;

”Unicorn” Terus Marak, Persaingan Kian Sengit

Ekonomi Yoga 25 Jan 2022 Kompas
”Unicorn” Terus Marak,
Persaingan Kian Sengit

Berdasarkan laporan riset Credit Suisse ”ASEAN Unicorns: Scaling New Heights”, Oktober 2021, dalam 2-3 tahun terakhir, jumlah perusahaan rintisan bidang teknologi dengan valuasi 1 miliar USD, disebut unicorn, telah mencapai lebih dari 30 perusahaan di Asia Tenggara, Singapura dan Indonesia paling banyak berkontribusi pada kehadiran unicorn. Unicorn berlatar tekfin terdepan, di ikuti sektor perdagangan secara elektronik atau e-dagang, logistik, serta solusi teknologi. Sebagian besar unicorn di Asia Tenggara memiliki model bisnis ke konsumen (B2C). Sesuai laporan riset Mandiri Group ”The Billion Dollar Moment: A Paradigm Shift for Indonesian IPO’s” (Desember 2021) kesepakatan merger dan akuisisi perusahaan rintisan bidang teknologi (start up) di Asia pada 2021, meningkat pesat. Nilainya mencapai 75 miliar USD.

Beberapa unicorn cenderung mengakuisisi guna mengoptimalkan dampak exit strategy, yaitu strategi  untuk mengakhiri investasi dengan cara yang akan memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan kerugian, seperti Carsome Group mengakuisisi iCar Asia senilai 200 juta USD. Start up mengakuisisi perusahaan rintisan lebih kecil untuk menguatkan ekosistem produk mereka., sedang  beberapa unicorn memilih melantai di bursa saham sebagai perwujudan exit strategy, seperti Bukalapak, Grab, GoTo, dan Traveloka. Sekjen Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro berpendapat, situasi di atas membuat start up akan bermunculan pada tahun mendatang. Masih banyak generasi muda yang tertarik membuat start up dengan inovasi baru. (Yoga)


Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :