Ekonomi
( 40554 )Kemenparekraf-IMI Garap Wisata Otomotif
Kemenparekraf menandatangani nota kesepahaman dengan IMI di Jakarta, Sabtu (29/1/2022), untuk menggeliatkan industri pariwisata olahraga dan otomotif, yang mencakup usaha bersama meningkatkan kualitas SDM, pengembangan destinasi, dan promosi investasi. Kegiatan hasil kolaborasinya adalah persiapan Moto GP Mandalika pada Maret 2022 dan Motocross Grand Prix di Sumbawa pada Juli 2022. (Yoga)
Ekspansi HRUM
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah komposisi keanggotaan saham dalam indeks LQ45 periode Februari-Juli 2022. Dalam evaluasi mayor kali ini, ada lima anggota baru. Saham-saham anggota baru indeks LQ45 terdiri dari AMRT, BFIN, HRUM, dan WSKT. Dari kelima saham anggota baru indeks LQ45, analis menjagokan PT Harum Energy Tbk (HRUM) paling menarik. Dia bilang, HRUM ekspansif ke bisnis dengan mengakuisisi pertambangan nikel.
Waspada Robot Trading Berbasis MLM dan Ponzi
Penawaran investasi tak berizin (bodong) membikin resah. Kali ini, banyak pelaku menggunakan kedok bisnis robot trading hingga binary option. Lewat Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) dan Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti), pemerintah menertibkan usaha expert advisor/robot trading PT DNA Pro Akademi. Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono bilang, DNA Pro ini masih menjalankan kegiatan usaha dengan sistem multi level marketing (MLM). Padahal, Satgas Waspada Investasi Desember 2021 sudah memperingatkan DNA Pro.
Tidak hanya robot trading, Plt. Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan, tahun 2021 Bappebti juga telah memblokir 1.191 domain entitas investasi ilegal di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Entitas yang ditutup termasuk binary option sebanyak 92 domain. Adapun Sutopo Widodo, Presiden Komisaris PT HFX International Berjangka menilai, robot trading yang sudah dibalut dengan ponzi ataupun MLM berbahaya. Ia berharap pemerintah tak sekadar menindak perusahaan nakal, tetapi juga memperluas literasi keuangan dan investasi di Indonesia.
January Effect Terganjal The Fed
January effect nampaknya belum terjadi pada awal tahun ini. Menjelang penghujung Januari 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik 0,97% ke level 6.645,51, pada penutupan bursa, Jumat (28/1). Jika dibandingkan performa IHSG pada Januari 2020 dan 2021 yang negatif, kinerja indeks di bulan ini masih lebih baik. Tapi, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, IHSG biasanya naik cukup kencang setiap Januari. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG belum dapat menguat signifikan pada Januari 2022 karena dipengaruhi sikap pelaku pasar yang menanti kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed. Oleh sebab itu, bisa dikatakan bahwa January effect tidak terjadi pada tahun ini. Senada, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, IHSG pada Januari 2022 tertahan oleh sikap investor yang menunggu kepastian terkait seberapa agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga acuannya. Meskipun begitu, ia menilai january effect masih ada meski dampaknya tidak signifikan.
Peran SFWG dan Agenda Transisi Keberlanjutan
Badai pandemi membuat semua negara mengalami kemunduran dalam pencapaian agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Namun hal itu tidak menyurutkan komitmen pemerintah untuk teguh bangkit secepatnya. Tak salah jika jargon green recovery menjadi momentum yang sangat signifikan dalam mendorong asa kebangkitan. Sebagai bagian dari komunitas global, kinerja pemerintah dalam pencapaian isu keberlanjutan akan terus dicermati sebagai bentuk pelaksanaan filosofi environment integrity. Terkait krisis iklim, badai pandemi telah menempatkan isu lingkungan, perubahan iklim, dan ketahanan masyarakat menjadi isu utama.
Pemerintah dan Bank Indonesia secara resmi telah membuka masa persidangan pertama Sustainable Finance Working Group (SFWG) di bawah Presidensi G20 Indonesia. Pemerintah menganggap penting terciptanya lingkungan yang memungkinkan dalam membantu pasar keuangan agar dapat mendukung pencapaian target Paris Agreement dan Agenda 2030. Persidangan awal dari SFWG sendiri dipimpin oleh co-chairs Amerika Serikat dan China serta dimoderasi oleh United Nations Development Programme (UNDP). Sedianya pertemuan tersebut akan membahas berbagai laporan kemajuan G20 Sustainable Finance Roadmap yang telah didukung oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20.
Inggris Tawarkan Penempatan Militernya di Eropa
Pemerintah Inggris sedang menawarkan penempatan militer besar-besaran kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa, dalam bentuk pengerahan pasukan, senjata, kapal perang, dan pesawat jet. Langkah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tersebut guna merespon meningkatnya permusuhan Rusia terhadap Ukraina. Dengan penempatan militer, artinya Inggris bakal melipat gandakan jumlah tentaranya menjadi sekitar 1.150 personel.
"Paket ini akan mengirim pesan yang jelas ke Rusia. Kami tidak bakal menolerir aktivitas destabilitas mereka, dan kami akan selalu mendukung sekutu NATO kami dalam menghadapi permusuhan Rusia. Saya telah memerintahkan Angkatan Bersenjata kami untuk bersiap di tempatkan diseluruh Eropa pada hari minggu, guna memastikan kami dapat mendukung sekutu NATO di darat, di laut, dan di udara."
Demikian disampaikan Johnson dalam sebuah pernyataan, Sabtu (19/1). Sebagai informasi, hubungan antara pemerintah Rusia dan negara-negara Barat sedang berada dititik-titik terendah sejak Perang Dingin, sebabnya, Rusia telah mengerahkan puluhan ribu tentara di perbatasan Ukraina. (Yetede)
Aktivitas Manufaktur di Tiongkok Berkurang
Aktivitas manufaktur di Tiongkok dilaporkan agak berkurang pada Januari 2022. Menurut data resmi yang dirilis, Minggu (30/1) walau dipandang masih diatas ekspektasi perusahaan-perusahaan di Negeri Tirai Bambu itu kembali terpukul oleh gangguan sporadis yang ditimbulkan varian baru virus Covid. "Menghadapi lingkungan ekonomi yang kompleks dan parah, serta wabah yang tersebar, ekonomi Tiongkok terus pulih dan berkembang meskipun tingkat pertumbuhan agak menurun," ujar Ahli statistik NBS,Zhao Qinghe. Sebelumnya, angka-angka NBS bergerak dikisaran pertumbuhan sejak November 2021, karena krisis listrik melanda operasional bisnis. Pemerintah Tiongkok sendiri diketahui sangat mewaspadai penyebaran wabah virus baru, ditengah persiapannya menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin bulan depan. (Yetede)
UE Akan Gelontorkan Miliaran Euro untuk Investasi Chips
Uni Eropa (UE) akan berinvestasi puluhan miliar euro untuk meningkatkan industri chip, dan melipatgandakan pangsa produksi global menjadi 20%. Demikian disampaikan Komisaris Industri UE Thierry Breton, menanggapi krisis global yang menunjukkan risiko-risiko menggantungkan pada para pemasok Asia dan Amerika Serikat. Rencana ambisius UE itu muncul, setelah pemerintah AS pada tahun lalu mengumumkan besaran anggaran CHIPS senilai US$ 52 miliar dalam Undang-Undang (UU) AS dengan tujuan supaya dapat lebih bersaing dengan teknologi Tiongkok. UU CHIPS yang diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Layen September tahun lalu, rencananya bakal disempurnakan oleh dewan eksekutif UE pada 8 Februari termasuk soal investasi pada 20-30 tahun kedepan. Dorongan-dorongan terkait chips UE, termasuk menyiapkan program yang dibiayai oleh negara-negara anggota UE yang menargetkan produksi chip mutakhir dan paltform desain untuk produsen. (Yetede)
Valians Hadirkan Solusi ML untuk Berbagai Industri
Valiance, perusahaan konsultan Indonesia, resmi tampil sebagai perusahaan konsultan machine learning (ML) tanah air. CEO dan Co-Founder Valiance Aditya Sanjaya mengatakan, solusi berbasis ML yang dikerjakan Valiance bersifat menyeluruh, mencakup analisis ketimpangan, akuisisi dan konstruksi data, pengembangan model, implementasi infrastruktur ML. “Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi tidaklah optimal. Data-driven dapat menjadi kerangka kerja perusahaan untuk menurunkan business problem menjadi data problem, menguji hipotesis, lalu mengambil keputusan berdasarkan data,” tuturnya. CTO dan Co-Founder Valiance Riyad Rivandi menambahkan, pengerjaan solusi bisnis di Valiance berlangsung secara efisien berkat penggunaan internal tools yang dikembangkan untuk proses automatic ML (AutoML). (Yetede)
Mengukur Kinerja Obligasi Korporasi di 2022
Kinerja obligasi korporasi cukup baik. Hal ini tercermin dari IndoBex-Corporate yang tumbuh 10,48% (year on year/yoy) selama 2021, walaupun lebih rendah dibandingkan tahun 2020 yang tumbuh 11,11% (yoy) namun masih lebih tinggi dibanding IndoBlex Goverment yang hanya tumbuh 5,52% yoy di periode yang sama.
Kinerja obligasi korporasi yang mumpuni ditahun lalu, turut didorong oleh penurunan yield yang terjadi pada instrumen yang tergolong dalam kelompok rating terbaik atau AAA Kecenderungan yang cukup lumrah memang, terlebih dipertengahan pertama 2021 terdapat beberapa MTN (medium termnotes) dan obligasi korporasi dengan rating lebih rendah yang mengalami gagal bayar.
Di sisi lain, peningkatan imbal hasil kinerja obligasi korporasi belum sejalan dengan kondisi perdagangan obligasi korporasi di pasar sekunder. Hal ini tercermin dalam volume perdagangan yang malah menurun, yakni dari Rp 377,53 triliun pada 2020 menjadi hanya Rp 324,98 trliun di 2021. Secara global percepatan terus bergejolak, bahkan secara perlahan pasar mulai cenderung priced-in. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









