Ekonomi
( 40554 )The Fed Semakin Agresif
Notulensi rapat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Open Market Committe (FOMC) menunjukkan The Fed bersikap makin hawkish terkait kenaikan suku bunga. Alhasil, nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah. Kamis (7/4), spot rupiah turun tipis 0,02% ke Rp 14.632 per dollar AS. Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan risalah rapat FOMC yang dibuka kemarin mengindikasikan The Fed akan lebih agresif menaikkan suku bunga acuannya.
Dampak Lockdown China: Industri Baja Andalkan Pemasok Lokal
Pelaku industri baja nasional memperkuat pasokan bahan baku dari dalam negeri untuk mengantisipasi macetnya suplai akibat meluasnya penguncian wilayah atau lockdown di China. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mengklaim pasokan bahan baku untuk industri baja dalam negeri masih mencukupi di tengah risiko kemacetan suplai akibat lockdown di China dan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan. Direktur Komersial Krakatau Steel Melati Sarnita mengatakan bahwa pihaknya tidak mengimpor bahan baku berupa produk flat dari China. Bahan baku produk flat berupa slab baja saat ini sebagian besar telah disuplai oleh produsen lokal, yaitu PT Krakatau Posco dan PT Dexin Steel Indonesia.
Melati yang juga menjabat Ketua Cluster Flat Product Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) mengatakan bahwa komposisi pasokan bahan baku baja di dalam negeri kurang lebih juga berada pada angka tersebut.“Kalau baja nasional menurut saya sama, untuk flat product. Biasanya portionnya 30% sampai dengan 40% saja untuk impor,” lanjutnya.
Mengandalkan pemasok lokal juga dilakukan oleh produsen pipa baja PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) atau Spindo yang melakukan diversifi kasi pemasok bahan baku di tengah gejolak geopolitik dunia dan lonjakan harga, serta lockdown di China yang ditengarai akan berdampak ke pasokan bahan baku industri baja dalam negeri.Chief Strategy Offi cer Spindo Johanes Edward mengatakan bahwa perseroan memang mengimpor sebagian bahan bakunya dari China. Namun, dipastikan saat ini pasokannya dalam kondisi aman karena tak hanya mengandalkan China.
Petani Ketinggalan Harga
Ketika indeks harga pangan global mencapai level tertinggi sepanjang masa, pada Februari 2022, para petani padi di Tanah Air justru mengalami situasi sebaliknya. Harga gabah terus turun seiring meluasnya area panen musim rendeng empat bulan terakhir. Jumlah kasus harga gabah di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) pun bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga rata-rata gabah kering panen (GKP) di tingkat petani terus turun dari Rp 4.773 per kg pada Desember 2021 menjadi Rp 4.569 per kg GKP pada Maret 2022. Di tingkat penggilingan, jumlah kasus harga gabah kering giling (GKG) di bawah HPP tercatat lebih besar, yakni 43,3 % kasus dari 1.559 titik observasi pada Maret 2022, naik dibandingkan jumlah kasus harga dua bulan sebelumnya, 32,3 %.
Jika petani padi bergulat tentang implementasi kebijakan HPP, petani tebu tengah memperjuangkan kenaikan harga patokan gula petani menjelang musim giling tahun ini. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menilai, ketentuan tentang harga patokan petani (HPP) gula yang berlaku sejak enam tahun lalu kian tidak relevan di tengah kenaikan ongkos produksi dan inflasi. APTRI meminta pemerintah menaikkan HPP gula dari Rp 9.100 per kg menjadi Rp 12.000 per kg. Sebab, HPP gula yang berlaku selama ini semakin tertinggal oleh biaya pokok produksi yang kini diperkirakan telah Rp 11.000 per kg. Kenaikan ongkos produksi, antara lain, didorong oleh naiknya ongkos pengolahan lahan, upah tenaga kerja, biaya angkut, dan harga pupuk. Seperti HPP pada komoditas gabah/beras, ketentuan tentang harga patokan gula merupakan instrumen perlindungan bagi usaha petani. Sebab, tanpa insentif yang menguntungkan, usaha petani bakal mandek. Target pemerintah mendongkrak produksi dalam negeri dan meningkatkan kemandirian pangan juga bakal sia-sia jika usaha petani terbukti tidak menguntungkan secara ekonomi. (Yoga)
Aturan Pajak Baru Bisa Tekan Minat ke Tekfin
Ketentuan baru tentang PPh dan PPN atas penyelenggaraan teknologi finansial dikhawatirkan mengurangi minat masyarakat berinvestasi di platform tekfin. Head of Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda, Rabu (6/4) khawatir kebijakan itu juga berpengaruh negatif terhadap proses adaptasi menuju masyarakat nontunai. (Yoga)
Utang Pemerintah Global Meroket Menjadi US$ 71,6 Triliun
Laporan Sovereign Debt Index memperkirakan utang negara global pada 2022 naik 9,5% menjadi US$ 71,6 triliun. Jumlah pinjaman baru juga diperkirakan tetap tinggi. "Utang pemerintah global melonjak 7,8% pada 2021 menjadi US$ 65,4 triliun karena setiap negara dinilai mengalami peningkatan pinjaman, sementara itu biaya pembayaran utang turun ke catatan terendah US$ 1,01 triliun, suku bunga efektif pun hanya 1,6%," demikian menurut laporan yang dilansir CNBC.
Menurut laporan itu, Inggris menjadi negara yang bakal merasakan efek paling tajam dibalik kenaikan suku bunga dan lonjakan inflasi pada sejumlah besar utang terkait indeks Inggris, bersamaan dengan biaya-biaya terkait penghentian program quantitative easing (QE) Bank of England (BoE). "Kami memperkirakan pinjaman tetap tinggi karena kebutuhan perputaran utang yang tinggi, serta tantagan normalisasi kebijakan fiskal yang ditimbulkan oleh pandemi, inflasi yang tinggi dan prospek sosial dan politik yang terpolarisasi," kata analis kredit S&P Global Ratings,Karen Vartapetov. (Yetede)
ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Asia
Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan 2022 untuk negara-negara berkembang di Asia. Hal itu dilakukan ADB menyusul tekanan harga yang meningkat pasca Rusia meluncurkan serangan ke Ukraina, yang mengancam proses pemulihan lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Catatan prediksi itu sedikit rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Desember 2021 yakni sebesar 5,3% dengan laju pertumbuhan 6,9% yang dicapai tahun lalu. Dalam laporan Asian Development Outlook yang dirilis, Rabu (6/4) ADB menyatakan inflasi yang menyebar mulai dari kepulauan Cook di Pasifik hingga Kazakhstan di Asia Tengah diprediksi meningkat seiring kebangkitan kembali negara-negara dari pandemi, serta kenaikan biaya energi dan makanan. "Yang pasti dampak dari perang merupakan rintangan tambahan bagi ekonomi dinegara-negara Asia berkembang yang masih berjuang melawan pandemi." ujar Park yang dilansir AFP. (Yetede)
Inggris Mendeteksi Virus Varian Omicron XE
Subvarian baru Omicron telah terdeteksi di Inggris. Disaat negara ini dihadapkan pada lonjakan Covid-19 yang penderitanya harus dibawa ke rumah sakit. Badan Ketahanan Kesehatan Inggris atau HSA menyatakan pada Rabu (6/4), varian yang disebut Omicron XE itu telah terdeteksi di 637 pasien di seluruh Inggris. Jumlah tersebut belum cukup untuk mengambil kesimpulan tentang bagaimana tingkat keparahan dan penyebarannya. XE disebutkan mengandung campuran varian BA.1 yang sangat mudah menular dan muncul diakhir 2021 serta varian BA.2 yang lebih baru dan saat ini yang dominan di Inggris. "Ini yang disebut rekombinan, yaitu jenis varian yang dapat muncul saat seorang individu terinfeksi oleh dua atau lebih varian dalam waktu bersamaan, sehingga menimbulkan campuran material genetis didalam tubuh pasien," Tutur HSA, seperti dilansir CNBC. Rekombinan ini bukan hal yang terbilang jarang. Karena pernah muncul beberapa kali selama pandemi virus corona ini. (Yetede)
Redam Inflasi Tinggi, Dua Program Subsidi Keluar
Pemerintah menggulirkan dua program perlindungan sosial (perlinsos) dalam waktu kurang dari sepekan. Dua kebijakan subsidi ini di gelontorkan bagi masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah. Kebijakan ini berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng dan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Target penerimanya 20,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKN), serta 2,5 juta Pedagang Kaki Lima (PKL) penjual gorengan. Bantuan subsidi lain adalah BSU yang menyasar para pekerja berpenghasilan di bawah Rp 3,5 juta per bulan. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah menyatakan, saat ini dampak ekonomi dari pandemi masih terasa bagi para buruh bergaji kecil. Selain itu, adanya konflik antara Rusia dan Ukraina, serta dinamika politik global tidak dapat dipungkiri telah menekan laju pemulihan ekonomi global yang berimbas pada inflasi global.
Setumpuk Pekerjaan Rumah Para Komisioner
Perhatian publik kini tertuju pada proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test Dewan Komisaris (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ini mengingat masih banyak pekerjaan berat yang menanti DK OJK periode 2022-2027, baik dari pasar modal, perbankan serta industri keuangan non bank. Tak hanya itu, otoritas ini mengawasi dan mengatur aset di sektor keuangan puluhan triliun. "Kapasitas 14 calon DK OJK yang sekarang dalan proses fit and proper test tak perlu diragukan, namun pemimpin OJK khususnya dari pasar modal adalah calon yang harus memiliki pemahaman kuat atas praktik, implementasi masalah-masalah di pasar modal," tandas Heriyadi Indrakusuma, Direktur Star Asset Management, Rabu (6/4). Dari industri keuangan non bank (IKNB), Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo bilang, tidak hanya mampu mendeteksi potensi fraud, DK OJK ke depan harus mampu menyelesaikan pekerjaan rumah IKNB, seperti kasus-kasus yang terjadi Asuransi Jiwasraya, AJB Bumiputera, WanaArtha Life, Kresna Life serta unitlink khususnya terkait perlindungan konsumen.
Selain Gula, Komoditas Pangan Impor Surplus
Badan Pangan Nasional memperkirakan total impor komoditas gula Maret - Mei mencapai 772.900 ton. Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas Risfaheri menyatakan, import komoditas gula konsumsi yang terealisasi mencapai 667.55 ton dari rencana alokasi sebanyak 1.088.555 ton. Selain gula beberapa komoditas impor lain seperti kedelai dan bawang putih hingga MeI 2022 tercatat masih surplus. "Bawang putih surplus 104.900 ton, kedelai surplus 142.300 ton," katanya.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









