;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Dorongan Arus Dana Asing

04 Apr 2022

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,10% ke level Rp 7.078,76 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (1/4). Pekan ini, IHSG berpeluang mencetak rekor baru dan menguji level baru di kisaran level 7.100. Deresnya aliran dana asing ke bursa saham lokal jadi penopang IHSG. Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyatakan, sejumlah indikator teknikal mendukung potensi penguatan IHSG. IHSG pun akan menguji resistance 7.100 selama bertahan di 7.050 pada senin (4/4), dengan level support di level 7.000.

Anak Usaha TPMA Meraih Fasilitas Kredit US$ 51 Juta

04 Apr 2022

Anak perusahaan PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) yakni PT Trans Logistik Perkasa (TLP), menandatangani perjanjian fasilitas kredit investasi dan modal kerja bersama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Fasilitas kredit yang ditandatangani pada Rabu 30 Maret 2022 tersebut, bernilai US$ 51 juta, dengan tenor 8 tahun dan bunga sebesar 4,25% per tahun. Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk pembangunan 14 set kapal tunda dan tongkang dari rencana total pembangunan 60 set dan pembelian satu unit kapal tanker. Manajemen TPMA menargetkan pertumbuhan pendapatan berkisar 10%-15% pada tahun ini. Sementara itu, laba bersihnya ditargetkan tumbuh 30%-40% secara tahunan.

Kenaikan Suku Bunga AS Tergantung Respons Ekonomi

04 Apr 2022

Presiden The Federal (The Fed)  New York John Williams menyampaikan bahwa bank sentral Amerika Serikat  perlu menggerakkan kebijakan moneter ke arah sikap  yang lebih netral, tetapi kecepatan pengetatan kredit akan tergantung pada bagaimana ekonomi bereaksi. "Kami harus lebih dekat ke netral tetapi kami harus mengawasi sepenuhnya. Tidak diragukan lagi ke arah mana kita bergerak. Seberapa cepat kita melakukannya tergantung pada keadaan," ujar WIlliams, yang dilansir Reuters, pada Minggu (3/4). Pernyataan Williams tersebut menunjukkan pendekatan lebih hati-hati terhadap kenaikan suku bunga yang akan datang, dibandingkan dengan dorongan sesama rekan-rekan yang merasa bahwa The Fed berlomba menuju sikap yang lebih netral dengan menggunakan kenaikan suku bunga 0,5 point, lebih besar dari biasanya pada pertemuan mendatang. (Yetede)

India-Australia Teken Kebebasan Perdagangan Bebas Sementara

04 Apr 2022

Pemerintah India dan Australia menandatangani kesepakatan perdagangan bebas sementara pada Sabtu (2/4) dengan tujuan memangkas tarif perdagangan bernilai milyaran dolar, yakni lebih dari 85% ekspor Australia ke India. Hal ini dilakukan seiring kedua mitra  anggota QUAD sedang meningkatkan hubungan ekonominya.  Sebagai informasi, anggota aliansi QUAD  terdiri atas India dan Australia, Jepang, dan Amerika Serikat dipandang sebagai penyeimbang bagi Tiongkok yang semakin tegas. Meskipun kedua negara menandatangani perbatasan dengan Samudra Hindia, Australia mengatakan bahwa India hanyalah mitra dagang terbesar ketujuh Negara Kangguru pada 2020 dan menyumbang lebih dari 4% ekspornya pada tahun lalu. Menanggapi penandatanganan kesepakatan kedua negara, Perdana Menteri Australia Scott Morison berkata: Perjanjaian tersebut telah menyampaikan pesan yang jelas demokrasi bekerja sama dan memastikan keamanan dan ketahanan rantai pesokan kita," (Yetede)

Waspada Lonjakan Inflasi Ramadhan

03 Apr 2022

Tingkat inflasi sepanjang Ramadhan dan momen Idul Fitri 2022 diprediksi melonjak dibanding periode tahun-tahun sebelumnya. Kepada Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menuturkan peningkatan inflasi  tersebut akan didorong oleh semua komponen inti, harga bergejolak, maupun harga yang diatur pemerintah. Kenaikan harga bahan pokok, seperti minyak goreng, BBM dan Elpiji, hingga menyesuaikan tarif baru pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 11%, menjadi faktor pendorong utama. "Inflasi April 2022 diperkirakan akan terus berlanjut meningkat, didorong oleh seluruh komponen inflasi,"ujar Josua, kemarin. Dia berujar, implementasi tarif baru PPN yang dimulai per 1 April 2022 berpotensi mendorong tambahan inflasi sekitar 0,30-0,50%. Sedangkan inflasi harga bergejolak diprediksi tetap tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan komoditas sepanjang Ramadan dan menjelang Idul Fitri. (Yetede)

Krakatau Steel Cetak Laba Bersih 2021 Rp 891 Miliar

03 Apr 2022

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) kembali mencatat laba bersih 2021 yang dapat didistribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 62,1 juta atau setara  Rp891,6 miliar, meningkat dibanding periode sama 2020 yakni US$ 22,6 juta atau sekitar Rp 325 miliar. Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengingatkan bahwa laba Krakatau Steel pada 2021 semakin membaik,melonjak siginifkan sebesar 174% dibandingkan tahun 2020. "Selama dua tahun berturut-turut, kami mencatat laba dengan tren  yang meningkat ini membuktikan Krakatau Steel telah sukses melakukan restrukturisasi dan transformasi. Kami semakin yakin dengan masa depan Krakatau Steel," jelas Hilmy Salim dalam keterangan resminya. Dari sisi penjualan, kinerja Krakatau Steel meningkat sebesar 59% didukung oleh peningkatan  penjualan pada 2021 dibanding dengan 2020. Tercatat penjualan Krakatau Steel  mencapai Rp 30,9 triliun dari pada 2020 sebesar Rp 19,4 triliun. (Yetede)

Lepas Dari Krisis Bakri and Brothers Kembali Catat Laba Bersih

03 Apr 2022

PT Bakrie And Brothers Tbk (BNBR)  berhasil menorehkan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2021, setelah ditahun sebelumnya mencatat hasil yang  kurang menggembirakan, BNBR meraih laba bersih Rp 98 miliar, sementara sepanjang 2020 buku perseroan berada didalam posisi negatif Rp 930 miliar. Direktur Utama dan CEO Bakrie N Brothers  menyatakan bahwa prestasi ini diraih  melalui upaya yang tidak mudah. Dalam laporan keuangan full-year 2021, indikator finansial BNBR memperlihatkan capaian yang lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya. "Pendapatan bersih kami memang mengalami penurunan sebesar 3% namun dipulihakn oleh penurunan harga pokok penjualan (HPP) sebesar 11% yang berdampak pada naiknya  laba kotor perseroan sebesar 70% atau Rp 418 miliar ditahun 2021. Beban usahapun turun sebesar  25% sehingga kami berhasil mencatatkan laba usaha  sebesar Rp 24,2 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mengalami rugi usaha sebesar Rp 279,1 miliar," ujar Hendrajanto. (Yetede)

Indika Energy Berhasil Balikkan Rugi Jadi Laba US$ 57 Juta.

03 Apr 2022

PT Indika Energy Tbk (INDY) berhasil membalikkan rugi US$ 117,54 juta pada 2020  menjadi laba bersih sebesar US$ 1,81 miliar. Berdasakan laporan keuangan yang berhasil dikutip Investor Daily, pertumbuhan laba sejalan dengan tingginya penjualan batu bara INDY selama 2021. Kemudian pendapatan dari kontrak dan jasa berjumlah US$ 261,69 juta dan segmen perdagangan lainnya menyumbang US$ 3,06 miliar. "Dengan demikian, sumber daya energi menjadi sumber  pemasukan paling besar  pada INDY yang disusul  oleh jasa energi selama 2021," ungkap Manajemen Indika Energi, Jumat (1/4). Sementara itu, per Desember 2021 total aset INDY tercatat sejumlah US$ 3,69 miliar, menguat 5,73% dari US$ 3,49 miliar yang terdiri atas aset lancar US$ 2,09 miliar dan aset tidak lancar US$ 1,59 miliar. "Adapun tota liabilitas INDY selama 2021 sebesar US$ 2,80 miliar," tegas managemen. (Yetede)

Inflasi Muncul dari Dua Arah

02 Apr 2022

Inflasi sepanjang tahun 2022 akan terdorong dari dua arah, yang terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat (demand pull inflation) dan karena naiknya harga-harga barang (cost push inflation). Di tengah inflasi yang melonjak, kebijakan moneter dan kebijakan fiskal diharapkan bisa mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. ”Konsumsi rumah tangga yang meningkat merupakan buah melonggarnya pembatasan aktivitas masyarakat seiring terkendalinya jumlah kasus Covid-19,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Jumat (1/4). Kenaikan permintaan masyarakat tecermin dari inflasi inti Maret 2022 yang mencapai 0,3 %. Secara tahun kalender, inflasi inti Januari-Maret sebesar 1,03 % dan secara tahunan mencapai 2,37 %. Sementara itu, kenaikan harga-harga barang secara umum  didorong sejumlah faktor, antara lain akibat kenaikan PPN menjadi 11 % dan harga BBM RON 92 atau Pertamax sebesar Rp 3.500 per liter. Kenaikan tarif PPN harga dan BBM itu akan memberikan andil pada inflasi di bulan-bulan berikutnya. Selain itu, ada juga ancaman pada inflasi akibat kenaikan harga-harga sejumlah barang impor (imported inflation). Harga barang ini sudah naik di negara asalnya sebelum diimpor oleh Indonesia. Barang-barang impor yang mengalami inflasi, antara lain, komoditas pangan dan energi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, Jumat (1/4) menjelaskan, inflasi itu bersumber dari kenaikan harga cabai merah, elpiji, emas, dan minyak goreng. Kenaikan harga komoditas cabai merah memberikan andil inflasi 0,1%. Kenaikan harga komoditas ini dipicu keterbatasan pasokan akibat pergeseran musim, dari yang seharusnya sudah memasuki kemarau, tetapi masih banyak curah hujan. Selain cabai, komoditas penyumbang inflasi di kelompok makanan adalah minyak goreng dengan andil 0,04 %. Kenaikan harga minyak goreng didorong pemberlakuan Permendag No 11 Tahun 2022 tentang Penetapan HET Minyak Goreng Curah mulai 16 Maret 2022, dimana pemerintah membatalkan Permendag No 6/2022 tentang HET Minyak Goreng. Pengembalian harga minyak goreng ke mekanisme pasar menyebabkan harganya naik. Elpiji memberi andil inflasi 0,07 % akibat kenaikan harga oleh Pertamina pada akhir Februari 2022, dari Rp 13.500 menjadi Rp 15.500 per kg. Emas juga memberikan andil inflasi Maret 2022, yakni 0,04 %. Kenaikan ini dipicu  meningkatnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang menimbulkan ketidakpastian dan membuat investor berburu emas. (Yoga)


Tapera Kelola Dana KIK Rp 3 Triliun

02 Apr 2022

Pengelolaan dana tabungan perumahan rakyat melalui pasar modal terus digulirkan. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP tapera telah meluncurkan kontrak investasi kolektif atau KIK senilai total Rp 3 triliun. BP Tapera meluncurkan KIK Pemupukan Dana Tapera (PDT) Pendapatan Tetap tanpa Penjualan Kembali pada 1 April 2022. Peluncuran KIK itu sebagai langkah lanjutan pengelolaan dana Tapera melalui pasar modal. Sebelumnya, BP Tapera telah meluncurkan KIK PDT Pasar Uang pada 26 Oktober 2021 dan KIK PDT Pendapatan Tetap pada 30 November 2021.

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto, mengemukakan, KIK Pemupukan Dana Tapera merupakan suatu produk di pasar modal yang diperuntukkan bagi pengelolaan investasi pemupukan dana Tapera. Besaran dana pemupukan yang dialokasikan untuk ketiga jenis KIK adalah Rp 3 triliun. Pemupukan dana Tapera lewat pasar modal bertujuan untuk mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna menyebutkan, 59,95 % penduduk Indonesia bekerja pada sektor nonformal, 74 % di antaranya belum memiliki rumah. Sedangkan dari 26 % yang sudah memiliki rumah, 87 persen butuh perbaikan rumah. (Yoga)