Ekonomi
( 40478 )PEMULIHAN EKONOMI : RESTRUKTURISASI KREDIT TERKENDALI
Kalangan perbankan optimistis restrukturisasi kredit perbankan dampak pandemi Covid-19 bakal terkendali seiring dengan perbaikan ekonomi dan pertumbuhan penyaluran kredit. Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Aestika Oryza Gunarto mengatakan restrukturisasi kredit BRI sampai dengan April 2022 senilai Rp138,57 triliun atau turun Rp110,75 triliun dibandingkan dengan total restrukturisasi Rp249,33 triliun. Aestika menambahkan sebagai antisipasi menghadapi berakhirnya masa restrukturisasi pada Maret 2023, perseroan telah menyiapkan pencadangan dan melakukan percepatan terhadap nasabah yang saat ini masih berstatus nonperforming di portofolio Covid-19. Hal senada disampaikan oleh Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk., Lani Darmawan bahwa portofolio restrukturisasi Covid-19 hingga April 2022 kian landai di bawah 4%. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. mencatat total kredit restrukturisasi per Maret 2022 terdapat 12,5% atau Rp77,4 triliun.
BAHAN BAKU OBAT : PEMERINTAH TEGAS TEKAN IMPOR
Pemerintah semakin serius memutus ketergantungan industri farmasi dalam negeri dari bahan baku impor dengan mengancam akan membekukan izin obat yang tidak menggunakan produk dalam negeri.
Ancaman tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyebut hingga kini masih ada perusahaan farmasi yang tidak mengikuti arahan pemerintah terkait penggunaan bahan baku obat dalam negeri. Padahal, pemerintah telah mengupayakan transformasi layanan kesehatan dengan membangun pabrik bahan baku obat di dalam negeri untuk memutus ketergantungan terhadap barang impor yang selama ini mencapai 90%.“Ada yang tidak menurut? Ada. Dia masih mau impor [bahan baku obat]. Yang seperti itu nanti kami akan panggil, dan kalau tidak datang juga, kami freeze obat-obatan dari farmasi tersebut,” katanya, Kamis (2/6). Budi mengatakan, pemerintah tidak akan segan untuk melakukan audit terhadap perusahaan farmasi untuk mengetahui apakah masih ada yang mengimpor bahan baku obat yang saat ini sudah diproduksi di dalam negeri.
Dia pun menyebut selama ini industri farmasi nasional banyak mengimpor bahan baku obat dari China dan India dengan nilai hingga ratusan triliun rupiah. Untuk itu, pemerintah menargetkan setidaknya bisa mengambil alih 10% bahan baku obat impor dengan memproduksinya di dalam negeri. Meski begitu, Budi juga mengakui pihaknya masih mendapat laporan terkait rumitnya regulasi dan perizinan untuk mengandalkan pasokan bahan baku obat lokal. Untuk itu, dirinya menjanjikan Kementerian Kesehatan akan memfasilitasi perusahaan farmasi untuk memperoleh bahan baku obat.
PASAR PROPERTI : Jabodetabek Tetap Menarik
Pasar properti di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diproyeksi tetap bisa bertumbuh, khususnya dari segi harga meskipun pemerintah bakal memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, mengatakan kesimpulan itu berdasarkan Indonesia Property Survey pada April 2022 yang dilakukan Knight Frank Indonesia. Dalam survei itu, 73% responden mengatakan bahwa pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tidak akan berdampak banyak terhadap pertumbuhan pasar properti, khususnya dari segi harga. “Kawasan Jabodetabek , khususnya Jakarta, akan tetap menjadi poros untuk beragam kegiatan bisnis dan investasi properti,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/6). Indonesia Property Survey juga mencatat beberapa kota lain yang potensial untuk investasi properti 3—5 tahun ke depan. Penajam Paser Utara, sebagai IKN, termasuk salah satu kota yang potensial untuk investasi properti oleh 16% responden.
Stop Bakar Uang, Startup Mulai Incar Profitabilitas
Ekspektasi pasar terhadap perusahaan rintisan atau startup makin menjulang. Jika sebelumnya investor memaklumi ritual bakar uang untuk memacu valuasi pasar, kini situasi berubah. Para pemilik modal mulai meminta perusahaan startup segera berbenah dengan mulai memupuk profitabilitas. Para pemilik modal juga semakin selektif saat memilih injeksi modal. CEO GOTO Andre Sulistyo menegaskan, GOTO akan terus berfokus mengejar profitabilitas, bukan terus-terusan membakar uang. GOTO juga akan terus membangun produk yang dibutuhkan masyarakat.
Bisnis Remitansi Industri Perbankan Melesat
Bisnis remitansi perbankan terus meningkat setelah sempat tertekan akibat pandemi Covid-19. Terlihat dari peningkatan frekuensi transaksi dari layanan pengiriman uang dari dan ke luar negeri ini.
Bank BNI misalnya, berhasil meningkatkan frekuensi transaksi 14,9% yoy menjadi 1,6 juta. Sedangkan nilai transaksi naik 27,6% yoy menjadi Rp 31,7 miliar pada April 2022.
Direktur Treasury dan Internasional BNI Henry Panjaitan mengatakan, pertumbuhan bisnis remitansi ditopang oleh sejumlah faktor. Pertama, transformasi digital dalam proses bisnis remitansi baik dari sisi front end dengan adanya fitur transfer internasional.
Kedua, adanya penambahan jumlah mitra yang menyalurkan transaksi remitansi ke Indonesia melalui BNI. Hingga akhir 2021, ada sekitar 100 mitra dan tambahan lima mitra baru pada April 2022.
Ketiga, pemulihan pasca pandemi Covid-19 telah mendorong transaksi nasabah dari negara-negara penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) maupun transaksi perusahaan - perusahaan yang melakukan ekspor impor.
Keempat, pertumbuhan customer based personal berkat kemudahan proses pembukaan rekening BNI secara digital. Dengan berbagai strategi bisnis yang berkelanjutan, BNI optimistis bisnis remitansi akan meningkat sampai akhir tahun.
Bank BUMN Menyunting IFG Life Rp 6,7 Triliun
IFG Life sebentar lagi akan mendapat penguatan modal senilai Rp 6,7 triliun. Sang induk, Indonesia Finansial Group (IFG) bakal menyuntikkan modal tersebut. Adapun, dana bersumber dari fundraising dari bank BUMN senilai Rp 6,7 triliun.
Wakil Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko mengatakan, dana tersebut telah mendapat persetujuan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bakal segera ditransfer ke IFG Life. Dana yang didapat dari bank-bank BUMN bukanlah semata-mata berbentuk uang. Sebab, utang tersebut berbasis dividen yang sudah disetujui pemerintah untuk melakukan pembayaran.
Kerjasama Dompet Digital
Dompet digital semakin semarak melakukan kerjasama dengan perusahaan asuransi. Terlebih, perkembangan teknologi digital saat ini menyebabkan dompet digital memiliki peran besar untuk ikut memperluas penetrasi industri asuransi dan investasi. Terbaru, perusahaan dompet digital Dana, berkolaborasi dengan perusahaan insurtech asal Singapura, Igloo menghadirkan asuransi kesehatan untuk gamer.
Indonesia Aman dari Stagflasi dan Resesi
Kalangan dunia usaha dan ekonomi menilai perekonomian nasional mulai bangkit. Indonesia juga relatif aman dari ancaman stagflasi dan resesi dibanding negara-negara lain. Agar pemulihan ekonomi nasional berlangsung lebih akseleratif, pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat dengan cara meredam kenaikan harga pangan, energi, dan kompensasi biaya industri. Selain itu, pemerintah selaku otoritas fiskal dan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter harus berupaya merespons sejumlah risiko, seperti pelarian modal asing (Capital flight), hiperinflasi, depresiasi rupiah, dan lonjakan utang luar negeri yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi ke arah stagflasi (inflasi tinggi dengan pertumbuhan ekonomi rendah), bahkan bisa mendorong perekonomian ke jurang resesi (pertumbuhan minus). Asalkan pemerintah bisa menciptakan intervensi-intervensi kebijakan yang tepat untuk menekan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan memangkas beban-beban biaya industri, target pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,2% bakal tercapai. (Yetede)
BI Bidik Bi-Fas Capai Rp 81 Triliun
Bank Indonesia (BI) mencatatkan nominal transaksi credit transfer BI-Fast mencapai Rp320,6 triliun, BI menargetkan transaksi BI-Fast mencapai Rp811 triliun. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan, sejak diimplementasikan pada Desember 2021, volume transaksi BI-Fast terus meningkat dengan likuiditas dan stabilitas sistem yang terjaga, khususnya selama bulan Ramadan dan Libur Idul Fitri. "Proyeksi BI mencapai Rp 811 triliun untuk transaksi sampai akhir tahun ini. Harapan kita akan tercapai, karena kita lihat yang namanya mobile banking itu penggunanya besar, sehingga transaksi akan lebih meningkat," terang Fili dalam taklimat media BI, Kamis (2/6). Melihat perkembangan volume dan nilai transaksi, Fili pun mengatakan capaian tersebut akan terus meningkat karena tiga faktor. Pertama, perluasan kanal pembayaran yang bermacam-macam, tidak hanya internet banking, tetapi juga mobile banking, teller di kantor cabang bank. Kedua, komunikasi dari BI dan juga perbankan terkait BI-Fast yang sudah masif dilakukan kepada masyarakat dan nasabah . Ketiga, onbording kepesertaan BI-Fast saat ini terdapat tiga batch. (Yetede)
BPS: Larangan Ekspor CPO Turunkan Harga Migor
Larangan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya mampu menurunkan harga minyak goreng (migor) pada Mei 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, migor deflasi 1,06% secara month on month (mom) pada bulan Mei. Kepala BPS Margo Yuwono menegaskan, harga migor curah turun menjadi Rp18.220 per kilogram pada Mei 2022, dibandingkan bulan sebelumnya Rp18.980 per kg. Namun harga migor kemasan malah naik dari Rp22.830 per liter pada April 2022 menjadi Rp 23.360 per liter bulan lalu. "Pelarangan ekspor CPO yang berlangsung 28 April-23 Mei 2022 berdampak terhadap harga migor yang turun, Buktinya, pada Mei 2022, migor deflasi," ucap Margodi Jakarta, Kamis (2/6). Sebelumnya, Kementerian Perindustrian memastikan harga eceran tertinggi (HET) migor curah tetap Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kg, meski program migor curah bersubsidi telah dicabut. Penyediaan migor murah terjangkau untuk masyarakat tetap melanjutkan dengan skema domectic market obligation serta domestic price obligation. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









