Ekonomi
( 40478 )Blibli Dikabarkan Bidik Dana US$ 500 Juta dari IPO
Satu lagi unicorn, perusahaan teknologi dengan valuasi di atas US$ 1 miliar, dalam negeri akan masuk bursa saham. Kabar yang diterima KONTAN, PT Global Digital Niaga, pengelola situs e-commerce Blibli.com, akan menggelar penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Blibli disebut-sebut sudah menunjuk Credit Suisse First Boston (CSFB) dan Morgan Stanley untuk menghelat IPO tersebut. Kabarnya, Blibli membidik US$ 500 juta dari IPO di BEI. "Paling cepat Juni atau Juli," kata sumber KONTAN yang mengetahui rencana itu, kemarin.
Penerbitan Utang Valas Semakin Terbatas
Penerbitan surat utang dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 mulai direm. Hal ini seiring meningkatnya risiko akibat ketidakstabilan perekonomian global.
Sebagai gambaran total target penerbitan SBN 2022 mencapai Rp 973,6 triliun. Adapun porsi SBN valas sekitar 18% -20% dari target tersebut atau senilai Rp 175,25 triliun hingga Rp 194,72 triliun. Adapun sejak awal tahun hingga awal Juni 2022, pemerintah telah menerbitkan empat SBN valas. Pertama, global bond pada Maret sebesar US$ 1,75 miliar. Kedua, sukuk global pada Mei sebesar US$ 3,25$ Ketiga, samurai bond belum lama ini sebesar JP
¥ 81 miliar. Keempat, penerbitan SBN valas untuk peserta Tax Amensty Jilid II dengan total US$ 5,99 juta.
Penyatuan NIK dan NPWP Ditargetkan Berlaku 2023
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemkeu) segera memberlakukan integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam sistem pembayaran pajak.
Targetnya kebijakan ini akan dilakukan pada 2023
Mengalap Peluang Krisis Listrik India
Krisis listrik yang melanda India turut mengangkat harga batubara. Ini tercermin dari harga batubara acuan (HBA) Juni 2022 yang naik 17% per ton menjadi US$ 323,91 per ton.
Menurut Kementerian ESDM, pemerintah India telah meningkatkan jumlah impor batubara, seiring ketatnya suplai batubara dari produsen domestik untuk pembangkit listriknya. Selain itu, kenaikan HBA Juni juga dipengaruhi kebutuhan batubara China. Direktur Utama PT Harum Energy Tbk (HRUM) Ray Antonio Gunara tak menampik, krisis listrik di India menjadi peluang bagi HRUM untuk menggenjot penjualan ke negara tersebut. Dalam beberapa tahun ke belakang, HRUM tidak melakukan penjualan ke India. Ke depan, HRUM terus menjajaki peluang peningkatan ekspor ke India.
Bank Fokus Kejar Dana Murah
Tren penurunan suku bunga mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi di deposito. Di tengah penurunan bunga, bank fokus mengejar dana murah (CASA) untuk menekan biaya dana.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, nilai deposito perbankan per April 2022 Rp 2.821 triliun, atau tumbuh 1,0% year-on-year (yoy). Jika dihitung dalam basis kalender dan bulanan, nilai deposito April turun masing-masing 1,3 % dan 0,1%. Sedang dana murah, seperti tabungan dan giro, tetap tumbuh. Secara tahunan, kedua simpanan itu tumbuh signifikan. Nilai giro per April tumbuh 18,4% yoy sedang tabungan meningkat 15,9%. Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga meningkatkan porsi dana murah demi mendorong efisiensi biaya dana.
Bahana Kelola Dapen BUMN Rp 193,83 Triliun
Kegiatan pengelolaan aset investasi dana pensiun (dapen) milik BUMN bakalan diserahkan ke anak usaha Indonesia Financial Group yakni PT Bahana TCW Investment Management.
Alasannya, pengelolaan dana pensiun BUMN saat ini masih terpecah-pecah di antara perusahaan pelat merah. Belum lagi, ada segudang masalah di beberapa dapen BUMN. Jika penyerahan terjadi, maka Bahana TCW Investment Management akan mengelola dana jumbo. Karena jika merujuk data OJK hingga April 2022, investasi dana pensiun sebesar Rp 323,05 triliun. Surat Berharga Negara merupakan instrumen pengisi portofolio dengan nilai paling besar Rp 93,64 triliun. Nah dari dana itu menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Moeljadi ada sekitar 60% dari total portofolio industri milik BUMN. Berarti, Bahana TCW Investement Management bisa mengelola nilai portofolio sekitar Rp 193,83 triliun.
KEBIJAKAN SUKU BUNGA : BANK DULANG UNTUNG LEBIH BESAR
Mengutip data analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia, rata-rata bunga kredit perbankan pada April 2022 sebesar 9,01%. Sementara bunga simpanan berjangka 3 bulan tercatat 2,99%. Komponen bunga itu membentuk selisih atau spread antara bunga kredit dan bunga simpanan berada di kisaran 6,02%. Jika dicermati, bunga kredit berada dalam tren turun. Demikian juga dengan bunga simpanan berjangka. Sepanjang tahun ini, bunga kredit turun 15 basis poin (bps), dan sebaliknya, bunga simpanan jangka 3 bulan turun 20 basis poin. Dalam 3 tahun terakhir, penurunan bunga simpanan terlihat mengalami akselerasi dibandingkan dengan penurunan bunga kredit.
PROSPEK SEKTORAL : Kinerja Industri TPT Melandai
Pada kuartal I/2022, kinerja industri TPT tumbuh 12,45%. Namun, pada kuartal II/2022 kombinasi impor bahan baku tekstil dan menurunnya permintaan setelah Lebaran membuat kinerja industri melandai. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serta dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Wirawasta mengatakan dampak impor bahan baku makin terasa kala permintaan lesu. Di sisi lain, sentimen harga murah bahan baku impor menjadi pendorong bagi menurunnya permintaan terhadap produk TPT lokal. Pasalnya, dalam kurun 2 pekan terakhir karena barang impor disinyalir sudah mulai membanjiri pasar domestik. Menurutnya, Indonesia tidak perlu mengimpor bahan baku tekstil karena kapasitas produksi nasional jauh di atas tingkat konsumsi. Total konsumsi TPT nasional, lanjut Redma, sekitar 2 juta ton. Sementara itu, kapasitas produksi industri tekstil Tanah Air dari hulu ke hilir lebih dari 10 juta ton. Oleh karena itu, asosiasi telah mengirimkan surat permohonan agar impor ditutup.
Memeratakan Infrastruktur Sistem Pembayaran Ritel
Berbeda dengan infrastruktur fisik, pembangunan infrastruktur sistem pembayaran ritel masih sangat mengandalkan kontribusi pihak swasta. Biaya investasi dan implementasi infrastruktur sistem pembayaran ritel sebagian besar ditanggung oleh para pelaku industri, yaitu penyedia jasa pembayaran (PJP) dan penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran (PIP). Para pelaku sistem pembayaran tersebut notabene pihak swasta, yaitu bank-bank dan perusahaan-perusahaan teknologi finansial yang berorientasi komersial. Hal ini menimbulkan permasalahan mendasar, yaitu kurang meratanya infrastruktur pembayaran ritel yang sangat penting bagi infrastruktur digital nasional. Contohnya, pengembangan jaringan pembayaran menggunakan mesin EDC (mesin gesek kartu) yang ada di kasir-kasir. Biaya investasi, pemasangan, perawatan, dan operasi mesin EDC tidak murah.
Inisiatif QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dari BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) patut diacungi jempol. Namun, implementasi QRIS tidaklah langsung menyelesaikan permasalahan. QRIS, khususnya yang menggunakan stiker QR, memang lebih murah, tetapi tetap membutuhkan biaya akuisisi, pemasangan, perawatan, dan operasi. Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi QRIS jauh lebih kecil dibandingkan transaksi menggunakan kartu. Jika rata-rata transaksi kartu debit Rp 700.000-an, rata-rata transaksi QRIS hanyalah Rp 30.000-an. Ini mengakibatkan pendapatan per transaksi QRIS lebih rendah daripada transaksi kartu. BI memang sudah mendorong akuisisi merchant QRIS sehingga pada akhir tahun 2021 mencapai 12 juta. Meski demikian, di lapangan banyak merchant yang memasang lebih dari satu stiker QRIS sehingga jumlah merchant unik pasti lebih rendah. Selain itu, karena pertimbangan komersial, implementasi QRIS di daerah-daerah terpencil juga masih sedikit. (Yoga)
RI-Australia Bisa Jadi Poros Stabilitas Kawasan
Presiden Jokowi dan PM Australia Anthony Albanese sama-sama mengutamakan stabilitas dan perdamaian kawasan. Oleh karena itu, kompetisi China melawan AS bersama sekutu harus dikelola dengan baik agar tak pecah menjadi konflik terbuka di kawasan Indo-Pasifik. ”Strategic competition di kawasan perlu dikelola dengan baik untuk menghindari terjadinya konflik terbuka. Budaya damai dan strategic trust perlu terus diperkuat,” ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama PM Albanese di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (6/6). Tukar pandangan soal isu kawasan dan dunia menjadi salah satu tema dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin. Temanya mencakup perang di Ukraina, kerja sama Indo-Pasifik, dan penguatan kemitraan pembangunan di Pasifik.
PM Albanese menyebutkan, Indonesia sudah berada di jalur untuk menjadi satu dari lima ekonomi terbesar dunia. Oleh karena itu, Albanese memprioritaskan revitalisasi hubungan dagang dan investasi kedua negara. Dia meminta menteri-menteri di bidang ekonomi untuk berkoordinasi rutin. Dalam konferensi pers terpisah di Jakarta saat menjawab pertanyaan wartawan, PM Albanese menjanjikan visi Australia yang mengedepankan keamanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. ”Kita harus mengakui, memang ada persaingan kekuatan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. Pengaruh China semakin membesar. Permasalahannya, perilaku mereka di Laut China Selatan sangat intrusif dan agresif,” katanya. Soal Pakta Pertahanan Australia-Inggris-AS / AUKUS, PM Albanese melanjutkan, harus dibahas secara lebih mendalam dengan Indonesia dan dibutuhkan pertemuan-pertemuan berikutnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









