Ekonomi
( 40753 )Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
Kisruh kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) diikuti mogok para pelaku wisata dan kehadiran aparat bersenjata di Labuan Bajo, NTT, merusak citra situs warisan dunia itu. DPR akan memanggil para pemangku kepentingan untuk mencari solusi masalah itu. Anggota DPR asal NTT, Andreas Hugo Pareira, mengutarakan, pihaknya akan mengundang Kemenparekraf, pelaku wisata, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo-Flores, serta PT Flobamor. Menurut anggota Fraksi PDI-Perjuangan itu, kondisi saat ini merusak citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata superprioritas. Labuan Bajo mendapat perhatian besar pemerintah pusat di era kepemimpinan Presiden Jokowi. Banyak program pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan warga digelontorkan di sana senilai triliunan rupiah.
Daya tarik pariwisata Labuan Bajo adalah reptil purba komodo yang hidup di lima pulau di kawasan TNK. Binatang purba itu satu-satunya di dunia dan termasuk tujuh keajaiban dunia. Tahun 2019, ada 221.000 turis berkunjung ke sana, rekor tertinggi sebelum anjlok akibat pandemic Covid-19. Sebelumnya pemerintah menaikkan tarif masuk ke Pulau Komodo dan Padar dari sekitar Rp 200.000 menjadi Rp 3,75 juta. Kenaikan tarif itu diprotes pegiat wisata dan warga lokal karena khawatir hal itu membuat jumlah kunjungan wisatawan berkurang. Selain itu, para pelaku wisata dan warga juga tidak setuju dengan kehadiran PT Flobamor yang dinilai memonopoli bisnis wisata di Labuan Bajo, mulai dari pendaftaran, penginapan, kapal wisata, hingga makanan. PT Flobamor adalah badan usaha milik Pemprov NTT. (Yoga)
Cukai Rokok Tidak Optimal, Rp 108,4 Triliun Hilang
Kenaikan tarif cukai untuk mengendalikan konsumsi produk hasil tembakau dinilai tidak optimal. Akibatnya, negara diperkirakan kehilangan Rp 108,4 triliun yang sebenarnya bisa didapat jika kebijakan cukai progresif. Demikian studi Southeast Asia Tobacco Control Alliance (Seatca) terhadap Indonesia pada 2022 yang dipaparkan secara daring, Rabu (3/8). Studi ini menghitung pendapatan negara dan jumlah nyawa yang bisa diselamatkan jika tarif cukai rokok dinaikkan serta jika struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT) disederhanakan.
”Setidaknya Rp 108,4 triliun hilang akibat kebijakan cukai yang tidak optimal serta 457.700 masyarakat Indonesia meninggal karena masalah rokok. Jika layer cukai tembakau disederhanakan secara progresif, penerimaan negara dan dampaknya pada kondisi kesehatan masyarakat akan membaik seiring waktu,” kata Program Officer Seatca Anton Javier. Jika dimanfaatkan, potensi pendapatan negara itu dapat dipakai untuk pemulihan pasca pandemi Covid-19. Misalnya, untuk mengantisipasi potensi pandemi ke depan, juga untuk pendidikan. (Yoga)
Petani Sawit Masih Merugi
Petani belum ikut menikmati efek positif pembebasan pungutan ekspor minyak sawit mentah yang sudah dirasakan pelaku industri kelapa sawit sejak 15 Juli 2022. Harga tandan buah segar atau TBS petani masih di bawah Rp 1.500 per kg dan ada pula pabrik yang belum mau menampung hasil panen mereka dengan alasan tangki CPO penuh. Usman Ermulan dari Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Jambi mempertanyakan pembebasan pungutan ekspor CPO belum berdampak signifikan terhadap petani kelapa sawit di daerah.
Dalam kunjungan kerja ke Jambi, Selasa (2/8), Mendag Zulkifli Hasan memperkirakan harga TBS sawit petani akan mencapai Rp 1.800 per kg dalam dua hari dan di atas Rp 2.000 per kg hingga dua pekan ke depan. Prediksi kenaikan harga disebut Zulkifli merupakan efek Permenkeu No 115/PMK.05/2022. Aturan ini membuat tarif pungutan ekspor CPO dan produk turunannya menjadi 0 USD per ton pada 15 Juli-31 Agustus 2022. Upaya lainnya adalah membuka keran ekspor. Mendag juga meminta pemda memanggil para pemilik pabrik kelapa sawit menaikkan harga beli TBS sawit ke petani. (Yoga)
Mitratel Tambah Capex Jadi Rp 14 Triliun
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menambah alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini menjadi Rp 14 triliun, dari rencana awal sekitar Rp 10 triliun. Peningkatan capex dilakukan seiring realisasi ekspansi yang berjalan lebih cepat, terutama terkait akuisisi 6.000 menara telekomunikasi (tower) Telkomsel. Capex bertambah karena akuisisi tower yang tadinya ditargetkan 3.000 menjadi 6.000. Jadi capex meningkat dari sekitar Rp 10 triliun menjadi Rp 14 triliun,” kata Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel Hendra Purnama dalam media gathering di Jakarta, Selasa (8/2). Sementara itu dari sisi kolokasi, lanjut Hendra, ada penurunan dari 3.000 ke 2.500 karena kondisi mobile network operator (MNO) yang sedang melakukan
konsolidasi bisnis. Konsolidasi yang dilakukan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) berdampak pada adanya perlambatan order ke perseroan. Revisi tersebut dilakukan seiring dengan keberhasilan perseroan order serat optik sepanjang 8.000 km. “Jadi, akhir tahun ini kami yakin bisa menyelesaikan serat optik sepanjang 9.000 km. Kami bukan hanya mendapatkan order, tetapi juga
menyelesaikan pembangunan serat optik,” tutur Hendra. (Yetede)
Banggar DPR: Inflasi 2022 Bisa Sentuh 6,5%
Badan Anggaran (Banggar) DPR memprediksi inflasi sepanjang 2022 bisa menyentuh 6-6,5%, dibandingkan 2021 sebesar 1,87%. Pada Juli 2022, inflasi mencapai 4,9% secara tahunan (year on year/yoy), di atas target sasaran Bank Indonesia (BI) 3% plus minus 1%. Ketua Banggar DPR Said Abdullah menegaskan, pemerintah sudah berupaya menjaga lonjakan inflasi, dengan menjalankan kebijakan subsidi terhadap barang yang masuk komponen harga diatur pemerintah (administered prices). Sementara itu, BI menjalankan sejumlah kebijakan moneter untuk menahan laju inflasi. “Tetapi, inflasi masih bisa naik, paling tinggi berkisar 6-6,5% tahun 2022, dengan mempertimbangkan sejumlah langkah pemerintah. Sesungguhnya, saya berharap BI bulan depan bisa menaikkan suku bunga acuan berkisar 75-100 basis poin (bps) supaya inflasi tidak sampai 7%. Karena kalau sampai 7%, ini akan mengkhawatirkan bagi kita semua,” ucap Said saat dihubungi Investor Daily pada Rabu (3/8). “Akan tetapi, pagu subsidi yang disiapkan dalam APBN nampaknya perlu ditambah. Hitungan saya, penambahannya tidak besar,” ucap Said. (Yetede)
Komitmen Kerja Sama Ekonomi dan Ketahanan Rantai Pasokan
Pertemuan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Rabu (3/8) di Kantor Presiden di Taipei. Tsai berterima kasih kepada Pelosi atas dukungannya terhadap nilai-nilai demokrasi. Tsai juga menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan AS terkait keamanan di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik, serta memperkuat kerja sama ekonomi dan ketahanan rantai pasokan. Ketua DPR Pelosi benar- benar salah satu teman Taiwan yang paling setia. Kami benar-benar berterima kasih kepada Anda karena telah melakukan kunjungan ke Taiwan ini untuk menunjukkan dukungan setia Kongres AS untuk Taiwan,” kata Tsai pada upacara pemberian medali “Order of Propitious Clouds with special Grand Cordon” kepada Pelosi, yang dilansir CNBC. Ketua DPR Pelosi benar- benar salah satu teman Taiwan yang paling setia. Kami
benar-benar berterima kasih kepada Anda karena telah melakukan kunjungan ke Taiwan ini untuk menunjukkan dukungan setia
Kongres AS untuk Taiwan,” kata Tsai pada upacara pemberian medali “Order of Propitious Clouds with special Grand Cordon” kepada Pelosi, yang dilansir CNBC. (Yetede)
Warga Berpenghasilan Rendah Paling Terdampak Inflasi
Kelompok masyarakat Singapura berpenghasilan rendah akan menghadapi pertumbuhan upah terendah dan lonjakan terbesar dalam hal pengeluaran rumah tangga mengingat laju inflasi yang meningkat. Demikian hasil penelitian baru yang disampaikan DBS, lembaga kreditur terbesar di negara itu. Studi DBS menunjukkan, upah kelompok berpenghasilan yang kurang dari Sin$ 2.500 (US$ 1.815) per bulan hanya naik 2,5% antara Mei tahun lalu dan tahun ini. Menurut laporan, angka itu lebih rendah dari rata-rata inflasi indeks harga konsumen (IHK) Singapura yang mencapai 5,2% pada semester pertama 2022. Sebaliknya, kelompok masyarakat berpenghasilan antara Sing$ 5.000 hingga Sing$ 7.499 mengalami kenaikan upah sebesar 11,1% sedangkan bagi yang mendapat upah Sing$10.000 ke atas menerima kenaikan 13,6% pada periode yang sama. “Orang-orang yang berpenghasilan di bawah Sing$ 2.500 biasanya adalah penduduk lanjut usia yang memiliki kemampuan penghasilan lebih rendah atau profesi pekerjaan dengan keterampilan lebih rendah,” ujar Irvin Seah, ekonom senior di DBS Group Research, yang dilansir CNBC. (Yetede)
Bunga Tipis, Deposito Valas Bank Lokal Kalah Saing
Tawaran imbal hasil produk simpanan deposito valuta asing (valas) perbankan di Indonesia kini lebih rendah dibandingkan negara lain. Produk deposito dengan bunga tertinggi di perbankan Indonesia hanya sebesar 0,25%. Ini sesuai dengan bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk simpanan valas.
Sementara beberapa bank di luar negeri seperti di Singapura misalnya. Mereka berani menawarkan bunga deposito antara 1% hingga 3% per tahun.
Ditopang PPnBM dan Bunga, Kinerja Emiten Otomotif Ciamik
Sejumlah emiten otomotif berhasil mencetak kinerja menggembirakan di semester pertama tahun ini. PT Astra International Tbk (ASII) misalnya, meraup pendapatan bersih Rp 143,69 triliun. Pendapatan tersebut meningkat 33,80% dari perolehan senilai Rp 107,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas, berpendapat, emiten otomotif bisa mencetak kinerja apik karena konsumen memanfaatkan peluang membeli kendaraan baru sebelum masa insentif PPnBM berakhir. Selain itu, proyeksi kenaikan suku bunga pinjaman juga jadi pertimbangan konsumen mempercepat pembelian kendaraan.
Jenius Menyalurkan Kredit Rp 600 Miliar
PT Bank BTPN Tbk memacu bisnis melalui kanal digital banking di separuh pertama tahun 2022. Salah satunya dengan menyalurkan kredit secara digital (digital lending) lewat jenius. Head of Digital Banking Bank BTPN, Irwan Tisnabudi menyatakan, guna kualitas aset, jenius sempat mengerem penyaluran kredit ini saat awal pandemi di tahun 2020 hingga 2021. "Dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan kredit jenius itu tumbuh 148% year on year menjadi lebih dari Rp 600 miliar. Memang masih kecil dibandingkan total portofolio kredit yang sudah disalurkan BTPN," ujarnya secara virtual Selasa (2/8).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









