;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Utang Luar Negeri Indonesia Turun US$ 413,6 Milliar

16 Mar 2022

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) nasional perakhir bulan lalu sebesar US$413,6 miliar, turun dibandingkan Desember tahun lalu US$415,3 miliar. Turunnya utang luar negeri terjadi baik  untuk sektor publik yang mencakup pemerintah dan bank sentral, maupun swasta. "Secara tahunan, posisi ULN januari 2022 terkontraksi 1,7% yoy, lebih dalam dibandingkan kontraksi  bulan sebelumnya sebesar 0,4% yoy," kata Kepala Departemen Koperasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Selasa (15/3). Selanjutnya, ULN swasta tercatat sebesar US$ 205,3 miliar pada Januari, turun dari bulan sebelumnya, US$ 206,1 miliar. Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi  1,0% yoy pada Januari 2022, lebih dalam dibandingkan kontraksi  0,8% pada periode sebelumnya,ULN swasta juga didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3%. (Yetede)

Ancaman Baru Setelah Pengaspalan Rampung

16 Mar 2022

Lintasan Sirkuit Mandalika sudah siap untuk dijajal para pembalap MotoGP yang akan berlaga pada 18-20 Maret mendatang. Di area sirkuit, pekerjaan yang masih tersisa saat ini adalah persiapan event pendukung,  seperti  penyiapan lahan bagi para pelaku UMKM. Koordinator Sirkuit Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Denny Pribadi, mengatakan pengaspalan ulang sirkuit sudah selesai pada 9 Maret lalu. "Setelah itu, tidak boleh ada yang menginjak, siapapun, tidak boleh lagi dilalui oleh siapa pun," kata Denny, Selasa, 15 Maret 2022. Pengaspalan ulang Lintasan Sirkuit Mandalika dilakukan setelah mendapat masukan dari sejumlah pembalap yang mencoba lintasan di tes pramusim pada Februari lalu, sejumlah bagian aspal terkelupas dan menyebabkan terlontarnya kerikil yang membahayakan para pembalap. (Yetede)

Dampak Ekonomi Perang Rusia-Ukraina

15 Mar 2022

Lebih dari setengah ekspor global minyak bunga matahari berasal dari Rusia dan Ukraina, membuat harga minyak bunga matahari meningkat, diikuti harga minyak nabati lainnya, seperti CPO. Harga CPO naik 60 % dari awal 2022 dan meningkat 15 % setelah invasi, dari 5.982 ringgit per ton menjadi 7.074 ringgit per ton. Rusia memasok 40 % gas di Eropa sehingga harga gas alam naik 10 % dari 4,56 USD ke 5,01 USD per juta metrik british thermal unit (MMBTU). Harga batubara melonjak 130 % dari 193 USD perton mencapai rekor 446 USD per ton, Maret 2022. Harga nikel melambung dari 24.695 USD ke 100.000 USD per ton, memaksa London Metal Exchange (LME) menutup perdagangan sementara 8 Maret 2022 karena kekhawatiran gagal bayar dari pelaku pasar. Rusia dan Ukraina juga pengekspor gandum terbesar nomor 1 dan 5. Harga gandum meningkat 40 % mencapai 12,8 USD per bushel.

Pada situasi ini, investor mengamankan nilai asetnya ke safe haven sehingga harga emas meningkat 1% dalam 1 bulan terakhir, hingga 2.150 USD per troy ounce pada Maret 2022. Berdasarkan data Eurostat Februari 2022, tingkat inflasi bulanan di Eropa lebih tinggi dari ekspektasi pasar, mencapai rekor tertinggi 5,8 %, naik dari 5,1 persen pada Januari. Setelah sanksi pembatasan akses pembayaran bank internasional (SWIFT), saham bank besar Eropa rontok karena mempunyai transaksi dengan perbankan Rusia. Harga saham Deutsche Bank turun 20 % dan SocGen Bank jatuh 30 %. (Yoga)


Harga Pangan, Dering Alarm FAO

15 Mar 2022

Konflik Rusia-Ukraina berlanjut. Alarm Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO berdering. Jika konflik berkepanjangan, diperkirakan muncul risiko perdagangan, harga, logistik, produksi, kemanusiaan, energi, serta makro-ekonomi, yakni mencakup kurs mata uang, utang, dan produk domestik bruto. Peringatan itu dilontarkan FAO dalam laporan ”Pentingnya Ukraina dan Rusia bagi Pasar Pertanian Global dan Risiko Konfliknya” yang dipublikasikan di Roma, Italia, 10 Maret 2022, bersamaan Konferensi Regional Asia dan Pasifik (APRC) FAO ke-36 di Dhaka, Bangladesh, 10-11 Maret 2022. Khusus di sektor pangan, FAO memperkirakan, dalam skenario jangka pendek (2022-2023), harga pangan dan pakan internasional yang saat ini sudah tinggi akan meningkat 8-22 %. Harga gandum, misalnya, naik 8,7 % untuk kategori risiko moderat/sedang, sementara kategori berat, lonjakan harganya mencapai 21,5 %.

Pada 4 Maret 2022, FAO menyebutkan, harga pangan dunia terus melambung tinggi. Indeks Harga Pangan FAO (FFPI) Februari 2022 mencapai 140,7 naik 3,9 % secara bulanan dan 20,7 % secara tahunan. Minyak nabati, sereal, susu, dan daging mendominasi lonjakan harga. Indeks harga minyak nabati menembus level 201,7 naik 26,87 % secara tahunan dan mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa. FAO meminta setiap negara menjaga perdagangan pangan dan pupuk agar tetap terbuka serta mengatasi hambatan rantai pasok perdagangan global. Setiap negara yang bergantung pada impor pangan dari Rusia dan Ukraina perlu mendiversifikasi pasokan dari negara lain serta membangun ketahanan pangan domestik. (Yoga)


Optimalkan Tambak Udang

15 Mar 2022

Pemerintah menargetkan peningkatan produksi udang dari 850.000 ton - 900.000 ton secara tahunan menjadi 2 juta ton hingga 2024. Peningkatan produksi udang bertujuan mendorong nilai ekspor udang menjadi 4,25 miliar USD, tumbuh 250 % hingga 2024. Pada 2022, produksi udang nasional ditargetkan 1,2 juta ton. Ketua Forum Udang Indonesia (FUI) Budhi Wibowo mengatakan, pembangunan tambak tradisional plus perlu didorong di sejumlah sentra produksi udang Indonesia. Hingga saat ini, pengembangan tambak tradisional plus sudah berlangsung di beberapa provinsi, seperti di Sulsel,

Berdasarkan data KKP, luas tambak udang tradisional saat ini 247.803 ha, 82,4 % total luas tambak 300.501 ha. KKP berencana merevitalisasi tambak udang di 15 kabupaten dan kota di Indonesia dengan dukungan pengelolaan irigasi perikanan partisipatif; penyaluran sarana revitalisasi tambak, seperti kincir, pengujian hama penyakit udang dan kualitas air; serta sosialisasi dan bimbingan teknis budidaya udang.  Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyebut ada tiga program peningkatan produksi komoditas udang, yakni evaluasi tambak udang eksisting di seluruh Indonesia, revitalisasi tambak udang tradisional agar produktivitas meningkat dari 0,6 ton per ha per tahun menjadi 2 ton per ha per tahun, dan membangun proyek percontohan tambak udang terintegrasi. (Yoga)


Pendapatan Premi dari Jalur Keagenan Menurun

15 Mar 2022

Jumlah agen asuransi jiwa dan pendapatan premi dari jalur keagenan cenderung berkurang, karena menurunnya aktivitas pemasaran tatap muka selama pandemi Covid-19 dan kian berkembangnya penggunaan aplikasi layanan asuransi digital. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), jumlah agen asuransi berlisensi seluruh Indonesia hingga akhir 2021 sekitar 574.000 orang, turun 5,5 % dibandingkan 2020 yang sebanyak 607.000 orang. Pada 2021, pendapatan premi industri asuransi jiwa dari agen Rp 58,8 triliun, turun 9,7 % dibandingkan 2020 yang sebesar Rp 65,11 triliun. Porsi pendapatan premi dari jalur keagenan terhadap total pendapatan premi asuransi jiwa 2021 sekitar 29 %. Adapun porsi terbesar disumbangkan oleh saluran pemasaran asuransi melalui perbankan sebesar 48,1 %.

Duta Perhimpunan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) Deddy Karyanto mengakui, selama pandemi,jumlah agen berkurang lantaran kesulitan memasarkan produk asuransi secara tatap muka. Selain itu, tekanan ekonomi, khususnya beberapa bulan awal pandemi, membuat para agen kesulitan mencari nasabah,  yang berdampak minimnya pendapatan komisi, ini membuat sebagian agen berhenti mencari nasabah baru. Pendiri PAAI Wong Sandy Surya menjelaskan, pihaknya mengapresiasi langkah OJK mengeluarkan Surat Edaran No 19 Tahun 2020 tentang saluran pemasaran produk asuransi, dimana OJK mengizinkan pemasaran asuransi dengan metode tanpa tatap muka. (Yoga)


Timah Kembali Meraih Laba pada 2021

15 Mar 2022

Emiten pertambangan, PT Timah (Persero) Tbk, membukukan laba bersih Rp 1,3 triliun tahun 2021 setelah merugi Rp 340,5 miliar di 2020. Dari laporan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Senin (14/3), pendapatan PT Timah turun dari Rp 15,21 triliun jadi Rp 14,6 triliun selama kurun tersebut. Namun, beban pokok pendapatan turun dari Rp 14,09 triliun di 2020 jadi Rp 11,17 triliun di 2021. (Yoga)

Petani Lampung Didorong Ekspor Rempah

15 Mar 2022

Dalam situasi pandemi Covid-19, permintaan ekspor komoditas rempah dari Lampung terus meningkat. Pemerintah mendorong petani membudidayakan rempah dan melirik potensi ekspor. ”Pada 2020, cabai jawa asal Lampung menembus pasar ekspor sebelas negara,” kata Kepala Balai Karantina Kelas IA Bandar Lampung M Jumadh, di Lampung, Senin (14/3). (Yoga)

Sedang Dikaji, Bunga Fintech Bisa Naik Lagi

15 Mar 2022

Kebijakan penurunan bunga pinjaman fintech menjadi 0,4% per hari ternyata memberatkan sejumlah pemain. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pun berencana mengkaji ulang penerapan batas bunga 0,4% tersebut. Dalam rapat kerja nasional (Rakernas) AFPI 2022, isu soal bunga tersebut menjadi satu agenda pembahasan. "Penerapan biaya 0,4% yang akan direview secara berkala hingga pemberlakuan lending robo yang akan diupayakan,” ujar Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah. Para pemain fintech pun mengapresiasi langkah AFPI untuk segera mengkaji kembali penerapan batas biaya pinjaman.


Kinerja Membiru, Saham Bank Digital Malah Merah

15 Mar 2022

Bank-bank digital bermunculan sejak beberapa tahun terakhir. Kendati dipercaya memiliki prospek cerah, banyak bank-bank digital yang masih harus melakukan investasi untuk menggaet nasabah baru dan membangun infrastruktur layanan digital. Namun tren bakar duit itu bisa jadi segera berakhir. Ambil contoh Bank Jago Tbk (ARTO) yang mulai transformasi menjadi bank digital sejak 2020. Setelah mengalami rugi bertahun-tahun, Bank Jago mencetak laba setelah pajak senilai Rp 86,02 miliar di 2021. Di tahun 2020, ARTO rugi Rp 189,56 miliar. Perbaikan kinerja itu sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit 491% year on year (yoy) menjadi Rp 5,37 triliun pada 2021. Pinjaman kemitraan dan pinjaman dari ekosistem menyumbang bagian terbesar kredit, dengan porsi sekitar 52%. Sementara bank-bank kecil digital lain, seperti Bank Neo Commerce (BBYB), Bank Raya (AGRO), Bank Aladin (BANK) dan Bank BCA Digital masih merugi. Bank digital memang membutuhkan ekosistim yang kuat untuk mencapai kinerja positif. Bahkan, Kakao Bank asal Korea Selatan yang punya ekosistem sangat besar membutuhkan waktu dua tahun untuk cuan.