Ekonomi
( 40465 )Ikhtiar Mengejar Pengemplang BLBI
Pemerintah telah menetapkan target pengejaran buron di Singapura setelah penandatanganan perjanjian ektradisi Indonesia-Singapura, Selasa, 25 Januari 2022. "Ya, sudah ada targetnya," kata Direktur Jendral Administrasi Hukum dan Hal Azazi Manusia, Cahyo Rahadian Muzhar, kepada Tempo. "Kalau Singapurakan dari dulu kami kejar terus perjanjian ektradisinya karena ada urgensi ke situ." Cahyo tak bersedia mengungkapkan identitas buron yang dikejar di negeri Singa itu. Perjanjian ektradisi Indonesia-Singapura ditandatangani oleh Yasonna Serta Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura K. Shanmugam di Bintan, Kepulauan Riau. Ada 31 jenis tindak pidana yang diatur dalam traktat ini, seperti tindak pidana korupsi, pencuci uang, suap, perbankan, narkotik, terorisme, dan pendanaan kegiatan yang berhubungan dengan terorisme. Traktat ini bersifat retroaktif atau berlaku surut selama 18 tahun terhitung sejak tanggal diratifikasi nantinya. (Yetede)
Bank Besar Kompak Berpesta Laba Besar
Tiga bank besar Tanah Air mencatatkan kinerja yang mentereng di 2021. Selain pembanding kinerja di 2020 yang begitu tertekan karena pandemi Covid-19, kegiatan ekonomi yang memoles kinerja bank besar. Bank Mandiri Tbk, misalnya, membukukan laba bersih Rp 28,03 triliun, tumbuh 66,8% secara year on year (yoy). Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, pertumbuhan laba bersih ditopang oleh optimalisasi laju kredit yang secara konsolidasi tumbuh 8,86% yoy menjadi Rp 1.050,16 triliun. Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan laba konsolidasi 15,8% menjadi Rp 31,4 triliun di 2021. Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiatmadja menjelaskan, pertumbuhan laba diiringi oleh kenaikan kredit 8,2% yoy menjadi Rp 637,0 triliun.
Investasi Mengalir ke Jasa, Minim Ciptakan Lapangan Kerja
Di tengah pandemi Covid-19, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp 901,02 triliun di 2021, melampaui target Presiden Jokowi sebesar Rp 900 triliun. Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi 2021 itu, naik 8,3% jika dibandingkan dengan 2020. Tahun ini, pemerintah memasang target investasi lebih besar yakni Rp 1.200 triliun, naik 33,3% yoy. Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia Yusuf Rendy mengingatkan target investasi bukan semata angka, tapi kemampuan menciptakan lapangan kerja. "Artinya, investasi jadi solusi persoalan ketenagakerjaan belum terpenuhi," katanya. Ekonom Universitas Indonesia Teuku Riefky menyebut investasi ke sektor dengan nilai tambah rendah memang minim untuk bisa menciptakan pekerjaan.
Peluang Penguatan Saham Konstruksi
Saham emiten konstruksi memiliki potensi penguatan di tahun ini. Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur bakal mendorong kontrak emiten sektor ini, terutama bagi perusahaan BUMN. Analis UOB KayHian Selvi Ocktaviani dalam risetnya menulis, tahun ini akan ada kenaikan kontrak baru sekitar 20%-40% dibanding 2021. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael dalam risetnya, Senin (24/1), memaparkan, ada beberapa faktor positif bagi emiten konstruksi paruh pertama tahun ini.
Peluang Melanjutkan Rebound
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,16% ke level 6.611,16 pada perdagangan Kamis (27/1). Ada peluang IHSG melanjutkan penguatan pada Jumat (28/1) ini. Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga memperkirakan, rebound IHSG masih berlanjut ke kisaran 6.650 pada perdagangan di akhir pekan ini. "Indikator stochastic RSI memasuki oversold area, sementara MACD berpotensi membentuk golden cross," tulis dia dalam risetnya, Kamis (27/1). Adapun hari ini IHSG akan bergerak antara support di 6.580 dan resistance di 6.650. Valdy pun memperkirakan pergerakan IHSG lebih stabil di akhir pekan nanti. Ini tidak terlepas dari respons pelaku pasar terhadap hasil FOMC, yang salah satunya mengindikasikan Fed Fund rate akan naik di bulan Maret 2022. Sentimen ini telah terefleksi dari fluktuasi IHSG di awal perdagangan Kamis (27/1).
Siasat BI Jaga Optimisme Pasar
Bank Indonesia (BI) siap menangkal dampak kebijakan moneter kenaikan suku bunga acuan The Fed pada Maret 2022 dengan merilis sejumlah strategi. Ini ditempuh guna memberikan optimisme pelaku pasar di tengah laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang masih terus menguat. Sejumlah analis pun berkeyakinan bahwa laju penguatan IHSG sepanjang tahun berjalan ini tetap akan solid terjaga. Pudarnya momentum bullish menyusul berakhirnya January Effect pada pekan ini juga tak mengkhawatirkan pasar. BI menyatakan salah satu strategi yang akan dirilis untuk mendorong optimisme pasar adalah pengetatan kebijakan non-suku bunga, melalui giro wajib minimum (GWM). Kebijakan ini juga akan dieksekusi pada Maret 2022. Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali mulai Maret 2022. Namun, dia menegaskan bahwa otoritas moneter memiliki kesiapan yang cukup prima untuk menangkal dampak dari normalisasi kebijakan bank sentral AS itu.
Menguji Daya Tahan Indeks Komposit
Kendati bergerak fluktuatif sepanjang awal tahun, indeks harga saham gabungan atau IHSG masih tetap mencatatkan pertumbuhan moderat sebesar 0,45% selama bulan berjalan (month to date/mtd) Januari 2022. Pada perdagangan kemarin (27/1), indeks komposit ditutup menguat di level 6.611,16. Tercatat, 215 saham menguat, 317 saham terkoreksi, dan 141 saham bergerak di tempat. Investor asing dalam perdagangan kemarin masih membukukan aksi jual bersih senilai total Rp172,55 miliar. Penguatan indeks di pasar domestik bertolak belakang dengan tren pergerakan di bursa Asia Pasifik yang mayoritas anjlok kemarin. Hal itu dipengaruhi langsung oleh pernyataan kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed yang diumumkan Kamis dini hari.
Strategi Investasi Tahun Macan Air: Jalan Terjal Menghimpun Modal
Kendati berhasil menembus target investasi sepanjang tahun lalu, upaya otoritas penanaman modal untuk menggapai angka sasaran pada tahun ini cukup berat. Kendala itu mencakup belum tuntasnya reformasi birokrasi, ketidakpastian akibat varian baru Covid-19, dan tingginya target yang dipikul Kementerian Investasi.
Pada tahun ini, angka sasaran investasi ditetapkan sebesar Rp1.200 triliun, melonjak hingga 33,15% dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu yang senilai Rp 901,2 triliun.Target pada tahun ini memang cukup ambisius. Pasalnya, di dalam Rencana Strategis Badan Koordi-nasi Penanaman Modal (BKPM) 2020—2024, target pada tahun ini hanya di angka Rp 968,4 triliun. Adapun pada 2024 target penanaman modal ditetapkan sebesar Rp 1.239,9 triliun.
Di tengah sempitnya ruang manuver untuk menarik investor itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyiapkan sejumlah strategi dalam rangka meloloskan target Rp1.200 triliun tersebut. Pertama, menagih komitmen realisasi penanaman modal dari investor penerima insentif yang mencapai Rp 200 triliun untuk dieksekusi dalam waktu dekat. Kedua, mempercepat realisasi dari komitmen investasi yang diperoleh pada tahun lalu. Ketiga, mencari pasar alternatif seperti Amerika Serikat (AS) dan Uni Emirate Arab (UEA), sembari menguatkan dominasi negara yang selama ini menjadi sumber modal utama seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Eropa.
Tiongkok Sambut Lampu Hijau WTO Atas Bea Masuk AS
Pemerintah Tiongkok pada Kamis (27/1) memuji Keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang memungkinkannya mengenakan bea impor Amerika Serikat (AS) senilai US$ 645 juta setiap tahun. "Kami berharap AS berhenti mencari alasan dan mengambil tindakan segera untuk memperbaiki kesalahan dalam penyelidikan pemulihan perdagangan terhadap Tiongkok. Keputusan WTO sekali lagi membuktikan bahwa AS telah lama melanggar aturan WTO, menyalahgunakan tindakan pemulihan perdagangan, dan menolak untuk memenuhi kewajiban internasionalnya," kata juru bicara Kementrian Perdagangan Tiongkok Gao Feng, Kamis. Pemerintah AS, yang tidak dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut menilai hal ini sangat mengecewakan. Angka US$ 645 juta diungkapkan dalam dokumen setebal 87 halaman oleh seorang arbiter WTO, tentang tingkat tindakan balasan yang dapat diminta pemerintah Tiongkok dalam perselisihan dengan AS.
Presiden Jokowi Ajak Pengusaha Investasi di Sektor Digital Ekonomi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang para pengusaha dari negara-negara G20 untuk investasi dalam pengembangan teknologi dan ekonomi di Indonesia. "Kami ingin mengundang investasi yang memberi kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari transformasi ekonomi digital ini," kata Presiden Jokowi, saat membuka B20 Inception Meeting yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, (27/1). Pemerintah Indonesia dan G20 mengajak komunitas B20 untuk berkolaborasi dan memobilisasi sumber daya untuk membiayai inovasi, serta pemerataan produk vaksin, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan. Indonesia akan mendorong investasi di sektor kesehatan guna pemenuhan kebutuhan didalam negeri. Presiden menjelaskan bahwa pada 2021, pengeluaran pemerintah pusat dan daerah untuk sektor kesehatan mencapai US$ 34,77 miliar. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









