Ekonomi
( 40753 )Indonesia Bukukan Potensi Ekspor ke India Sebesar US$ 3,2. Miliard
JAKARTA, ID – Indonesia berhasil membukukan potensi ekspor ke India dengan nilai sebesar US$ 3,2 miliar dari penandatanganan 22 kesepakatan kerja sama (MoU) antara pelaku usaha kedua negara. Hal tersebut merupakan hasil dari kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat memimpin delegasi misi dagang Indonesia ke New Delhi, India, Senin (22/8/2022). Mendag mengungkapkan, potensi ekspor tersebut diperoleh dari penandatanganan 22 kesepakatan kerja sama (MoU) antara pelaku usaha kedua negara. 22 MoU tersebut meliputi produk-produk minyak kelapa sawit (CPO), olein, batu bara, furnitur, perkakas plastik, serta bubur kertas dan kertas dengan nilai total mencapai US$ 3,2 miliar. “Khusus produk kelapa sawit total komitmen yang menjadi kesepakatan sebanyak 2,6 juta ton atau senilai US$ 3,16 miliar,” ucap Mendag dalam keterangan resminya, Selasa (23/8/2022). (Yetede)
Kelola Investasi Ilegal, Petinggi Jouska Dibui 6,5 Tahun
Masih ingat kasus perencana keuangan Jouska Finansial Indonesia yang terjadi di awal pandemi dua tahun silam? Kasus ini telah memasuki babak baru.
Kemarin, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 6,5 tahun kepada CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno. Selain itu, hakim juga menjatuhkan denda Rp 2 miliar subsider 2 bulan penjara.
Tahun Depan, Suntikan Modal BUMN Rp 45,9 Triliun
Pemerintah berencana memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan total anggaran sekitar Rp 45,9 triliun pada 2023.Dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023, suntikan modal dibagi berdasarkan klaster BUMN. Pertama, injeksi modal untuk klaster infrastruktur sebesar Rp 40,4 triliun. Kedua, pada kluster ini akan diberikan kepada tiga BUMN yakni, PT Hutama Karya sebesar Rp 28,9 triliun, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rp 10 triliun, dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Rp 1,5 triliun. Lalu ketiga injeksi modal untuk investasi klaster pangan dan lingkungan hidup akan diberikan kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebesar Rp 2,6 triliun.
Jaga Margin Laba, KLBF Berencana Naikkan ASP 2%-3%
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih akan kembali meningkatkan harga jual rata-rata atau
average selling price
(ASP) pada semester kedua tahun ini. Langkah ini dilakukan demi menjaga margin laba bersih perusahaan.
Direktur Utama KLBF Vidjongtius mengatakan, kenaikan harga tersebut akan dilakukan secara selektif. "Diperkirakan kenaikan ASP sebesar 2%-3%," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (19/8).
Sebagai informasi, pada semester I-2022, KLBF telah meningkatkan harga jual sekitar 3%-5% pada produk-produk tertentu. KLBF berharap tetap dapat mengejar pertumbuhan pendapatan 11%-15% hingga akhir tahun ini.
Cabang Fisik Bank Semakin Berkurang
Jumlah kantor cabang bank semakin menyusut seiring tren digitalisasi layanan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) kantor cabang bank umum di dalam maupun luar negeri per Juni 2022 sebanyak 36.111 unit, menurun dari Juni 2021 yang sebanyak 47.401 kantor cabang.
Artinya, dalam setahun terakhir, bank sudah menutup 11.290 unit jaringan kantor cabang. Padahal, jumlah bank umum yang ada di Indonesia tidak mengalami perubahan, tetap 107 unit.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya telah memangkas jumlah kantor cabang dari 8.993 jaringan di akhir 2021 menjadi 8.804 unit per Juni 2022. Corporate Secretary BRI menyatakan, akan terus melakukan penataan jaringan kerja, baik menambah atau mengurangi, agar lebih produktif dan efisien namun tetap efektif dalam memberikan layanan.
Adapun PT Bank Mandiri Tbk telah menutup 40 kantor cabang sepanjang 2022. Untuk layanan pada cabang yang masih beroperasi diubah menjadi smart branches.
Grup Astra Jaring Transaksi Rp 1,56 Triliun di GIIAS
Grup Astra mendapatkan berkah dari Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Dalam perhelatan otomotif yang berlangsung 11 hari itu, Astra Financial meraih transaksi senilai Rp 1,56 triliun.
Perolehan itu 4% lebih tinggi daripada target. Astra Financial hanya menargetkan jumlah angka transaksi sebesar Rp 1,50 triliun selama perhelatan pameran otomotif tersebut berlangsung.
Jika dibandingkan dengan perhelatan serupa di tahun sebelumnya, hasil itu juga naik sebesar 87,59%. Dalam ajang GIIAS Jakarta 2021 Astra Financial mencatatkan jumlah transaksi senilai
Rp 830 miliar.
PalmCo Bidik Dana IPO Rp 5-10 T
JAKARTA, ID – Rencana pemerintah mendirikan PalmCo dan menjadikannya perusahaan terbuka melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan target dana Rp 5-10 triliun merupakan keputusan yang tepat. Kehadiran subholding sawit PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group itu akan berdampak positif bagi industri sawit nasional, pasar saham domestik, pemerintah, BUMN, dan masyarakat. Apalagi PalmCo akan mengintegrasikan seluruh perkebunan sawit BUMN dan disiapkan menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia. Di satu sisi, PalmCo dapat memerankan fungsi inti-plasma dan menjadi penjamin pembelian (offtaker) sawit rakyat, sehingga perusahaan itu dapat menjalankan public service obligation (PSO) atau domestic market obligation (DMO) untuk stabilisasi harga minyak goreng di dalam negeri yang selama ini kerap bergejolak. Dengan demikian, BUMN dapat berperan lebih besar dalam industri kelapa sawit dan turunannya. Di sisi lain, kehadiran PalmCo akan meningkatkan daya saing perusahaan BUMN atau anak BUMN terhadap perusahaan swasta, baik di dalam negeri maupun di level global. PalmCo juga bisa menjadi rujukan (benchmark) bagi pengintegrasian unit-unit bisnis di holding BUMN. (Yetede)
Dua Minggu Berturut-turut Tiongkok Pangkas Suku Bunga
BEIJING, ID – Bank sentral Tiongkok kembali memangkas suku bunga pinjaman utamanya pada Senin (22/8). Satu minggu setelah secara mengejutkan menurunkan dua suku bunga. Menurut laporan, People’s Bank of China (PBoC) menurunkan suku bunga pinjaman (loan prime rate/LPR) tenor lima tahun sebesar 15 basis poin, dari 4,45% menjadi 4,30%. Bank sentral Tiongkok itu juga menurunkan LPR tenor satu tahun sebesar 5 basis poin menjadi 3,65%. Ada pun sebagian besar pinjaman baru di Negeri Tirai Bambu itu didasarkan pada LPR satu tahun. “Pelonggaran/stimulus moneter baru dipandang sia-sia, ibarat ‘mencambuk kuda mati’. Ini mengingat ekonomi Tiongkok sangat membutuhkan konsumen kembali ke jalanan untuk membelanjakan uang,” demikian catatan Widnell, yang dilansir CNBC. Sehubungan dengan putaran pengurangan suku bunga yang terbaru, Ahli Strategi Pasar Global untuk Asia Pasifik (ex-Jepang) di Invesco, David Chao menuturkan bahwa hal itu mengisyaratkan keseriusan penurunan yang terjadi di pasar properti. (Yetede)
PERKUAT TRANSFORMASI AGRIKULTUR DAN FOOD ESTATE : BNI Dukung Program Taksi Alsintan
Sektor agrikultur memasuki periode percepatan transformasi yang semakin memperkuat produktivitas serta stabilitas pangan nasional. Peran pelaku perbankan menjalankan fungsi intermediator semakin krusial, khususnya dalam penyaluran kredit investasi serta pemberian solusi keuangan yang tepat untuk para petani. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI meluncurkan program Taksi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang merupakan model pengelolaan tata kelola usaha jasa alsintan dengan sistem jasa sewa atau kepemilikan alsintan melalui skema kredit perbankan. Kementan dan bank berkode saham BBNI tersebut, sepakat dalam hal pemberdayaan kelembagaan petani melalui penguatan permodalan, relaksasi pembiayaan, dan pendampingan. Kedua institusi berkolaborasi melalui integrasi data mitra dan/atau binaan guna mempermudah aplikasi permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Taksi Alsintan.
Presiden optimistis Program Taksi Alsintan yang dijalankan ini lebih feasible dengan bantuan sistem perbankan, khususnya BNI
Resiliensi Ekonomi dan Subsidi BBM
Bank Sentral AS menyuarakan akan menaikkan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya September mendatang, meski terbuka kemungkinan tak akan sebesar 75 basis poin. Ini lebih kecil dari ekspektasi pasar yang tadinya memprediksi kenaikan 100 basis poin. Ekspektasi ini timbul karena sebelumnya beberapa indikator awal, seperti perumahan, telah memberikan sinyal bahwa resesi di AS akan tiba lebih awal. Pertumbuhan ekonomi AS untuk triwulan II-2022 tercatat negatif 0,9 %. Secara teknis, AS sudah memasuki resesi karena dua triwulan berturut-turut mencatat pertumbuhan ekonomi negatif.
Situasi di atas sempat menimbulkan euforia di bursa berjangka minyak dunia karena The Fed yang kurang hawkish mengurangi ketakutan terhadap resesi dunia. Harga minyak WTI yang sempat anjlok dari 108 USD per barel di akhir Juni ke 94 USD bergerak naik lagi. Namun, tidak dapat bertahan lama di atas batas psikologis 100 USD per barel. Hal ini terjadi karena realitas resesi di AS dan pertumbuhan di China yang terganggu lockdown Covid-19. Anjloknya harga minyak dunia juga diikuti turunnya harga komoditas lain sehingga menurunkan tekanan inflasi global.
Prospek kenaikan suku bunga The Fed, ditambah kurang menariknya investasi pada minyak bumi dan komoditas lain, menyebabkan pemodal portepel mencari aset aman finansial dalam denominasi USD. Indeks USD yang sempat turun ke sekitar 105,8 di minggu pertama Agustus meningkat kembali ke 108,3 pada minggu ketiga Agustus. Akibatnya, nilai kurs rupiah terhadap USD yang sempat menguat ke Rp 14.600-an per USD melemah kembali ke sekitar Rp 14.800. BI melaporkan adanya net buy saham-saham Indonesia sekitar Rp 900 miliar oleh asing sehingga IHSG naik 0,26 % ke 6.968,78. Pada minggu ke-4 Juli 2022, bersamaan kenaikan suku bunga The Fed yang kedua, dana yang masuk tercatat Rp 3,28 triliun. Kombinasi ini membuat rupiah cukup resilien.
Masalahnya, pertumbuhan berdasarkan mobilitas di atas didukung oleh subsidi BBM Rp 502 triliun yang membebani APBN. Dengan demikian, ada trade off antara pertumbuhan dan ketahanan anggaran. Jika kebijakan mengurangi subsidi BBM karena pertimbangan sosio-ekonomi belum dapat dilakukan dalam jangka pendek, yang dapat digunakan adalah dengan pembatasan (rationing) non harga. Kebijakan penyekatan (separating equilibrium) ini dapat dilakukan berdasarkan jenis kendaraan roda dua, angkutan umum dan logistik, merek, CC mesin, dan lain-lain. Rencana The Fed untuk tetap meningkatkan suku bunga acuan berkali-kali di masa depan memperbesar peluang durasi resesi lama. Harus diperhatikan bahwa ketahanan APBN menentukan kerangka waktu untuk beralih ke opsi berikutnya (pivotal point), yakni menaikkan harga BBM domestik, jika keseimbangan pasar minyak dunia ternyata kembali berada di atas 90 USD per barel. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









