Ekonomi
( 40478 )Pisah dari MIND ID, Inalum Fokus Garap Smelter
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bakal berpisah atau split-off dari entitas Holding Industri Pertambangan atau Mineral Industry Indonesia (MIND ID) pada kuartal III atau IV tahun ini. Selanjutnya, Inalum akan beroperasi secara mandiri menjadi perusahaan pengoperasian smelter aluminium. Dengan pemisahan ini maka MIND ID akan berperan sebagai investment holding. Sementara Inalum akan fokus menjalankan kegiatan operasional. Pemisahan Inalum operating dari MIND ID sendiri merupakan bagian dari rencana Initial Public Offering (IPO). Seperti diketahui, holding pertambangan BUMN sendiri telah terbentuk sejak tahun 2019 yang lalu. Inalum ditunjuk menjadi induk holding yang bernama MIND ID tersebut. Setelah berpisah dengan operasional Inalum, MIND ID bakal bertindak sebagai strategic holding company. Kepemilikan sahamnya masih akan dikuasai pemerintah 100%. (Yetede)
Mensesneg Bantah Hubungan Jokowi dan Megawati Renggang
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno membantah isu yang beredar jika hubungan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengalami kerenggangan. Pratikno memastikan hubungan keduanya berlangsung sangat baik. Selain itu, terbaru Megawati yang menjabat Ketua Umum Pengarahan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) juga tidak datang di acara peringatan Hari Lahir Kesaktian Pancasila yang dihadiri Jokowi di Ende, Nusa Tenggara Timur. "Kan jangan diintepretasikan begitu dong, kan sangat banyak hal. Kan buktinya Pak Presiden juga hadir di Ende. Kan itu pokoknya tidak ada masalah dengan perpolitikan kita," tegas Pratikno. Sebelumnya, presiden kelima Megawati Soekarnoputri mengungkapkan alasannya tidak menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2022 di Ende. Ketua BPIP itu menegaskan telah menyampaikan informasi kepada Jokowi tentang ketidakhadirannya. (Yetede)
Berkibar Dikandang Sebelah
Menuai kritik dilingkup internal PDIP, Ganjar Pranowo justru semakin berkibar. Nama Gubernur Jawa tengah yang juga kader PDIP ini mencuat di sejumlah Partai politik yang tengah mencari sosok calon presiden dalam Pemilihan Umum 2024. Di Partai NasDem, misalnya, aspirasi menyokong Ganjar dalam bursa pasangan calon presiden dan wakil presiden mulai bermunculan. "Dengar dari beberapa, wilayah Aceh sebut nama Anies, Yogyakarta Ganjar dan Anies, Jawa Barat Anies, Kalimantan Selatan Anies, Sulawesi Tenggara Puan," kata Ahmad Ali, kemarin, Kamis, 2 Juni 2022. Walau begitu, Ahmad Ali mengatakan partainya belum mengambil keputusan." Kami belum prediksi siapa yang akan keluar nanti. Karena tiap wilayah beda pertimbangannya, yang dipengaruhi geografi dan sosiologi masyarakat," kata Ali. Dukungan pada Ganjar juga berpeluang datang dari Koalisi Indonesia Bersatu, yang digawangi Partai Golkar, PPP, dan PAN. (Yetede)
AS-UE Tambah Pengecualian dari Sanksi Rusia
AS dan Uni Eropa mengecualikan minyak, pupuk, dan produk pertanian dari daftar komoditas yang dikenai sanksi terhadap Rusia. Dubes AS di PBB Linda Thomas-Greenfield, Selasa (31/5) mengatakan, AS akan memberikan surat jaminan tak adanya sanksi bagi pupuk dan produk pertanian Rusia. Pasca-serangan Rusia ke Ukraina per 24 Februari lalu, Barat menjatuhkan berbagai sanksi kepada Rusia. (Yoga)
”Boom” Komoditas dan Energi, Pedang Bermata Dua
Perang Rusia-Ukraina telah menaikkan harga pangan dan energi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dan seperti mata uang, kenaikan harga pangan dan energi punya dua sisi: ia menaikkan terms of trade (ToT) (nilai tukar perdagangan), tetapi ia juga menimbulkan dampak negatif bagi kelompok rentan. Untuk negara penghasil SDA, seperti Indonesia, kenaikan harga komoditas dan energi akan meningkatkan ekspor, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi. Iniyang disebut wealth effect. Sayangnya, kenaikan ini hanya terjadi di satu sektor: SDA. Jika boom SDA ini terjadi cukup panjang, investasi dan faktor produksi akan berpindah ke sektor ini. Alasannya: ia memberikan keuntungan lebih besar ketimbang sektor lain. Akibatnya, produksi sektor di luar SDA, terutama manufaktur padat karyavakan menurun. Kenaikan ToT yang mencerminkan apresiasi nilai tukar secara riil juga akan membuat harga barang manufaktur kita jadi lebih mahal. Akibatnya, ia menjadi tak kompetitif. Fenomena ini disebut Dutch disease (penyakit Belanda).
Boom SDA telah mendorong terjadinya deindustrialisasi. Padahal, kita justru ingin mendorong industri manufaktur dengan mengurangi ketergantungan pada SDA. Singkatnya, kenaikan ToT akibat boom SDA, dalam jangka pendek akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi Indonesia. Namun, jika tidak hati-hati dalam pengelolaannya, dalam jangka panjang ia dapat menimbulkan penyakit Belanda. Kenaikan harga pangan ini juga kian mendorong inflasi yang memang sudah mulai tinggi. Mobilitas yang mulai normal telah mengembalikan aktivitas ekonomi. Permintaan meningkat kembali. Sayangnya, sisi produksi kalah cepat dibandingkan kenaikan permintaan. Inflasi melonjak. Situasi kian diperburuk akibat kenaikan harga energi dan komoditas serta disrupsi rantai pasok akibat pandemi. Kombinasi ini bisa mendorong stagflasi. (Yoga)
Supra Boga Beli 11 Gerai Giant
Peritel supermarket premium PT Supra Boga Lestari Tbk mengambil alih 11 gerai bekas Giant karena dinilai sesuai dengan strategi ekspansi. ”Kami melakukan penetrasi pasar (ekspansi) dan melakukan saturasi daerah tersebut. Ini adalah salah satu alasan kenapa kami mengambil alih 11 gerai Giant ini,” kata Dirut PT Supra Boga Lestari Tbk, Meshyara Kanjaya, pada paparannya, Selasa (31/5). Sepanjang 2021, Supra Boga menambah 19 toko baru. (Yoga)
KPPU Usut Korporasi di Hulu Industri Sawit
Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU melanjutkan pengusutan dugaan praktik kartel minyak goreng ke tahap penyidikan. Penguasaan lahan perkebunan sawit di hulu oleh segelintir kelompok usaha ditengarai ikut mendorong praktik kartel dan menghalangi upaya pengendalian harga minyak goreng di pasaran. Untuk sementara, penyidikan oleh KPPU masih fokus pada dugaan praktik kartel di sektor hilir, yaitu oleh para produsen minyak goreng sawit. Namun, berhubung sejumlah pelaku usaha skala besar minyak goreng ikut menguasai sebagian besar lahan perkebunan sawit, upaya penegakan hukum dapat dilanjutkan ke sektor hulu. ”Industri minyak goreng ibarat sungai yang sudah keruh dari hulu. Bagaimanapun usaha kita menjernihkan air sungai di muara tidak akan efektif karena sumber mata airnya di hulu sudah keruh,” ujar Ketua KPPU, Ukay Karyadi, Selasa (31/5).
KPPU mencatat, ada ketimpangan besar penguasaan lahan perkebunan sawit di hulu. Pada 2019 sebanyak 54,42 % luas kebun sawit dikuasai 0,07 % korporasi swasta. Lebih dari separuh lahan perkebunan sawit itu dikuasai oleh lima pemain besar. Menurut Ukay, sektor hulu yang dikuasai segelintir kelompok usaha akan memunculkan entry barrier atau hambatan bagi pemain baru serta memperkuat indikasi permainan kartel. Oleh karena itu, KPPU mendorong agar perizinan penguasaan lahan perkebunan sawit dibatasi dan tidak dikuasai oleh kelompok usaha tertentu. Menurut Direktur Kebijakan Persaingan KPPU Marcellina Nuring, belum ada regulasi yang tegas mengatur pembatasan izin penguasaan lahan perkebunan sawit di hulu. UU yang ada saat ini justru saling bertolak belakang. (Yoga)
MENANTI KONSISTENSI WASHINGTON DI ASIA TENGGARA
Di hadapan Presiden Joe Biden dan koleganya, bersama pemimpin negara-negara anggota ASEAN, saat KTT ASEAN-AS di Washington DC, ASt, Kamis (12/5), PM Malaysia Dato’ Sri Ismail Sabri Yaakob berbicara blak-blakan. Dia mengatakan, ada rasa frustrasi di kalangan para pemimpin negara-negara ASEAN ketika di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS keluar dari pakta perdagangan regional tahun 2017. AS adalah mitra penting bisnis ASEAN, sebagai investor asing terbesar dan mitra dagang terbesar kedua. Nilai perdagangan dua mitra itu 308,9 miliar USD pada 2020. AS juga membuat para pemimpin ASEAN merasa diabaikan ketika Trump memilih bersinggungan dengan Korut daripada menghadiri pertemuan langsung dengan para pemimpin ASEAN. Sampai akhir masa jabatannya, Trump tidak pernah bertemu dengan para pemimpin ASEAN. PM di Negeri Jiran itu mendorong AS untuk mengadopsi agenda perdagangan dan investasi yang jauh lebih aktif dengan ASEAN. ASEAN, demikian Ismail Sabri berusaha meyakinkan, akan menguntungkan AS secara ekonomi dan sebagai mitra strategis.
Biden menjawabnya sehari kemudian, Jumat (13/5). Dia mengatakan, di bawah kepemimpinannya, hubungan AS-ASEAN memasuki era baru, dengan pernyataan berisi 28 poin tentang visi bersama antara kedua pihak. AS dan ASEAN berencana untuk meningkatkan hubungan, dari kemitraan strategis menjadi kemitraan strategis komprehensif, November mendatang. Dalam KTT ASEAN-AS, Biden menjanjikan kucuran dana 150 juta USD atau Rp 2,191 triliun untuk kawasan ini. Komitmen keuangan baru tersebut mencakup investasi senilai 40 juta USD dalam infrastruktur, terutama untuk membantu dekarbonisasi pasokan listrik di kawasan (transisi energi baru terbarukan), 60 juta USD untuk keamanan maritim, dan 15 juta USD untuk pendanaan kesehatan, khususnya deteksi dini Covid-19 serta pandemi lain. Pendanaan tambahan akan membantu negara-negara ASEAN mengembangkan ekonomi digital dan UU kecerdasan buatan. Pemerintah AS juga menjanjikan pengerahan kapal-kapal Penjaga Pantai (US Coast Guard) ke perairan di kawasan untuk menghalau kapal-kapal China yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal. (Yoga)
Yield SBN Tertinggi di Asean
Hingga kini, tingkat imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia bertenor 10 tahun masih yang tertinggi di kawasan Asean. Kondisi ini tidak lepas dari kebijakan akselerasi pembangunan belasan tahun terakhir yang pendanaannya sangat bergantung pada utang. Pemicu lainnya rata-rata inflasi dan suku bunga Indonesia selama belasan tahun yang juga lebih tinggi dibandingkan negara-negara seperti Malaysia, Thailand, bahkan Filipina. Berdasarkan data per Mei 2022, yield SBN tenor 10 tahun Indonesia tercatat masih yang tertinggi di antara negara-negara peers di kawasan Asean yang yakni level 7,01%. Yield ini jauh di atas obligasi negara Malaysia dengan tenor sama yang mencatat hanya 4,19%. Sementara yield yang lebih rendah juga dimiliki oleh Thailand, Vietnam, dan Filipina yaitu masing-masing 2,85%, 3,24%, dan 6,72%. Sementara itu, seiring porsi kepemilikan asing di SBN yang terus menurun, kepemilikan perbankan justru menunjukkan peningkatan. (Yetede)
Laba Bersih 2021 Melonjak 459% Siloam Bagi Dividen Rp250 Miliar
PT Siloam International Hospitalss Tbk (SILO) akan membagikan dividen sebesar Rp 250 miliar atau setara Rp 19,3 per saham, yang mencerminkan dividend payout ratio sekitar 35% untuk tahun buku 2021. Laba bersih Siloam Hospital pada 2021 mencapai Rp700 miliar, melonjak 459% dibandingkan tahun sebelumnya. Pembagian dividen itu diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Di masa datang, dengan mempertimbangkan keadaan, Siloam Hospitals berencana untuk memberikan dividen kepada para pemegang saham. Tahun lalu, Siloam Hospitals mencatat kinerja finansial yang luar biasa. Pendapatan perseroan mencapai Rp7,6 triliun, meningkat 33% dibandingkan tahun 2020. EBITDA perseroan pada 2021 sebesar Rp1,96 triliun, meningkat 64% dibandingkan tahun 2020. Sedangkan laba bersih Siloam Hospitals tahun 2021 tercatat sebesar Rp700 miliar, dengan margin laba bersih pada 2021 mencapai 9% naik dari 2% pada 2020. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









