Ekonomi
( 40554 )Petani Lampung Didorong Ekspor Rempah
Dalam situasi pandemi Covid-19, permintaan ekspor komoditas rempah dari Lampung terus meningkat. Pemerintah mendorong petani membudidayakan rempah dan melirik potensi ekspor. ”Pada 2020, cabai jawa asal Lampung menembus pasar ekspor sebelas negara,” kata Kepala Balai Karantina Kelas IA Bandar Lampung M Jumadh, di Lampung, Senin (14/3). (Yoga)
Sedang Dikaji, Bunga Fintech Bisa Naik Lagi
Kebijakan penurunan bunga pinjaman fintech menjadi 0,4% per hari ternyata memberatkan sejumlah pemain. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pun berencana mengkaji ulang penerapan batas bunga 0,4% tersebut. Dalam rapat kerja nasional (Rakernas) AFPI 2022, isu soal bunga tersebut menjadi satu agenda pembahasan. "Penerapan biaya 0,4% yang akan direview secara berkala hingga pemberlakuan lending robo yang akan diupayakan,” ujar Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah. Para pemain fintech pun mengapresiasi langkah AFPI untuk segera mengkaji kembali penerapan batas biaya pinjaman.
Kinerja Membiru, Saham Bank Digital Malah Merah
Bank-bank digital bermunculan sejak beberapa tahun terakhir. Kendati dipercaya memiliki prospek cerah, banyak bank-bank digital yang masih harus melakukan investasi untuk menggaet nasabah baru dan membangun infrastruktur layanan digital. Namun tren bakar duit itu bisa jadi segera berakhir. Ambil contoh Bank Jago Tbk (ARTO) yang mulai transformasi menjadi bank digital sejak 2020. Setelah mengalami rugi bertahun-tahun, Bank Jago mencetak laba setelah pajak senilai Rp 86,02 miliar di 2021. Di tahun 2020, ARTO rugi Rp 189,56 miliar. Perbaikan kinerja itu sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit 491% year on year (yoy) menjadi Rp 5,37 triliun pada 2021. Pinjaman kemitraan dan pinjaman dari ekosistem menyumbang bagian terbesar kredit, dengan porsi sekitar 52%. Sementara bank-bank kecil digital lain, seperti Bank Neo Commerce (BBYB), Bank Raya (AGRO), Bank Aladin (BANK) dan Bank BCA Digital masih merugi. Bank digital memang membutuhkan ekosistim yang kuat untuk mencapai kinerja positif. Bahkan, Kakao Bank asal Korea Selatan yang punya ekosistem sangat besar membutuhkan waktu dua tahun untuk cuan.
Bisnis Properti Dihantui Kenaikan Harga Baja & Besi
Perang Rusia dan Ukraina juga menekan rantai pasok konstruksi global. Konflik di Eropa Timur itu mengerek harga bahan baku besi dan baja. Alhasil, tekanan ke sektor konstruksi dan properti semakin bertambah, setelah harga komoditas energi meningkat sekaligus memukul daya beli. Rusia merupakan eksportir baja keempat terbesar di dunia. Selama ini Rusia memasok baja ke lebih dari 150 negara. Industri konstruksi saat ini menyumbang lebih dari 50% permintaan baja dunia. Tahun 2021, Indonesia mengimpor 486.149 ton ingot besi baja (bahan baku baja) dari Rusia senilai US$ 326,63 juta. Mengacu data BPS, angka itu di posisi ketiga setelah impor dari India dan Oman. Para pebisnis properti juga mengakui, perang Rusia dan Ukraina memantik ketidakpastian. Real Estate Indonesia (REI) mengemukakan, potensi kenaikan harga besi dan baja di pasar global akan memukul bisnis konstruksi dan properti di dalam negeri.
Wakil Ketua Umum DPP REI Raymond Arfandy mengatakan, tak hanya besi dan baja, keadaan ini berpotensi menaikkan harga komponen konstruksi lainnya. Ketua Apindo Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar mengungkapkan, jika kenaikan harga tidak diantisipasi lebih jauh maka memberatkan sektor properti dan kawasan industri. Menurut dia, pemerintah perlu memberikan kemudahan, salah satunya mendorong peningkatan volume produksi dalam negeri. Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani menilai, kenaikan harga baja dan semen bisa mengerek harga properti. Hal ini menyebabkan sebagian konsumen menimbang ulang membeli properti.
Peluang Menembus 7.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa, Senin (14/3). IHSG naik 0,43% dan ditutup di level 6.952,20. Analisi Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Aziz Setyo Wibowo mengatakan, penguatan IHSG dipengaruhi oleh data penjualan mobil Februari 2022 yang meningkat 65,1%. Sehingga, IHSG berpeluang kembali bergerak di kisaran resistance 6.996 hingga 7.045. Senada, analis Philip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius juga memperkirakan IHSG ini berpotensi menguat ke area resistance 6.996 dengan support yang dapat dipertimbangkan pada area 6.837.
Rusia Tuding Barat Upayakan Gagal Bayar Utang
Kementerian Keuangan Rusia menuding negara-negara asing ingin memaksakan gagal bayar (default) buatan terhadap Negara Beruang Merah melalui sanksi-sanksi luar biasa, menyusul serangan atas Ukraina. Tetapi pihak berwenang mengatakan bakal tetap memenuhi kewajiban utangnya. Siluanov membantah bahwa Rusia tidak dapat memenuhi kewajiban utang pemerintahnya. Dia mengatakan, Rusia siap untuk melakukan pembayaran dengan Rubel sesuai dengan nilai tukar bank sentral Rusia pada hari pembayaran, terutama obligasi euro (eurobond) yang diterbitkan sejak 2018. Menurut laporan, Russia akan melakukan pembayaran bunga gabungan sebesar US$ 117 juta pada obligasi dua dollar, Rabu (9/3).meskipun masih memiliki masa tenggang 30 hari. Sedangkan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan pada Minggu, walau Rusia memiliki uang untuk membayar utangnya, Rusia tidak dapat mengaksesnya. (Yetede)
Ekonomi Rusia Bisa Mundur 30 Tahun
Operasi militer yang dilancarkan Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap Ukraina dan respon dunia atasnya dapat menyebabkan ekonomi Rusia mundur setidaknya 30 tahun kebelakang. Yang berarti mendekati saat-saat di era Uni Soviet. Sanksi-sanksi Barat terhadap Rusia atas tindakannya itu dirancang untuk mengucilkan ekonomi Rusia dari pasar Global. Yang disertai pembekuan seluruh aset-aset diseluruh dunia. Praktis dalam dua pekan, upaya Rusia selama 40 tahun utuk membangun ekonomi yang berlandaskan pasar dan di mulai di era Mikhael Gorbachev telah gagal. Ketika itu, untuk pertama kalinya warga Soviet merasakan produk-produk AS. Tapi upaya berpuluh tahun untuk mengintegrasikan ekonomi Rusia ke Eropa tiba-tiba berhenti dalam beberapa pekan terakhir saja. (Yetede)
Harga Minyak AS Jatuh Dibawah US$ 100
Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) jatuh lebih dari 8% hingga menyentuh angka dibawah US$ 100 per barel pada perdagangan Senin (14/3). Faktor penyebabnya adalah kemajuan dalam krisis Ukraina dengan akan digelarnya perundingan damai yang baru di Tiongkok. Menurut Rebecca Babin, pialang energi senior CIBC Private Wealth AS, penyebab jatuhnya harga minyak itu karena faktor-faktor geopolitik dan permintaan. Rusia dan Ukraina dijadwalkan menggelar perundingan damai lagi pada Senin waktu setempat. "Aksi hari ini mencerminkan perubahan sentimen dalam konflik Rusia dan Ukraina sehingga menimbulkan sentimen jual, kekhawatiran fundamental terhadap permintaan dari Tiongkok sehingga para pialang fundamental melakukan aksi ambil untung, serta tekanan teknikal karena minyak mentah sudah menyentuh level-level tertinggi," tutur Babin. (Yetede)
OVO Dorong Akses Digital dan Literasi Keuangan Bagi Perempuan
OVO Platform pembayaran digital terdepan di Indonesia turut merayakan Hari Perempuan Internasional dengan mendukung literasi dan inklusi keuangan yang merata bagi para perempuan Indonesia. Harapannya, melalui literasi dan inklusi keuangan, dapat membuka akses pembayaran digital dan layanan keuangan yang merata bagi para perempuan Indonesia. Pasalnya, pesatmya perekembangan ekonomi digital dalam beberapa tahun belakang tidak terlepas dari peran dan upaya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya UMKM perempuan yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi. "Hal ini penting, mengingat akses terhadap kredit usaha merupakan salah satu halangan yang dihadapi UMKM Indonesia. Dengan demikian, terlihat bahwa platform digital, dalam hal ini OVO, berhasil memberikan kontribusi dan dukungan nyata bagi para pelaku UMKM, khususnya pelaku perempuan," kata Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit. (Yetede)
Kembangkan Metaverse, WIR Group Perluas Kolaborasi
WIR Group, perusahaan teknologi augmented reality terkemuka asal Indonesia yang masuk dalam daftar "Metaverse Companies to Watch in 2022" versi majalah bisnis internasional Forbes GE, terus menjalin kerja sama dengan berbagai entitas dari beragam sektor guna mengembangkan platform Mateverse Indonesia. Rencananya, WIR Group akan memperkenalkan prototipe Metaverse Indonesia kepada dunia Internasional saat perhelatan Presidensi G-20 Indonesia di Bali. "Platform Metaverse Indonesia nantinya juga akan menghadirkan kota-kota besar di Indonesia dengan tata kelola yang digunakan bersifat kredibel dan berdasarkan nilai-nilai dan kearifan budaya bangsa," kata Daniel melalui siaran pers akhir pekan lalu. Metaverse yang merupakan semesta kolaborasi yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antar dunia digital tanpa batas. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









