Ekonomi
( 40554 )Bank Amar Kembali Right Issue Untuk Tambah Modal
Bank Amar Indonesia Tbk kembali akan menambah modal dengan memberi hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II dengan jumlah sebanyak-banyaknya 20 miliar saham. Nilai nominal right issue ini Rp 100 per saham. Right issue ini untuk memperkuat struktur permodalan Bank Amar. "Juga sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha, terutama dalam rangka pemberian kredit ke nasabah secara bertahap," ujar direksi Bank Amar dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin (5/4).
OCBC NISP Bagikan Dividen Tunai Rp 504,8 Miliar
Dalam RUPST, disetujui bahwa dividen yang diberikan senilai 20% dari total laba bersih Tahun Buku 2021 atau sebesar Rp504,8 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp 22 per saham. Bank OCBC mencatat laba bersih sebesar Rp 2,52 triliun di tahun lalu. Keuntungan ini meningkat 20% year on year (yoy) dari pencapaian tahun 2020 yang sebesar Rp 2,10 triliun.
Harga, Substitusi, dan Daya Beli
Konflik Ukraina-Rusia menyebabkan 31 % pasokan gandum dunia terganggu. Ukraina menghasilkan 25 % gandum dunia, sementara sisanya oleh Rusia. Kenaikan harga gandum mencapai 56 % di pasar internasional, dari 8 USD menjadi 12,4 USD per gantang (bushel), sejak perang berkecamuk. Sebelumnya, harga gandum India lebih mahal dari pasar internasional sehingga sulit menembus ekspor. Namun, seiring perubahan itu, terjadi efek substitusi-produksi sehingga India dapat masuk lebih dalam ke rantai pasok dunia.Dalam kasus ekspor gandum India, efek harga di dalam negeri terbatas karena ruang substitusinya luas. Bahan pangan pokok dan selera masyarakatnya bervariasi. Tak hanya gandum, tetapi juga beras, kentang, dan biji-bijian lain. Selain itu, surplus berlimpah, produsen terdesentralisasi, dan pemerintahnya menjadikan gandum sebagai bagian dari stok pangan nasional melalui institusi mirip Bulog. Usaha mengendalikan dampak kenaikan harga gandum dunia ke dalam negeri lebih mudah.
Kenaikan harga CPO sudah terjadi sejak akhir 2021 atau sebelum perang Rusia-Ukraina, disebabkan meningkatnya konsumsi negara-negara berpopulasi besar, seperti China dan India, seiring pemulihan ekonomi. Tekanan tambahan berasal dari konflik di Eropa. Ukraina adalah produsen minyak biji bunga matahari. Supermarket di Eslandia, misalnya, dengan langka dan naiknya harga minyak bunga matahari, terpaksa berkompromi dengan posisinya yang antiminyak sawit dengan memajang kembali minyak nabati berbasis sawit di gerainya. Dampak sampingan dari efek substitusi ini adalah kenaikan harga CPO di pasar internasional. Walaupun ada faktor lain yang berpotensi menekan harga, seperti penguncian di China dan resesi dunia, dengan pilihan kebijakan dari Indonesia dan Malaysia yang pangsanya 85 % produksi dunia, perbedaan harga CPO di dalam dan luar negeri mengecil. Harga CPO internasional turun dari titik tertingginya 7.200 ringgit per ton pada Maret menjadi 5.450 ringgit per ton atau sekitar 33 persen pada awal April. Harga internasional CPO tetap tinggi karena kelangkaan minyak biji bunga matahari. Hal ini membuat harga CPO domestik tetap tinggi dan membebani kelompok rentan. Antrean panjang minyak goreng curah akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kelompok rentan mempunyai ruang substitusi yang terbatas karena tidak banyak alternative, kalaupun tersedia, kini sudah menjadi produk premium, seperti virgin coconut oil (VCO). (Yoga)
Permintaan Talenta Digital Terus Tumbuh
Permintaan talenta digital tumbuh. Karena itu, pelatihan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu digenjot. Mengacu laman LinkedIn, ada lebih dari 5.000 lowongan kerja bidang pemasaran digital di Indonesia. Menurut Co-Founder Binar Academy Dita Aisyah, Senin (4/4), Digital Marketing Bootcamp digelar untuk mendorong akses belajar dengan biaya terjangkau. (Yoga)
Jaga Daya Saing, Pemerintah Diminta Kendalikan Impor Besi dan Baja
Baru-baru ini, pemerintah menetapkan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap impor produk baja hot rolled coil (HRC) Alloy asal China. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil penyelidikan Komite Antidumping Indonesia Kemendag membuktikan terjadinya dumping untuk produk tersebut sehingga menyebabkan kerugian bagi industri domestik. BMAD itu ditetapkan dalam Permenkeu No 15 Tahun 2022 yang berlaku selama lima tahun sejak 22 Februari 2022 lalu. Besaran pungutan bea masuk yang dikenakan terhadap eksportir asal China itu bervariasi 4,2-50,2 %.
Menurut Ketua Cluster Flat Product The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Melati Sarnita, instrumen trade remedies seperti itu sangat dibutuhkan industri untuk bertahan menghadapi gempuran impor. Namun, langkah itu perlu didorong agar lebih optimal. IISIA mencatat, masih ada empat produk baja lainnya yang telah diusulkan industry untuk dikenai BMAD, yaitu produk cold rolled coil/sheet (CRC/S) dari Jepang, Korea, China, Taiwan, dan Vietnam;produk HRC asal Korea dan Malaysia; baja lapis aluminium seng asal China dan Vietnam; serta cold rolled stainless steel (CRS) China dan Malaysia.
Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance Andry Satrio Nugroho mengatakan, impor sebenarnya bukan sesuatu yang haram karena bisa meningkatkan daya saing industri dalam negeri, salah satu hal yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyusun neraca komoditas untuk produk besi dan baja domestik. Hal-hal yang perlu didata, antara lain, kebutuhan domestik, utilisasi industri, kapasitas produksi industri, dan kebutuhan impor. (Yoga)
Bank Indonesia Siapkan Rp 175,26 Triliun
Bank Indonesia menyiapkan uang tunai Rp 175,26 triliun untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Jumlah uang yang disiapkan bertambah 13,42 % dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan pemulihan ekonomi yang berlanjut. ”Peningkatan uang yang kami siapkan tersebut didasarkan pada pertimbangan peningkatan indikator ekonomi dan peningkatan aspek mobilitas,” kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Marlinson Hakim, Senin (4/4). (Yoga)
Tarif Jasa Logistik dan Transportasi Siap Naik
Penyesuaian tarif sejumlah jalan tol berdampak pada biaya operasional sektor jasa terkait yang menggunakan akses jalan bebas hambatan itu dalam kegiatan bisnisnya. Salah satunya adalah jasa transportasi dan logistik. Direktur Operasional J&T Express Indonesia, Mike mengungkapkan adanya kenaikan tarif jalan tol cipali akan berdampak terhadap kenaikan biaya operasional J&T Express. Setali tiga uang, PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) juga bersiap menyesuaikan tarif jasa layanan menyusul adanya kenaikan tarif tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Dari sisi layanan bus pariwisata, yakni White Horse, Andrianto bilang, tidak begitu terdampak signifikan.
Emiten Grup Konglomerat Memanen Laba Besar
Pengendalian Covid-19 yang diiringi pemulihan ekonomi mengerek kinerja emiten di jejaring konglomerat. Sepanjang tahun lalu, sejumlah grup bisnis raksasa sukses mencetak pertumbuhan kinerja signifikan. Rata-rata, emiten yang bergerak di sektor komoditas mampu mencetak pertumbuhan laba bersih tinggi, bahkan hingga ratusan persen. Sejumlah emiten juga sukses membalikkan posisi rugi bersih di tahun 2020 menjadi untung di tahun 2021. Secara umum, hampir semua lini bisnis emiten anggota grup konglomerat mencetak peningkatan laba di tahun 2021. Di Grup Astra misalnya, hanya ACST yang merugi, itu pun ruginya turun 47% dari tahun sebelumnya.
Transaksi E-Commerce Terungkit Mudik Lebaran
Nilai transaksi e-commerce diperkirakan akan semakin moncer pada kuartal kedua 2022. Hal tersebut sejalan dengan adanya momentum Ramadan dan Lebaran yang akan meningkatkan belanja daring masyarakat. Bank Indonesia (BI) mencatat, total transaksi e-commerce pada Februari 2022 sebesar Rp 30,8 triliun, naik 12,82% year on year (yoy). Pada Februari 2021, nilai transaksi e-commerce sebesar Rp 27,3 triliun.
Pebisnis Minyak Cuan dari Jual Lahan
PT AKR Corporindo Tbk (AkRA) akan diuntungkan oleh berbagai segmen bisnisnya tahun ini. Pemulihan ekonomi akan membuat penjualan lahan industri di tahun ini meningkat, setelah pada tahun lalu sedikit lebih rendah. Tak hanya itu, AKRA juga akan menuai dari sektor pertambangan. Pada tahun lalu, AKRA sukses membukukan pendapat sebesar 45,1% jadi Rp 25,71 triliun. Peningkatan pendapatan terjadi cukup pesat di kuartal IV -2021. Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, realisasi laba bersih AKRA memenuhi 100,6% dari proyek mereka. Robertus memperkirakan, penjualan lahan industri JIIPE AKRA meningkat jadi 40 hektare (ha) dari sebelumnya hanya 14,1 ha. Tahun ini, AKRA memiliki 1.000 ha land bank, di mana 340 ha telah dikembangkan dan siap dijual.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









