Ekonomi
( 40478 )Mengerek Pamor Wisata Budaya Keraton Buton
Lahir dan besar di dalam kawasan Keraton Buton, Wawan Erwiyansyah (42), merasa perlu berbuat untuk tanah leluhurnya, ia menggaet anak muda dan menginisiasi gerakan pemandu pariwisata sejarah di kawasan ini. Kawasan yang dahulu rawan memiliki napas baru seiring menggeliatnya pariwisata. Jelang petang, Rabu (25/5) Wawan, baru bisa beristirahat sejenak. Sejak pagi, ia memandu delapan rombongan tamu dari sejumlah daerah. Para tamu ini ingin mengetahui lokasi dan cerita di balik wisata sejarah dilingkup Keraton Buton, Baubau, Sulteng. Para tamu dari berbagai daerah diantar ke sejumlah lokasi di kawasan Keraton Buton. Keraton seluas 23,3 hektar ini memang menyimpan sejumlah tempat wisata sejarah bernilai tinggi, khususnya bagi masyarakat Buton. Terlebih lagi, kompleks Keraton Buton dikelilingi bangunan pertahanan terluas di dunia berdasar Museum Rekor-Dunia Indonesia dan Guinness Book of World Record pada September 2006.
Beberapa lokasi utama wisata sejarah adalah Batu Popaua, daftar nama raja dan sultan Buton, tiang bendera, Masjid Agung Keraton Buton, makam Sultan Murhum, Batu Wolio, dan sejumlah lokasi lainnya. Tidak hanya menunjukkan lokasi wisata, berfoto, dan pulang, Wawan juga menceritakan sejarah panjang di balik spot tersebut. Ia fasih menuturkan kisah baik yang tertulis maupun kisah di balik potongan sejarah. Selain lokasi di kawasan inti keraton, ia juga mengantar tamu ke sejumlah tempat yang jarang dikunjungi. Museum, puncak tertinggi, lokasi berfoto terbaik, dan makam sejumlah sultan ia hafal di luar kepala. Untuk sebuah paket lengkap wisata dengan jumlah maksimal 15 orang selama dua jam, ia mematok tarif Rp 300.000 Paket lainnya juga ia tawarkan.
”Kalau sudah janjian, saya bisa bawa lihat penenun, mendengar kisah dari para budayawan. Bisa juga hingga makam-makam adat hingga memakai pakaian adat dan dikawal prajurit. Kalau yang terakhir ini tarifnya mahal karena harus mempersiapkan banyak hal,” ujarnya. Program pemandu hingga paket wisata ini juga untuk pemuda di sekitar kawasan Keraton Buton. ”Tidak mudah mengajak mereka. Namun, setelah pendekatan lebih dari satu tahun, ada yang tertarik sehingga kami bersama-sama membentuk Media Center Benteng Keraton Buton sebagai pusat informasi dan pemandu wisata di Keraton Buton,” kata Wawan. (Yoga)
Fluktuasi Masih Tinggi, Uji Daya Tahan Kripto
Pasar mata uang kripto masih belum pulih dari keterpurukan tahun ini. Padahal tahun lalu, investasi di mata uang kripto sukses memberikan keuntungan berlipat ganda bagi investor, bahkan lebih tinggi ketimbang kebanyakan instrumen investasi konvensional. VPGrowth Marketing Tokocrypto Cenmi Mulyanto menilai, tahun ini pasar kripto akan sulit mengulang pertumbuhan kinerja layaknya 2020-2021. CEO Digital Exchange Duwi Sudarto Putra mempertegas, pengetatan kebijakan moneter The Fed menekan minat investor berinvestasi di aset berisiko, termasuk cryptocurrency. Pelaku pasar masih menguji konsep dan proyek yang jadi portofolio dasar token kripto.
APBN Tak Lagi Bisa Andalkan Ekspor 2023
Lonjakan harga komoditas alias commodity boom diprediksi berakhir pada 2023. Kondisi ini dikhawatirkan mengancam pemulihan perekonomian, terutama penerimaan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 Maklum Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah tidak bisa lagi mengandalkan ekspor sebagai motor penerimaan negara. "Ekspor selama 2021-2022 mengalami booming dengan commodity boom akan menuju normalisasi," kata Menkeu saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, (31/5) pekan lalu.
CUAN TEBAL SAHAM ENERGI
Berkah harga komoditas salah satunya tercermin dari kinerja saham sektor IDX Energy. Secara tahun berjalan, indeks IDX Energy mencetak pertumbuhan 54,4% Tak pelak, kinerja indeks yang menaungi 74 emiten dari sektor energi itu tampil paling moncer jika dibandingkan dengan 10 sektor lainnya. Capaian itu pun membuat jarak pertumbuhan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) makin jauh karena indeks komposit hanya tumbuh 9,14%. Saat dimintai tanggapan perihal kinerja moncer sektor energi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), Dileep Srivastava mengatakan kenaikan harga batu bara saat ini dipicu oleh beberapa hal yakni pertumbuhan setelah pandemi, krisis energi, dan dampak Perang Rusia-Ukraina. Imbasnya, perusahaan menaikkan produksi pada 2022 untuk menikmati momen kenaikan harga.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2022, laba bersih BUMI tercatat naik dari US$25,1 juta pada kuartal pertama 2021 menjadi US$120,6 juta pada kuartal pertama 2022. Laba tersebut diraih dari kenaikan pendapatan perusahaan pada periode tiga bulan pertama tahun ini mencapai US$1,37 miliar, naik 32,6% dari tahun sebelumnya US$1,03 miliar. Setali tiga uang, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) juga mencatatkan kinerja positif dari segi operasional maupun keuangan pada kuartal I/2022. Sementara itu, Associate Director, Chief of Research PT Fokus Finansial Janson Nasrial mengatakan tren bullish harga komoditas akan berlanjut sepanjang tahun ini. Sentimen tersebut yang akan menopang kinerja emiten-emiten di sektor terkait. Senada, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama mengatakan emiten komoditas tambang dan energi cenderung mencatatkan hasil keuangan yang positif pada kuartal I/2022.
Prinsip Koperasi dalam Aset Digital
Koperasi sebagai sokoguru pembangunan ekonomi telah lama terabaikan. Nasibnya kini, justru banyak disalahartikan. Tak jauh beda, hal serupa juga mendera investasi aset digital, khususnya kripto.
Di sisi lain, kesalahpahaman terhadap koperasi juga terjadi pada aset digital, terutama kripto. Stereotipe kripto telanjur negatif dipandang sebagai mata uang digital yang dibentuk dan ditransaksikan melalui blockchain. Umumnya, pemahaman masyarakat awam terhadap kripto terhenti di sini. Padahal, kripto merupakan salah satu bagian dari ekosistem blockchain yang melahirkan beragam aset digital lainnya dengan berbagai manfaat. Teknologi blockchain atau rantai blok inilah yang sesungguhnya menjadi harta bernilai tinggi pada era digital saat ini. Singgungan aset kripto dengan dunia finansial melahirkan penggunaan aset hingga tercipta perdagangan dan investasi.
KEBIJAKAN TATA NIAGA MINYAK SAWIT : 23 PERUSAHAAN DIIZINKAN EKSPOR
Pemerintah telah menerbitkan 251 persetujuan ekspor dengan alokasi 302.032 ton minyak sawit mentah dan turunannya pasca pencabutan larangan ekspor komoditas tersebut. Pada saat yang sama, pemerintah menargetkan harga minyak sawit curah berangsur turun dalam beberapa pekan mendatang. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan 251 persetujuan ekspor (PE) milik 23 perusahaan sudah keluar. PE tersebut diperoleh setelah perusahaan memenuhi kewajiban domestic price obligation (DPO) dan domestic market obligation (DMO) minyak sawit. Kemendag menargetkan alokasi ekspor CPO dan turunannya sebesar 1,04 juta ton sehingga diharapkan tangki bisa kosong dan tandan buah segar (TBS) sawit dari petani bisa segera terserap maksimal.
PRODUKSI KOMODITAS TAMBANG : Pengusaha Waspadai Cuaca
Pelaku usaha batu bara mewaspadai dampak cuaca kemarau basah di tahun ini terhadap produktivitas pertambangan di lapangan. Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyebut cuaca memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produksi batu bara di dalam negeri. Pasalnya, kegiatan produksi batu bara di wilayah kerja pertambangan akan dihentikan saat hujan turun untuk keamanan bekerja. “Faktor cuaca tentu saja berpengaruh terhadap aktivitas pertambangan. Akan tetapi, berapa besar dampaknya, kami belum tahu karena perlu pembanding data secara tahunan untuk melihat naik dan turunnya produksi,” kata Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia, Minggu (5/6). Berdasarkan Minerba One Data Indonesia, produksi batu bara secara year-to-date (YtD) mencapai 246,26 juta ton, atau sekitar 37,14% dari target sebanyak 663 juta ton di sepanjang tahun ini. Sementara itu, Plh. Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Djoko Widajatno memperkirakan produksi komoditas tambang di Tanah Air tahun ini akan terganggu oleh masalah cuaca.
IZIN PERTAMBANGAN : KEPASTIAN HUKUM DIPERLUKAN
Pemerintah harus memberikan kepastian hukum untuk menjamin keberlangsungan kegiatan usaha pertambangan di dalam negeri agar berjalan lancar dan mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.
Kepastian hukum dan investasi menjadi dua hal yang paling dicari oleh investor saat menanamkan modalnya. Untuk itu, pemerintah dan DPR perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif di Tanah Air. Peneliti Alpha Research Database Ferdy Hasiman mengatakan bahwa DPR seharusnya membantu pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan masukan yang bisa menarik para investor masuk ke dalam negeri. “Seharusnya DPR mengeluarkan pendapat yang terukur dan memahami dengan jelas konteks yang dibicarakannya terkait investasi,” katanya, Minggu (5/6).Hal tersebut disampaikan Ferdy terkait dengan permintaan Komisi VII DPR yang meminta pemerintah untuk tidak menjalankan dulu proses perpanjangan kontrak karya menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang akan berakhir pada 28 Desember 2025.Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Hariadi menyatakan bahwa pihaknya bakal membentuk panitia kerja atau Panja untuk mengevaluasi izin pertambangan kontrak karya (KK) yang sudah didapat INCO sejak 1968 di wilayah operasi Sulawesi.
Senada, Bisman Bakhtiar, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Pertambangan, mengatakan permintaan DPR untuk menunda proses perpanjangan izin Vale Indonesia bisa menimbulkan kegaduhan yang berujung kepada iklim investasi di dalam negeri. “Lebih baik pemerintah dalam memutuskan diperpanjang atau tidak diperpanjang didasarkan atas hasil evaluasi yang objektif dengan indikator yang jelas dan dilakukan secara transparan. Hal ini akan lebih terukur dan menjamin kepastian hukum. ”Terkait kontribusi Vale Indonesia yang dianggap minim, Bisman menyebut bahwa kontribusi perusahaan harus diukur dengan parameter yang jelas dan objektif berdasarkan peraturan perundang-undangan.
India yang Bebas dan Aktif di Tengah Polarisasi Dunia
Posisi India dalam sejumlah resolusi PBB terkait perang di Ukraina, dianggap cenderung dekat ke Kremlin. Apalagi India terang-terangan menambah impor minyak mentah dari Rusia. Menlu India Subrahmanyam Jaishankar, saat menjadi narasumber GLOBSEC’s Bratislava Forum, konferensi di Eropa Tengah yang membicarakan strategi global, 3 Juni 2022, berkata ”Sejujurnya, saya tidak melihat kaitan kebijakan nonblok dan impor minyak (dari Rusia). Eropa hari ini membeli minyak dan gas (dari Rusia). Saya baru saja membaca paket sanksi dari Eropa terhadap Rusia. Paket didesain dengan mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat Eropa,” kata Jaishankar. Jika AS dan Eropa bisa penuh pertimbangan demi kepentingan mereka sendiri, hal yang sama mestinya diterapkan untuk kepentingan negara lain. AS dan Eropa, bebas mengambil kebijakan agar ekonominya tidak traumatik. Pemerintah India, lanjut Jaishankar, tidak mengirim orang untuk membeli minyak Rusia. India mengirim orang untuk membeli minyak dengan harga terbaik yang tersedia di pasar.
”Jika AS dan Eropa punya perhatian dalam urusan ini, mengapa mereka tidak mengizinkan minyak dari Iran dan Venezuela masuk ke pasar? Mereka (AS dan Eropa) menutup sumber minyak lain. Lalu mereka (AS dan Eropa) bilang, kalian tidak boleh masuk ke pasar dan mendapatkan minyak terbaik untuk rakyat kalian. Saya pikir, itu bukan pendekatan yang adil,” tutur Dubes India untuk AS pada 2013-2015 itu. Padatnya kegiatan diplomasi India sejak April 2022 menunjukkan relevansi dan pentingnya India pada politik internasional mutakhir. India sibuk menerima kunjungan para ”diplomat top” dari Barat dan Timur, seperti Menlu China Wang Yi, Menlu Inggris Liz Truss, Menlu Rusia Sergey Lavrov, PM Jepang Fumio Kishida, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Daleep Singh.
Menlu Indonesia 2009-2014, Marty Natalegawa, berpendapat, India adalah negara demokrasi terbesar di dunia dengan 1,4 miliar jiwa penduduk. Saat ini, India memiliki PDB terbesar ke-6 di dunia. Merujuk pada PowerIndex yang diterbitkan Global Fire Power, India berada di urutan ke-4 negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. India adalah juga satu dari segelintir negara dengan program ruang angkasa yang sudah maju. Pengajar Ilmu Hubungan Internasional Unpad Teuku Rezasyah, menyatakan, India mempunyai kemampuan memetakan semua negara di dunia berdasarkan konsep Mandala, yang mencakup kekurangan-kelebihan serta kepentingan sejumlah negara. Salah satu faktor yang membuat India relevan dan penting dalam politik internasional mutakhir, adalah diplomasinya yang aktif di berbagai level. Modi dan Jaishankar hadir di banyak forum internasional. Kehadiran pemimpin negara dalam forum internasional menunjukkan keseriusan dan menunjukkan penghormatan terhadap hukum-hukum internasional. (Yoga)
Terkerek Mahalnya Pakan Ternak
Rudianto duduk termenung menanti pembeli di dalam kiosnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Kemarin siang, ia menjadi satu-satunya pedagang telur ayam yang membuka kiosnya di sana. Kios-kios lain yang bisa buka terlihat tutup. Berbincang dengan Tempo, Rudianto menceritakan menyusutnya jumlah pembeli yang datang ke kiosnya setelah periode Ramadhan usai. Ia menduga daya beli masyarakat cenderung menurun belakangan ini setelah harga berbagai komoditas pangan melambung. Lain di pasar, lain di warung. Berdasarkan pantauan Tempo di sebuah warung bilangan Condet, Jakarta Timur, harga telur dibanderol Rp32 ribu per kilogram. Pemilik warung, Dasmanto, mengatakan hanya mengambil keuntungan Rp.1 000 untuk setiap kilogram telur. "Saya dapat dari agen sudah Rp31 ribu per kilogram, padahal sebelumnya Rp 28 per kilogram," katanya. Mansuri menduga kenaikan harga telur disebabkan dua faktor, yakni distribusi dan tingginya harga pakan ternak untuk ayam petelur. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









