih banyak orang India,” kata CEO Induk Google, Alphabet, Sundar Pichai. (Yetede)


Utang Lapindo Bengkak Jadi Rp 2,23 Triliun

29 Jan 2022

Masalah utang dana talangan PT Minarak Lapindo Jaya belum rampung juga, meski jatuh tempo sejak Juli 2019. Utang perusahaan milik keluarga Bakrie itu mencapai Rp 2,23 triliun per 31 Desember 2020. Nilai utang jumbo tersebut berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Angka itu termasuk pokok, bunga, dan denda yang harus Minarak Lapindo bayar. "Sudah jatuh tempo berikut bunga dan denda, (utang) itu sekarang sudah di atas Rp 2 triliun. Semakin lama bayar dendanya, maka akan semakin besar, dan akan kami hitung," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, Jumat (28/1).


Berkah Beton Catat Kenaikan Laba 430%

29 Jan 2022

PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) mencatat kenaikan laba bersih 2021 sebesar 430% menjadi Rp 89,4 miliar dibanding tahun sebelumnya. "Pendapatan perseroan pada 2021 dikontribusikan dari penjualan material dan ready mix," kata Direktur Utama PT Berkah Beton Sadaya Tbk, Hasan Muldhani dalam keterangannya, Jumat (28/1). Pada awal Januari 2022, perseroan telah mengakuisisi  perusahaan kontraktor, yang otomatis akan membuat seperti batu dan pasir  serta produk turunan lainnya yakni beton dan precast milik BEBS yang akan terpakai oleh kontraktor sendiri. Dengan begitu pendapatan perseroan minimal Rp 1 triliun. Hasan menargetkan, pendanaan divisi kontraktor  BEBS pada tahun ini bisa menembus Rp 1 triliun, "Kami optimis dapat mencapainya di tahun ini. MoU proyek perumahan senilai Rp 1,3 triliun pada pertengahan Januari akan berkembang ke proyek komersial, sehingga nilai kontraknya bertambah, itu belum menghitung potensi proyek lain." ungkap dia. (Yetede)

Mengamankan Pasar Obligasi

29 Jan 2022

Di tengah sentimen rencana kebijakan pengetatan moneter atau tapering off dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pasar obligasi negara pada tahun ini bakal terus menguat. Laju positif dari pasar obligasi negara tersebut dapat terlihat dari imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Indonesia yang masih menarik dibandingkan dengan negara lain. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, yield obligasi rupiah pada penutupan Jumat (28/1) menyentuh angka 6,46%. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan terus berkoordinasi dengan pemerintah, terutama Kementerian Keuangan, dalam menjaga yield differential dan tingkat imbal hasil surat berharga negara (SBN) tetap menarik. Dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed (Federal Funds Rate/FFR) pada Maret 2022, BI memproyeksikan tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) akan naik hingga 2,2%, bahkan berpotensi meningkat hingga 2,5%.

Direktur Avrist Asset Management Farash Farich menilai, pemerintah tetap perlu meng­aman­­kan pasar obligasi dengan memperbanyak SBN yang menyasar pasar ritel untuk mengantisipasi keluarnya aliran modal sebagai respons penaikan suku bunga oleh The Fed. Berdasarkan data BI, aliran keluar modal asing pada pekan keempat Januari 2022 mencapai Rp5,34 triliun dengan didominasi pasar SBN sebesar Rp5,32 triliun. Menurutnya, Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), dan Su­­kuk Ritel (Sukri) masih diminati in­vestor ritel karena yield yang menarik. “Saat ini tingkat deposito yang masih ren­dah juga dan minat investor individu berinvestasi masih tinggi,” ujar Fa­rash.