Ekonomi
( 40789 )TAMAN NASIONAL KOMODO, Tarif Baru Berlaku, Regulasi Menyusul
Tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) sebesar Rp 3,75 juta per orang mulai diterapkan pada Senin (1/8) eski belum ada regulasi yang mendasarinya. Pemprov NTT baru akan merumuskan tarif itu ke dalam perda. Sejumlah praktisi dan pengamat hukum menyarankan sebaiknya tarif baru itu ditangguhkan untuk sementara sampai terbit dasar hukumnya. Dengan begitu, ada kepastian hukum. Jika tetap dipaksakan, hal itu dapat dianggap sebagai bentuk pungutan liar dengan berbagai konsekuensi hukumnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Zeth Sony Libing (2/8, mengatakan, penyusunan peraturan daerah mengenai tarif itu kini mulai diproses. ”Sebelum perda, kami akan terbitkan dulu pergub,” katanya. Emanuel Passar, praktisi hukum di Kota Kupang, berpendapat, jika belum ada dasar hukumnya, tarif baru belum bisa diterapkan. Tanpa dasar hukum, penarikan tarif itu bisa dikategorikan sebagai pungutan liar. Selama ini, tarif masuk ke wilayah taman nasional mengacu pada PP No 12 Tahun 2014. Jika tetap dipaksakan, kebijakan tersebut akan menjadi preseden buruk dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. (Yoga)
Jakarta-Phnom Penh Usut TPPO WNI di Kamboja
Sebanyak 62 warganegara Indonesia (WNI) korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO di Kamboja mulai mengikuti proses wawancara dan penanganan kasus mereka. Pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kamboja guna memastikan penegakan hukum berjalan. Pada Selasa (2/8), turut masuk 27 kasus aduan TPPO baru yang masih diproses KBRI dan Kemlu. ”Saya akan bertemu dengan Mendagri Kamboja karena keimigrasian merupakan wewenang mereka,” kata Menlu Retno Marsudi setelah bertemu dengan para korban TPPO. Retno didampingi Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha, Dubes RI untuk Kamboja Sudirman Haseng, dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Arief Sulistyanto.
Mereka mendengarkan pengakuan para korban, mulai dari modus yang dipakai untuk merekrut mereka di Tanah Air hingga perlakuan terhadap mereka ketika dipaksa bekerja di Kamboja. Dalam audiensi itu, mayoritas korban TPPO yang hadir adalah mereka yang diselamatkan dari sebuah perusahaan penipuan daring di Sihanoukville. Ada juga korban TPPO yang berhasil melarikan diri, dari kota Bavet dan Phnom Penh. Retno menjelaskan, Kemenlu tengah merunut ulang setiap kasus yang diadukan para korban. Dari sana akan dilihat unsur-unsur yang memenuhi indikator TPPO. Apabila bukti-bukti telah lengkap, Kemenlu menyerahkannya kepada Polri yang bekerja sama dengan kepolisian nasional Kamboja. Kemarin, Retno juga bertemu dengan Kepala Kepolisian Nasional Kamboja Jenderal Neth Savouen, di Phnom Penh. (Yoga)
Diplomasi Jokowi ke Asia Timur
Presiden Jokowi untuk kesekian kali berkunjung ke China, 25 Juli 2022, dirangkai dengan kunjungan ke Jepang dan Korsel. Muhibah sekaligus ke tiga negara makmur ini memantik dugaan publik bahwa kunjungan ini kental dengan diplomasi ekonomi, karena ketiga negara adalah mitra ekonomi utama Indonesia di Asia. Pada hari yang sama Presiden Jokowi bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing, Panglima TNI Andika Perkasa mengadakan pembicaraan kerja sama militer dengan Panglima Angkatan Bersenjata AS. Dua peristiwa yang berpaut jarak secara geografis, tetapi memiliki arti kuat dalam hubungan strategis Indonesia dan dua negara sahabat (AS dan China).
Ada dua hal menarik untuk dicermati, yaitu diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Jokowi ke tiga negara Asia Timur (China, Jepang, Korsel), dan latihan bersama militer Indonesia-AS. Dalam dekade terakhir ini China menunjukkan sikap agresif dan tegas dalam isu Laut China Selatan (LCS). Bahkan terhadap Indonesia sekalipun, yang jelas memiliki legitimasi hukum internasional dalam hak berdaulatnya di kawasan ZEE di Laut Natuna Utara. Kedekatan ekonomi tak membuat Indonesia rikuh bersikap tegas terhadap China. Apabila sudah menyangkut kedaulatan teritorial, Indonesia tak segan mengatakan tidak, terhadap China sekalipun.
Sejauh ini hanya AS dengan armada lautnya yang sudah bercokol sejak lama di Asia Pasifik yang bisa melakukan perimbangan kekuatan sehingga bisa menekan potensi konflik. Dalam perspektif perimbangan kekuatan inilah latihan militer AS dengan negara anggota ASEAN menemukan relevansinya. Menekan potensi konflik juga bisa dilakukan melalui diplomasi ekonomi. Salah satu misi diplomasi ekonomi Presiden Jokowi ke Asia Timur adalah menarik investasi. China dalam banyak isu geopolitik dekat dengan Rusia. Sementara Jepang dan Korsel secara militer dan politik sangat dekat dengan AS. Dengan adanya dinamika politik di LCS dan Laut Natuna Utara, sejatinya muhibah itu akan berdampak pula pada upaya menekan potensi konflik dan menjaga kedaulatan teritorial Indonesia. (Yoga)
Tiket.com Luncurkan Jagoan Pariwisata
Agen perjalanan daring Tiket.com meluncurkan program Jagoan Pariwisata yang di dalamnya berisi pelatihan dan mentoring bagi pelaku usaha ataupun pengelola desa wisata. Chief People Officer Tiket.com Dudi Arisandi, Selasa (2/8) menyebutkan, pada tahap awal terdapat empat desa wisata sasaran program, yakni Desa Mulyaharja di Bogor, Desa Condet di Jaktim, serta Desa Kaki Langit Mangunan dan Desa Dewi Sambi di Yogyakarta. (Yoga)
UMKM, Terus Berjuang Meningkatkan Keberhasilan
UMKM punya posisi sangat vital bagi perekonomian nasional. Keberadaannya menjadi sandaran kehidupan mayoritas tenaga kerja di Indonesia dan menjadi kontributor terbesar kemajuan nasional. Perhatian pemerintah dapat membuat kinerja kelompok usaha ini makin optimal. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2019, UMKM di Indonesia mencapai 65,47 juta unit usaha, terdiri dari 64,60 juta unit usaha mikro, 798.680 unit usaha kecil, dan 65.000 unit usaha menengah.
Secara akumulasi, jumlah UMKM ini mencapai 99,99 % unit usaha yang ada di Indonesia. Hanya menyisakan 0,01 % untuk usaha besar yang jumlahnya 5.637 unit usaha. Banyaknya unit usaha serta serapan tenaga kerja pada UMKM membuat sektor usaha ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Pada tahun 2019, sumbangan UMKM pada PDB Indonesia Rp 9.580 triliun atau 60 % total PDB. Nominal ini satu setengah kali lipat kontribusi usaha besar yang mencapai 40 % PDB nasional atau Rp 6.251 triliun.
Dominasi UMKM itu sejatinya tidak sekokoh seperti yang tergambarkan secara makro ekonomi. Besar secara unit usaha, tetapi produk yang dihasilkan atau diperjual belikan secara umum belum sepenuhnya mampu bersaing ditataran global. Sebagian besar masih untuk memenuhi kebutuhan domestik. Produk UMKM yang mampu menembus pasar ekspor hanya 15 %. Itu pun sebagian besar berasal dari unit usaha menengah, dengan sumbangan 11,6 %. Untuk unit usaha mikro dan kecil, jumlah komoditas yang mampu diekspor hanya 1,4 % dan 2,6 %. Sementara ekspor komoditas dari usaha besar di Indonesia 84 % seluruh komoditas nasional yang dikirim ke luar negeri. (Yoga)
Jangan Remehkan Ancaman Resesi
Meski kondisi ekonomi relatif stabil dan sedang memasuki fase ekspansi, Indonesia tidak boleh meremehkan ancaman resesi global. Tiga negara dan satu kawasan—AS, RRT, India, dan Uni Eropa—yang mewakili 62,1% PDB dunia sedang dilanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dan hiperinflasi (stagflasi), bahkan terancam resesi. Selain memperkuat stabilitas moneter, fiskal, dan jasa keuangan, pangan dan energi dipastikan cukup tersedia. Pemerintah diimbau tidak mengambil kebijakan yang melawan pasar dan menaikkan harga barang dan jasa. Lebih lanjut, dengan porsi PDB yang hampir mencapai dua per tiga PDB dunia, ekonomi ketiga negara dan satu kawasan tersebut akan menjadi penentu arah pertumbuhan ekonomi dunia. Karena, tingkat permintaan dunia mayoritas disumbang oleh mereka, sehingga ketika permintaan keempatnya melemah, tingkat produksi dan perdagangan global ikut melemah. Hal ini akan berdampak kepada negara-negara berkembang yang mayoritas adalah pemasok bahan baku dunia. Bahkan, ketika ketidakpastian global meninggi, pasar keuangan akan ikut terdampak. (Yetede)
241 Smart Branch by Mandiri Hadir di Seluruh Indonesia
Bank Mandiri kembali melanjutkan transformasi digital dengan menghadirkan 241 Smart Branch by Mandiri secara serentak di seluruh Indonesia. Inovasi Smart Branch by Mandiri yang kali ini diluncurkan telah mengadopsi fitur-fitur layanan baru yang berorientasi kepada nasabah atau customer centric. Melalui fitur-fitur ini, nasabah yang datang ke Smart Branch by Mandiri akan merasakan pengalaman perbankan yang cepat, mudah, aman dan andal dengan dukungan digital technology. Direktur Utama Bank Mandiri
Darmawan Junaidi menjelaskan, langkah transformasi digital ini juga merupakan bagian dari inisiatif Bank Mandiri dalam mendorong peningkatan literasi keuangan digital di Tanah Air. Untuk itu, transformasi Smart Branch by Mandiri akan hadir dalam tiga tipe, antara lain Digital Box, Hybrid Branch, dan Upgrade Branch. “Ketiga tipe ini diharapkan dapat mengakomodir seluruh karakter nasabah maupun masyarakat yang masih membutuhkan layanan perbankan di cabang maupun edukasi finansial dengan lebih nyaman dan interaktif,” ujar Darmawan dalam peresmian, Jumat (29/7/2022). (Yetede)
LPS: Deposito Valas Pindah ke Giro, Bukti Ekspansi Dunia Usaha
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai belum waktunya untuk menaikkan tingkat bunga penjaminan (TBP) valuta asing (valas) dari saat ini 0,25%. Disisi lain, LPS mencatat terdapat perpindahan dana dari deposito valas ke giro valas yang menunjukkan adanya optimisme dunia usaha atau pemilik dana untuk ekspansi bisnis. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pihaknya terus mempertimbangkan berbagai faktor dan dinamika yang terjadi untuk mengubah TBP. Berdasarkan data LPS, sampai saat ini belum ada indikasi kuat pengalihan dana simpanan berbentuk valas ke luar negeri. Total dana pihak ketiga (DPK) valas di perbankan sampai dengan Juni 2022 masih tumbuh 4,5% year on year (yoy). Pengamatan lebih detail terhadap data tersebab menunjukkan bahwa pada Januari 2022 deposito valas mencapai US$ 21,42 miliar, sedangkan pada Juni 2022 turun menjadi US$ 19,904 miliar. (Yetede)
Hasil Lelang SUN di Atas Target Indikatif
Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyerap pembiayaan Rp 19,06 triliun dari hasil lelang surat utang negara (SUN), Selasa (2/8). Jumlah itu di atas target indikatif Rp 15 triliun, namun di bawah target maksimal Rp 22,5 triliun. Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Ridwan mengatakan, dalam lelang kali ini, total penawaran yang masuk mencapai Rp 36,91 triliun, naik dari lelang sebelumnya Rp 29,46 triliun. Hal menarik, minat investor asing di pasar perdana meningkat 46% jika dibandingkan lelang sebelumnya, dari Rp 4,76 triliun menjadi Rp 6,95 triliun. Minat investor asing masih tertuju pada SUN tenor lima dan 10 tahun, dengan total awarded bids sebesar Rp 4,97 triliun. “Investor sudah mulai risk on pascahasil FOMC (Federal Open Market Committee) meeting Juli lalu yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Selain itu, muncul sinyal The Fed tidak akan seagresif sebelumnya dalam menormalisasi kebijakan tingkat suku bunga,” kata Deni, Selasa (2/8). (Yetede)
Astrindo Nusantara Akuisisi Tambang Batu Bara Rp 7 Triliun
Emiten infrastruktur tambang, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), mengakuisisi PTT Mining Ltd Hongkong (PTTML) senilai US$ 471 juta atau setara Rp 7 triliun. PTTML saat ini memiliki beberapa konsesi tambang batu bara, antara lain di Brunei Darussalam, Madagaskar, dan tiga tambang batu bara di Kalimantan, Indonesia. “Akuisisi PTTML memiliki peluang yang sangat baik melihat harga batu bara saat ini. Namun, niat kami membeli tambang batu bara dimulai jauh sebelum lonjakan harga baru-baru ini,” kata Direktur Utama Astrindo Ray Anthony Gerungan, dalam keterangan resmi, Selasa (2/8/2022). Direktur Astrindo Michael Wong menegaskan, dampak langsung dari akuisisi PTT Mining ke BIPI sangat besar. Kinerja keuangan BIPI tahun ini diyakini akan menunjukkan peningkatan yang tajam seiring dengan kenaikan harga batu bara global. Michael mengungkapkan, BIPI telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja keuangan dan operasional di tahun ini, dengan terus meningkatkan keunggulan. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









