KTT G-20, Indonesia Harus Optimalkan Dampak Positif Ekonomi
Dampak ekonomi penyelenggaraan KTT G-20 presidensi Indonesia harus dioptimalkan, di sektor perdagangan maupun investasi. Diperkirakan konsumsi di dalam negeri senilai Rp 1,7 triliun selama penyelenggaraan G-20 di Indonesia. Dalam Indonesia Economic Outlook 2022 yang digelar Hipmi (25/1) Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kesempatan Indonesia dalam presidensi G-20 tahun ini dapat meningkatkan kinerja ekonomi nasional. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjamin forum G-20 di bawah presidensi Indonesia dapat meningkatkan investasi. Terlebih pemerintah telah menyiapkan berbagai skema insentif seperti tax holiday, kemudahan perizinan, hingga insentif khusus kawasan industri, baik untuk PMDN maupun PMA. Ketum Hipmi Mardani H Maming menambahkan, seiring membaiknya berbagai indikator ekonomi, sisi produksi barang dan jasa diperkirakan pulih kembali tahun ini.
Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 505,9 miliar untuk persiapan presidensi G-20 di Bali. Alokasi itu merupakan bagian penugasan khusus dari Presiden senilai total Rp 2,74 triliun. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (25/1) mengemukakan, penugasan khusus dari Presiden untuk pembangunan infrastruktur mengacu pada Perpres No 116 Tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur untuk Penyelenggaraan Acara Internasional di Provinsi Bali, DKI Jakarta, NTB, dan NTT. ”Seluruh kepala negara akan ditunjukkan kebijakan Indonesia dalam green economy dengan memperluas mangrove di Indonesia, salah satunya di Bali,” kata Basuki dalam raker dengan Komisi V DPR. (Yoga)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023