Robot Trading dan Investasi Ilegal
Akhir September 2021, penulis dihubungi seorang teman lama yang menanyakan apakah ada kejanggalan trading pada sebuah robot trading yang diikutinya. Setelah diskusi terungkap beberapa fakta bahwa robot trading tersebut menghasilkan profit rata-rata 1% per hari atau kurang lebih hampir 20% per bulan. Data kinerja yang dikirim dari mei 2020 sampai Januari 2021 menunjukkan, robot ini bertransaksi 1622 kali per bulan dan hanya kalah 4 kali di bulan Juni 2020 dan 1 kali i Juli 2020. Ada cerita seorang teman yang baru lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji Rp 7 juta per bulan. Dia mencoba berinvestasi di robot trading dengan dana dari orang tuanya Rp 150 juta. Hasilnya luar biasa, karena di menerima Rp 25 juta Rp 30 juta per bulan.
Terlena, teman muda ini menambah investasinya dengan meminjam lagi dana Rp 1,5 miliar dari orang tuanya. Dia pun kemudian menerima Rp 250 juta Rp 300 juta per bulan. Dia bertekad, berhenti bekerja dan fokus pada robot trading ini. Lewat diskusi telepon, penulis menjelaskan rata-rata 20% per bulan, maka dalam 1 tahun return-nya 240%. Bila dimasukan unsur compounding atau return di putar kembali, maka potensi return akan sangat luar biasa. Dari dana awal Rp 1 miliar dengan return 20% per bulan, maka 4 tahun kemudian dana itu akan menjadi Rp 6,32 triliun. Pemilik robot trading sejatinya tidak perlu repot menjual atau menyewakan robotnya kepada orang lain.
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023