Ekonomi
( 40554 )Januari BTN Berhasil Salurkan 23 Ribu Rumah Subsidi
Mendukung Program Sejuta Rumah dan Penyaluran Pembiayaan Perumahan (FLPP), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil menyalurkan KPR FLPP mencapai 13,192 untuk sampai akhir Januari 2022, atau jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 2,302 unit. "BTN menjadi yang terdepan karena kami mengoptimalkan seluruh kanal distribusi untuk KPR Sejahtera, bekerja sama dengan developer, para agen properti serta menyelenggarakan akad KPR Sejahtera secara massal diseluruh kantor Cabang BTN, Ungkap Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo,dalam keterangan tertulisnya. Untuk memperlancar proses penyaluran KPR Sejahtera, kata Haru, BTN akan melakukan upaya "jemput bola" BTN menerapkan strategi "all out". Misalnya menggalang kerjasama dengan swasta maupun instansi yang memiliki debitur potensial sesuai dengan persyaratan Bank BTN. (Yetede)
Problem Pupuk Bersubsidi, DPR Minta Penyelesaian Tidak Sektoral
DPR berharap sejumlah menteri duduk bersama mengatasi masalah pupuk bersubsidi yang terjadi setiap tahun. Selama ini pembahasan masalah pupuk terkesan sektoral, sementara petani di lapangan masih kesulitan mendapatkan pupuk. Tata kelola pupuk bersubsidi dinilai bermasalah sejak awal, anggaran yang terbatas sehingga muncul gap antara kebutuhan dan alokasi, pendataan melalui rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) dan pengawasan distribusi tidak optimal. Akibatnya, penyimpangan kerap terjadi. Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKB, Nasim Khan (31/1), dalam raker Komisi VI DPR bersama Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, pembahasan hanya dengan satu kementerian membuat masalah pupuk tak kunjung selesai. Selain itu, ada kesan saling lempar tanggung jawab. Nasim meyakini, data penerima di RDKK tidak tepat sasaran, sehingga pendataan perlu diperbaiki dengan melibatkan petani dan aparatur di tingkat desa sebagai pihak yang tahu kebutuhan.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi PDIP Aria Bima menambahkan, gap antara kebutuhan di e-RDKK dan pemenuhan pupuk subsidi terlalu tinggi. Belum lagi ada perubahan struktur lapangan kerja akibat pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang kembali ke kampung halaman dan menjadi petani. Mendag MuhammadLutfi menyatakan, keterbatasan alokasi menjadi masalah, pada 2021 kebutuhan pupuk subsidi 24,3 juta ton, tetapi alokasinya 9 juta ton. (Yoga)
Waskita Beton Gagal Bayar Bunga Obligasi
PT Pemeringkat Efek Indonesia menurunkan peringkat obligasi yang diterbitkan PT Waskita Beton Precast Tbk (WBP) dari ”idBBB” menjadi ”idD” atau gagal bayar, seiring putusan pengadilan 25 Januari 2022 yang menetapkan WBP dalam status penundaan kewajiban pembayaran utang sampai 11 Maret 2022. Terkait itu, Bursa Efek Indonesia menghentikan perdagangan efek WBP di seluruh pasar pada Senin (31/1/2022). (Yoga)
Inovasi Bisnis, Putar Arah Saat Krisis
Beberapa perusahaan melakukan putar arah ketika terjadi badai. AirAsia Group berganti nama menjadi Capital A, untuk lebih mencerminkan bisnis inti dan rencana pengembangan grup ke depan seiring pesatnya transformasi digital, yang menandakan era baru, lebih dari sekadar maskapai penerbangan, ujar CEO Capital A Tony Fernandes. AirAsia sebagai maskapai tetap melekat, tetapi jauh sebelum pandemi, ia berniat untuk memanfaatkan kekuatan data yang telah dibangun lebih dari 20 tahun terakhir dan menggabungkannya dengan penggunaan teknologi. Aksi korporasi AirAsia terlihat sejalan dengan visi baru mereka, diantaranya dengan membeli saham Gojek di Thailand.
Under Armour dan L Brands Inc adalah perusahaan yang juga melakukan putar haluan saat pandemi. Peritel Under Armour memilih penjualan langsung kepada konsumen dibandingkan mempertahankan semua tokonya. Perusahaan induk L Brands Inc memutuskan melepas Bath & Body Works dan Victoria’s Secret & Co dari induknya dan menjadi entitas tersendiri. Bath & Body Works tidak lagi memiliki toko fisik, sementara Victoria’s Secret masih mengandalkan toko, tetapi mulai melakukan penjualan daring. (Yoga)
Dinamika Hasil Seleksi Calon Pimpinan OJK
Hasil seleksi tahap I calon anggota Dewan Komisioner OJK 2022-2027 telah diumumkan panitia seleksi (pansel) yang diketuai Menkeu Sri Mulyani pada Senin (31/1) dengan 155 orang dari 500-an pendaftar lolos seleksi tahap I. Jumlah yang lolos seleksi tahap I meningkat 30,96 %. Para calon tersebut berasal dari OJK, BI, kementerian atau lembaga negara lain, BUMN/BUMD, swasta, dan akademisi. Setelah lolos tahap I, para calon akan mengikuti seleksi tahap II, yakni penilaian masukan dari masyarakat melalui surel seleksi-dkojk@kemenkeu.go.id atau mengirim surat kepada pansel dengan alamat Gedung Djuanda I Lt G, Jl. Dr Wahidin Raya No 1, Jakpus 10710, mulai 31 Januari 2022 hingga 16 Februari 2022. Juga rekam jejak, dan makalah. Selanjutnya asesmen dan tes kesehatan dan wawancara.
Pansel memilih 21 nama calon anggota dewan komisioner yang akan disampaikan kepada Presiden, yang memilih 14 nama kepada DPR. Sesudah uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR, Presiden akan menetapkan ketua dan wakil ketua dewan komisioner (DK), 5 calon anggota DK OJK. Puncaknya, ketua dan anggota DK OJK dilantik 20 Juli 2022. Siapa pun ketua, wakil ketua, dan jajaran anggota DK yang terpilih, pimpinan baru OJK harus menjaga keberlanjutan program yang telah ditetapkan. Desain pembangunan industri keuangan tetap harus dijalankan sesuai peta jalan yang sudah ditetapkan. (Yoga)
Tantangan Pasar Modal 2022
Ada beberapa tantangan pasar modal pada 2022. Pertama, biasanya perusahaan lebih suka mengajukan kredit ke bank daripada di pasar modal, namun, kini pasar modal menjadi opsi yang menarik dalam penggalangan dana. Jumlah dana sebagai hasil penerbitan saham melonjak 862,30 % dari Rp 26,34 triliun per Desember 2020 menjadi Rp 253,47 triliun per November 2021, yang menjadi tantangan penting industri pasar modal melanjutkan kinerja unggulnya. Kedua, saham yang menjadi penopang utama kinerja pasar modal di 2021 adalah saham bank digital dan sektor teknologi, yang menunjukkan, bank tidak hanya dituntut mampu melakukan adaptasi, tetapi juga inovasi dan transformasi digital untuk menjalankan fungsi intermediasi keuangan. Ketiga, menurut data BEI, jumlah investor melejit 87,66 % dari 3,81 juta Desember 2020 menjadi 7,15 juta November 2021, 80 % dari generasi Y atau milenial (lahir 1981-1995) dan generasi Z (1996-2010). Mereka investor ritel (individu), bukan korporasi. Keempat, pada dasarnya investor ritel belum menguasai seluk-beluk saham dan hanya ikut-ikutan dalam bermain saham sehingga bisa jadi akan jadi pecundang. Mereka perlu memahami analisis fundamental sebelum investasi saham.
Kelima, pasar modal harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi terutama ke generasi Y dan Z. Literasi investasi juga penting untuk menepis laju investasi bodong alias abal-abal, baik melalui koperasi, MLM, aset kripto, maupun pegawai bank yang mengaku sebagai pejabat bank. Keenam, sebagian besar bank digital di Indonesia butuh tambahan modal menjadi minimal Rp 3 triliun pada akhir 2022 guna memenuhi aturan OJK No 12/POJK.03/2020. Ketujuh, langkah untuk menambah modal inti itu akan mendorong laju konsolidasi perbankan melalui merger dan akuisisi. Investor asing memiliki kesempatan menguasai mayoritas saham bank papan bawah. Kedelapan, OJK menegaskan, bank digital dan bukan bank digital tak ada bedanya, kecuali pada model bisnis. Artinya, bank digital juga harus mengucurkan kredit lebih deras. Kesembilan, lahirnya dua indeks berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola, yakni Indeks ESG Sector Leaders IDX Kehati dan Indeks ESG Quality 45, simbol prospek saham hijau di pasar modal 2022. Kesepuluh, selain melakukan sosialisasi dan edukasi, OJK juga wajib mengantisipasi berbagai risiko kejahatan. (Yoga)
Forum G-20 Jangan Sebatas Seremoni
Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar (1/2) mengatakan, kesempatan presidensi Indonesia pada G-20 tahun ini jangan sampai berakhir menjadi seremoni tanpa makna yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Forum labour 20 (L-20) dan presidensi G-20 harus menghasilkan pembenahan regulasi dan kebijakan konkret di bidang ketenagakerjaan di tengah rumitnya problem ketenagakerjaan dalam negeri akibat dampak disrupsi ganda pandemi Covid-19 dan digitalisasi serta implementasi UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Direktur Indonesia Labor Institute Rekson Silaban selaku Co-chair Forum L-20 mengatakan, tiga isu besar terkait pekerja yaitu digital, jaminan sosial universal, dan transisi perubahan iklim dipilih karena menjadi isu yang sedang dihadapi banyak negara anggota G-20, termasuk Indonesia. Forum L-20 akan melakukan berbagai diskusi dengan serikat buruh dari sejumlah anggota G-20 dan komunitas pengusaha yang tergabung di B-20 untuk mendorong rekomendasi di KTT G-20 pada November 2022. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, presidensi G-20 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk melakukan transformasi ketenagakerjaan menuju era digital. (Yoga)
Menanti Data Ekonomi Domestik
Kurs rupiah berpotensi bergerak terbatas terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (2/2), seiring sikap wait and see investor. Pelaku pasar masih menantikan perkembangan kebijakan suku bangsa AS, kasus omicron yang terus bertambah, serta data realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 lalu. Tapi, data-data ekonomi dalam negeri juga akan mempengaruhi rupiah. Presiden komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menyebut, salah satunya data inflasi Januari yang diperkirakan mencapai 2,11%. Sutopo memprediksi rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp. 14.300-Rp 14.400 per dollar AS. Hitungan Reny, rupiah akan bergerak antara Rp 14.310-Rp 14.380 per dollar AS.
Usai Restruksiturisasi Utang, PBRX RIght Issue Semester II
Emiten tekstil, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) akan melakukan aksi korporasi tahun ini dengan menggelar right issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu. PBRX membidik dana sebesar US$ 50 juta dari rights issue tersebut. Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan sebagai modal kerja. Pihak PBRX pun yakin pasar akan mampu menyerap penerbitan saham baru yang dilakukan oleh perusahaan ini. Standby buyer rights issue kami sudah ada, imbuh dia tanpa menyebut nama investor strategis tersebut. Optimisme PBRX atas prospek kinerja tahun ini dan selanjutnya tak lepas dari adanya pendanaan bilateral dari perbankan untuk modal kerja perusahaan ini. Saat ini, total fasilitas kredit yang dimiliki PBRX berkisar antara US$ 43 juta-US$ 45 juta dari HSBC, Maybank, UOB, serta Bank Permata dengan jangka waktu pinjaman dua tahun.
Geliat Permintaan Kredit: Bank Jaga Rasio NIM
Sukses mengarungi kinerja pada 2021, industri perbankan nasional berupaya menjaga pertumbuhan pada tahun ini. Prospek permintaan kredit yang ditopang oleh melimpahnya likuiditas memberi ruang bagi bank untuk menjaga rasio bunga bersihnya. Dari beberapa bank yang sudah menyampaikan laporan keuangan 2021, rata-rata selisih bunga bersih atau net interest margin (NIM) terjaga di level stabil 4%—6%. Artinya, persentase itu tidak jauh dari rata-rata NIM pada 2019 dan 2020. Data Bisnis Indonesia Resource Center (BIRC) mencatat rata-rata NIM bank pada 2020 sebesar 4,08% dan sebelumya (2019) di 4,56%. Hal ini menggambarkan bank mampu mengelola keuntungan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Sebagai pembanding, penyaluran kredit pada 2020 mengalami kontraksi lebih dari 2%, sementara NIM bank terjaga di kisaran 4%.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









