Ekonomi
( 40478 )Desa Wisata di Kalsel Dituntut Berkelanjutan
Desa wisata bisa menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak positif bagi masyarakat. ”Kalau desa wisata maju, ekonomi juga akan bangkit,” kata Menparekraf / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Wisata Kubah Basirih, Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalsel, Jumat (3/6). (Yoga)
Situasi Global Berimbas ke Domestik
Kenaikan harga pangan dan energi global telah tertransmisi ke sektor pangan, industri, transportasi, dan konstruksi di dalam negeri. Hal itu terindikasi dari tingkat inflasi dan indeks perdagangan besar. Kepala BPS Margo Yuwono, Kamis (2/6) menyatakan, perang Rusia-Ukraina dan restriksi yang dilakukan sejumlah negara produsen menyebabkan harga pangan dan energi terus meningkat. Sejumlah komoditas yang harganya masih bergejolak dan tinggi antara lain minyak dan gas bumi, CPO, gandum, kedelai, jagung, daging, dan pupuk. Kenaikan harga itu berpengaruh terhadap inflasi global, yang membuat IMF merevisi proyeksi inflasi tahun ini. Tingkat inflasi negara maju direvisi dari 3,9 % menjadi 5,7 %, sementara di negara berkembang direvisi dari 5,9 % menjadi 8,7 %. ”Di Indonesia, transmisinya terasa sejak awal 2022. Imbasnya ke inflasi domestic mulai terjadi meski untuk beberapa komoditas andilnya belum terlalu besar,” kata Margo.
BPS merilis, tingkat inflasi nasional pada Mei 2022 mencapai 0,4 % secara bulanan dan 3,55 % secara tahunan. Tingkat inflasi tersebut berada di kisaran target inflasi tahunan oleh pemerintah dan BI yang 3-4 %. Komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi bulanan itu adalah tarif angkutan udara 0,07 %, telur ayam ras 0,05 %, ikan segar 0,04 %, dan bawang merah 0,04 %. Minyak goreng yang berkontribusi terhadap inflasi April 2022 sebesar 0,19 %, justru mengalami deflasi 0,01 % pada Mei 2022. Kenaikan harga minyak global membuat pemerintah menaikkan harga bahan avtur, pertamax, dan mengizinkan maskapai menyesuaikan harga tiket pesawat. Untuk minyak goreng, harganya dipengaruhi kenaikan harga CPO global. Namun, berkat larangan ekspor CPO dan produk turunannya pada 28 April-22 Mei 2022, harganya mulai turun sehingga berkontribusi pada deflasi Mei 2022. ”Kenaikan harga telur ayam ras, tepung terigu, dan tempe juga dipengaruhi oleh lonjakan harga pakan, gandum, dan kedelai global. Bahkan rembetan kenaikan harga energi dan biaya transportasi mulai terasa di sektor bangunan atau konstruksi,” ujar Margo. (Yoga)
Formula E Siap Digelar Sabtu Besok
Dua hari sebelum gelaran Formula E, panitia penyelenggara menggelar acara meet and greet atau temu sapa dengan sejumlah pembalap yang akan membalap di Jakarta E-Prix 2022. Pada saat bersamaan, panitia penyelenggara masih menuntaskan persiapan akhir. Agenda temu sapa berlangsung di plaza selatan Monas, Kamis (2/6) pukul 15.00. Ketua Panitia Pelaksana Jakarta E-Prix Ahmad Sahroni mengungkapkan kebanggaannya karena ajang dunia itu segera digelar. ”Ini pertama di Indonesia dari FIA. Ini balapan yang mengundang kita untuk lebih tahu teknologi masa depan,” katanya. Formula E (E-Prix) di Jakarta, 4 Juni besok merupakan seri kesembilan dari total 16 seri yang dijadwalkan berlangsung pada musim 2021-2022 ini. Seri itu sekaligus menandai kembalinya ajang balap mobil kelas dunia di Tanah Air setelah A1 yang terakhir digelar di Sentul, Bogor, pada 2006.
Adu cepat mobil balap listrik di Sirkuit Ancol itu diikuti 22 pembalap dari sejumlah negara yang bernaung di 11 tim. Co-Founder sekaligus Chief Championship Officer Formula E Operations (FEO) Alberto Longo pada temu sapa itu mengatakan, gelaran Formula E di Jakarta itu seperti mimpi yang menjadi nyata. Ia mengungkapkan kenangannya saat bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di New York, Amerika Serikat. ”Dia bilang punya mimpi untuk membawa Formula E ke Jakarta. Mimpi itu kini menjadi nyata. Tentu ada banyak tantangan, tapi tantangan itu yang membuat kita bisa berada di sini sekarang,” tutur Longo. Anies Baswedan dalam acara itu juga menyatakan, gelaran Formula E di Jakarta adalah hari yang sudah ditunggu lebih dari tiga tahun. ”Ini adalah hari semua persiapan sudah selesai. Akhirnya kita bisa balapan pada 4 Juni mendatang. Saya ingat pertemuan dengan Alberto Longo di New York,” ujarnya. Awalnya, balapan ini akan digelar pada 6 Juni 2020. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat semua ajang yang mengundang kerumunan dibatalkan atau ditunda. (Yoga)
Fasilitas Kepabeanan Genjot Capaian Ekspor
Upaya pemerintah mengurangi beban bea masuk untuk industri bernilai tambah mulai menunjukkan dampak terhadap penguatan daya saing ekspor nasional. Penyaluran fasilitas kepabeanan berupa kawasan berikat serta kemudahan impor tujuan ekspor atau KITE kepada industri berorientasi ekspor diharapkan dapat semakin tepat sasaran. Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu mencatat, sepanjang 2021 pemerintah telah mencucurkan insentif sebesar Rp 47,03 triliun untuk fasilitas kepabeanan, terdiri dari Rp 44,71 triliun untuk fasilitas Kawasan Berikat serta Rp 2,32 triliun untuk fasilitas KITE.
Direktur Fasilitas Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Untung Basuki (2/6) menyampaikan, sepanjang 2021, nilai ekspor yang dihasilkan industri pengolahan penerima fasilitas kawasan berikat dan KITE mencapai 88,29 miliar USD (Rp 1.278 triliun). Capaian ini tumbuh 43,56 % dibanding tahun 2020. Dirjen Bea dan Cukai Askolani menambahkan, fasilitas kawasan berikat diberikan untuk setiap pemasukan barang ke kawasan industri. Setiap barang masuk mendapat fasilitas fiskal berupa penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, pembebasan PPh, pembebasan PPN, dan PPnBM impor, serta pembebasan PPN atas barang dalam negeri. (Yoga)
MINYAK GORENG, Mencari Produk Alternatif
Kebijakan DMO bagi produsen CPO, penetapan HET, hingga tarif pungutan ekspor, telah diterapkan. Namun, ujung dari kebijakan itu rupanya belum mampu membendung lonjakan harga minyak goreng sebagai salah satu produk turunan kelapa sawit. Tak ingin persoalan terus berulang, sekelompok petani sawit mencetuskan gagasan memproduksi minyak sawit merah (red palm oil). Nama ini memang belum familiar di telinga. Namun, gagasan di tengah kekisruhan harga minyak goreng ini dengan berani disampaikan sejumlah petani sawit kepada Presiden Jokowi akhir Maret 2022 lalu di Istana Merdeka. Gayung bersambut. Kementerian Koperasi dan UKM yang sedang mengarahkan salah satu programnya ke korporatisasi koperasi seakan melihat titik terang. Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) dan Serikat Petani Kelapa Sawit memberanikan diri untuk menunjukkan bahwa proyek rintisan minyak sawit merah mampu menjaga kestabilan harga TBS di tingkat petani. Patut diakui, produk hasil penyulingan awal TBS ini belum populer di Indonesia.
Berbekal kemampuan, KUD Tani Subur (Kotawaringin Barat, Kalteng) dengan lahan seluas 1.420 hektar dan aset Rp 120 miliar, memiliki kapasitas produksi minyak sawit merah 30 ton per jam. Sementara KUD Sumber Makmur (Pelalawan, Riau) dengan lahan 1.562 hektar dan aset Rp 31,5 miliar memiliki kapasitas produksi 15 ton per jam, Gabungan Kelompok Tani Tanjung Sehati (Merangin, Jambi) dengan lahan 1.000 hektar dan aset Rp 74 miliar memiliki kapasitas produksi 30 ton per jam, dan Koperasi Perkebunan Sawit Makmur (Tanah Laut, Kalimantan Selatan) dengan lahan 11.700 hektar dan aset Rp 20 miliar memiliki kapasitas produksi 45 ton per jam. Baru KUD Tani Subur yang menyatakan kesiapannya menjadi rintisan perdana produksi minyak sawit merah. Tantangan yang menghadang, adalah tingkat kepercayaan masyarakat. Mengingat mindset warna minyak goreng adalah kuning bening yang diproduksi melalui rentetan proses penjernihan, sebagaimana standar minyak goreng internasional. Karena itu, tantangannya supaya produk ini bisa memperoleh SNI agar bisa dipasarkan di dalam negeri, yang nantinya membutuhkan sosialisasi manfaat minyak sawit merah dengan melibatkan Kemenkes, IDI, pemda, atau tokoh masyarakat. Kemudian, pendirian pabrik mini untuk mengolah TBS juga membutuhkan akses inovasi teknologi bagi koperasi dan rekonfigurasi produk CPO menjadi minyak sawit merah. Juga fasilitas pembiayaan jangka panjang, dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), ataupun perbankan nasional.
Pelajaran dari negara tetangga, Fortasbi membeberkan ekspor minyak sawit merah telah dilakukan Malaysia ke China. Produk ini digunakan pula untuk memerangi kekurangan vitamin A di China. Sebesar 40 % produk CPO per tahun dihasilkan oleh petani swadaya di Malaysia. Kemudian, Republik Kamerun pun telah memproduksi minyak sawit merah secara sederhana untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penggilingan dilakukan dengan cara tradisional (diinjak) dan menggunakan mesin (skala pabrikan). Distribusi penjualan dilakukan dari lokasi pabrik kelapa sawit ke desa, kota, atau pasar kota secara grosiran maupun ritel. Sedikit menilik lebih jauh, produksi minyak sawit merah ternyata sudah dipopulerkan oleh PT SMART Tbk tahun 2011. Namun, skala produksinya menjadi rintisan dari program sosial Eka Tjipta Foundation (ETF), milik kelompok usaha Grup Sinar Mas.
Mitratel Beli Balik Saham Rp 1 Triliun
Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, merencanakan pembelian kembali sahamnya atau buy back. Dana yang dipersiapkan Mitratel untuk membeli kembali saham tersebut mencapai Rp 1 triliun. Vice President Investor Relation PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Christy Kusumaatmaja, Kamis (2/6) menjelaskan, alasan Mitratel membeli balik saham tersebut, antara lain, untuk menstabilkan harga saham. (Yoga)
GoTo Dimasukkan ke Tiga Indeks Sekaligus
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi konstituen tiga indeks. Ketiga indeks tersebut adalah Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80. GoTo menggeser saham PT Waskita Karya Tbk di indeks IDX30 dan LQ45. Pada indeks IDX80, GoTo menggeser saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk. BEI melakukan evaluasi fast entry. Evaluasi ini diberlakukan untuk menyusun indeks agar lebih mewakili dinamika pasar. (Yoga)
Peringkat Wisata Halal Indonesia Naik
Indonesia menduduki peringkat kedua dari 138 negara sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia menurut standar Global Muslim Travel Index atau GMTI 2022 yang dikeluarkan oleh Mastercard dan Crescent Rating. Posisi Indonesia ini naik dari urutan keempat dunia pada 2021. Pada GMTI 2022 yang dirilis Rabu (1/6), Malaysia menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Turki dan Arab Saudi yang bersama Indonesia menempati peringkat kedua. Sementara Uzbekistan melanjutkan pertumbuhannya yang mengesankan untuk mencapai posisi kesembilan. Di antara negara non-Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), empat negara teratas sebagai destinasi wisata halal terbaik tetap sama, seperti GMTI tahun sebelumnya, yakni Singapura, Taiwan, Inggris, dan Thailand.
GMTI 2022 memiliki empat indikator utama sebagai tolok ukur yang memungkinkan sebuah negara menjadi destinasi menarik lebih banyak wisatawan Muslim, yaitu kemudahan akses ke tempat tujuan, komunikasi, lingkungan, dan layanan yang disediakan di destinasi. Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Didien Junaedy (2/6) berpendapat, destinasi pariwisata di Indonesia melimpah dan luas, mulai dari Banda Aceh hingga Lombok. Sementara di negara lain, seperti Malaysia, pengembangan destinasi ramah Muslim cenderung terfokus. ”Kita harus mengkaji kesadaran dan ketertarikan pelaku industri pariwisata di Indonesia terhadap pariwisata ramah Muslim. Sebab, kebijakan atau regulasi yang mendukung sudah ada, antara lain sertifikasi halal,” kata Didien. Menurut Menparekraf Sandiaga S Uno, Rabu (1/6), wisata ramah Muslim bukan berarti islamisasi wisata atraksi, melainkan memberikan layanan tambahan yang terkait fasilitas, turis, atraksi, dan aksesibilitas untuk memenuhi pengalaman dan kebutuhan pariwisata ramah Muslim. (Yoga)
Pelaku UMKM di Jatim Semakin Kreatif
Pendampingan langsung dan terus-menerus kepada pelaku UMKM efektif menekan rasa malas hingga ingin menyerah akibat Pandemi Covid-19. Tidak hanya membantu sekadar bertahan, pendekatan itu juga potensial memicu kreativitas pelaku usaha. Hal itu dirasakan sebagian pelaku UMKM peserta Program Pendampingan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di Sukorejo, Pasuruan, Jatim. Di pusat pelatihan kewirausahaan yang berdiri sejak 2007 ini, pelatihan dan pendampingan UMKM binaan tidak berhenti meski pandemi. Polanya dilakukan daring dan tatap muka.
Winarsih, pengusaha kerajinan rajut dan eceng gondok asal Gempol, Pasuruan, Kamis (2/6), mengatakan, hampir setiap hari didatangi fasilitator. Mereka memantau perkembangan usaha hingga memberi tips pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seperti menanam sayur di rumah. Buahnya ia nikmati saat kembali mengantongi omzet hingga Rp 200 juta dalam Inacraft 2022. Kreativitas pengusaha sari buah asal Prigen, Pasuruan, Wahyuniarti, juga terus digenjot saat pandemi. Lewat pelatihan daring, ia diajak terus berinovasi, hingga akhirnya membuat produk keripik buah dan bumbu pecel
Gabungan Kelompok Tani Kopi Lereng Welirang, yang dipimpin Widi Prayitno, juga banyak belajar saat pandemi. Salah satu metode yang dilakukan untuk tetap bertahan adalah mengumpulkan modal bersama untuk setahun ke depan. Uang itu untuk membiayai kebutuhan operasional lahan kopi. Widi mengatakan, petani sepakat tidak melayani pembelian biji kopi (green bean) untuk menaikkan nilai ekonomi panen petani. Harga jual kopi kelak bisa lebih tinggi karena langsung dijual ke kedai. Jaringan konsumennya terentang hingga Yunani dan Arab Saudi. (Yoga)
MENAHAN RISIKO LAJU INFLASI
Ruang pengendalian inflasi pada tahun ini masih cukup luas, kendati indeks harga konsumen pada Mei 2022 mencapai 3,55% (year-on-year/YoY), tertinggi sejak Desember 2017. Musababnya, inflasi inti yang menjadi tolok ukur daya beli masyarakat sejauh ini masih cukup stabil, yakni sebesar 2,59% (YoY) pada bulan lalu, hampir tidak berubah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 2,6%. Inflasi inti adalah komponen pengukur inflasi yang cenderung menetap karena dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti harga komoditas, nilai tukar rupiah, hingga kondisi ekonomi di negara mitra dagang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan situasi pasar pada bulan lalu memang menunjukkan adanya kenaikan harga yang didorong oleh meningkatnya permintaan dan terbatasnya pasokan barang.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan pemerintah juga masih bisa memanfaatkan windfall penerimaan dari komoditas untuk dialokasikan ke dalam belanja subsidi. “Pemerintah bisa melakukan subsidi dari nilai tambah itu pada sektor tertentu. Kita waspada harus, tapi saya melihat terkendali,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (2/6). Koordinator Wakil Ketua Umum III Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menilai target inflasi pemerintah 4% hingga akhir tahun sudah cukup rasional. Pemerintah maupun otoritas moneter juga perlu mencermati berbagai dinamika yang berpotensi mengerek laju inflasi makin tinggi dan menggerus daya beli masyarakat.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









