Industri TPT Mulai Bangkit
Setelah mencapai US$ 11,6 miliar tahun 2021, naik dari US$ 10,6 tahun 2020, ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dan tahun ini diprediksi menembus US$ 12 miliar. Industri TPT mulai bangkit dan kembali menjadi andalan ekspor Indonesia. Itu artinya, surplus perdagangan TPT, salah satu sektor prioritas penerapan industri 4,0, tahun ini bakal menyamai torehan 2017. Selepas 2017, surplus menciut dan berada dikisaran US$ 4 miliar hingga 2020.
Kebijakan pengendalian impor TPT yang dirilis pemerintah mencakup semua subsektor TPT,mulai dari hulu hingga hilir. Berdasarkan data Menteri Perindutrian (Kemenperin), ekspor TPT terbesar mengarah ke AS 3,8 miliar pada 2020, diikuti Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jerman. Kemenperin juga memperketat penerbitan izin impor TPT. Kini, Kemenperin melacak status perusahaan pemohon izin importir produsen untuk mencegah perusahaan bodong mengimpor TPT. "Pemerintah akan terus menggenjot program substitusi impor 35% serta memberikan insentif restrukturisasi mesin untuk industri dyeing, finishing, dan printing.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023