;
Kategori

Ekonomi

( 40753 )

PERTUMBUHAN EKONOMI, Bertumbuh, tetapi Perlu Terus Diperkuat

06 Aug 2022

Perekonomian pada triwulan II-2022 tumbuh mengesankan. Meski demikian, faktor fundamental perekonomian perlu terus diperkuat. Pertumbuhan ekonomi dinilai masih lebih banyak ditopang oleh keberuntungan dan bersifat situasional. Sementara itu, ancaman inflasi di tingkat produsen dan konsumen membayangi keberlanjutan pemulihan ekonomi ke depan. Kepala BPS Margo Yuwono (5/8) mengatakan, sepanjang triwulan II-2022, secara domestik, perekonomian ditopang oleh pelonggaran mobilitas pasca pandemi Covid-19 dan momentum Idul Fitri yang mendorong konsumsi.

Kendati perekonomian tumbuh tinggi, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat, capaian pertumbuhan pada triulan II-2022 lebih bersifat situasional ketimbang ditopang menguatnya fundamental ekonomi. Ia mencontohkan, pertumbuhan, sangat tertolong windfall dari kenaikan harga komoditas. Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, konsumsi rumah tangga per triwulan II-2022 masih terjaga karena terbantu momen Lebaran serta inflasi yang masih ditahan di tingkat produsen.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk memperkuat tren pertumbuhan, pemerintah akan konsisten menjalankan berbagai strategi dan kebijakan untuk mendorong akselerasi pemulihan dan meningkatkan resiliensi ekonomi. ”Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan 5,2 persen pada tahun 2022 bisa tercapai,” kata Airlangga. (Yoga)


India Tawarkan 18 Jet Tempur ke Malaysia

06 Aug 2022

Pemerintah India menawarkan 18 pesawat tempur ringan Tejas ke Pemerintah Malaysia. Beberapa negara lain juga diklaim tertarik untuk membeli jet tempur produksi Hindustan Aeronautics Limited itu. Kementerian Pertahanan India dalam penjelasannya kepada parlemen, Jumat (5/8) mengatakan, penawaran jet tempur itu adalah jawaban dari proposal yang diajukan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM).TUDM ingin membeli 18 jet tempur tersebut untuk menggantikan beberapa jet tempur mereka yang sudah dimakan usia. TUDM berencana membeli varian Tejas yang memiliki dua tempat duduk.

”Negara lain yang telah menunjukkan minat pada pesawat LCA (light combat aircraft) adalah Argentina, Australia, Mesir, AS, Indonesia, danFilipina,” kata Menteri Muda Pertahanan India Ajay Bhatt kepada anggota parlemen India dalam jawaban tertulis. Bhatt mengatakan bahwa mereka juga tengah mengembangkan jet tempur siluman. Dikutip dari laman Hindustan Aeronautics Limited (HAL), Tejas merupakan jet tempur bermesin jet tunggal yang diklaim ringan, gesit, dan multiperan. Para desainer jet tempur yang memiliki kecepatan hingga 1,6 mach ini menanamkan teknologi sistem kendali penerbangan (FCS) fly-by-wire digital quadrplex. HAL mengklaim pesawat dengan desain sayap delta ini mampu melakukan pertempuran udara dengan dukungan udara ofensif yang mumpuni. (Yoga)


Mengantisipasi Risiko Stagflasi

06 Aug 2022

Stagflasi mengancam ekonomi global. Meski risiko Indonesia mengalami stagflasi di 2022 dinilai rendah, kita tetap perlu waspada dan mengantisipasi kondisi terburuk di 2023. Riset dunia Oxford Economics menunjukkan risiko stagflasi Indonesia relatif rendah dibandingkan Filipina, China, India, Malaysia, Brasil, Polandia, dan Turki. Survei Bloomberg menempatkan Indonesia di peringkat ke-14 dari 15 negara Asia yang berpotensi mengalami resesi, dengan risiko resesi hanya 3 %.

Namun, dengan perkembangan dan dinamika riil global yang terus memburuk dengan cepat, kita diingatkan untuk  tetap waspada, tak cepat berpuas diri. Sejumlah kalangan melihat risiko stagflasi masih mengancam Indonesia pada 2023. Risiko yang dihadapi Indonesia terutama adalah jika perekonomian-perekonomian terbesar dunia terus memburuk. AS secara teknis sudah mengalami resesi, dengan pertumbuhan negatif dua triwulan terakhir berturut- turut. Pertumbuhan ekonomi China praktis berhenti akibat kebijakan Covid-zero policy. Kondisi Uni Eropa juga tak lebih baik. Terpuruknya perekonomian besar membuat risiko resesi/ stagflasi global kian di depan mata. (Yoga)


Meski Menurun, Posisi Cadangan Devisa Masih Memadai untuk Pembiayaan Impor dan Utang

06 Aug 2022

Di tengah ketidakpastian global dan arus modal keluar, BI mengintervensi pasar keuangan dengan menggelontorkan cadangan devisa untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Cadangan devisa pada Juli pun menurun dibandingkan Juni. Mengutip data BI, cadangan devisa Indonesia pada Juli 2022 sebanyak 132,2 miliar USD atau menurun 4,2 miliar USD dibandingkan Juni 2022 yang sebesar 136,4 miliar USD.

”Penurunan posisi cadangan devisa pada Juli 2022, antara lain, dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (5/8). Erwin menjelaskan, posisi cadangan devisa saat ini masih setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan 6,1 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Nilai tersebut berada di atas standar kecukupan internasional yang setara 3 bulan impor. Ke depan, lanjut Erwin, BI memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. Ini seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional. (Yoga)


Sebanyak 800 Emiten Tercatat di Bursa Efek Indonesia

06 Aug 2022

Bursa Efek Indonesia saat ini memiliki 800 emiten yang mencatatkan sahamnya. Hari Jumat (5/8/2022) bertambah lagi satu emiten yang masuk bursa. Hingga awal Agustus ini, sudah ada 34 emiten BEI juga merupakan bursa teraktif di kawasan ASEAN. ”Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) adalah emiten ke-800 yang mencatatkan sahamnya. Tahun ini RAFI adalah perusahaan ke-34. Target BEI tahun ini ada 55 perusahaan (yang mencatatkan sahamnya di bursa).

Pada tahun 2020 total perusahaan yang tercatat ada 700-an perusahaan baru di BEI dibandingkan dengan bursa Asia lainnya. Kita adalah yang tertinggi,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman ketika membuka perdagangan, Jumat. Pembukaan perdagangan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki. (Yoga)


Trade Expo Indonesia Akan Kembali Digelar

06 Aug 2022

Kemendag akan kembali menggelar pameran dagang berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI) di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, Jumat (5/8/2022), menjelaskan, TEI ke-37 ini akan digelar secara luring pada 19-23 Oktober 2022 dan secara daring pada 19 Oktober-19 Desember 2022. (Yoga)

Konsumsi dan Ekspor Dongkrak Pertumbuhan Kuartal Kedua 5,4%

06 Aug 2022

Seiring melandainya pandemi, laju perrtumbuhan ekonomi kuartal II 2022 melesat 5,44%, jauh di atasekspektasi para pengamat dan pelaku bisnis. Meski belanja pemerintah minus 5,24%, berbagai komponen pengeluaran meningkat. Konsumsi rumah tangga bertumbuh impresif, 5,51%, sedang ekspor meningkat signifikan, 19,74%. Daya beli masyarakat pulih. Kelas menengah-atas mulai berbelanja dan masyarakat bawah mendapatkan dana perlindungan sosial. Dari sisi pasokan, sektor industri menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan pangsa 17,84%, sedang sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan ter tinggi, 21,27%. Ketika pergerakan manusia meningkat dan kembali normal, sektor pariwisata dan semua sektor terkait turisme — seperti transportasi, perhotelan, perdagangan, dan kuliner— bertumbuh signifikan. Sektor akomodasi dan kuliner bertumbuh 9,7. “Konsumsi rumah tangga dan ekspor menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022. Sebagai penyumbang utama dari PDB, konsumsi rumah tangga tumbuh sangat impresif, 5,51%,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Kantor BPS, Jumat (5/8/2022). (Yetede)

Erick: IBC Raih Investasi US$ 15 Miliar dari Korsel dan Tiongkok

06 Aug 2022

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambut positif kerja sama PT Industri Battery Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan PT Ningbo Contemporar y Brunp Lygend Co Ltd (CBL) dari Tiongkok dan LG Energy Solution dari Korea Selatan. Melalui kerja sama tersebut, IBC berhasil mendapatkan investasi senilai US$ 15 miliar, atau setara Rp 215 triliun, untuk pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air. “Kita menyambut baik kerja sama investasi dari dua perusahaan besar asal Tiongkok dan Korsel. Hal inimemberi bukti bahwa investor yakindengan keseriusan Indonesia dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik,” ujar Erick di Jakarta, Jumat (5/8/2022). Erick menegaskan, upaya Indonesia untuk menjadi pemain global industri baterai listrik memerlukan dukungan banyak pihak. Hal ini membutuhkan sinergitas BUMN, swasta nasional pemerintah pusat dan daerah, hingga perusahaan luar untuk transfer teknologi. (Yetede)

Semester I, UOB Bukukan Laba Sin$ 2 Miliar

06 Aug 2022

UOB Group mencatatkan laba bersih senilai Sin$ 2,02 miliar untuk paruh pertama 2022, cenderung naik tipis 0,5% dibandingkan dengan semester I-2021 yang juga Sin$ 2,01 miliar. Pencapaian laba bersih didukung pendapatan bunga bersih meningkat 14% secara year on year (yoy) menjadi Sin$ 3,5 miliar dan juga pertumbuhan kredit 8% (yoy). Pada semester I, pendapatan wholesale banking UOB Group meningkat 16% (yoy) menjadi Sin$ 2,9 miliar dengan adanya peningkatan margin dan pertumbuhan pinjaman dari modal kerja jangka pendek dan kesepakatan pasar modal utang. Biaya pinjaman dan investasi perbankan mencapai rekor baru karena UOB Group mendukung klien bisnisnya dalam upaya ekspansi regional. Pendapatan antar negara UOB Group tumbuh 13% (yoy) di tengah tantangan jangka pendek yang timbul akibat ketidakpastian makroekonomi di seluruh dunia. (Yetede)

Ekonomi Indonesia Masuk Fase Ekspansi

05 Aug 2022

Berbeda dengan kondisi berbagai negara yang terancam resesi, ekonomi Indonesia saat ini justru sedang memasuki fase ekspansi. Ekspansi ekonomi terlihat dari peningkatan dana yang dihimpun korporasi dari pasar modal lewat initial public offering (IPO), rights issue, dan penjualan obligasi yang mencapai Rp 124,6 triliun selama Januari hingga 4 Agustus 2022. Fakta lain adalah laju ekspansi kredit perbankan Juni 2021 hingga Juni 2022 yang mencapai 10,3%. Pada Juni 2022, posisi kredit perbankan Rp 6.156,2 triliun. Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, hingga 4 Agustus 2022, emiten baru yang telah mencatatkan saham perdana di BEI sebanyak 33, dengan total raihan dana IPO Rp 19,9 triliun. Dalam pada itu, sebanyak 32 perusahaan sudah masuk dalam pipeline untuk melakukan IPO. 

Dengan demikian, total emiten baru tahun ini akan mencapai 65. Pada periode yang sama, dana masyarakat yang dihimpun lewat rights issue senilai Rp 12,3 triliun dan lewat emisi surat utang atau obligasi sekitar Rp 92,4 triliun. “Raihan pendanaan dari pasar modal Indonesia akan lebih besar tahun ini, karena perusahaan-perusahaan di Tanah Air membutuhkan dana segar untuk ekspansi usaha. Dibanding negara berkembang atau negara di Asia yang lain, ekonomi Indonesia masih lebih baik,” ujar Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira kepada Investor Daily, Rabu (3/8/2022). (Yetede)