;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Utang Lapindo Bengkak Jadi Rp 2,23 Triliun

29 Jan 2022

Masalah utang dana talangan PT Minarak Lapindo Jaya belum rampung juga, meski jatuh tempo sejak Juli 2019. Utang perusahaan milik keluarga Bakrie itu mencapai Rp 2,23 triliun per 31 Desember 2020. Nilai utang jumbo tersebut berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Angka itu termasuk pokok, bunga, dan denda yang harus Minarak Lapindo bayar. "Sudah jatuh tempo berikut bunga dan denda, (utang) itu sekarang sudah di atas Rp 2 triliun. Semakin lama bayar dendanya, maka akan semakin besar, dan akan kami hitung," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, Jumat (28/1).


Berkah Beton Catat Kenaikan Laba 430%

29 Jan 2022

PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) mencatat kenaikan laba bersih 2021 sebesar 430% menjadi Rp 89,4 miliar dibanding tahun sebelumnya. "Pendapatan perseroan pada 2021 dikontribusikan dari penjualan material dan ready mix," kata Direktur Utama PT Berkah Beton Sadaya Tbk, Hasan Muldhani dalam keterangannya, Jumat (28/1). Pada awal Januari 2022, perseroan telah mengakuisisi  perusahaan kontraktor, yang otomatis akan membuat seperti batu dan pasir  serta produk turunan lainnya yakni beton dan precast milik BEBS yang akan terpakai oleh kontraktor sendiri. Dengan begitu pendapatan perseroan minimal Rp 1 triliun. Hasan menargetkan, pendanaan divisi kontraktor  BEBS pada tahun ini bisa menembus Rp 1 triliun, "Kami optimis dapat mencapainya di tahun ini. MoU proyek perumahan senilai Rp 1,3 triliun pada pertengahan Januari akan berkembang ke proyek komersial, sehingga nilai kontraknya bertambah, itu belum menghitung potensi proyek lain." ungkap dia. (Yetede)

Mengamankan Pasar Obligasi

29 Jan 2022

Di tengah sentimen rencana kebijakan pengetatan moneter atau tapering off dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pasar obligasi negara pada tahun ini bakal terus menguat. Laju positif dari pasar obligasi negara tersebut dapat terlihat dari imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Indonesia yang masih menarik dibandingkan dengan negara lain. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, yield obligasi rupiah pada penutupan Jumat (28/1) menyentuh angka 6,46%. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan terus berkoordinasi dengan pemerintah, terutama Kementerian Keuangan, dalam menjaga yield differential dan tingkat imbal hasil surat berharga negara (SBN) tetap menarik. Dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed (Federal Funds Rate/FFR) pada Maret 2022, BI memproyeksikan tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) akan naik hingga 2,2%, bahkan berpotensi meningkat hingga 2,5%.

Direktur Avrist Asset Management Farash Farich menilai, pemerintah tetap perlu meng­aman­­kan pasar obligasi dengan memperbanyak SBN yang menyasar pasar ritel untuk mengantisipasi keluarnya aliran modal sebagai respons penaikan suku bunga oleh The Fed. Berdasarkan data BI, aliran keluar modal asing pada pekan keempat Januari 2022 mencapai Rp5,34 triliun dengan didominasi pasar SBN sebesar Rp5,32 triliun. Menurutnya, Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), dan Su­­kuk Ritel (Sukri) masih diminati in­vestor ritel karena yield yang menarik. “Saat ini tingkat deposito yang masih ren­dah juga dan minat investor individu berinvestasi masih tinggi,” ujar Fa­rash.

Ikhtiar Mengejar Pengemplang BLBI

29 Jan 2022

Pemerintah telah menetapkan target pengejaran buron di Singapura setelah penandatanganan perjanjian ektradisi Indonesia-Singapura, Selasa, 25 Januari 2022. "Ya, sudah ada targetnya," kata Direktur Jendral Administrasi Hukum dan Hal Azazi Manusia, Cahyo Rahadian Muzhar, kepada Tempo. "Kalau Singapurakan dari dulu kami kejar terus perjanjian ektradisinya karena ada urgensi ke situ." Cahyo tak bersedia mengungkapkan identitas buron  yang dikejar di negeri Singa itu. Perjanjian ektradisi Indonesia-Singapura ditandatangani oleh Yasonna Serta Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura K. Shanmugam di Bintan, Kepulauan Riau. Ada 31 jenis tindak pidana yang diatur dalam traktat ini, seperti tindak pidana korupsi, pencuci uang, suap, perbankan, narkotik, terorisme, dan pendanaan kegiatan yang berhubungan dengan terorisme. Traktat ini bersifat retroaktif atau berlaku surut selama 18 tahun terhitung sejak tanggal diratifikasi nantinya. (Yetede)

Bank Besar Kompak Berpesta Laba Besar

28 Jan 2022

Tiga bank besar Tanah Air mencatatkan kinerja yang mentereng di 2021. Selain pembanding kinerja di 2020 yang begitu tertekan karena pandemi Covid-19, kegiatan ekonomi yang memoles kinerja bank besar. Bank Mandiri Tbk, misalnya, membukukan laba bersih Rp 28,03 triliun, tumbuh 66,8% secara year on year (yoy). Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, pertumbuhan laba bersih ditopang oleh optimalisasi laju kredit yang secara konsolidasi tumbuh 8,86% yoy menjadi Rp 1.050,16 triliun. Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan laba konsolidasi 15,8% menjadi Rp 31,4 triliun di 2021. Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiatmadja menjelaskan, pertumbuhan laba diiringi oleh kenaikan kredit 8,2% yoy menjadi Rp 637,0 triliun. 

Investasi Mengalir ke Jasa, Minim Ciptakan Lapangan Kerja

28 Jan 2022

Di tengah pandemi Covid-19, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp 901,02 triliun di 2021, melampaui target Presiden Jokowi sebesar Rp 900 triliun. Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi 2021 itu, naik 8,3% jika dibandingkan dengan 2020. Tahun ini, pemerintah memasang target investasi lebih besar yakni Rp 1.200 triliun, naik 33,3% yoy. Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia Yusuf Rendy mengingatkan target investasi bukan semata angka, tapi kemampuan menciptakan lapangan kerja. "Artinya, investasi jadi solusi persoalan ketenagakerjaan belum terpenuhi," katanya. Ekonom Universitas Indonesia Teuku Riefky menyebut investasi ke sektor dengan nilai tambah rendah memang minim untuk bisa menciptakan pekerjaan.


Peluang Penguatan Saham Konstruksi

28 Jan 2022

Saham emiten konstruksi memiliki potensi penguatan di tahun ini. Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur bakal mendorong kontrak emiten sektor ini, terutama bagi perusahaan BUMN. Analis UOB KayHian Selvi Ocktaviani dalam risetnya menulis, tahun ini akan ada kenaikan kontrak baru sekitar 20%-40% dibanding 2021. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael dalam risetnya, Senin (24/1), memaparkan, ada beberapa faktor positif bagi emiten konstruksi paruh pertama tahun ini.


Peluang Melanjutkan Rebound

28 Jan 2022

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,16% ke level 6.611,16 pada perdagangan Kamis (27/1). Ada peluang IHSG melanjutkan penguatan pada Jumat (28/1) ini. Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga memperkirakan, rebound IHSG masih berlanjut ke kisaran 6.650 pada perdagangan di akhir pekan ini. "Indikator stochastic RSI memasuki oversold area, sementara MACD berpotensi membentuk golden cross," tulis dia dalam risetnya, Kamis (27/1). Adapun hari ini IHSG akan bergerak antara support di 6.580 dan resistance di 6.650. Valdy pun memperkirakan pergerakan IHSG lebih stabil di akhir pekan nanti. Ini tidak terlepas dari respons pelaku pasar terhadap hasil FOMC, yang salah satunya mengindikasikan Fed Fund rate akan naik di bulan Maret 2022. Sentimen ini telah terefleksi dari fluktuasi IHSG di awal perdagangan Kamis (27/1). 


Siasat BI Jaga Optimisme Pasar

28 Jan 2022

Bank Indonesia (BI) siap me­­nang­kal dampak kebijakan moneter kenaikan suku bunga acuan The Fed pada Maret 2022 dengan merilis sejumlah strategi. Ini ditempuh guna mem­­­­berikan optimisme pelaku pasar di tengah laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang masih terus menguat. Sejumlah analis pun berkeyakinan bahwa laju penguatan IHSG sepanjang tahun berjalan ini tetap akan solid terjaga. Pudarnya momentum bullish menyusul berakhirnya January Effect pada pekan ini juga tak mengkhawatirkan pasar. BI menyatakan salah satu strategi yang akan dirilis untuk mendorong optimisme pasar adalah pengetatan kebijakan non-suku bunga, melalui giro wajib minimum (GWM). Kebijakan ini juga akan dieksekusi pada Maret 2022. Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali mulai Maret 2022. Namun, dia menegaskan bahwa otoritas moneter memiliki kesiapan yang cukup prima untuk menangkal dampak dari normalisasi kebijakan bank sentral AS itu.


Menguji Daya Tahan Indeks Komposit

28 Jan 2022

Kendati bergerak fluktuatif sepanjang awal tahun, indeks harga saham gabungan atau IHSG masih tetap mencatatkan pertumbuhan moderat sebesar 0,45% selama bulan berjalan (month to date/mtd) Januari 2022. Pada perdagangan kemarin (27/1), indeks komposit ditutup menguat di level 6.611,16. Tercatat, 215 saham menguat, 317 saham terkoreksi, dan 141 saham bergerak di tempat. Investor asing dalam perdagangan kemarin masih membukukan aksi jual bersih senilai total Rp172,55 miliar. Penguatan indeks di pasar domestik bertolak belakang dengan tren pergerakan di bursa Asia Pasifik yang mayoritas anjlok kemarin. Hal itu dipengaruhi langsung oleh pernyataan kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed yang diumumkan Kamis dini hari.