Ekonomi
( 40753 )Sarana Menara Akuisisi Aset Fiber Optik Alita Rp801 Miliar
Emiten Infrastruktur Telekomunikasi Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT BIT Teknologi Nusantara (BIT), memborong aset fiber optik PT Alita Praya Mitra senilai Rp 801 miliar. Berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli , BIT akan membeli aset beroptik milik Alita dengan nilai transaksi Rp 801 miliar, tunduk pada penyesuaian berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli,” kata Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Monalisa Irawan dalam keterangan resmi, Senin (8/8/2022). Selain meneken perjanjian pengikatan jual beli aset ber-optik antara BIT selaku pembeli dan Alita sebagai penjual, dalam transaksi tersebut juga ditandatangani perjanjian jaminan perusahaan oleh anak usaha TOWR yang lain yaitu PT Iforte Solusi Infotek (Iforte). Penandatanganan jaminan perusahaan ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1 huruf bangka 2 POJK 42 tentang transaksi antara sesama perusahaan terkendali yang paling sedikit 99% sahamnya dikuasai perseroan. (Yetede)
Mendorong Ekonomi dari Sektor Industri Pengolahan
Pemerintah berupaya menjadikan industri pengolahan atau manufaktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi paruh kedua 2022. Agar daya dorong manufaktur terhadap perekonomian lebih kuat pemerintah menjajikan bantuan sektor ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyatakan bantuan pemerintah bukan berupa insentif khusus. Menurut Airlangga, yang dibutuhkan industri manufaktur terutama adalah pembangunan infrastruktur yang baik dan posakan gas, bahan bakar minyak (BBM, dan juga kelistrikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2022 lalu dengan persentase 17,84%. Pada periode tersebut, sektor ini tumbuh 4,01% year on year (yoy). Walaupun pertumbuhan manufaktur ini melambat ketimbang kuartal I-2022 yang mencapai 5,07% yoy.
Emiten Konsumer Masih Moncer
Daya beli masyarakat mulai merosot. Ini tercermin dari survei Danareksa Research Institute (DRI) terhadap Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juli 2022. Menilik survei tersebut, IKK Juli 2022 berada di level 89,1 atau turun 2,0% secara bulanan dari 90,9.
Penurunan IKK didorong peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dan peningkatan tarif listrik. Kenaikan harga pangan pada Juli, seperti cabai dan bawang, ikut menekan keyakinan konsumen.
Di tengah anjloknya IKK, kinerja emiten sektor barang konsumsi diyakini masih moncer. Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai, geliat mobilitas penduduk dan akselerasi vaksinasi ikut mendorong prospeknya kinerja emiten konsumsi.
Pengalihan dari JiwaSraya
Hingga akhir Juni 2022. PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) telah menerima pengalihan liabilitas dari PT Asuransi JiwaSraya sebanyak 87,2%. Nilai Rp 28,8 triliun bagian dari total liabilitas yang dialihkan pada tahap pertama senilai Rp 33,02 triliun. Plh Sekretaris Perusahaan IFG Life, Mahendra Djoko Prasetyo mengatakan, IFG Life berkomitmen menyelesaikan pembayaran manfaat polis-polis yang telah dialihkan jika sudah memenuhi kriteria.
BERBURU CUAN SAHAM ANYAR
Gelombang aksi go public terus berlanjut di lantai bursa. Momentum pasar modal yang sedang menanjak membuat ‘kontes kecantikan’ emiten untuk memikat investor kian menarik. Tak ayal, kondisi tersebut diyakini dapat dimanfaatkan investor untuk mendapatkan saham-saham yang menjanjikan. Kabar terbaru, pada tanggal cantik 8 Agustus 2022 alias hari ini, empat emiten anyar melantai di Bursa Efek Indonesia. Mereka yaitu PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang menggalang dana hasil initial public offering (IPO) Rp1 triliun, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) Rp222,4 miliar, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk. (KKES) Rp31,5 miliar, dan PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO) Rp35 miliar. Kehadiran mereka membuat total emiten anyar yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun mencapai 38 perusahaan. Jumlah tersebut kian mendekati target otoritas bursa yang membidik tambahan 55 emiten baru pada 2022. Selain emiten baru tersebut, PT Klinko Karya Imaji Tbk. (KLIN), PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH), dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) juga bakal listing pada Selasa (9/8). Menariknya, sejumlah perusahaan pendatang baru terafiliasi dengan konglomerasi atau taipan. Sebut saja MORA yang terkait dengan Grup Sinar Mas karena sebagian sahamnya digenggam oleh anak usaha PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).
Ekonomi Hijau untuk Atasi Kemiskinan
Program pembangunan ekonomi hijau ditantang untuk mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Pada saat yang sama, kualitas lingkungan diharapkan menjadi lebih baik. Namun, pembiayaan pembangunan ekonomi hijau di Indonesia tidaklah murah dan mengandalkan investasi. Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme/UNEP) mendefinisikan pembangunan ekonomi hijau sebagai pembangunan rendah karbon, mengefisienkan pemanfaatan sumber daya, dan inklusif secara sosial. Bappenas memasukkan pembangunan ekonomi hijau sebagai bagian dari rencana strategi transformasi ekonomi di Indonesia.
Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Medrilzam menyampaikan, selain memperbaiki kualitas lingkungan, pembangunan ekonomi hijau ditargetkan bisa menaikkan pendapatan per kapita penduduk Indonesia, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja baru. Sampai tahun 2030, pembangunan ekonomi hijau diharapkan dapat menciptakan 1,8 juta lapangan kerja baru. Dalam paparan program pembangunan ekonomi hijau, Kamis (4/8) di Jakarta, Medrilzam berkata, ekonomi hijau harus bisa meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat. Begitu pula pengelolaan sampah yang diharapkan bisa menjadi sumber penghasilan baru. (Yoga)
Mereka yang Menyulap Masalah Menjadi Peluang Bisnis Baru
Berawal dari kekesalan Kevin Phang Co-Founder Smooth Motor Indonesia (5/8/2022) mengenang pengalamannya menggunakan sepeda motor listrik di China kala itu yang berebut colokan listrik dengan sesama penghuni apartemen semasa kuliah di Beijing, China, beberapa tahun lalu, tercetus ide pengisian daya sepeda motor listrik lebih praktis. Lahirlah model bisnis penukaran baterai motor listrik sehingga pelanggan tak berlama-lama mengisi daya.
Pada 2019, Kevin bertemu Irwan Tjahaja, yang kini menjabat Founder Smooth Motor Indonesia. Dari pertemuan itulah lahir ide menciptakan sepeda motor listrik yang mudah diisi ulang daya baterainya. Bukan dengan sistem pengisian daya cepat (fast charging), melainkan dengan menukar baterai yang habis dayanya dengan baterai yang sudah terisi penuh. ”Motor listrik tidak dibeli lantaran ada ketakutan soal kehabisan baterai. Harus mengisi ulang berjam-jam, solusinya dengan memperbanyak stasiun penukaran baterai kendaraan motor listrik. Tak perlu ngecas, cukup ditukar dan hanya perlu sembilan detik saja,” ucap Kevin.
Pada Agustus 2021, lahir beberapa jenis sepeda motor listrik buatan Smooth. Untuk mempermudah pelanggannya, saat ini tersedia 300-an titik stasiun penukaran baterai yang beroperasi di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tahun ini, menurut Kevin, ditargetkan ada 1.000 stasiun penukaran baterai di beberapa kota besar di Indonesia, yang 700-800 stasiunnya berlokasi di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Chris Longdong, pendiri Waus Energy, start up bahan bakar biosintesis. Ide mengembangkan bahan bakar biosintesis bermula dari permasalahan yang dia hadapi. Usaha garmen dan kuliner yang ia kelola menghasilkan sampah plastik serta minyak goreng bekas (jelantah). Dalam sebulan, volume jelantah 150 liter. Chris menggunakan campuran cacahan plastik bekas ke dalam minyak jelantah. Ia memakai kompor berbahan bakar minyak jelantah bercampur cacahan plastik sebagai sarana memasak bahan-bahan makanan setengah jadi. Sementara untuk memasak makanan jadi, Chris menggunakan kompor elpiji. ”Saya bisa menghemat pengeluaran bahan bakar hingga Rp 8 juta per bulan,” ucap Chris. (Yoga)
KKP Terapkan Izin Khusus
Rencana penerapan sistem kontrak penangkapan ikan terukur akhirnya dibatalkan. Sebagai gantinya, KKP akan menggulirkan perizinan penangkapan ikan terukur berbasis kuota dengan jangka waktu izin 15 tahun. Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini Hanafi mengemukakan, pemerintah siap melakukan uji coba perizinan khusus penangkapan ikan terukur berbasis kuota mulai pertengahan Agustus 2022. Perizinan khusus ini diterapkan menyusul pembatalan sistem kontrak penangkapan ikan terukur.
Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa menerapkan sistem kontrak untuk pemanfaatan SDA. Oleh karena itu, pihaknya sedang menyiapkan sistem perizinan khusus penangkapan ikan terukur berbasis kuota. Jangka waktu perizinan khusus itu 15 tahun sehingga investor sektor perikanan memiliki kepastian usaha, termasuk memperhitungkan titik impas (BEP) investasi di sektor perikanan. (Yoga)
Dunia Masih Cemas kendati Tren Harga Pangan Turun
Empat bulan berturut-turut, indeks harga pangan global turun cukup signifikan. Kendati harga pangan masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, masyarakat dunia menyambut baik kabar positif itu. Di sisi lain, dunia masih dilanda kecemasan. Transmisi kenaikan harga pupuk dan energi ke depan dapat kembali mendorong kenaikan harga pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, Jumat (5/8) merilis, indeks harga pangan pada Juli 2022 sebesar 140,9, turun 8,6 % dari Juni 2022 dan tetap lebih tinggi 13,1 % dibandingkan dengan Juli 2021. Indeks itu terus turun sejak mencapai level tertinggi sepanjang sejarah pada Maret 2022, yakni 159,7. Penurunan harga minyak nabati dan sereal menjadi faktor utama terkoreksinya indeks tersebut.
Indeks harga sereal Juli 2022 sebesar 147,3, turun 11,5 % secara bulanan dan naik 16,6 % secara tahunan. Hal itu dipengaruhi penurunan harga gandum 14,5 % seusai kesepakatan pembukaan jalur ekspor oleh Rusia-Ukraina yang difasilitasi Turki dan PBB. Meski demikian, harga gandum internasional masih 24,8 % di atas nilainya Juli tahun lalu. Faktor lainnya adalah penurunan harga jagung dunia 10,7 %. Panen jagung yang berlimpah di Argentina dan Brasil membantu mengurangi tekanan harga komoditas tersebut.
Kepala Ekonom FAO Maximo Torero mengatakan, penurunan harga komoditas pangan dari level yang sangat tinggi baik bagi dunia, terutama jika dilihat dari sudut pandang akses pangan global. ”Namun, masih banyak ketidakpastian, termasuk harga pupuk tinggi, yang dapat memengaruhi prospek produksi dan mata pencarian petani di masa depan. Selain itu, prospek ekonomi global yang masih suram dan pergerakan nilai tukar mata uang juga menimbulkan tekanan serius bagi ketahanan pangan global,” ujar Torero melalui pernyataan resmi di laman PBB. (Yoga)
Indika Energy Bagikan Dividen Interim Rp697. M
PT Indika Energy Tbk (INDY) akan membagikan dividen interim sebesar US$ 40 juta, atau setara Rp 597,84 miliar, pada 30 Agustus 2022. Dividen interim akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham INDY yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 18 Agustus 2022. “Dividen interim tersebut akan diperhitungkan dalam perhitungan dividen tunai final untuk tahun buku 2022, pada rapat umum pemegang saham tahunan perseroan untuk tahun buku 2022. Dividen yang dibagikan mencapai Rp 114,46 per saham,” kata Sekretaris Perusahaan INDY Adi Pramono dalam keterbukaan informasi, akhir pekan lalu. Adi mengungkapkan, pembagian dividen interim tersebut sesuai dengan keputusan direksi, yang telah disetujui dewan komisaris pada 3 Agustus 2022. Pembagian dividen, lanjut dia, berdasarkan data keuangan per 30 Juni 2022 yang mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk
sebesar US$ 200,65 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya US$ 613,64 juta, dan total ekuitas senilai US$ 1,17 miliar. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









