;

Harga, Substitusi, dan Daya Beli

Ekonomi Yoga 05 Apr 2022 Kompas
Harga, Substitusi, dan Daya Beli

Konflik Ukraina-Rusia menyebabkan 31 % pasokan gandum dunia terganggu. Ukraina menghasilkan 25 % gandum dunia, sementara sisanya oleh Rusia. Kenaikan harga gandum mencapai 56 % di pasar internasional, dari 8 USD menjadi 12,4 USD per gantang (bushel), sejak perang berkecamuk. Sebelumnya, harga gandum India lebih mahal dari pasar internasional sehingga sulit menembus ekspor. Namun, seiring perubahan itu, terjadi efek substitusi-produksi sehingga India dapat masuk lebih dalam ke rantai pasok dunia.Dalam kasus ekspor gandum India, efek harga di dalam negeri terbatas karena ruang substitusinya luas. Bahan pangan pokok dan selera masyarakatnya bervariasi. Tak hanya gandum, tetapi juga beras, kentang, dan biji-bijian lain. Selain itu, surplus berlimpah, produsen terdesentralisasi, dan pemerintahnya menjadikan gandum sebagai bagian dari stok pangan nasional melalui institusi mirip Bulog. Usaha mengendalikan dampak kenaikan harga gandum dunia ke dalam negeri lebih mudah.

Kenaikan harga CPO sudah terjadi sejak akhir 2021 atau sebelum perang Rusia-Ukraina, disebabkan meningkatnya konsumsi negara-negara berpopulasi besar, seperti China dan India, seiring pemulihan ekonomi. Tekanan tambahan berasal dari konflik di Eropa. Ukraina adalah produsen minyak biji bunga matahari. Supermarket di Eslandia, misalnya, dengan langka dan naiknya harga minyak bunga matahari, terpaksa berkompromi dengan posisinya yang antiminyak sawit dengan memajang kembali minyak nabati berbasis sawit di gerainya. Dampak sampingan dari efek substitusi ini adalah kenaikan harga CPO di pasar internasional. Walaupun ada faktor lain yang berpotensi menekan harga, seperti penguncian di China dan resesi dunia, dengan pilihan kebijakan dari Indonesia dan Malaysia yang pangsanya 85 % produksi dunia, perbedaan harga CPO di dalam dan luar negeri mengecil. Harga CPO internasional turun dari titik tertingginya 7.200 ringgit per ton pada Maret menjadi 5.450 ringgit per ton atau sekitar 33 persen pada awal April. Harga  internasional CPO tetap tinggi karena kelangkaan minyak biji bunga matahari. Hal ini membuat harga CPO domestik tetap tinggi dan membebani kelompok rentan. Antrean panjang minyak goreng curah akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kelompok rentan mempunyai ruang substitusi yang terbatas karena tidak banyak alternative, kalaupun tersedia, kini sudah menjadi produk premium, seperti virgin coconut oil (VCO). (Yoga)


Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :