;

KTT G-20, Indonesia Harus Optimalkan Dampak Positif Ekonomi

Ekonomi Yoga 26 Jan 2022 Kompas
KTT G-20,
Indonesia Harus Optimalkan Dampak Positif Ekonomi

Dampak ekonomi penyelenggaraan KTT G-20 presidensi Indonesia harus dioptimalkan, di sektor perdagangan maupun investasi. Diperkirakan konsumsi di dalam negeri senilai Rp 1,7 triliun  selama penyelenggaraan G-20 di Indonesia. Dalam Indonesia Economic Outlook 2022 yang digelar Hipmi (25/1) Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kesempatan Indonesia dalam presidensi G-20 tahun ini dapat meningkatkan kinerja ekonomi nasional. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjamin forum G-20 di bawah presidensi Indonesia dapat meningkatkan investasi. Terlebih pemerintah telah menyiapkan berbagai skema insentif seperti tax holiday, kemudahan perizinan, hingga insentif khusus kawasan industri, baik untuk PMDN maupun PMA. Ketum Hipmi Mardani H Maming menambahkan, seiring membaiknya berbagai indikator ekonomi, sisi produksi barang dan jasa diperkirakan pulih kembali tahun ini.

Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 505,9 miliar untuk persiapan presidensi G-20 di Bali. Alokasi itu merupakan bagian penugasan khusus dari Presiden senilai total Rp 2,74 triliun. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (25/1) mengemukakan, penugasan khusus dari Presiden untuk pembangunan infrastruktur mengacu pada Perpres No 116 Tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur untuk Penyelenggaraan Acara Internasional di Provinsi Bali, DKI Jakarta, NTB, dan NTT. ”Seluruh kepala negara akan ditunjukkan kebijakan Indonesia dalam green economy dengan memperluas mangrove di Indonesia, salah satunya di Bali,” kata Basuki dalam raker dengan Komisi V DPR. (Yoga)


Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :