Ekonomi
( 40465 )Tantiem Pejabat Bank Besar Turun
Kinerja tumbuh pesat pada tahun 2021 setelah tahun sebelumnya anjlok akibat pandemi. Moncernya laba tahun ini tak lantas membuat bank mengerek bonus dan tantiem pejabat mereka. Di tataran bank BUMN misalnya, Bank Mandiri dan BNI justru menurunkan bonus dan tantiem komisaris dan direksi. Hanya saja gaji dan tunjangan mereka naik cukup tinggi. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menaikkan bonus dan tantiem direksi. Tapi gaji dan tunjangan turun. Sedangkan bonus dan tantiem komisaris naik, tapi gajinya turun. Sementara Bank Central Asia (BCA) mencetak laba terbesar tahun lalu yakni Rp 31,4 triliun, tumbuh 15,8% year on year (yoy) justru menurunkan tantiem. Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, penetapan bonus dan tantiem mempertimbangkan skala dan kompleksitas usaha, inflasi, serta kondisi dan kemampuan perusahaan.
RI Kantongi Komitmen Pembiayaan Teknis HTS Rp 12,1 T dari Inggris
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berhasil mendapatkan komitmen pembiayaan untuk pengadaan satelit komunikasi berkecepatan tinggi (high troughput satelite/HTS) sebesar GBP 650 juta atau sekitar Rp 12,1 triliun dari pemerintah Inggris. Juru Bicara Kemenkominfo Dedi Permadi menjelaskan, Menkominfo bertemu dengan Menteri Ekspor dan Ekualitas Inggris Mike Freer, serta CEO UK Export Finance (UKEF) Louis Taylor. "Dukungan pembiayaan dari pemerintah Inggris sekitar GBP 650 juta untuk pengembangan infrastruktur dan teknologi digital di Indonesia berupa satelite HTS Airbus UK," kata Dedi melalui virtual conference, Jumat (11/3/2022). Dedi menambahkan, dalam lawatan ke Eropa, dukungan dari berbagai pihak menjadi bekal kuat untuk mewujudkan Indonesia sebagai digital nation yang tangguh. (Yetede)
Indonesia Perlu Pertimbangkan Rileksasi Impor Pangan
Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan opsi untuk relaksasi impor pangan sebagai bentuk antisipasi terhadap kelangkaan dan kenaikan harga. Relaksasi tersebut dinilai bisa digunakan untuk menjaga kestabilan perubahan harga ditengah tren kenaikan harga pangan didalam negeri. Association Researcher Center for Indonesia Policy Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta menerangkan, relaksasi dapat dilakukan dengan membuka kuota impor. "Ketika suplai domestik dirasa cukup, maka kran impor akan ditutup. Namun ketika harga dirasa mulai terlalu tinggi, maka kran impor dibuka." kata Krisna dalam keterangan tertulisnya. Dia menjelaskan kuota impor mengakibatkan harga domestik selalu lebih tinggi dari pada harga internasional. (Yetede)
Pemerintah Mobilisasi Sapi dari Jatim ke Jabodetabek
Pemerintah memobilisasi sapi-sapi lokal dari sentra produksi di Jawa Timur (Jatim) guna memenuhi kebutuhan daging di wilayah Jabodetabek dan Bandung raya. Upaya ini diharapkan bisa menjaga stabilitas harga daging sapi di dua wilayah sentra konsumen tersebut menjelang dan saat Ramadhan-Lebaran tahun ini. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (PKH Kementan) Nasrullah menegaskan, sapi asal Jatim siap memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat di wilayah-wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya, Nasrullah menyebutkan, hasil pendataan dan verifikasi secara faktual per 4 Maret 2022 sebanyak 234.091 ton, sedangkan kebutuhan 202.937,8 ton, sehingga masih ada surplus 31.153,4 ton. Komposisi ketersedian daging tersebut terdiri atas produksi sapi/kerbau lokal 445.884 ekor atau setara daging 80.268,0 ton sapi bakalan eks impor siap potong 143.464 ekor atau setara daging 27.500,6 ton dan daging sapi/kerbau beku impor sebanyak 95.114,8 ton. (Yetede)
PTPN Group Bentuk Subholding Palm Co
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Group akan membentuk Palm Co, subholding yang mengelola bisnis kelapa sawit dan karet. Hal itu merupakan tahap awal dari upaya perseroan merealisasi salah satu rencana strategisnya yakni melaksanakan Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini. Bisnis yang akan melakukan IPO adalah seluruh bisnis kelapa sawit dan karet. Tujuannya agar bisa mendapatkan value creation tertinggi dari conversi karet ke sawit dan ada potensi untuk meningkatkan produktifitas pada entitas yang memiliki kinerja lebih rendah. "Terkait rencana IPO, kami akan membentuk subholding bernama Palm Co, Selain demi mendapatkan value creation tertinggi, dengan upaya ini akan diperoleh struktur kapital yang berkelanjutan serta mempertahankan fokus bisnis mengingat kelapa sawit dan karet memiliki sinergi operasional yang kuat," kata Direktur Utama PTPN Group Muhammad Abdul Ghani dalam keterangan tertulisnya terkait HUT ke-26 PTPN Group yang diperingati pada Jumat (11/3). (Yetede)
Berpeluang Rebound Teknikal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Senin (14/3). Ada peluang dari kenaikan teknikal. Analisis Philip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius mengatakan, proyeksi penguatan IHSG disebabkan oleh IHSG yang masih bergerak di atas trending bullish dan stochastic yang mengarah ke atas pada area netralnya. Pelaku pasar cenderung memanfaatkan peluang technical rebound pada saham-saham komoditas. Kabar kegagalan pertemuan Menteri Luar Negeri Rusia dan Ukraina dalam mencapai hasil konkret pada Kamis (10/3) waktu setempat memicu ekspektasi bahwa harga komoditas akan kembali menguat setelah sempat terkoreksi dua hari sebelumnya.
Robot Trading dan Investasi Ilegal
Akhir September 2021, penulis dihubungi seorang teman lama yang menanyakan apakah ada kejanggalan trading pada sebuah robot trading yang diikutinya. Setelah diskusi terungkap beberapa fakta bahwa robot trading tersebut menghasilkan profit rata-rata 1% per hari atau kurang lebih hampir 20% per bulan. Data kinerja yang dikirim dari mei 2020 sampai Januari 2021 menunjukkan, robot ini bertransaksi 1622 kali per bulan dan hanya kalah 4 kali di bulan Juni 2020 dan 1 kali i Juli 2020. Ada cerita seorang teman yang baru lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji Rp 7 juta per bulan. Dia mencoba berinvestasi di robot trading dengan dana dari orang tuanya Rp 150 juta. Hasilnya luar biasa, karena di menerima Rp 25 juta Rp 30 juta per bulan.
Terlena, teman muda ini menambah investasinya dengan meminjam lagi dana Rp 1,5 miliar dari orang tuanya. Dia pun kemudian menerima Rp 250 juta Rp 300 juta per bulan. Dia bertekad, berhenti bekerja dan fokus pada robot trading ini. Lewat diskusi telepon, penulis menjelaskan rata-rata 20% per bulan, maka dalam 1 tahun return-nya 240%. Bila dimasukan unsur compounding atau return di putar kembali, maka potensi return akan sangat luar biasa. Dari dana awal Rp 1 miliar dengan return 20% per bulan, maka 4 tahun kemudian dana itu akan menjadi Rp 6,32 triliun. Pemilik robot trading sejatinya tidak perlu repot menjual atau menyewakan robotnya kepada orang lain.
Jalan Mulus Bisnis Otomotif
Penurunan penjualan mobil pada Februari 2022 rupanya tak membuat pelaku industri otomotif waswas. Mereka optimistis kinerja tahun ini bakal terungkit lantaran insentif pajak masih berlaku serta momentum pelonggaran aktivitas masyarakat. Situasi itu akan memudahkan penyelenggaraan berbagai pameran otomotif yang digadang-gadang menjadi penopang penjualan. Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil pada Februari 2022 hanya 81.228 unit, lebih rendah ketimbang Januari 2022 sebanyak 84.062 unit. Menurut Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, penurunan penjualan pada Februari kemungkinan dipicu keraguan baik dari pelaku industri otomotif maupun masyarakat, karena kebijakan pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) saat itu belum ada kabar kelanjutan.
Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan kebangkitan sektor otomotif akan membawa dampak positif ke sektor lainnya. Pasalnya, otomotif merupakan lokomotif yang dapat menarik industri lain seperti komponen, besi baja, asuransi, hingga pembiayaan. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyatakan di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, tren pemulihan di sektor otomotif terus berlanjut. Hal itu turut berdampak terhadap leasing sebagai salah satu industri penopang.Literasi dan Hasrat Kaya
PPATK pada Kamis (10/3) telah menemukan aliran dana transaksi investasi ilegal Rp 353 miliar, dari penelusuran transaksi 9 kasus investasi ilegal berupa modus robot trading ilegal, opsi biner, dan perdagangan mata uang asing (forex) ilegal yang ditangani PPATK sejak awal tahun ini yang nilai transaksinya mencapai triliunan rupiah. Fenomena terjerumusnya korban dalam investasi bodong disebabkan masih rendahnya literasi keuangan masyarakat. Mengutip Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 yang dirilis OJK Desember 2020, tingkat literasi keuangan di Indonesia mencapai 38,03 %. Artinya, ada 61,97 % warga Indonesia lainnya belum memiliki literasi keuangan yang optimal.
Rendahnya literasi keuangan itu ditangkap pelaku investasi bodong sebagai peluang untuk menjerat nasabah. Dengan tawaran menjadi kaya raya dengan mudah tanpa bekerja keras dan bekerja sama dengan pemengaruh, orang pun tertarik berinvestasi. Para pemengaruh itu pun seakan berbaik hati menjadi mentor memberi tahu cara-cara dan tips berinvestasi di aplikasi investasi bodong. Padahal, pemengaruh tersebut menikmati komisi setiap transaksi, termasuk kerugian yang dialami nasabah.
Agar tidak terjerumus, publik harus mengingat konsep 2L sebelum berinvestasi, yakni legalitas dan logis. Pertama,masyarakat harus memastikan legalitas perusahaan tersebut dengan memeriksa keabsahannya di OJK dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebelum memutuskan investasi. Yang kedua, masyarakat harus berpikir logis dan menghitung dengan baik apakah tawaran itu masuk akal atau terlalu mengada-ada. (Yoga)
Neraca Ikan
Untuk memastikan keseimbangan neraca ikan dan garam, data BPS yang dijadikan acuan harus berbasis data real time dan data actual dan bukan data sampling. Maka, Pertama, diakukan perbaikan data stok ikan nasional dan data produksi budidaya. Data stok ikan saat ini masih menjadi perdebatan, karena dalam setiap penyusunan kegiatan, basis data stok yang dipakai masih data yang ditetapkan pada 2017,yakni sebesar 12,5 juta ton per tahun. Sementara kegiatan penangkapan berlangsung terus, dengan penangkapan serta dinamika lingkungan dan iklim potensial mengubah stok ikan.
Untuk itu penting bagi KKP menetapkan kembali data stok ikan dari perhitungan yang baru. Estimasi data stok baru ini akan jadi data input dalam neraca ikan dan data produksi di setiap pelabuhan sebagai data bahan baku untuk menentukan kebutuhan industri. Sementara potensi produksi dari ikan budidaya akan turut memengaruhi bahan baku untuk konsumsi masyarakat yang mencapai lebih dari 14,9 juta ton per tahun dengan rata-rata tingkat konsumsi lebih dari 54 kg per kapita per tahun. Langkah kedua yang harus ditempuh KKP adalah menyusun neraca produksi ikan dan garam, khususnya data suplai dalam neraca komoditas. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









