;
Kategori

Ekonomi

( 40487 )

Dana Desa Menurunkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

28 Jul 2022

Pengucuran Dana Desa hingga Rp 433,89 triliun sejak pertama kali dialokasikan dalam APBN 2015 telah memberi dampak nyata berupa penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran di perdesaan. Dampak lainnya adalah, selama periode 2015-2022, status ratusan ribu desa membaik berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), bahkan di antaranya melesat dari Desa Sangat Tertinggal menjadi Desa Mandiri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka kemiskinan dalam rentang 2014—sebelum Dana Desa dikucurkan hingga tahun ini tercatat mengalami penurunan. Pada September 2014, tingkat kemiskinan di perdesaan masih di angka 13,76%, sedangkan pada Maret 2022 tercatat turun menjadi 12 ,29% atau berkurang hampir 1,5%poin. 

Tingkat pengangguran terbuka di perdesaan juga mengalami penurunan dari 4,93% pada 2015 menjadi 4,17% pada 2021. Sementara itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatat, selama 2015 hingga 2022 terjadi kenaikan status desa secara signifikan. Desa Sangat Tertinggal berkurang 8.471 desa, dari 13.453 desa menjadi 4.982 desa. Desa Tertinggal berkurang 24.008 desa, dari 33.592 desa menjadi 9.584 desa. Desa Berkembang bertambah 11.020 desa, dari 22.882 desa menjadi 33.902 desa. Desa Maju bertambah16.641 desa, dari 3.608 desa menjadi 20.249 desa. (Yetede)

Gak Kaleng-Kaleng! Baru Setengah Tahun, BRI Cetak Laba Rp24,88 Triliun

28 Jul 2022

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di tengah kondisi perekonomian dunia yang masih penuh dengan tantangan. Hingga akhir Kuartal II 2022, BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp.24,88 triliun atau tumbuh 98,38% year on year (yoy) dengan total aset meningkat 6,37% yoy menjadi Rp.1.652,84 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso pada Press Conference Pemaparan Kinerja Keuangan Kuartal II Tahun 2022 pada Rabu, 27 Juli 2022, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari kemampuan BRI dalam melakukan strategic response yang tepat. “Penyaluran kredit maupun penghimpunan dana masyarakat oleh BRI mampu tumbuh positif. Kami dapat menjaga  sustainability pertumbuhan ini dengan fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah dan juga menjaga kualitas kredit terutama kredit yang kami restrukturisasi akibat pandemi Covid-19. (Yetede)

XL Axiata Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 3 T

28 Jul 2022

T XL Axiata Tbk (EXCL) akan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 3 triliun untuk membiayai rencana ekspansi perseroan.
Emiten telekomunikasi papan atas di Indonesia tersebut akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 senilai Rp 1,5 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 sebesar Rp 1,5 triliun. Penerbitan ini merupakan
bagian dari Program Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi dan Sukuk dengan target masing-masing senilai Rp 5 triliun. Program Sukuk Ijarah ini merupakan penawaran dengan nilai terbesar yang pernah diterbitkan oleh korporasi. Budi mengungkapkan, penerbitan ini akan memungkinkan  eksibilitas keuangan yang lebih besar bagi perseroan untuk lebih meningkatkan customer experience dan pelaksanaan lebih lanjut dari agenda transformasi  terhadap tiga growth engines (Mobile,Enterpise, dan Home & Convergence), dengan tujuan mencapai visi EXCL untuk menjadi the no 1 Converged Operator in Indonesia. (Yetede)

Toyota Tambah Investasi Rp 27,1 Triliun Selama 5 Tahun ke Depan

28 Jul 2022

Toyota Motor Corporation menyatakan akan menambah investasi sebesar Rp 27,1 triliun di Indonesia selama lima tahun ke depan. Penambahan investasi itu merupakan bentuk keseriusan produsen mobil asal Jepang tersebut terhadap elektrifikasi kendaraan di Tanah Air. Komitmen tersebut disampaikan oleh, Vice Chairman of the Board of Directors of Toyota Motor Corporation Shigeru Hayakawa dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Tokyo, Jepang pada Selasa (26/7/2022).“Saya meyakini bahwa permintaan kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua di Indonesia maupun  di kawasan ASEAN kedepan akan terus meningkat. Indonesia dapat dijadikan industrial base produksi Electric Vehicle (EV) untuk dipasarkan di kawasan ASEAN maupun di Indonesia sendiri,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya. Adapun dalam pertemuan dengan Menko  Airlangga, Shigeru Hayakawa menyatakan akan menambah investasi sebesar Rp 27,1 triliun selama lima tahun ke depan. “Kami berharap dengan penambahan jumlah investasi ini di Indonesia, Pemerintah Indonesia memahami keseriusan kami terhadap elektrifikasi kendaraan bermotor,” kata Hayakawa. (Yetede)

Group Sinar Mas Jual Saham Smartfren Rp 1,5 Triliun

28 Jul 2022

Grup Sinar Mas melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjual kepemilikan saham di PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) senilai Rp 1,5 triliun. Penjualan 6% saham emiten telekomunikasi tersebut dilakukan pada Selasa (26/7/2022). “Jumlah saham yang dijual sebanyak 19.604.974.800 saham dengan harga penjualan Rp 77 per saham, ”kata Corporate Secretary Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra dalam keterangan resminya, Rabu (27/7/2022). “PT DSSE Energi Mas Utama(EMU), entitas anak perseroan, telah mengkonversi obligasi wajib konversi PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) yang dimilikinya menjadi saham. Saham hasil konversi ini telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 Juli 2022,” jelas Susan. Smartfren meraih keuntungan dalam tiga bulan pertama tahun 2022 ditopang oleh pendapatan yang lebih tinggi. Operator telekomunikasi tersebut mencatatkan laba sebesar Rp 24,98 miliar (US$ 1,7 juta) pada periode Januari-Maret 2022, dibandingkan dengan kerugian Rp 396,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. (Yetede)

Inflasi Tinggi dan Ekonomi Melambat, IMF Pangkas Prospek Global

28 Jul 2022

Lonjakan inflasi serta perlambatan ekonomi yang parah di Amerika Serikat (AS) dan RRT telah mendorong Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menurunkan prospek ekonomi global pada tahun ini dan tahun berikutnya. IMF juga memberikan penilaian tajam mengenai apa yang mungkin dihadapi di depan. "Prospek suram telah terjadi secara signifikan sejak  April. Dunia bakal segera tersendat di tepi resesi global, hanya dua tahun setelah yang terakhir. Tiga negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia, AS, Tiongkok, dan kawasan uero mandek dengan konsekuensi penting bagi prospek global," kata Kepala Ekonomi IMF Pierre-Olivier Gourinchass saat jumpa pers, Selasa (26/7). Sebagai informasi, penerapan karantina terkait Covid-19 dan krisis real estat yang memburuk tengah menghambat aktivitas ekonomi Tiongkok. Sedangkan kenaikan suku bunga agresif The Fed memperlambat pertumbuhan AS dengan tajam. (Yetede)

Alibaba Cloud Hadirkan Solusi Keuangan di RI

28 Jul 2022

Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelegensi dari Alibaba Group asal Tiongkok, meluncurkan beberapa layanan solusi teknologi baru yang dapat digunakan sektor keuangan di pasar Indonesia (RI). Terdapat lima produk solusi baru yang diperkenalkan, mulai dari pengujian aplikasi seluler, relational database, solusi online jarak jauh, hingga layanan cloud blockchain dan ChatAPP/layanan pesan singkat. "Dengan memperkenalkan produk layanan keuangan kelas dunia yang unggul dalam keamanan, ketahanan, dan kinerja yang tinggi, kami berharap dapat membantu nasabah di sektor keuangan untuk menggali lebih banyak peluang pertumbuhan dan tetap kompetitif di era global," kata Head of Solution Architect Alibaba Cloud Indonesia Eggi Tanuwijaya, dalam keterangannya. Sementara itu, Alibaba Cloud juga telah memperkenalkan serangkaian program bernama Go Start-up Program Indonesia. Program tersebut menghadirkan wirausahawan berpengalaman dari unicorn, start-up yang sedang naik daun, akselerator, dan perusahaan modal ventura untuk menyediakan sesi berbagi wawasan, networking, kelas master, dan konsultasi 1:1 untuk perusahaan rintisan lokal. (Yetede)

Bajo Torosiaje Menjaga Gurita demi Masa Depan

27 Jul 2022

Yanto Sompah (30) dengan teliti mengukur berat dan diameter kepala gurita dengan penggaris plastic di salah satu rumah warga di Torosiaje, Jumat (15/7). Hal itu dilakukan untuk memastikan berat gurita lebih dari 300 gram. ”Kalau yang kecil ditangkap terus-menerus, bisa-bisa gurita sudah tidak ada karena masa hidupnya singkat, cuma 18 bulan,” ujarnya. Sesuai rancangan peraturan desa (perdes) terkait perlindungan gurita, gurita yang boleh ditangkap beratnya di atas 300 gram. Regulasi disusun pemerintah desa (pemdes) dengan mempertimbangkan aspirasi nelayan dan Jaring Advokasi Pengelolaan SDA (Japesda). ”Kami sudah sosialisasi ke enam pengepul supaya menolak membeli gurita kecil dari nelayan,” kata Ispan, petugas pendata Japesda.

Catatan Japesda dan pemdes setempat, pada Oktober 2021 hingga April 2022, nelayan menangkap 14.894 gurita atau  13 ton senilai Rp 743 juta. Angka ini hampir setara anggaran dana desa sekitar Rp 1 miliar. Jumlah itu belum termasuk nilai pengiriman gurita dari Torosiaje ke Makassar, Sulawesi Selatan, hingga ekspor, seperti ke Jepang dan AS.  KKPat, pada 2020, volume ekspor cumi, sotong, dan gurita mencapai 140.036 ton atau 509 juta USD. Produksi gurita dan sejenisnya meningkat sekitar 4 % sejak 2016. Adapun nilai transaksinya melonjak hingga 12,3 % pada periode itu. Namun, tingginya permintaan terhadap gurita, seperti untuk makanan, turut mengancam populasi biota laut ini, termasuk di Torosiaje.

Moji Tiok (50), nelayan setempat, mengingat, tangkapan guritanya melimpah pada 2014. Kala itu, nelayan pencari gurita masih bisa dihitung jari. ”Saya bisa bawa pulang sampai 30 kg per hari. Sekarang, rata-rata 4-5 kg sehari. Mungkin guritanya sudah mulai kurang,” ujarnya. Moji mendukung penyusunan rancangan perdes terkait pembatasan penangkapan gurita kecil dan penutupan sementara sejumlah habitat gurita. Jika nelayan membiarkan gurita berkembang 2-3 bulan, beratnya akan meningkat. Harganya pun otomatis naik. Gurita yang tadinya hanya Rp 30.000 per kg, misalnya, bisa meningkat dua kali lipat. (Yoga)


RI-China Berikan Energi Positif

27 Jul 2022

Presiden Jokowi bertemu Presiden China Xi Jinping, Selasa (26/7) dalam penguatan kerja sama bilateral dan upaya merespons isu-isu global. Sambutan hangat dan suasana gembira menegaskan hubungan kedua negara yang semakin matang. Presiden Jokowi menyebut China sebagai mitra strategis komprehensif Indonesia. Karena itu, kemitraan ini harus diisi dengan kerja sama yang saling menguntungkan kedua negara, bahkan bermanfaat untuk kawasan dan dunia. Sebelum bertemu Xi, Presiden mengadakan pertemuan dengan PM China Li Keqiang guna membahas peningkatan perdagangan kedua negara, termasuk impor sawit dari Indonesia dan produk pertanian lain. Pernyataan pers Pemerintah China menyebutkan, Presiden Xi menyatakan China dan Indonesia sedang berada pada tahap pembangunan yang sama, memiliki kepentingan yang saling terkait, mengikuti filosofi dan jalur pembangunan yang serupa, serta memiliki masa depan yang terkait erat.

”China akan bekerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan rasa saling percaya strategis dan saling mendukung guna mempertahankan kedaulatan, keamanan, serta kepentingan pembangunan dalam menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujar Xi. China-Indonesia juga harus segera menyelesaikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal dengan standar tinggi serta memastikan pelaksanaan proyek kerja sama lain, seperti Koridor Ekonomi Komprehensif Regional dan ”Dua Negara, Taman Kembar”. China akan mendukung Indonesia dalam membangun pusat produksi vaksin regional dan meningkatkan kerja sama kesehatan masyarakat dengan Indonesia. China akan mengimpor lebih banyak komoditas dan hasil pertanian serta produksi sampingan yang berkualitas dari Indonesia.

Menlu Retno Marsudi mengatakan, komitmen China meningkatkan kerja sama ekonomi hijau melalui pembangunan Green Industrial Park di Kaltara. ”Presiden Xi juga berkomitmen untuk meningkatkan impor produk pertanian Indonesia,” katanya. Selain kerja sama bilateral, Presiden Jokowi dan Presiden Xi juga membahas isu kawasan dan global, termasuk penyelenggaraan KTT G20 di Bali pada November. ”Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara,  Indonesia memiliki tempat penting bagi China serta kawasan. Apalagi saat ini Indonesia memegang presidensi G20 dan tahun depan menjadi ketua ASEAN,” ujar Retno. Dikutip dari pernyataan Pemerintah China, menghadapi perubahan di dunia, China dan Indonesia perlu menjaga solidaritas, memenuhi tanggung jawab negara berkembang utama, mengikuti multilateralisme sejati, menjunjung tinggi regionalisme, dan menyumbangkan kearifan oriental. China mendukung penuh Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 Bali serta meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan Indonesia untuk menyukseskan perhelatan itu. China mendukung penuh kepemimpinan Indonesia di ASEAN tahun depan serta meningkatkan solidaritas dan koordinasi dengan ASEAN.

Editorial media China, Global Times, Selasa, menyebutkan, ada kepentingan bersama yang besar dan ruang yang luas bagi kerja sama China-Indonesia. Kerja sama itu membawa manfaat nyata bagi kedua negara dan masyarakat. Salah satu contohnya, perusahaan China berinvestasi di tambang nikel di Indonesia dan menjadikannya produsen baja nirkarat global yang berkembang pesat. Sementara itu, perusahaan China juga mendapatkan pengembalian investasi. Volume perdagangan bilateral mencapai 120 miliar USD pada 2021 atau naik 58,6 %, peningkatan tertinggi di antara negara-negara anggota ASEAN. China menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama sembilan tahun berturut-turut. Direktur Departemen Penelitian di Institut Strategi Nasional Tsinghua University Qian Feng, kepada media nasional China, CGTN, Senin (25/7), mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi ke China penting untuk memperdalam rasa saling percaya serta menjalin kerja sama bilateral yang praktis dan saling menguntungkan, terutama dalam menghadapi krisis global.  (Yoga)


EKONOMI GLOBAL, Roubini: Resesi Akut Segera Muncul

27 Jul 2022

Resesi akut segera tiba dan kali ini diduga kuat bukan resesi kategori ringan. Banyak alasan sahih untuk memperkirakan  resesi akut parah itu. Resesi kali ini diwarnai dua fondasi rapuh, yakni situasi stagflasi yang terjadi pada era 1970-an dan tingkat utang yang tinggi hingga 350 % PDB pada 2008. Demikian dikatakan ekonom AS, Dr Nouriel Roubini, dalam wawancara dengan Bloomberg, Senin (25/7). Roubini adalah dosen di New York University Stern School of Business. Ia juga salah satu ekonom yang tepat meramalkan akan datangnya resesi ekonomi di AS pada 2008 dan di Eropa pada 2009.

Roubini lebih menekankan pada potensi resesi di AS, tetapi dampaknya pasti juga merembet ke seantero dunia. ”Pemikiran bahwa resesi kali ini akan singkat dan dangkal itu jelas salah,” ujar Roubini. Rincian Roubini tentang potensi resesi akut kali ini telah dia tuliskan di situs The Project Syndicate edisi 29 Juni 2022 berjudul ”A Stagflationary Debt Crisis Looms”. ”Krisis akut berikutnya tak akan lebih ringan dari dua krisis besar sebelumnya,” tutur Roubini. Pada 1970-an, resesi terjadi karena stagnasi dan inflasi, salah satunya akibat kenaikan harga minyak dunia, tetapi kala itu tidak ada tumpukan utang. Meski demikian, resesi 1970-an itu juga tergolong parah.

”Saat ini kita menghadapi gangguan pasokan global, diikuti utang besar dan inflasi tinggi. Artinya, kita sedang mengarah pada resesi yang jadi kombinasi penyebab resesi 1970-an dan 1980-an. Itu disebut krisis yang diwarnai stagnasi dan inflasi serta tumpukan utang,” jelas Roubini. Gangguan pada pasokan global sekarang ini terjadi akibat invasi Rusia ke Ukraina, perang dagang AS, dan inflasi tinggi. Semua ini terjadi saat kombinasi utang swasta dan pemerintah Barat sedang meningkat dari 200 % terhadap PDB psada 1999 menjadi 350 % terhadap PDB pada 2022. (Yoga)