Ekonomi
( 40465 )Lebih Selektif Saat Pasar Tertekan
Sejumlah tekanan membayangi pasar keuangan dalam negeri. Selain dari meningkatnya kasus Covid-19, pasar juga tertekan kebijakan pengetatan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve. Dalam dua hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,35%. Ditengah kondisi ini, investor dinilai perlu lebih selektif dalam memilih instrumen investasi. Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi mengatakan, pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, masih akan tertekan dalam jangka pendek.
Agenda Cerdas Menuju Indonesia Hijau
Dunia akan kiamat. Film berjudul Knowing yang dibintangi Nicolas Cage mengangkat teori gelombang panas bumi akibat bocornya lapisan atmosfer, sehingga tidak ada yang menahan panas matahari. Alhasil, seluruh mahluk hidup musnah. Bungker tidak dapat melindungi manusia dari gelombang panas matahari.Tugas manusia, melalui pemerintah maupun seluruh masyarakat global, adalah menahan kenaikan laju panas bumi, mengurangi sebesar mungkin emisi karbon, bahkan emisi neto diusahakan nol, dengan tetap memperhatikan 3 Ps, yaitu prosperity, people, dan planetatau ESE (economic wealth, social wealth, environmental wealth. Perlu kebijakan makro di tiap negara, termasuk Indonesia, dan langkah strategis skala mikro menuju Indonesia Hijau.
Pemerintah seperti disampaikan Kemenko Bidang Perekonomian telah melakukan langkah-langkah menerapkan ekonomi hijau. Misalnya, kerja sama dalam hal carbon capture utilization and storage (CUSS), penanganan kebakaran hutan, penurunan tingkat deforestasi dan restorsi hutan bakau, serta pengembangan kendaraan ramah lingkungan, termasuk mobil listrik.Upaya pemerintah sejak 2015 juga sudah luar biasa menuju Indonesia Hijau. OECD melakukan tinjauan kebijakan pertumbuhan hijau Indonesia 2017–2019 bertema Berinvestasi pada Iklim, Berinvestasi pada Pertumbuhan. Salah satu isu penting yang diangkat adalah penggunaan energi terbarukan mencapai 33%, sedangkan sebagian besar masih menggunakan bahan bakar fosil, dan sisanya gas alam. Artinya, emisi karbon masih tinggi.
OVO Dapat Digunakan di Seluruh Gerai Indomaret
Sebagai platform pembayaran digital pilihan masyarakat Indonesia, memperkuat sinerginya dengan PT Indomarco Primatama, pemilik jaringan minimarket Indomaret di Indonesia. Kini, OVO hadir sebagai metode pembayaran di lebih dari 19.500 cabang Indomaret yang tersebar di Sumatera, Batam, Jawa, Madura, Bali, NTB, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Kehadiran OVO sebagai layanan pembayaran nontunai dan cardless di Indomaret turut memfasilitasi peningkatan tren industri ritel di Indonesia.
Marketing Director PT Indomarco Prismatama Darmawie Ali pun turut menyambut baik kolaborasi pembayaran digital antara Indomaret dengan OVO tersebut. Merangkul lebih dari 1,2 juta merechant QRIS dilebih dari 430 kota dan kabupaten, aplikasi OVO dapat digunakan untuk mengakses pembayaran, transfer, top up dan tarik dana, serta layanan asuransi, investasi, dan pinjaman diseluruh wilayah Nusantara. (Yetede)
Lazada Indonesia Meraih Penghargaan dari Baznas
Lazada Indonesia (Lazada) belum lama ini mendapatkan penghargaan untuk Katagori Keperdulian Perusahan Terbaik dari Badan dan Amil Zakat Nasional (baznas) dalam Baznas Award yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun Baznas ke-21. Executive Director Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, Lazada merasa terhormat dan bangga menerima penghargaan Baznas Award katagori untuk Keperdulian Perusahaan Terbaik. Kemitraan Lazada dan Baznas telah berjalan cukup lama. Berawal dari penyediaan fasilitas donasi digital, pengguna Lazada dapat secara langsung membayar zakat secara digital di platform Lazada Dalam hal tersebut, lanjut dia, pihak juga mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan keperdulian yang tinggi terhadap program-program Baznas yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Yetede)
Menjaring Investor Institusi
Ditengah kuatnya ekspektasi bahwa ekonomi segera pulih dari krisis akibat Covid-19, pasar saham masih bergerak tak menentu. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI belakangan terus melemah. Pada perdagangan Selasa (25/1) kemarin, IHSG minus 0,20% selama setahun berjalan. IHSG tidak sendirian. Volatilitas di alami hampir seluruh bursa saham di dunia, para investor global mulai menarik dananya dari emerging markets karena penaikan FFR merupakan sinyal bahwa ekonomi AS mulai pulih. Mereka tidak boleh terlambat memanfaatkan momen tersebut untuk menginvestasikan dananya di negeri Paman Sam yang dikenal dengan negara paling aman untuk berinvestasi. Pergerakan pasar saham bisa lebih terukur jika porsi investor institusi dan ritel berimbang. Banyak cara untuk menambah porsi investor institusi, misalnya memberikan insentif pajak kepada pengelola dana pensiun (dapen), perusahaan asuransi, atau korporasi yang menginvestasikan dananya di pasar modal. (Yetede)
Menimba Ulang Data Inflasi di Tengah Pandemi
Dimasa pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19, kita menyaksikan sebuah anomali perekonomian yang kembali menggeliat namun dengan inflasi yang rendah. Rendahnya inflasi Indonesia ini juga seolah bertabrakan dengan kenyataan sehari-hari yang ditemui masyarakat, di mana disepanjang masa pandemi ini begitu sering terdengar berita kenaikan harga-harga kebutuhan pokok secara signifikan. Kontraksi ekonomi yang cukup dalam pada 2020 tersebut mendorong terjadinya penurunan yang cukup tajam disemua harga-harga komoditas penting dunia, seperti minyak, logam, dan bahan pangan. Untuk merespon kontraksi tersebut hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia melakukan kebijakan counter cyclical ala Keynesian dengan mendorong kenaikan defisit APBN. Karenanya masing-masing negara termasuk Indonesia melakukan pencetakan uang untuk membiayai defisit APBN, sesuatu yang dikenal sebagai quantitative easing. (Yetede)
Bandara Baru Bintan Diminta Berkolaborasi dengan Mitra Bertaraf internasional
Managemen Bandara Internasional Bintan Baru atau New Internasional Airport Bintan, Kepualaun Riau (Kepri) diminta berkolaborasi dengan pelaku usaha bertaraf internasional yang memiliki kemampuan menggerakkan wisatawan mancanegara untuk datang berwisata ke Bintan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun menyambut baik adanya inisiatif dari sektor swasta untuk membangun Bandara Internasional Bintan Baru. "Kami berharap pihak managemen dapat menyelesaikan pembangunan bandara baru ini paling tidak diakhir 2023.
Keberadaan bandara ini diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat di Pulau Bintan, Kepri dan sekitarnya," kata Menhub dalam pernyataan resminya di Jakarta, Selasa (25/1). Menhub menuturkan, Bintan adalah salah satu Pulau yang diperuntukkan menarik investasi yang masif. Pada kesempatan yang sama, Managing Director PT Bintan Aviation Investment Michael Wudy menjelaskan, pihaknya berinisiatif membangun bandara baru di Pulau Bintan sebagai pintu masuk pendorong pergerakan ekonomi serta pengembangan sektor industri dan pariwisata. (Yetede)
Desa dan Inklusi Keuangan
Inklusi keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga keuangan beserta produk dan layanan jasa mereka. Sebagai financial intermediary, lembaga keuangan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemudahan menyimpan dan meminjam modal finansial. Hasil survei OJK, indeks inklusi keuangan wilayah perdesaan Indonesia 2019 sebesar 68,49 %, meningkat dibanding 2016 sebesar 63,2 %. Meskipun ada kenaikan, masih lebih rendah dibandingkan indeks inklusi keuangan wilayah perkotaan, yang tahun 2019 sebesar 83,6 %. Pemerintah menargetkan indeks inklusi keuangan nasional 75 %
Untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan wilayah perdesaan Indonesia, perlu keseimbangan simpanan dan pinjaman, serta peran BUMDes dan koperasi. Inklusi keuangan wilayah perdesaan harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Dari Laporan Keuangan BRI, ditemukan bahwa nilai Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) lebih besar dari nilai Simpanan Pedesaan (Simpedes), yang tahun 2020, sebesar Rp 351,337 triliun untuk Kupedes dan Rp 285,960 triliun untuk Simpedes. Upaya meningkatkan indeks inklusi keuangan di perdesaan lebih bermakna jika mampu menghidupkan semangat gotong royong, mendorong kembali semangat saling menolong. (Yoga)
”Unicorn” Terus Marak, Persaingan Kian Sengit
Berdasarkan laporan riset Credit Suisse ”ASEAN Unicorns: Scaling New Heights”, Oktober 2021, dalam 2-3 tahun terakhir, jumlah perusahaan rintisan bidang teknologi dengan valuasi 1 miliar USD, disebut unicorn, telah mencapai lebih dari 30 perusahaan di Asia Tenggara, Singapura dan Indonesia paling banyak berkontribusi pada kehadiran unicorn. Unicorn berlatar tekfin terdepan, di ikuti sektor perdagangan secara elektronik atau e-dagang, logistik, serta solusi teknologi. Sebagian besar unicorn di Asia Tenggara memiliki model bisnis ke konsumen (B2C). Sesuai laporan riset Mandiri Group ”The Billion Dollar Moment: A Paradigm Shift for Indonesian IPO’s” (Desember 2021) kesepakatan merger dan akuisisi perusahaan rintisan bidang teknologi (start up) di Asia pada 2021, meningkat pesat. Nilainya mencapai 75 miliar USD.
Beberapa unicorn cenderung mengakuisisi guna mengoptimalkan dampak exit strategy, yaitu strategi untuk mengakhiri investasi dengan cara yang akan memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan kerugian, seperti Carsome Group mengakuisisi iCar Asia senilai 200 juta USD. Start up mengakuisisi perusahaan rintisan lebih kecil untuk menguatkan ekosistem produk mereka., sedang beberapa unicorn memilih melantai di bursa saham sebagai perwujudan exit strategy, seperti Bukalapak, Grab, GoTo, dan Traveloka. Sekjen Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro berpendapat, situasi di atas membuat start up akan bermunculan pada tahun mendatang. Masih banyak generasi muda yang tertarik membuat start up dengan inovasi baru. (Yoga)
Sumut Minta Peningkatan Bagi Hasil Sawit
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta peningkatan dana bagi hasil sawit untuk daerah diakomodasi dalam RUU Hubungan Keuangan antara Pusat dan Daerah. ”Sumut memberikan penghasilan Rp 575 triliun untuk negara (pemerintah pusat). Namun, yang diberikan kepada Provinsi Sumut hanya 4 % ,” kata Edy saat acara kunker Baleg DPR di Medan, Senin (24/1/2022).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









