;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Bank Wakaf Mikro Terus Berkembang

28 Mar 2022

Skala bisnis dan kapasitas bank wakaf mikro atau BWM secara nasional terus berkembang, terindikasi dari jumlah nasabah dan pembiayaan yang terus meningkat. Potensi pengembangan BWM sangat besar mengingat masih banyak usaha mikro dan ultramikro yang membutuhkan permodalan. Mengutip data OJK, sejak mulai tahun 2017 hingga 24 Maret 2022 terdapat 62 BWM di seluruh Indonesia. Total pembiayaan yang disalurkan Rp 87,5 miliar kepada 55.266 nasabah. Ketua Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM OJK Ahmad Buchori mengatakan, perkembangan BWM tidak lepas dari kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Hal ini mendorong terciptanya potensi ekonomi keuangan syariah.

Radiansyah, Kabag Keuangan atau Bendahara BWM Ponpes Mawaridussalam, Deli Serdang, Sumut, menjelaskan, sejak berdiri Oktober 2018, pihaknya sudah menyalurkan pembiayaan Rp 689 juta dengan total nasabah 426 orang. Debitor BWM ini adalah para ibu yang memiliki usaha mikro. Meski tak mensyaratkan agunan, tingkat kredit macet BWM ini terjaga tetap nol %. Radiansyah mengatakan, sebelum memberikan pembiayaan, pihaknya memberikan pendampingan dan pelatihan kepada calon debitor. (Yoga)


Maybank Indonesia Bagi Dividen 30 Persen

28 Mar 2022

Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Maybank Indonesia Tbk memutuskan membagikan dividen sebesar Rp 493,5 miliar atau 30 % laba bersih tahun 2021. ”Perseroan membukukan laba bersih tahun 2021 sebesar Rp 1,64 triliun, tumbuh 9,9 % dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Presdir Maybank Indonesia Taswin Zakaria akhir pekan lalu. (Yoga)

Eropa Atur Google dan Kawan-Kawan

28 Mar 2022

Parlemen Uni Eropa mengesahkan UU Pasar Digital yang akan mencegah monopoli raksasa teknologi terus berlanjut. Aturan ini akan menentukan kecepatan investigasi antimonopoli, pengaturan ketat soal perlindungan dan privasi data pengguna teknologi, serta aturan-aturan lain yang tengah digodok, termasuk soal kecerdasan buatan. Aturan ini disahkan Kamis (24/3) malam atau Jumat (25/3) WIB. Parlemen Uni Eropa (UE) juga akan memberlakukan aturan digital baru lainnya, yaitu UU Layanan Digital, pada Oktober mendatang, untuk menandai hingga menghapus konten dan layanan berbahaya, seperti ujaran kebencian. ”Apa yang kami putuskan kemarin akan memulai era baru regulasi teknologi,” kata Ketua Parlemen UE Andreas Schwab.

Beberapa substansi UU Pasar Digital tersebut mencakup soal pemanfaatan data pribadi pengguna dan kemungkinan pengguna aplikasi melakukan pembayaran menggunakan teknologi yang dikembangkan pihak ketiga. Dalam pengumpulan dan pemanfaatan data pribadi pengguna, misalnya, mesin pencari Google, Facebook, dan Instagram akan dipaksa mengungkapkan lebih banyak soal data ini kepada para pengiklan dan penerbit, terutama tentang cara kerja iklan serta efektivitas iklan sebenarnya. Situasi ini akan mengurangi monopoli iklan yang dilakukan Google dan Facebook, terutama karena para pelanggan mereka dan perusahaan lain akan mencari cara baru agar pesan itu tersampaikan.

Data pribadi pengguna juga tidak dapat digabungkan untuk iklan bertarget kecuali ”persetujuan eksplisit” diberikan oleh pengguna. Aturan baru ini mencegah Google melakukan penelusuran kebiasaan pengguna platform, mulai dari Youtube, Google Maps (riwayat perjalanan), hingga lalu lintas surat elektronik Gmail, juga mengunci monopoli perusahaan raksasa teknologi dalam pengembangan teknologi. Modusnya dengan membalutnya dengan slogan ”inkubator” atau teknologi rintisan. Otoritas menilai, akuisisi atau pembelian berbalut ”sosial” ini sebagai upaya para raksasa teknologi menggembosi atau mematikan calon pesaing potensial mereka sebelum menjadi ancaman. Aturan baru ini mewajibkan semua akuisisi, tidak hanya perusahaan, tetapi juga teknologi rintisan untuk dilaporkan kepada Komisi Eropa. (Yoga)


Cengkraman Salim di Sektor Financial Kini Kuat

28 Mar 2022

Upaya Grup Salim kembali memiliki bisnis di sektor perbankan semakin agresif. Konglomerasi ini memiliki kenangan manis ketika menguasai Bank Central Asia (BCA). Tapi harus rela menjual bank miliknya akibat krisis ekonomi tahun 1997-1998.  Grup Salim berupaya membangun kerajaan di sektor keuangan. Terbaru, terus mengoleksi saham Bank Mega melalui anak perusahaannya. Merujuk publikasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Indolife Pensiontama, perusahaan asuransi jiwa Grup Salim, memegang 568,63 juta saham, setara 8,17%. Lalu Megah Eraraharja, perusahaan pengendali Indoritel Makmur Internasional (DNET) memegang 539,86 juta saham atau 7,75%. Ada Indofood Sukses Makmur (INDF) memegang 503,64 juta saham, setara 7,23%. Tak sampai situ, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) memegang 355,59 juta saham atau 5,11%.

Kini Salim memiliki tentakel sektor keuangan yang komplet. Mulai Asuransi Central Asia (ACA) dengan anak perusahaan Central Asia Raya atau CAR Life Insurance. Juga ada Central Asia Financial atau Jagadiri. Tak sampai disitu, grup ini juga berinvestasi kepada Youtap, financial technology (fintech) yang fokus pada merchant. Grup Salim memiliki tentakel dari sektor ritel hingga fast moving consumer goods (FMCG) seperti Indomaret, Indogrosir, Grup Indofood, dan bisnis kelapa sawit. Urusan teknologi, Salim berbisnis jaringan internet PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) diversifikasi usaha ke bisnis di sektor telekomunikasi. Jangan lupa, Salim juga memiliki bisnis data center.     


Otomotif ASII

28 Mar 2022

Saham-saham sektor perindustrian masih banyak yang belum bangkit di tahun ini. Tetapi, PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu yang dilirik, baik oleh investor domestik maupun asing. ASII dilirik karena berpeluang melanjutkan catatan kinerja apik di tahun ini. Ditengah pemulihan ekonomi, ASII menyiapkan capex jumbo Rp 19 triliun, lebih besar dua kali lipat dari capex tahun lalu.

ANTM Tersandung Kasus Dugaan Korupsi

28 Mar 2022

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tersandung kasus dugaan korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas periode tahun 2015-2021. Saat ini kasus korupsi tersebut masuk dalam tahap penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung). Ada empat hal yang tengah diperiksa. Kejagung antara lain menuding Antam telah melakukan pembelian emas yang tidak memiliki sertifikat LBMA (London Bullion Market Association). Diantaranya emas merk Korea Zinc yang diperoleh dari ICBC Bank Bullion.  

Laba BJB Syariah Rp 21,8 Miliar, Melesat 494,68%

28 Mar 2022

PT. Bank Jabar Banten Syariah (Bank Bjb Syariah) berhasil mencatatkan kinerja positif. Tercatat laba perusahaan mencapai Rp 21,89 miliar atau naik 494,68% year on year (yoy) pada 2021. Direktur Utama bank BJB Syariah, Indra Falatehan, mengungkapkan, bahwa kenaikan laba tersebut berkat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi sebesar 51,55% year on year (yoy) dan laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) naik 196,2% yoy.

Indocement Siapkan Capex Rp 1 Triliun

27 Mar 2022

PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini. Belanja modal tersebut rencananya digunakan untuk mendanai program pembangunan berkelanjutan (sustainability development) perseroan. Direktur Utama Indocement Tunggal Perkasa Christian Kartawijaya mengatakan, pihaknya saat ini memfokuskan diri untuk menjadi perusahaan yang lebih hijau. Disamping itu, Indocement tiap tahunnnya melakukan investasi bed filter untuk mengurangi emisi debu di pabrik perseroan. "Kami ingin mengurangi emisi debu sesuai dengan standar pemerintah. Saat ini, emisi debu perseroan  turun siginifikan ke level 22 miligram per newton meter kubik," kata Christian dalam paparan publik INTP, Jumat (25/3). Dia juga mengungkapkan, pihaknya juga akan menjajaki pembelian 1-2 kapal baru pada tahun ini, setelah tahun lalu berhasil membeli kapal angkut semen curah, (Yetede)

IPO Pengembang Properti Winner Nusantara Incar Dana Rp 210 Miliar

27 Mar 2022

Pengembang Properti Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) akan menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham dengan target dana Rp 210 miliar. Dalam aksi korporasi ini, perseroan berencana melepas 1,5 miliar saham dengan harga penawaran berkisar Rp100-140 per saham. Bersama penawaran umum ini, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 1,3 miliar waran atau 34,8% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan. Harga pelaksanaan sebesar Rp250, sehingga nilai seluruhnya adalah Rp325 miliar yang dapat dilakukan selama masa berlakunya waran yaitu selama tiga tahun dimana pelaksanaanya terhitung enam bulan sejak diterbitkannya waran, yaitu dimulainya sejak tanggal 19 Oktober 2022-18 April 2025.

Tri Putar Agro Raup Laba Bersih Rp1,19 Triliun

27 Mar 2022

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) berhasil meraup laba bersih 2021 sebesar Rp932,73. Kenaikan laba didukung hasil produksi yang stabil dan peningkatan harga jual komoditas sawit. "Walaupun ada beberapa tantangan yang dihadapi  perseroan seperti pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan efek water deficit 2019 yang berakibat pada produksi  2021 khususnya dikuartal keempat, TAPG tetap mempertahankan kinerja yang lebih baik pada 2021, dimana produksi perseroan berjalan stabil, ditambah harga crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) yang tinggi. Hingga 31 Desember 2021, ekuitas TAPG tercatat sebesar Rp7,8 triliun, naik dari sebelumnya Rp6,65 triliun. Peningkatan tersebut berasal dari laba setelah pajak yang diperoleh perseroan, sementara EBITDA perseroan meningkat 17% menjadi Rp 2,2 triliun pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. (Yetede)