Indonesia Perlu Pertimbangkan Rileksasi Impor Pangan
Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan opsi untuk relaksasi impor pangan sebagai bentuk antisipasi terhadap kelangkaan dan kenaikan harga. Relaksasi tersebut dinilai bisa digunakan untuk menjaga kestabilan perubahan harga ditengah tren kenaikan harga pangan didalam negeri. Association Researcher Center for Indonesia Policy Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta menerangkan, relaksasi dapat dilakukan dengan membuka kuota impor. "Ketika suplai domestik dirasa cukup, maka kran impor akan ditutup. Namun ketika harga dirasa mulai terlalu tinggi, maka kran impor dibuka." kata Krisna dalam keterangan tertulisnya. Dia menjelaskan kuota impor mengakibatkan harga domestik selalu lebih tinggi dari pada harga internasional. (Yetede)
Tags :
#ImporPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Kuota Impor Sapi Dibebaskan Pemerintah
26 Jun 2025
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023