TAMAN NASIONAL KOMODO, Polemik Pembatasan Bisa Coreng Citra
Berlarutnya polemik pembatasan jumlah wisatawan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar, NTT, dinilai bisa memengaruhi citra pariwisata nasional. Selain mewujudkan visi konservasi di taman nasional itu, pemerintah diharapkan mempertimbangkan dampak pembatasan terhadap perekonomian pelaku usaha lokal. Pembatasan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo dan Pulau Padar akan dimulai Senin (1/8). Namun, penolakan masih terjadi. Sejumlah pelaku usaha wisata berencana mogok sepanjang Agustus 2022.
Ketum Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Manggarai Barat AhyarAbadi, Minggu (31/7) menyatakan, Askawi Manggarai Barat menginstruksikan pengelola kapal wisata untuk tidak mengangkut wisatawan mulai Senin. Hingga Minggu, ada 30 kapal wisata yang membatalkan perjalanan menuju Taman Nasional Komodo (TNK) Pulau Komodo atau Padar. ”Aksi ini sebagai bentuk protes biaya konservasi beserta tiket masuk ke TNK, Rp 3,75 juta per orang,” katanya.
Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, PHRI berharap pemerintah memahami kondisi pelaku usaha pariwisata di sekitar TNK yang terdampak pandemi Covid-19 selama 2020–2021. Kebijakan pembatasan kunjungan wisatawan, salah satunya dengan penerapan biaya konservasi ditambah tiket masuk Rp 3,75 juta per orang, akan memengaruhi proses pemulihan industri pariwisata. PHRI berpendapat polemik kebijakan yang berlarut-larut akan memengaruhi citra industri pariwisata nasional. Apalagi, Indonesia sedang mempersiapkan puncak rangkaian pertemuan G-20. (Yoga)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023