Ekonomi
( 40465 )Gratifikasi Izin Ekspor Minyak Goreng Ditelusuri
Penyidik Kejagung meningkatkan status perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng tahun 2021-2022 dari penyelidikan ke penyidikan. Kejagung menemukan dugaan gratifikasi pemberian izin penerbitan persetujuan ekspor oleh Kemendag. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana, Selasa (5/4) menyampaikan, penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung telah menaikkan status perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng tahun 2021-2022 ke penyidikan. Adapun penyelidikan perkara itu dimulai pada 14 Maret 2022.
Ketut mengatakan, dari penyelidikan tersebut, ditemukan adanya perbuatan melawan hukum berupa penerbitan persetujuan ekspor kepada eksportir yang seharusnya ditolak izinnya. Sebab, perusahaan yang dimaksud tidak memenuhi syarat kewajiban DMO, baik dari sisi kuota maupun harga patokan. Menurut Ketut, perusahaan yang tetap mendapat persetujuan ekspor dari Kemendag, padahal tak memenuhi syarat, antara lain PT Mikie Oleo Nabati Industri (OI) dan PT Karya Indah Alam Sjahtera (IS). Keduanya diduga melanggar kewajiban DMO dan menjual minyak goreng di atas batas harga yang ditetapkan pemerintah, yakni di atas Rp 10.300 per liter. (Yoga)
Ukraina Minta Dunia Segera Bertindak Setop Serangan Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk segera mengambil tindakan terhadap serangan Rusia. Ia menyuarakan pertanggungjawaban atas kekejaman terhadap warga sipil, seiring lonjakan kekhawatiran bahwa Negeri Beruang Merah itu sedang mempersiapkan serangan baru untuk merebut wilyah di Timur dan Selatan. "Orang-orang tewas di apartemen dan rumah. Warga sipil di hancurkan oleh tank saat duduk di mobil mereka ditengah jalan. Pertanggungjawaban tidak terelakkan," ujar Zelenski dalam rekaman video yang ditayangkan dihadapan DK PBB di New York, AS pada Selasa(5/4) yang dilansir AFP. Pidato yang disampaikan Zelensky itu menyusul kemarahan global atas temuan-temuan mengerikan dari korban sipil di Bucha dan kota-kota lainnya didekat Kyiv, setelah pasukan Rusia mundur. Dimana oleh Zelensky dan pejabat lainnya dikecam sebagai kejahatan perang dan upaya genosida.(Yetede)
The Fed Bakalan Agresif Kurangi Neraca
Gubernur The Federal Research (The Fed) Lael Brainard pada Selasa (5/4) mengatakan, bank sentral AS tersebut harus bertindak cepat dan agresif untuk menurunkan laju inflasi. Padahal anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tersebut selama ini lebih mendukung kebijakan moneter longgar dan suku bunga rendah. "Inflasi saat ini jauh melambung tinggi sehingga menimbulkan banyak resiko buruk. Komite (FOMC) siap mengambil langkah lebih tegas jika indikator-indikator inflasi dan ekspektasi inflasi mengindikasikan bahwa langkah ini diperlukan," tutur dia seperti dilansir CNBC. Pasar finansial memperkirakan FOMC dalam rapat kebijakan Mei 2022 akan memaparkan rencana pemangkasan kepemilikan aset yang hampir mencapai US$ 9 triliun. Terutama kepemilikan surat utang negara dan Treasure dan sekuritas berbasis hipotek. Brainard dalam naskah pidatonya itu mengindikasikan proses pemangkasan ini bakalan sangat cepat. (Yetede)
Telin Buka Kantor Cabang di Dubai
PT Telkom Indonesia (persero) Tbk, melalui anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), mengumumkan pembukuan kantor representatif baru di Dubai, Uni Emirat Arab. Mulai akhir Maret lalu, kantor baru ini merupakan kantor kesebelas Telin yang ada di luar negeri. "Kami perlu membangun pendekatan lebih lanjut kepada pelanggan dan menjadikannya sebagai mitra demi pelayanan yang terbaik," imbuh Senior Account Manager Voice Wholesale Telin Shailesh Joshi. Kantor representatif Telin Dubai berada di Dubai Internet City (DIC), atau terletak pada jarak 25 kilometer dari pusat kota Dubai dan Abu Dhabi. DIC merupakan pusat informasi dan teknologi komunikasi terbesar di Timur Tengah dan Afrika Utara. Tempat ini telah menciptakan dan dirancang untuk menyediakan informasi bagi perusahaan layanan teknologi informasi dan komunikasi. (Yetede)
Nahkoda Baru OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memiliki awak dan nakhoda baru. Jika tidak ada aral melintang, para calon ketua dan anggota Dewan Komisioner (DK) OJK bakal menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR pada Rabu (6/4) dan Kamis (7/4). Jika terpilih, mereka akan mengawaki OJK periode 2022-2027 yang masa baktinya segera berkahir. Ke-14 calon anggota DK OJK yang akan menjalani fit and popper test adalah nama-nama pilihan Presiden Jokowi. Dari ke-14 calon, DPR akan memilih 7 nama untuk mengisi tujuh posisi DK OJK, yang kelak akan dikembalikan ke presiden untuk disetujui dan dilantik sebagai DK OJK periode 2022-2027. Tujuh posisi DK OJK terdiri atas Ketua merangkap angggota, wakil ketua sebagai wakil ketua komite etik merangkap anggota, kepala eksekutif pengawas perbankan merangkap anggota serta kepala eksekutif pengawas pasar modal merangkap anggota. Posisi lainnya adalah kepala eksekutif pengawas perasuransian merangkap anggota, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya merangkap anggota, anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen. (Yetede)
Wika Gedung Gandeng DMD Modular
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Wika Gedung) menggandeng DMD Modular untuk pengembangan Modular high rise building di Indonesia maupun mancanegara. Kerja sama dengan DMD Modular dilakukan melalui PT Design Manufacture Delivery (DMD) Modular Indonesia selaku perwakilan DMD Modular di Indonesia. "Penandatanganan nota kesepahaman ini untuk rencana kerja sama dalam pengembangan teknologi Modular. Dan saya pun berharap kemitraan ini dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan kedepannya," kata Direktur Operasi 1 Wika Gedung, Bagus Tri Setyana dalam siaran pers, baru-baru ini. Wika Gedung menggandeng DMD Modular yang berpusat di Polandia untuk berkolaborasi mengembangkan teknologi modular dari sisi engineer. (Yetede)
Dapur Emiten Resto Mulai Ngebul Lagi
Kinerja bisnis restoran mulai membaik, meski masih jauh dari pencapaian sebelum pandemi Covid-19 melanda. Dari beberapa emiten restoran yang telah merilis laporan keuangan tahun 2021, mayoritas emiten mencetak perbaikan kinerja. Analis Philip Sekuritas Helen mengatakan, pertumbuhan kinerja emiten restoran di tahun 2021 ditopang oleh baseline yang rendah di tahun 2020 akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pembatasan yang ketat sempat diterapkan pada kuartal II 2020 sehingga pusat perbelanjaan ditutup. Menurut Helen, kondisi tersebut membaik di tahun 2021. "Pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat menjadi pendorong kinerja emiten restoran," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (5/4).
Bank Amar Kembali Right Issue Untuk Tambah Modal
Bank Amar Indonesia Tbk kembali akan menambah modal dengan memberi hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II dengan jumlah sebanyak-banyaknya 20 miliar saham. Nilai nominal right issue ini Rp 100 per saham. Right issue ini untuk memperkuat struktur permodalan Bank Amar. "Juga sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha, terutama dalam rangka pemberian kredit ke nasabah secara bertahap," ujar direksi Bank Amar dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin (5/4).
OCBC NISP Bagikan Dividen Tunai Rp 504,8 Miliar
Dalam RUPST, disetujui bahwa dividen yang diberikan senilai 20% dari total laba bersih Tahun Buku 2021 atau sebesar Rp504,8 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp 22 per saham. Bank OCBC mencatat laba bersih sebesar Rp 2,52 triliun di tahun lalu. Keuntungan ini meningkat 20% year on year (yoy) dari pencapaian tahun 2020 yang sebesar Rp 2,10 triliun.
Harga, Substitusi, dan Daya Beli
Konflik Ukraina-Rusia menyebabkan 31 % pasokan gandum dunia terganggu. Ukraina menghasilkan 25 % gandum dunia, sementara sisanya oleh Rusia. Kenaikan harga gandum mencapai 56 % di pasar internasional, dari 8 USD menjadi 12,4 USD per gantang (bushel), sejak perang berkecamuk. Sebelumnya, harga gandum India lebih mahal dari pasar internasional sehingga sulit menembus ekspor. Namun, seiring perubahan itu, terjadi efek substitusi-produksi sehingga India dapat masuk lebih dalam ke rantai pasok dunia.Dalam kasus ekspor gandum India, efek harga di dalam negeri terbatas karena ruang substitusinya luas. Bahan pangan pokok dan selera masyarakatnya bervariasi. Tak hanya gandum, tetapi juga beras, kentang, dan biji-bijian lain. Selain itu, surplus berlimpah, produsen terdesentralisasi, dan pemerintahnya menjadikan gandum sebagai bagian dari stok pangan nasional melalui institusi mirip Bulog. Usaha mengendalikan dampak kenaikan harga gandum dunia ke dalam negeri lebih mudah.
Kenaikan harga CPO sudah terjadi sejak akhir 2021 atau sebelum perang Rusia-Ukraina, disebabkan meningkatnya konsumsi negara-negara berpopulasi besar, seperti China dan India, seiring pemulihan ekonomi. Tekanan tambahan berasal dari konflik di Eropa. Ukraina adalah produsen minyak biji bunga matahari. Supermarket di Eslandia, misalnya, dengan langka dan naiknya harga minyak bunga matahari, terpaksa berkompromi dengan posisinya yang antiminyak sawit dengan memajang kembali minyak nabati berbasis sawit di gerainya. Dampak sampingan dari efek substitusi ini adalah kenaikan harga CPO di pasar internasional. Walaupun ada faktor lain yang berpotensi menekan harga, seperti penguncian di China dan resesi dunia, dengan pilihan kebijakan dari Indonesia dan Malaysia yang pangsanya 85 % produksi dunia, perbedaan harga CPO di dalam dan luar negeri mengecil. Harga CPO internasional turun dari titik tertingginya 7.200 ringgit per ton pada Maret menjadi 5.450 ringgit per ton atau sekitar 33 persen pada awal April. Harga internasional CPO tetap tinggi karena kelangkaan minyak biji bunga matahari. Hal ini membuat harga CPO domestik tetap tinggi dan membebani kelompok rentan. Antrean panjang minyak goreng curah akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kelompok rentan mempunyai ruang substitusi yang terbatas karena tidak banyak alternative, kalaupun tersedia, kini sudah menjadi produk premium, seperti virgin coconut oil (VCO). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









