;

Dampak Ekonomi Perang Rusia-Ukraina

Ekonomi Yoga 15 Mar 2022 Kompas
Dampak Ekonomi
Perang Rusia-Ukraina

Lebih dari setengah ekspor global minyak bunga matahari berasal dari Rusia dan Ukraina, membuat harga minyak bunga matahari meningkat, diikuti harga minyak nabati lainnya, seperti CPO. Harga CPO naik 60 % dari awal 2022 dan meningkat 15 % setelah invasi, dari 5.982 ringgit per ton menjadi 7.074 ringgit per ton. Rusia memasok 40 % gas di Eropa sehingga harga gas alam naik 10 % dari 4,56 USD ke 5,01 USD per juta metrik british thermal unit (MMBTU). Harga batubara melonjak 130 % dari 193 USD perton mencapai rekor 446 USD per ton, Maret 2022. Harga nikel melambung dari 24.695 USD ke 100.000 USD per ton, memaksa London Metal Exchange (LME) menutup perdagangan sementara 8 Maret 2022 karena kekhawatiran gagal bayar dari pelaku pasar. Rusia dan Ukraina juga pengekspor gandum terbesar nomor 1 dan 5. Harga gandum meningkat 40 % mencapai 12,8 USD per bushel.

Pada situasi ini, investor mengamankan nilai asetnya ke safe haven sehingga harga emas meningkat 1% dalam 1 bulan terakhir, hingga 2.150 USD per troy ounce pada Maret 2022. Berdasarkan data Eurostat Februari 2022, tingkat inflasi bulanan di Eropa lebih tinggi dari ekspektasi pasar, mencapai rekor tertinggi 5,8 %, naik dari 5,1 persen pada Januari. Setelah sanksi pembatasan akses pembayaran bank internasional (SWIFT), saham bank besar Eropa rontok karena mempunyai transaksi dengan perbankan Rusia. Harga saham Deutsche Bank turun 20 % dan SocGen Bank jatuh 30 %. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :