Laju Produksi dan Ekspor Udang Melambat
Ketua Forum Udang Indonesia (FUI) Budhi Wibowo mengingatkan, pemerintah menargetkan nilai ekspor udang 4,25 miliar USD atau tumbuh 250 % hingga 2024, volume ekspor diharapkan tumbuh 15 % per tahun dan nilai ekspor naik 20 persen per tahun. Namun, sepanjang 2021, volume ekspor udang tercatat 250.700 ton, hanya tumbuh 4,9 % dibandingkan 2020, dengan nilai ekspor 2,23 miliar USD atau hanya tumbuh 8,5 % secara tahunan. FUI khawatir target pertumbuhan ekspor 250 % pada 2024 tidak tercapai, karena itu produksi udang perlu diperbaiki agar pertumbuhan ekspor pada 2022 bisa kembali seperti tahun 2020, kata Budhi dalam webinar ”Produksi Udang Indonesia: Capaian 2021, Target dan Rencana 2022”, Jumat (28/1).
Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP Tinggal Hermawan mengemukakan, peningkatan produksi udang merupakan program prioritas pembangunan perikanan nasional. Tahun 2022, KKP mengalokasikan 40 % anggaran Dirjen Perikanan Budidaya untuk peningkatan produksi udang, meliputi program percontohan, revitalisasi tambak, peningkatan infrastruktur, serta bantuan masyarakat untuk peningkatan produktivitas. Untuk meningkatkan produksi nasional perlu penyederhanaan perizinan agar tidak multitafsir dan menimbulkan masalah bagi petambak, usaha tambak udang tradisional perlu digarap serius agar lebih produktif dan tambak tradisional perlu ditingkatkan menjadi tradisional plus dengan sentuhan teknologi guna meningkatkan produksi nasional. (Yetede)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023