Ekonomi
( 40465 )Cengkraman Salim di Sektor Financial Kini Kuat
Upaya Grup Salim kembali memiliki bisnis di sektor perbankan semakin agresif. Konglomerasi ini memiliki kenangan manis ketika menguasai Bank Central Asia (BCA). Tapi harus rela menjual bank miliknya akibat krisis ekonomi tahun 1997-1998. Grup Salim berupaya membangun kerajaan di sektor keuangan. Terbaru, terus mengoleksi saham Bank Mega melalui anak perusahaannya. Merujuk publikasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Indolife Pensiontama, perusahaan asuransi jiwa Grup Salim, memegang 568,63 juta saham, setara 8,17%. Lalu Megah Eraraharja, perusahaan pengendali Indoritel Makmur Internasional (DNET) memegang 539,86 juta saham atau 7,75%. Ada Indofood Sukses Makmur (INDF) memegang 503,64 juta saham, setara 7,23%. Tak sampai situ, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) memegang 355,59 juta saham atau 5,11%.
Kini Salim memiliki tentakel sektor keuangan yang komplet. Mulai Asuransi Central Asia (ACA) dengan anak perusahaan Central Asia Raya atau CAR Life Insurance. Juga ada Central Asia Financial atau Jagadiri. Tak sampai disitu, grup ini juga berinvestasi kepada Youtap, financial technology (fintech) yang fokus pada merchant. Grup Salim memiliki tentakel dari sektor ritel hingga fast moving consumer goods (FMCG) seperti Indomaret, Indogrosir, Grup Indofood, dan bisnis kelapa sawit. Urusan teknologi, Salim berbisnis jaringan internet PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) diversifikasi usaha ke bisnis di sektor telekomunikasi. Jangan lupa, Salim juga memiliki bisnis data center.
Otomotif ASII
Saham-saham sektor perindustrian masih banyak yang belum bangkit di tahun ini. Tetapi, PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu yang dilirik, baik oleh investor domestik maupun asing. ASII dilirik karena berpeluang melanjutkan catatan kinerja apik di tahun ini. Ditengah pemulihan ekonomi, ASII menyiapkan capex jumbo Rp 19 triliun, lebih besar dua kali lipat dari capex tahun lalu.
ANTM Tersandung Kasus Dugaan Korupsi
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tersandung kasus dugaan korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas periode tahun 2015-2021. Saat ini kasus korupsi tersebut masuk dalam tahap penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung). Ada empat hal yang tengah diperiksa. Kejagung antara lain menuding Antam telah melakukan pembelian emas yang tidak memiliki sertifikat LBMA (London Bullion Market Association). Diantaranya emas merk Korea Zinc yang diperoleh dari ICBC Bank Bullion.
Laba BJB Syariah Rp 21,8 Miliar, Melesat 494,68%
PT. Bank Jabar Banten Syariah (Bank Bjb Syariah) berhasil mencatatkan kinerja positif. Tercatat laba perusahaan mencapai Rp 21,89 miliar atau naik 494,68% year on year (yoy) pada 2021. Direktur Utama bank BJB Syariah, Indra Falatehan, mengungkapkan, bahwa kenaikan laba tersebut berkat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi sebesar 51,55% year on year (yoy) dan laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) naik 196,2% yoy.
Indocement Siapkan Capex Rp 1 Triliun
PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini. Belanja modal tersebut rencananya digunakan untuk mendanai program pembangunan berkelanjutan (sustainability development) perseroan. Direktur Utama Indocement Tunggal Perkasa Christian Kartawijaya mengatakan, pihaknya saat ini memfokuskan diri untuk menjadi perusahaan yang lebih hijau. Disamping itu, Indocement tiap tahunnnya melakukan investasi bed filter untuk mengurangi emisi debu di pabrik perseroan. "Kami ingin mengurangi emisi debu sesuai dengan standar pemerintah. Saat ini, emisi debu perseroan turun siginifikan ke level 22 miligram per newton meter kubik," kata Christian dalam paparan publik INTP, Jumat (25/3). Dia juga mengungkapkan, pihaknya juga akan menjajaki pembelian 1-2 kapal baru pada tahun ini, setelah tahun lalu berhasil membeli kapal angkut semen curah, (Yetede)
IPO Pengembang Properti Winner Nusantara Incar Dana Rp 210 Miliar
Pengembang Properti Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) akan menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham dengan target dana Rp 210 miliar. Dalam aksi korporasi ini, perseroan berencana melepas 1,5 miliar saham dengan harga penawaran berkisar Rp100-140 per saham. Bersama penawaran umum ini, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 1,3 miliar waran atau 34,8% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan. Harga pelaksanaan sebesar Rp250, sehingga nilai seluruhnya adalah Rp325 miliar yang dapat dilakukan selama masa berlakunya waran yaitu selama tiga tahun dimana pelaksanaanya terhitung enam bulan sejak diterbitkannya waran, yaitu dimulainya sejak tanggal 19 Oktober 2022-18 April 2025.
Tri Putar Agro Raup Laba Bersih Rp1,19 Triliun
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) berhasil meraup laba bersih 2021 sebesar Rp932,73. Kenaikan laba didukung hasil produksi yang stabil dan peningkatan harga jual komoditas sawit. "Walaupun ada beberapa tantangan yang dihadapi perseroan seperti pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan efek water deficit 2019 yang berakibat pada produksi 2021 khususnya dikuartal keempat, TAPG tetap mempertahankan kinerja yang lebih baik pada 2021, dimana produksi perseroan berjalan stabil, ditambah harga crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) yang tinggi. Hingga 31 Desember 2021, ekuitas TAPG tercatat sebesar Rp7,8 triliun, naik dari sebelumnya Rp6,65 triliun. Peningkatan tersebut berasal dari laba setelah pajak yang diperoleh perseroan, sementara EBITDA perseroan meningkat 17% menjadi Rp 2,2 triliun pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. (Yetede)
PTPN V Bukukan Laba Rp1,3 Triliun
PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) berhasil mencatat laba unaudited sebesar Rp 1,3 triliun pada 2021, jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 417 miliar. Pencapain tersebut merupakan kinerja terbaik sepanjang sejarah sejak perusahaan berdiri 26 tahun yang silam "PTPN V juga menjadi satu-satunya anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang mampu mencapai target produksi hingga meraih laba tertinggi sepanjang Januari 2022," kata CEO PTPN V Jatmiko Santosa, kemarin. Dan Jatmiko menutur, konsistensi dan persistensi dalam melakukan transformasi yang diusung dalam tiga tahun terakhir antara lain kebijakan-kebijakan operasional. Inovasi PTPN V tersebut telah dijadikan contoh serta diterapkan diseluruh perusahaan dibawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Group. Menteri BUMN Erick Thohir juga telah menyatakan bahwa program-program PTPN tersebut berdampak positif terhadap ekonomi pertani. (Yetede)
Menakar Karakter Multipolar ”Stablecoin”
Stablecoin, yang menjanjikan kestabilan nilai dengan dukungan aset cadangan, dipercaya menjembatani uang kripto dan uang konvensional. Fluktuasi liar uang kripto berusaha dijawab dengan tautan aset riil. Kapitalisasi pasar stablecoin global telah menembus 180 miliar dollar AS, meningkat signifikan pada 2021. Di balik nilainya yang relatif terjaga di pasar kripto, area abu-abu aturan hukum stablecoin dapat membawa risiko. Salah satu jenis aset cadangan stablecoin yang banyak digunakan adalah uang fiat, seperti dollar AS dan rupiah. Stablecoin yang dipatok (peg) menggunakan dollar AS, seperti Koin Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Binance USD (BUSD), berhasil menembus daftar 15 besar kapitalisasi pasar kripto global. Daya tarik utamanya adalah komitmen menjaga nilai stablecoin setara (1:1) terhadap dollar AS.
Di Indonesia, stablecoin ditawarkan tidak hanya sebagai instrumen independen, tetapi juga media perolehan uang kripto lain. Terdapat Binance IDR (BIDR), stablecoin berbasis jaringan rantai blok keluaran Binance yang nilainya 1:1 dengan rupiah. Artinya, harga 1 BIDR setara Rp 1. Selain BIDR, ada pula IDR token (IDRT) berbasis Ethereum yang diusung pengembang lain. Manajemen nilai dan likuiditas aset cadangan stablecoin tidak sederhana. Tugas menjaga 1:1 atas aset cadangan lebih berat di tengah ketidakpastian pasar. Tautan stablecoin pada uang fiat yang sarat kepentingan umum dapat menimbulkan persoalan sistemik, terlebih jika cadangannya dicampur dengan kelas aset lain. Skema penukaran antar-stablecoin yang mirip transaksi valas pun perlu dijaga, termasuk penerapan program antipencucian uang dan pendanaan teroris. (Yoga)
Upah Pekerja, Terimpit Laju Inflasi
Di tengah impitan kenaikan biaya hidup, pendapatan pekerja jalan di tempat. Rata-rata kenaikan nasional upah minimum 2022 hanya 1,09 %, di bawah angka inflasi tahunan per Februari 2022 sebesar 2,06 %. Bahkan, kenaikan upah minimum 13 provinsi di bawah 1 %. Tertahannya kenaikan upah itu tidak mampu mengejar tren kenaikan harga kebutuhan pokok yang kini mulai terjadi. Apalagi, inflasi diperkirakan terus naik. BI memproyeksikan inflasi Maret 2022 mencapai 2,54 %, Kemenkeu mematok inflasi 2022 akan menyentuh 3-4 %.
Konsekuensi sistem pengupahan kepada daya beli masyarakat baru terasa setelah berlakunya UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang merombak formula pengupahan dan menahan laju kenaikan upah minimum. Sebelum UU Cipta Kerja berlaku, rumus penetapan upah minimum masih memperhitungkan variabel pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi. Kebijakan upah minimum juga masih memperhitungkan survei kebutuhan hidup layak (KHL). Besaran kenaikan upah yang dihasilkan dapat melampaui inflasi. UU Cipta Kerja mengubah formula itu dan hanya memperhitungkan salah satu variabel, antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Komponen KHL pun dihilangkan dari rumus penghitungan upah. Otomatis, laju kenaikan upah minimum tertahan dan selalu berpotensi tergerus inflasi, menekan konsumsi, dan menghambat pertumbuhan ekonomi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









