;
Kategori

Ekonomi

( 40487 )

Sektor Properti Masuk Lima Besar Investasi di Indonesia

02 Aug 2022

Sektor properti masuk dalam lima besar arus investasi sepanjang semester pertama 2022. Per akhir Juni 2022, sektor itu menempati peringkat keempat terbesar senilai Rp 51,6 triliun. Nilai itu merupakan gabungan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) yang mencakup tiga sub sektor, yakni perumahan, kawasan industri, dan gedung perkantoran. “Realisasi investasi domestic direct investment (DDI) dan foreign direct investment (FDI) sektor housing, industrial estate, and Office building, Januari-Juni 2022 sebesar Rp 51,6 triliun atau 8,8% dari total realisasi investasi,” tulis dokumen realisasi investasi Kementerian Investasi/BKPM, baru-baru ini. “Penurunan sebesar 15% adalah hal yang lumrah mengingat pemulihan perekonomian Indonesia pada semester pertama tahun ini tengah menghadapi tantangan inflasi yang meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujar pengamat bisnis properti, Panangian Simanungkalit kepada Investor Daily, Senin (1/8/2022). (Yetede)

Sembilan Parpol Mendaftar ke KPU

02 Aug 2022

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari menyebutkan sembilan partai politik mendaftar pada hari pertama tahapan pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu 2024, Senin (1/8/2022). Partai politik yang mendaftar pada hari pertama adalah PDI Perjuangan pada pukul 08.00 WIB, kemudian PKP, PKS, Partai Reformasi, PRIMA, Perindo, NasDem, PBB, dan Pandai pada pukul 13.00 WIB. “Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada delapan partai yang hadir di KPU dan mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pemilu 2024, kemudian satu partai politik pada pukul 13.00 WIB,” kata Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari di Jakarta Senin (1/8). Untuk verifikasi administrasi parpol yang sudah menyampaikan dokumen pendaftaran, dia berharap pada pemilu kali ini bisa lebih cepat daripada penyelenggaraan pemilu sebelumnya. “Ada yang belum. (Tapi) yang hari ini hadir sebagian besar sudah 100%,” kata Hasyim. Kemudian, parpol tersebut bisa mengikuti tahapan selanjutnya yakni verifikasi, bagi partai politik non-parlemen juga akan mengikuti verifikasi faktual sedangkan partai parlemen hanya sampai verifikasi administrasi. (Yetede)

The Fed Tetap Fokus ke Data Inflasi

02 Aug 2022

Presiden Bank The Federal Reserve (The Fed) Minneapolis Neel Kashkari mengatakan jika ada yang memperdebatkan apakah Amerika Serikat (AS) sudah berada dalam resesi atau tidak, ini artinya pertanyaan yang diajukan salah. “Apakah kita secara teknis dalam resesi atau tidak, tidak mengubah analisis saya. Saya fokus pada data inflasi. Saya fokus pada data upah. Dan sejauh ini, inflasi terus mengejutkan kita dengan kenaikan. Gaji terus naik," Ujar Kashkari kepada CBS pada Minggu (31/8), yang dilansir CNBC. Sebelumnya pada Kamis (28/7), data Departemen Tenaga Kerja yang baru menunjukkan tanda-tanda pelambatan di pasar kerja, di mana tunjangan klaim pengangguran awal mencapai level ter tinggi sejak per tengahan November. “Apakah kita secara teknis dalam resesi atau tidak, tidak mengubah fakta bahwa Federal Reserve memiliki pekerjaan sendiri yang harus dilakukan, dan kami berkomitmen untuk melakukannya,” kata Kashkari. Biro Analisis Ekonomi sempat. (Yetede)

Ekonomi Indonesia Belum Lepas dari Hantu Inflasi Tinggi

02 Aug 2022

Ekonomi Indonesia belum lekang dari bayang-bayang inflasi tinggi. Tren lonjakan inflasi ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia karena menggerus daya beli masyarakat, tulang punggung ekonomi kita. Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi Juli 2022 sebesar 0,64% month on month (mom) atau 4,94% year on year (yoy). Pendorong inflasi, selain lonjakan harga pangan, adalah harga yang diatur pemerintah alias administered prices. Pada Juli 2022, komponen administered prices mencatatkan inflasi 1,17% mom atau 6,51% yoy, dan berandil 0,21% terhadap laju inflasi nasional. Harga energi nonsubsidi juga turut menggerek inflasi.

MENJINAKKAN LAJU INFLASI

02 Aug 2022

Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, angka inflasi Indonesia pada Juli 2022 rupanya tak buruk-buruk amat. Apalagi, jika dibandingkan dengan negara-negara G20, inflasi domestik masih tergolong rendah.Kendati demikian, Pemerintah dan Bank Indonesia didorong untuk terus memacu kolaborasi dengan menyiapkan langkah strategis guna meredam agar laju inflasi tak makin tinggi. Hal itu dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat yang menjadi salah satu andalan dalam menopang pemulihan ekonomi nasional.Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa inflasi pada Juli 2022 mencapai 4,94% (year-on-year/YoY), menembus batas atas target terbaru pemerintah sebesar 4,5%. Angka itu juga berada di atas target inflasi tahunan yang ditetapkan BI sebesar 4,5%-4,6%.Merespons dinamika inflasi terkini, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral akan memperkuat operasi moneter sebagai langkah preventif dan berorientasi ke depan untuk memitigasi risiko kenaikan ekspektasi inflasi. BI juga melakukan normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah secara bertahap dan pemberian insentif yang berlangsung tanpa mengganggu kondisi likuiditas dan intermediasi perbankan.

Adapun, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyatakan inflasi yang terus meningkat disebabkan oleh membaiknya permintaan, menyusul adanya pelonggaran mobilitas yang mendorong perputaran uang. Dia menuturkan BI perlu menaikkan suku bunga acuan seiring dengan naiknya angka inflasi yang hampir mencapai 5%. “Karena tren inflasi inti juga diperkirakan terus meningkat ke depan,” katanya. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan inflasi komponen inti sejauh ini masih stabil. Inflasi inti pada Juli 2022 tercatat mencapai 2,86% secara tahunan.

Jalan Berliku Pengaturan BBM Bersubsidi

02 Aug 2022

Pemerintah belum juga melakukan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi jenis Pertalite, kendati rata-rata penyalurannya mencapai di atas 2,5 juta kiloliter setiap bulannya sejak awal tahun ini. Alhasil, saat ini penyerapan Pertalite yang diplot sebagai pengganti Premium di tengah masyarakat telah mencapai 15,9 juta kiloliter, atau 61% dari kuota yang disiapkan sepanjang 2022 sebanyak 23,05 juta kiloliter. Sejatinya, urgensi mengatur konsumsi Pertalite dan Solar sebagai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi telah disadari oleh para pemangku kepentingan, setidaknya sejak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertamina (Persero) mengeluhkan potensi jebolnya kuota Solar dan Premium yang kemudian diganti menjadi Pertalite karena pemulihan ekonomi nasional. Namun nyatanya, revisi Peraturan Presiden No. 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM belum rampung dikerjakan. BPH Migas tidak tinggal diam, karena lembaga tersebut sudah menyampaikan sejumlah rekomendasi ihwal teknis pembatasan pembelian BBM bersubsidi kepada pemerintah. Hanya saja, aturan perubahan pembelian BBM itu belum juga diterbitkan pemerintah. Salah satu usulan yang disampaikan oleh BPH Migas adalah pembatasan konsumsi Pertalite berdasarkan kapasitas mesin kendaraan. Dalam usulan tersebut BPH Migas menjadikan mesin mobil dengan kapasitas 1.500 CC sebagai batasan.

Sekretaris Perusahaan Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu revisi Perpres No. 191/2014, sehingga belum memberlakukan pembatasan pembelian Pertalite. “Belum diberlakukan implementasi QR Code. Pendaftaran tetap akan dibuka. Namun bila implementasi QR Code sudah dilaksanakan, maka yang memiliki QR Code dan sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah yang bisa membeli BBM bersubsidi,” katanya kepada Bisnis, Minggu (31/7). Pertamina telah membuka pendaftaran identitas kendaraan melalui MyPertamina untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.



Kinerja Oke, Kontribusi Bank ke Ekonomi Masih Mini

01 Aug 2022

Aset perbankan semakin tambun di semester I 2022. Kini, terdapat tiga bank dengan aset melampaui Rp 1.000 triliun. Bahkan, aset akan semakin kencang seiring optimisme bankir dengan mengerek target kredit 2022. Bank Mandiri secara konsolidasi memiliki aset terbesar Rp 1.786,70 triliun pada semester 1-2022. Tumbuh 12,98% year on year (yoy). Posisi kedua Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat aset konsolidasi Rp 1.652.83 triliun, naik 6,4% yoy. Lalu, aset Bank Central Asia (BCA) secara konsolidasi mencapai Rp 1.264,46 triliun, meningkat 11,9% yoy. Meski begitu kontribusi jasa keuangan dan asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB) di kuartal I 2022, baru sekitar 4,43%. Kontribusi terbesar sektor industri pengolahan sebesar 19%. Lalu perdagangan besar & eceran 13%.

Inflasi Biaya Pendidikan Juga Perlu Diwaspadai

01 Aug 2022

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan, kenaikan biaya pendidikan akan menjadi salah satu penyumbang inflasi Juli 2022. Lonjakan inflasi pendidikan ini sejalan dengan faktor musiman ajaran baru. Tapi lonjakan biaya pendidikan merupakan salah satu yang perlu diwaspadai untuk inflasi ke depan.

Fokus pada Tranction Banking dan Green Banking, Kinerja BNI Semester I Tumbuh Optimal

01 Aug 2022

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) membukukan tren kinerja dan ekspansi yang solid pada kuartal kedua tahun ini seiring dengan fokus pertumbuhan yang sehat pada nasabah Top Tier. Pencapaian tersebut diiringi pula dengan upaya memperkuat green portfolio dan implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan atau ESG (Environment, Social, and Governance) dalam setiap aspek bisnis perusahaan. Laba bersih BNI semester I tahun 2022 ini tercatat mencapai Rp 8,8 triliun, atau tumbuh 75,1% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Pilihan fokus bisnis BNI untuk menjadi pionir lembaga keuangan yang memperkuat Green Financing telah berbuah manis. Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil tinjauan indeks ESG Leader terkini. Dari hasil tinjauan itu, MSCI meningkatkan peringkat BNI dalam MSCI Indonesia ESG Leader Index menjadi TopThree di Indonesia. BNI juga masih menjadi pemegang Rating A dari MSCI, peringkat terbaik di industri saat ini. Digitalisasi menjadi salah satu pendorong utama tingginya transaksi, baik oleh nasabah bisnis maupun individu, yang juga menjadi salah satu semangat dari implementasi bisnis berbasis green banking. (Yetede)

Dompet Digital Ikut Rasakan Berkah QRIS

01 Aug 2022

Nilai transaksi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) meningkat hingga Rp 8,6 triliun per Juni lalu. Volume transaksi juga naik sebesar 156% menjadi 74,01 juta. Kenaikan transaksi QRIS ini juga dirasakan para pemain dompet digital. Misalnya Dana. Salah satu pemain dompet digital ini mengalami peningkatan transaksi QRIS sebesar hampir lima kali lipat terutama untuk sektor makanan dan ritel. Ada juga Gopay yang merasakan transaksi QRIS naik, termasuk merchant yang menggunakan sistem transaksi ini.