Ekonomi
( 40753 )Akhir 2022, Bakti Optimis Bangun BTS 4G di 7. 482 Lokasi
Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BLU BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) optimistis untuk mencapai target pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di 7.482 lokasi di seluruh Indonesia hingga akhir 2022. “Kami optimistis bahwa target sebanyak 7.482 lokasi tersebut diharapkan dapat tuntas pada akhir tahun 2022,” kata Fadhilah Mathar, Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Kemenkominfo kepada Investor Daily, Rabu (3/8/2022). Sementara itu, hingga semester I 2022, BAKTI telah membangun BTS sebanyak 3.816, dengan rincian, BTS eksisting yang dibangun sejak 2015- 2022 sebanyak 1.682, dan BTS di lokasi baru sebanyak 2.134. “Sampai dengan 31 Desember 2022, BAKTI berharap akan dapat membangun BTS 4G sebanyak 7.482 lokasi secara kumulatif,” tambah Fadhilah. Fadhilah juga menjelaskan, selama
ini risiko yang mengakibatkan tertundanya penyelesaian target pembangunan BTS terutama disebabkan oleh terbatasnya sumber daya manusia di daerah yang memiliki keterampilan dalam pembangunan BTS terutama dalam pekerjaan tower erection. (Yetede)
Belanja Pemerintah Belum Optimal Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, belanja pemerintah belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal II tahun ini, belanja pemerintah malah terkontraksi 5,24% secara tahunan, sedangkan kuartal sebelumnya turun 7,59%. Jika dilihat lebih dalam, realisasi belanja pemerintah pusat turun 0,82% pada periode itu. Hal ini dipicu turunnya belanja barang dan belanja modal masing-masing 20,75% dan 19,84%. “Saya kira ini menjadi catatan penting bahwa permasalahan utama bukan di konsumsi rumah tangga. Kita mendapatkan satu hal yang cukup tragis bahwa belanja pemerintah justru negatif,” ucap Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, Minggu (7/8). Tauhid mengatakan. kontraksi belanja modal dan belanja barang menunjukkan pemerintah belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah tidak cukup cermat mengamati dan kurang serius mendorong peran anggaran negara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (Yetede)
Hun Sen Batalkan Proyek Kota Satelit Dekat Suaka Margasatwa
Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen pada Minggu (7/8) membatalkan proyek kota satelit kontroversial, karena akan dibangun di sekitar cagar alam dan kebun binatang dekat ibukota Phnom Penh. Keputusan itu menjadi buah dari tekanan warganet yang menyerukan agar proyek itu dibatalkan. Para aktivis konservasi dan warga setempat mulai menyuarakan kekhawatiran dan penolakannya sejak rencana pembangunan proyek mengemuka beberapa bulan lalu. Proyek itu akan dibangun dekat kebun binatang dan pusat penyelamatan suaka margasatwa Phnom Tamao. Sementara pengembang pada pekan sebelumnya sudah memulai aktivitas perataan di areal tanah swasta yang letaknya di sekitar hutan Phnom Tamao yang mencapai 2.000 hektare (ha) lebih. Hutan tersebut berjarak satu jam perjalanan darat dari Phnom Penh. Dan selama ini menjadi rumah bagi banyak hewan langka dan terancam punah. Termasuk di antaranya rusa sambar. Para pejabat pemerintah awalnya membela pihak pengembang dengan dalih bahwa tanah di kawasan pengembangan itu terlalu pirang pasir untuk pepohonan. Selain itu, banyak babi hutan yang kerap merusak tanaman milik para petani. (Yetede)
Disiapkan 11 Pabrik Penerima Kelapa Sawit
Sebanyak 10 pabrik minyak makan merah dan satu pabrik CPO direncanakan dibangun di Sumsel. Pabrik-pabrik berkapasitas 30 ton per hari itu akan menyerap tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani swadaya. Hal ini mengemuka dalam pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumsel, Jumat (6/8). Ketua Apkasindo Sumsel Slamet Somosentono menuturkan, rencana pembangunan pabrik itu disampaikan Dewan Pimpinan Pusat Apkasindo.
Pembangunan pabrik-pabrik itu akan menggunakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Pembangunan pabrik itu merupakan bentuk dari hilirisasi industri sawit. Pabrik-pabrik tersebut akan dibangun di beberapa daerah, misalnya Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas, Muratara, OKU Timur, dan OKI. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu pabrik sekitar Rp 1 miliar untuk setiap satu ton sawit. (Yoga)
OJK Bakal Pangkas Bunga Fintech
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mempertegas aturan batas bunga pinjaman financial technology (fintech) lending atau pinjol. Selama ini Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang menetapkan agar anggotanya tidak memberi bunga pinjaman lebih dari 0,4% per hari.
Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK, Moch Ihsanuddin bilang, angka pasti untuk membatasi bunga pinjaman segera diatur. Namun, pihaknya tetap berdiskusi dengan asosiasi maupun pelaku industri. “Berdasarkan riset itu angkanya juga tidak jauh-jauh dari 0,4%. Kisarannya antara 0,3% sampai 0,46%,” ujarnya, Kamis (4/8).
Penurunan Cadangan Devisa Indonesia Bakal Berlanjut
Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022 tercatat sebesar US$ 132,2 miliar, turun 3,08% dibandingkan posisi akhir Juni tahun ini US$ 136,4 miliar. Penurunan cadangan devisa diperkirakan berlanjut ke Agustus. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), penurunan cadangan devisa pada Juli 2022 terutama dipengaruhi kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.
Bisnis E-Commerce Diprediksi Tumbuh 31,2%
Riset Bank Indonesia (BI) memperkirakan, transaksi e-commerce atau lokapasar tahun ini akan terus tumbuh hingga mencapai Rp 526 triliun, atau naik 31,2% dari transaksi tahun 2021 yang mencapai Rp 401 triliun. Meski prospeknya bagus, sebagian besar pelaku e-commerce gencar menggelar diskon besar-besaran untuk menarik pelanggan.
Parasut Penjaga Ketahanan Sistem Keuangan
Pesawat itu bernama kondisi sistem keuangan. Kondisi sistem keuangan haruslah selalu dijaga agar tetap stabil. Masih terekam jelas dalam ingatan dimana pandemi Covid-19 datang secara tiba-tiba memberikan dampak yang begitu terasa. Tidak hanya meluluhlantakkan perekonomian negara, melainkan meluas hingga ke bidang sosial dan politik. Tak ayal, stabilitas sistem keuangan yang selama ini dijaga oleh Bank Indonesia (BI) dengan kebijakan makroprudensial pun menjadi terganggu. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) merosot, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan menurunnya kepercayaan investor menjadi dampak nyata bagi perekonomian Indonesia. Puncaknya, pada Maret 2020 indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat anjlok sebesar 64% year-on-year ke titik 4.194, yang merupakan all-time low dalam 5 tahun terakhir. Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Seyogyanya, menjaga kestabilan ekonomi nasional tidak hanya merupakan tugas BI dan anggota Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) saja, melainkan juga setiap warga negara harus ikut berperan. Sebagai langkah awal dapat dimulai dengan mempersiapkan ‘parasut’ agar tidak terjun bebas ke tanah jika pesawat yang ditumpangi mendadak rusak di tengah jalan tersambar petir. Salah satu parasut yang dapat dipersiapkan adalah dana darurat (emergency fund). Peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki dana darurat akan berimplikasi pada perputaran uang di Indonesia akan semakin lancar. Selanjutnya, dana darurat yang terkumpul dialokasikan oleh penyedia jasa keuangan untuk sumber pendanaan korporasi dan rumah tangga. Dampaknya, makroprudensial aman terjaga dan menciptakan stabilitas sistem keuangan
DPK MELAMBAT : Bank Genjot Kanal Digital
Sejumlah perbankan mengoptimalisasi kanal digital untuk berburu dana murah menyusul melambatnya dana pihak ke tiga (DPK) pada kuartal II/2022.Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2022 menyebutkan bahwa DPK masih tumbuh 9,13% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Namun, raihan itu mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan Mei 2022 yang naik 9,93%.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. misalnya yang mengandalkan Livin by Mandiri dan inovasi digital dalam memacu pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA).
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan telah menyiapkan beberapa strategi pertumbuhan DPK di antaranya mengakselerasi akuisisi rekening secara digital melalui Digital Saving, mendorong transaction based CASA menjadi source of fund digital ecosystem platform dan meningkatkan acceptance transaksi dengan CASA BRI di ekosistem mitra seperti rumah sakit, universitas, sekolah, koperasi, dan pesantren.
Blokade pada Taiwan Intens, Rantai Pasok Terganggu
Latihan militer China di sekeliling Taiwan semakin intens memasuki hari kedua, Jumat (5/8). Langkah retaliasi Beijing atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei pada 2-3 Agustus itu berisiko mengganggu perdagangan dan perjalanan komersial, tidak hanya untuk kawasan Asia Timur, tetapi juga global. Bagi Indonesia, menurut Ketum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani, kondisi itu tidak banyak berpengaruh sejauh ini. Alasannya, volume perdagangan antara Indonesia dan Taiwan relatif kecil. Di era politik internasional yang didominasi persaingan AS dan China, Hariyadi berharap Pemerintah Indonesia mampu memimpin semua pemangku kepentingan dalam negeri untuk memitigasi dan mengantisipasi risiko. Dengan demikian, jika terjadi letupan-letupan yang memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk perekonomian nasional, Indonesia sudah siap.
Sehari setelah Pelosi bertolak dari lawatannya di Taipei, China mengumumkan latihan perang selama empat hari, 4-7 Agustus, di sekeliling Taiwan. Latihan itu mencakup simulasi tempur melibatkan tembakan di perairan dan wilayah udara di sekitar Taiwan. 100 pesawat Militer China menyebut bahwa lebih dari 100 pesawat tempur dan 10 kapal perang ambil bagian dalam latihan militer itu. Kantor berita China, Xinhua, Jumat, menyebut, pesawat tempur, pengebom, kapal perusak, dan fregat digunakan dalam apa yang disebutnya operasi blokade bersama. Komando Palagan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) juga menembakkan rudal versi baru yang dikatakan mengenai sasaran tak dikenal di Selat Taiwan dengan tingkat akurasi tinggi.
Data Bloomberg memperlihatkan, separuh kapal kontainer dan logistik global melewati Selat Taiwan selama tujuh bulan pertama tahun ini. Tiga dari enam area yang diblokade ole militer China berada di atau dekat Selat Taiwan. Jalur ini penting bagi rantai pasok semikonduktor yang sangat vital bagi berbagai industri global dan peralatan elektronik yang diproduksi di Asia Timur ke pasar global. Selat Taiwan adalah rute pelayaran utama bagi China dan Jepang, ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, dengan Eropa. Selat Taiwan juga berfungsi sebagai rute perdagangan pembangkit tenaga listrik teknologi Korsel dan membawa barang-barang manufaktur dari pabrik-pabrik Asia ke banyak konsumen dunia. Rute tersebut juga menjadi arteri utama pengiriman gas alam dunia yang tengah terdisrupsi akibat serangan Rusia di Ukraina. ”Mengingat sebagian besar armada peti kemas dunia melewati jalur air itu, pasti akan ada gangguan pada rantai pasok global karena perubahan rute tersebut,” kata James Char, rekan peneliti di Sekolah Studi Internasional S Rajaratnam, Singapura. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









