Ekonomi
( 40465 )January Effect Terganjal The Fed
January effect nampaknya belum terjadi pada awal tahun ini. Menjelang penghujung Januari 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik 0,97% ke level 6.645,51, pada penutupan bursa, Jumat (28/1). Jika dibandingkan performa IHSG pada Januari 2020 dan 2021 yang negatif, kinerja indeks di bulan ini masih lebih baik. Tapi, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, IHSG biasanya naik cukup kencang setiap Januari. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG belum dapat menguat signifikan pada Januari 2022 karena dipengaruhi sikap pelaku pasar yang menanti kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed. Oleh sebab itu, bisa dikatakan bahwa January effect tidak terjadi pada tahun ini. Senada, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, IHSG pada Januari 2022 tertahan oleh sikap investor yang menunggu kepastian terkait seberapa agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga acuannya. Meskipun begitu, ia menilai january effect masih ada meski dampaknya tidak signifikan.
Peran SFWG dan Agenda Transisi Keberlanjutan
Badai pandemi membuat semua negara mengalami kemunduran dalam pencapaian agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Namun hal itu tidak menyurutkan komitmen pemerintah untuk teguh bangkit secepatnya. Tak salah jika jargon green recovery menjadi momentum yang sangat signifikan dalam mendorong asa kebangkitan. Sebagai bagian dari komunitas global, kinerja pemerintah dalam pencapaian isu keberlanjutan akan terus dicermati sebagai bentuk pelaksanaan filosofi environment integrity. Terkait krisis iklim, badai pandemi telah menempatkan isu lingkungan, perubahan iklim, dan ketahanan masyarakat menjadi isu utama.
Pemerintah dan Bank Indonesia secara resmi telah membuka masa persidangan pertama Sustainable Finance Working Group (SFWG) di bawah Presidensi G20 Indonesia. Pemerintah menganggap penting terciptanya lingkungan yang memungkinkan dalam membantu pasar keuangan agar dapat mendukung pencapaian target Paris Agreement dan Agenda 2030. Persidangan awal dari SFWG sendiri dipimpin oleh co-chairs Amerika Serikat dan China serta dimoderasi oleh United Nations Development Programme (UNDP). Sedianya pertemuan tersebut akan membahas berbagai laporan kemajuan G20 Sustainable Finance Roadmap yang telah didukung oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20.
Inggris Tawarkan Penempatan Militernya di Eropa
Pemerintah Inggris sedang menawarkan penempatan militer besar-besaran kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa, dalam bentuk pengerahan pasukan, senjata, kapal perang, dan pesawat jet. Langkah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tersebut guna merespon meningkatnya permusuhan Rusia terhadap Ukraina. Dengan penempatan militer, artinya Inggris bakal melipat gandakan jumlah tentaranya menjadi sekitar 1.150 personel.
"Paket ini akan mengirim pesan yang jelas ke Rusia. Kami tidak bakal menolerir aktivitas destabilitas mereka, dan kami akan selalu mendukung sekutu NATO kami dalam menghadapi permusuhan Rusia. Saya telah memerintahkan Angkatan Bersenjata kami untuk bersiap di tempatkan diseluruh Eropa pada hari minggu, guna memastikan kami dapat mendukung sekutu NATO di darat, di laut, dan di udara."
Demikian disampaikan Johnson dalam sebuah pernyataan, Sabtu (19/1). Sebagai informasi, hubungan antara pemerintah Rusia dan negara-negara Barat sedang berada dititik-titik terendah sejak Perang Dingin, sebabnya, Rusia telah mengerahkan puluhan ribu tentara di perbatasan Ukraina. (Yetede)
Aktivitas Manufaktur di Tiongkok Berkurang
Aktivitas manufaktur di Tiongkok dilaporkan agak berkurang pada Januari 2022. Menurut data resmi yang dirilis, Minggu (30/1) walau dipandang masih diatas ekspektasi perusahaan-perusahaan di Negeri Tirai Bambu itu kembali terpukul oleh gangguan sporadis yang ditimbulkan varian baru virus Covid. "Menghadapi lingkungan ekonomi yang kompleks dan parah, serta wabah yang tersebar, ekonomi Tiongkok terus pulih dan berkembang meskipun tingkat pertumbuhan agak menurun," ujar Ahli statistik NBS,Zhao Qinghe. Sebelumnya, angka-angka NBS bergerak dikisaran pertumbuhan sejak November 2021, karena krisis listrik melanda operasional bisnis. Pemerintah Tiongkok sendiri diketahui sangat mewaspadai penyebaran wabah virus baru, ditengah persiapannya menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin bulan depan. (Yetede)
UE Akan Gelontorkan Miliaran Euro untuk Investasi Chips
Uni Eropa (UE) akan berinvestasi puluhan miliar euro untuk meningkatkan industri chip, dan melipatgandakan pangsa produksi global menjadi 20%. Demikian disampaikan Komisaris Industri UE Thierry Breton, menanggapi krisis global yang menunjukkan risiko-risiko menggantungkan pada para pemasok Asia dan Amerika Serikat. Rencana ambisius UE itu muncul, setelah pemerintah AS pada tahun lalu mengumumkan besaran anggaran CHIPS senilai US$ 52 miliar dalam Undang-Undang (UU) AS dengan tujuan supaya dapat lebih bersaing dengan teknologi Tiongkok. UU CHIPS yang diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Layen September tahun lalu, rencananya bakal disempurnakan oleh dewan eksekutif UE pada 8 Februari termasuk soal investasi pada 20-30 tahun kedepan. Dorongan-dorongan terkait chips UE, termasuk menyiapkan program yang dibiayai oleh negara-negara anggota UE yang menargetkan produksi chip mutakhir dan paltform desain untuk produsen. (Yetede)
Valians Hadirkan Solusi ML untuk Berbagai Industri
Valiance, perusahaan konsultan Indonesia, resmi tampil sebagai perusahaan konsultan machine learning (ML) tanah air. CEO dan Co-Founder Valiance Aditya Sanjaya mengatakan, solusi berbasis ML yang dikerjakan Valiance bersifat menyeluruh, mencakup analisis ketimpangan, akuisisi dan konstruksi data, pengembangan model, implementasi infrastruktur ML. “Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi tidaklah optimal. Data-driven dapat menjadi kerangka kerja perusahaan untuk menurunkan business problem menjadi data problem, menguji hipotesis, lalu mengambil keputusan berdasarkan data,” tuturnya. CTO dan Co-Founder Valiance Riyad Rivandi menambahkan, pengerjaan solusi bisnis di Valiance berlangsung secara efisien berkat penggunaan internal tools yang dikembangkan untuk proses automatic ML (AutoML). (Yetede)
Mengukur Kinerja Obligasi Korporasi di 2022
Kinerja obligasi korporasi cukup baik. Hal ini tercermin dari IndoBex-Corporate yang tumbuh 10,48% (year on year/yoy) selama 2021, walaupun lebih rendah dibandingkan tahun 2020 yang tumbuh 11,11% (yoy) namun masih lebih tinggi dibanding IndoBlex Goverment yang hanya tumbuh 5,52% yoy di periode yang sama.
Kinerja obligasi korporasi yang mumpuni ditahun lalu, turut didorong oleh penurunan yield yang terjadi pada instrumen yang tergolong dalam kelompok rating terbaik atau AAA Kecenderungan yang cukup lumrah memang, terlebih dipertengahan pertama 2021 terdapat beberapa MTN (medium termnotes) dan obligasi korporasi dengan rating lebih rendah yang mengalami gagal bayar.
Di sisi lain, peningkatan imbal hasil kinerja obligasi korporasi belum sejalan dengan kondisi perdagangan obligasi korporasi di pasar sekunder. Hal ini tercermin dalam volume perdagangan yang malah menurun, yakni dari Rp 377,53 triliun pada 2020 menjadi hanya Rp 324,98 trliun di 2021. Secara global percepatan terus bergejolak, bahkan secara perlahan pasar mulai cenderung priced-in. (Yetede)
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
Peringatan tentang kemungkinan digunakannya NFT, berkas digital yang identitas dan kepemilikannya unik yang diverifikasi dalam blockchain, sudah disuarakan oleh KPK. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, 26 Januari 2022, Wakketu KPK Lili Pintauli Siregar mengungkapkan, ”Seseorang bisa membuat NFT dan membelinya dengan uang haram. Tentu saja, KPK bisa menelusurinya dengan menggunakan teknologi blockchain”. Berdasarkan data pelacak pasar DappRadar, penjualan NFT 2021 melonjak drastis mencapai 24,9 miliar USD atau Rp 357 triliun, jauh lebih besar dibanding transaksi tahun sebelumnya 94 juta USD atau Rp 1,3 triliun. NFT yang banyak di pasaran antara lain karya seni, musik, item video game, kartu perdagangan atau barang koleksi, momen olahraga besar yang tidak terlupakan, meme, nama domain, dan mode/fashion virtual.
Pakar tindak pidana pencucian uang (TPPU) Yenti Garnasih (28/1) mengatakan, fenomena NFT bisa menjadi sarana pencucian uang dengan potensi yang sangat tinggi. Dengan dalih membeli karya seni yang tak ada parameter pastinya, orang bisa menghilangkan jejak uang yang diperoleh dari hasil kejahatan. Situs media teknologi daring makeuseof.com dalam artikel ”How Are NFTs Used for Wash Trading & Money Laundering?,” 17 Januari 2022, mengurai bagaimana pencucian uang dilakukan, contohnya jika organisasi kriminial menciptakan NFT yang unik dan mengiklankannya di lokapasar, kemudian dibeli sendiri dengan mengaburkan identitas atau hubungannya dengan akun penjual. Transaksi dilakukan beberapa kali menggunakan dompet mata uang kripto yang besar, bahkan menggunakan pertukaran mata uang kripto sampai akhirnya ”bersih”. Meskipun transaksi itu tercatat di blockchain, mengetahui siapa pemilik sebenarnya dompet kripto itu sangat susah. Alasannya, regulasi KYC dan anti money laundering (AML) tidak tersedia di semua lokapasar, juga setiap orang dapat membuka akun, menawarkan produknya, dan tetap menyembunyikan identitas mereka. Bisa juga pelaku kejahatan menggunakan akun curian, meretas akun, melakukan penjualan lantas menghilang. (Yoga)
”Cuan” dari Si Bodi Besar
Baju ukuran superbesar punya cuan yang juga besar, sekarang ada puluhan jenama busana buat si bodi besar yang menyediakan aneka jenis busana, sepatu, dan baju dalam ukuran besar. Produsen baju superbesar biasanya berangkat dari pengalaman pribadi yang kesulitan mencari baju. Setidaknya berlaku pada Suzanne Subijanto (47) dan adiknya, Francisca Subijanto, pemilik My Size; Winda Yulita Permata Sari (36), pemilik Delaqueen yang memproduksi baju dalam; serta Clarissa Anugrah Lim (30) dan suaminya, Vincent Kie, pemilik Atractiv.
Kesulitan mencari baju sesuai ukuran dan nyaman di badan itulah yang membuat Suzanne dan adiknya sepakat membuat baju sendiri dengan jenama My Size mulai ukuran XL hingga 8L pada 2003. Suzanne bukan desainer, tetapi ia belajar kebutuhan pemilik bodi besar dari dirinya sendiri. Misalnya, model dan ukuran yang sesuai untuk pemilik bodi besar sehingga penjahit membuat sesuai arahannya. Bisnisnya berkembang cepat sampai punya 18 toko , walau kini 6 toko ditutup. Karyawannya pun mencapai 100 orang. (Yoga)
Rusia Susun Peta Jalan Uang Digital
Pihak berwenang di Rusia tengah menyusun peta jalan mata uang digital dalam sistem keuangan nasionalnya. Ini menjadi jalan tengah yang diputuskan Presiden Vladimir Putin di tengah pandangan berseberangan dari berbagai pihak, termasuk Bank Sentral Rusia, terhadap mata uang digital, sejalan dengan keinginan beberapa pihak, termasuk politisi. Dalam proposal peta jalan yang disusun Kemenkeu, Kementerian perekonomian dan Digital, Kemendagri, Federal Security Service (FSB) serta Bank Sentral Rusia, terbuka pilihan yang memungkinkan pembelian dan penjualan mata uang digital dilakukan secara eksklusif oleh organisasi perbankan Rusia, juga tercantum usulan prosedur yang bisa menghalangi mata uang digital asing dipertukarkan kepada konsumen Rusia, namun ada klausul yang memungkinkan platform asing memperoleh lisensi untuk beroperasi di Rusia.
Binance, platform mata uang digital terbesar di dunia, tertarik dengan rencana Pemerintah Rusia membuka pasar mata uang digitalnya. ”Tujuan kami adalah mendapatkan lisensi dan menjalankan bisnis legal di mana peraturan mengizinkan,” kata Direktur Binance Eropa Timur Gleb Kostarev, sikap keras Bank Sentral Rusia, tidak membuatnya mundur. ”Ukraina, Kazakhstan, dan Uzbekistan, lebih setia pada cryptocurrency dan mengambil langkah liberalisasi daripada pembatasan. Tapi, regulator lokal mengambil langkah ini dengan memperhatikan Rusia,” katanya. Kekhawatiran FSB dan Bank Sentral Rusia terkait mata uang digital bukannya tanpa alasan. Investigasi Reuters menunjukkan bahwa Binance tidak sepenuhnya patuh pada regulasi, terutama soal transparansi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









