Siasat BI Jaga Optimisme Pasar
Bank Indonesia (BI) siap menangkal dampak kebijakan moneter kenaikan suku bunga acuan The Fed pada Maret 2022 dengan merilis sejumlah strategi. Ini ditempuh guna memberikan optimisme pelaku pasar di tengah laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang masih terus menguat. Sejumlah analis pun berkeyakinan bahwa laju penguatan IHSG sepanjang tahun berjalan ini tetap akan solid terjaga. Pudarnya momentum bullish menyusul berakhirnya January Effect pada pekan ini juga tak mengkhawatirkan pasar. BI menyatakan salah satu strategi yang akan dirilis untuk mendorong optimisme pasar adalah pengetatan kebijakan non-suku bunga, melalui giro wajib minimum (GWM). Kebijakan ini juga akan dieksekusi pada Maret 2022. Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali mulai Maret 2022. Namun, dia menegaskan bahwa otoritas moneter memiliki kesiapan yang cukup prima untuk menangkal dampak dari normalisasi kebijakan bank sentral AS itu.
Tags :
#BungaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023