Terkerek Mahalnya Pakan Ternak
Rudianto duduk termenung menanti pembeli di dalam kiosnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Kemarin siang, ia menjadi satu-satunya pedagang telur ayam yang membuka kiosnya di sana. Kios-kios lain yang bisa buka terlihat tutup. Berbincang dengan Tempo, Rudianto menceritakan menyusutnya jumlah pembeli yang datang ke kiosnya setelah periode Ramadhan usai. Ia menduga daya beli masyarakat cenderung menurun belakangan ini setelah harga berbagai komoditas pangan melambung. Lain di pasar, lain di warung. Berdasarkan pantauan Tempo di sebuah warung bilangan Condet, Jakarta Timur, harga telur dibanderol Rp32 ribu per kilogram. Pemilik warung, Dasmanto, mengatakan hanya mengambil keuntungan Rp.1 000 untuk setiap kilogram telur. "Saya dapat dari agen sudah Rp31 ribu per kilogram, padahal sebelumnya Rp 28 per kilogram," katanya. Mansuri menduga kenaikan harga telur disebabkan dua faktor, yakni distribusi dan tingginya harga pakan ternak untuk ayam petelur. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023