;
Kategori

Ekonomi

( 40498 )

TITIK BALIK PEMULIHAN EKONOMI

16 Aug 2022

Di tengah masih beratnya beban ekonomi akibat ketidakpastian global, sinergisitas antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong laju ekonomi makin solid, sehingga mampu membangkitkan optimisme pada tahun ketiga pandemi Covid-19. Sejumlah indikator ekonomi pun berhasil mencatatkan kinerja yang ciamik pada paruh pertama tahun ini. Realisasi pertumbuhan ekonomi 5,44% pada kuartal II/2022, pertumbuhan investasi hingga 32%, serta kinerja manufaktur yang tetap ekspansif menguatkan optimisme tersebut. Catatan positif itu tak terlepas dari efektifnya strategi ‘rem dan gas’ yang diterapkan pemerintah dalam mengelola mobilitas masyarakat. Intervensi fiskal melalui beragam program bantalan sosial pun terbukti memberikan keseimbangan dari sisi penawaran dan permintaan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi global dewasa ini sejatinya masih cukup tersandera oleh krisis energi dan pangan akibat invasi Rusia ke Ukraina, sehingga mengatrol indeks harga konsumen (IHK). Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis kontribusi industri manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional (produk domestik bruto/PDB) bisa di atas level 5% pada kuartal III/2022. Menurutnya, aktivitas manufaktur yang menggeliat mampu mendorong laju ekonomi lebih kencang. Selain memacu kinerja ekspor, kondisi ini juga meningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan adanya normalisasi penghasilan.


Tiongkok dan Taiwan Meradang, TPT Siap Raih Peluang

16 Aug 2022

Belum hilang dalam ingatan atas dampak krisis energi China pada 2021 yang dilanjutkan dengan pergolakan per­da­gang­an akibat invasi Rusia ke Ukraina, per­eko­no­­mi­an dunia kembali di­buat bersiaga dengan ke­te­gangan antara Taiwan dan Chi­na. Reaksi pemerintah Ne­ge­ri Tirai Bambu dengan me­nem­bak­kan sejumlah peluru kendali ke wilayah perairan Taiwan se­baiknya ditangkap sebagai sinyal bahwa Tiongkok tidak me­man­dang kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat yang merupakan musabab ke­te­gangan ini sebagai hal yang biasa. Dan, sudah ba­rang tentu bahwa apapun yang terjadi di negara dengan in­dus­tri terbesar di dunia se­ka­li­gus perekonomian ter­be­sar di Asia akan mem­be­ri­kan dampak serius ke negara lain, tak terkecuali Indonesia. Mengutip dari laman portal daring Bisnis Indonesia, Menteri Perindustrian telah me­nyiap­kan sejumlah persiap­an untuk menghadapi dam­pak tersebut. Pemerintah me­nya­takan akan mempercepat pro­ses investasi di kawasan in­dustri. Selain itu, calon pe­nge­lola kawasan industri akan mendapatkan pendamping­an, serta mendapatkan fa­si­li­tas nonfiskal seperti pe­ngamanan sebagaimana objek vital nasional dan objek tertentu. Mari kita mengambil contoh industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang telah eksis di Tanah Air sejak dekade 1970-an dan mencapai masa kejayaannya pada 1990-an. Sempat dicap sebagai sunset industry saat krisis ekonomi Asia 1998, industri ini justru membuktikan daya tahan yang cukup mengesankan hingga saat ini. Industri ini tumbuh 12,45% pada kuartal pertama 2022 berkat topangan konsumsi dalam negeri. Dari sisi ekspor, hingga paruh kedua 2022, TPT mencatatkan surplus neraca perdagangan lebih dari US$4 miliar.

PROSPEK PDB 2022 : EKONOMI CAPAI LEVEL PRAPANDEMI

16 Aug 2022

Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini diprediksi makin solid seiring dengan terkendalinya penanganan pandemi Covid-19 dan terjaganya tingkat konsumsi masyarakat sepanjang tahun berjalan 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2022 tumbuh hingga 5,44% (year-on-year/YoY). Konsumsi rumah tangga sebagai tulang punggung produk domestik bruto (PDB) pun mampu mencatatkan pertumbuhan hingga 5,51% (YoY).Data tersebut mengindikasikan bahwa konsumsi masyarakat masih cukup kuat kendati dihadapkan pada risiko lesatan inflasi yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina sejak akhir Februari lalu sehingga menyebabkan krisis pangan dan energi. Berpijak pada data ter sebut, sejumlah ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berpotensi mencapai level pra pandemi. Sekadar informasi, pada 2019 silam realisasi pertumbuhan ekonomi berada pada level 5,02% (YoY). Chief Economist Citibank Indonesia Helmi Arman mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun diproyeksi berada pada level 5,2% yang didorong oleh tiga sektor, yaitu konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi. Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas mengestimasi, PDB pada periode Juli—September tahun ini mampu tumbuh hingga 5,6% (YoY) seiring dengan efektifnya strategi ‘rem dan gas’ pemerintah dalam mengelola mobilitas masyarakat.

Presiden: Semua Hasil Kerja Bersama

16 Aug 2022

77 tahun kemerdekaan RI merupakan perjalanan tak mudah. Pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia menyebabkan krisis pangan, energi, dan likuiditas. Meski demikian, lewat kerja bersama rakyat dan pemimpin bangsa sebelumnya, Presiden Jokowi  dalam wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, di ruang Veranda Istana Merdeka, Minggu (14/8) merasakan kelangsungan membangun hingga saat ini. Arah pembangunan kita sekarang bukan jawasentris, melainkan indonesiasentris. Membangun dari pinggiran, membangun dari desa.

Infrastruktur di pinggiran, airport di Pulau Miangas. Pembangunan pos lintas batas negara di Skouw, di Sota Merauke, Motaain, kemudian di Aruk, Nanga Badau, di perbatasan Malaysia, dan masih banyak lainnya. Betul-betul ada perubahan, kelihatan jalan-jalannya, infrastruktur kecil-kecil, jembatan-jembatan, dan embung. Dengan gelontoran dana selama enam tahun ke desa dan mencapai Rp 468 triliun, menghasilkan jalan 227.000 km dan 4.500 embung. Dana desa tak hanya membangun jalan dan irigasi saja, tetapi juga pasar desa, BUMDes, dan air bersih di desa. Air bersih, 1,2 juta km sambungan, dan posyandu terbangun 38.000. Sumur 59.000 unit dan 56.000 PAUD.

Artinya, pemerataan pembangunan atau keadilan sosial yang dinanti masyarakat berjalan cepat ke tujuan, fokus sehingga tepat sasaran. Dampak dari 4.500 embung dan 1,1 juta hektar irigasi muncul swasembada pangan. International Rice Research Institute (IRRI) memberi sertifikat Indonesia punya ketahanan pangan yang baik. Indonesia swasembada pangan sejak 2019. Selama tiga tahun berturut-turut, produksi beras 31,3 juta ton. Jagung dulu, kita impor 3,5 juta ton per tahun. Tahun ini hanya impor 800.000 ton. (Yoga)


Arti Kemerdekaan dari Sepotong Ubi

16 Aug 2022

Rabu (13/7/2022) pagi, Dorkas Nauw (42) mantap berdagang di Distrik Ayamaru Utara, satu dari 24 distrik di Maybrat. Dia menumpuk keladi dan petatas. Satu tumpukan terdiri atas 8-10 umbi. Dia menjualnya Rp 50.000 per tumpuk. Semua hasil kebun sendiri. Selain dikonsumsi bersama keluarga, Dorkas mengatakan, umbi miliknya sengaja dijual, 5 kali seminggu. ”Saya bisa dapat Rp 300.000-Rp 600.000 per sekali jualan,” kata Dorkas. Walau bukan jumlah besar, Dorkas sudah cukup bahagia. Selain membeli lauk-pauk, dia dapat menyisihkan sebagian untuk sekolah anaknya. Ibu empat anak ini yakin pendidikan adalah investasi berharga bagi anak-anaknya kelak. Terbukti, anak sulungnya baru saja lulus seleksi menjadi anggota TNI di Sorong. Semua biaya pendidikannya didanai lewat berjualan umbi, bahan makanan pokok khas tanah Papua

Ice Kambuaya (43), penjual lainnya, juga berharap banyak dari keladi. Siang itu, dia berharap sekarung keladinya laku Rp 200.000-Rp 300.000. Dengan itu, ia dapat menyisihkan setengahnya untuk pendidikan empat anaknya. Siang itu, semangat Ice untuk berjualan berlipat. Selin (9), anak bungsunya, ikut menemani berjualan. Ice menawarkan keladi, Selin tekun mengerjakan tugas sekolah. ”Mau jadi polisi. Mama bilang rajin belajar,” katanya. Peneliti di Pusat Studi Melanesia Universitas Muhammadiyah Sorong, Bustamin Wahid, mengatakan, warga Maybrat relatif lebih paham pentingnya pendidikan.Tinggal tidak jauh dari Sorong, sekitar 174 km, ikut membuka wawasan mereka. Pendidikan adalah investasi masa depan. Salah satu andalan mewujudkan itu dilakukan dengan memanfaatkan hasil alam, salah satunya menanam dan menjual umbi. (Yoga)


Cerita Bahagia Para Penangkap Tuna

16 Aug 2022

Penimbangan Arrafif milik Muhlis Lastori (31) di Desa Sangowo, Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (27/7) meski sederhana, merupakan sumber penghidupan Muhlis, dua tahun terakhir. Dia adalah penerima tuna tangkapan nelayan setempat unuk disetor ke PT Harta Samudera di kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Morotai, di Desa Daeo Majiko, Morotai Selatan, 10 km dari Sangowo. Ada 10 perahu yang biasa setor tangkapan kepada Muhlis. Saat bukan musimnya seperti sekarang, Muhlis hanya menerima 15 tuna seberat 300 kg. Saat musim tuna, ia bisa menerima 1.000-2.000 kg per hari. Musim tuna berlangsung tujuh bulan dalam setahun, yakni Januari-April dan Oktober-Desember. Nelayan Sangowo dan Morotai kerap melaut seharian (one day fishing) dengan perahu di bawah 3 GT.

Firman salah seorang nelayan, hari itu mendapatkan lima ekor tuna berbobot 11-19 kg. Biasanya, dia bisa mendapat dua atau tiga kali lipat lebih banyak. Dengan harga tuna Rp 17.000 per kg, Firman mengantongi Rp 1,3 juta. Firman hanya satu dari 700 nelayan Sangowo dan dari sekitar 3.000 nelayan di Morotai, yang tersebar di sisi timur hingga utara Pulau Morotai, seperti Daeo Majiko sampai Bere-bere di Kecamatan Morotai Timur. Menurut Nahrul (50), nelayan lainnya, nelayan tuna bisa mendapat Rp 10 juta per bulan. Mereka lebih sejahtera dari nelayan ikan lainnya. Sebagian tuna dijual ke PT Harta Samudera yang ada di Morotai. Namun, ada juga yang menjual ke Ternate dan Bitung di Sulawesi Utara demi harga tertinggi.

Kepala Cabang PT Harta Samudera I Made Malihartadana mengatakan, perusahaan pengolahan ikannya beroperasi sejak 2018. Dia punya 14 titik pemasok di Morotai. Dari sana, tuna diekspor dalam bentuk loin ke Vietnam melalui Surabaya. ”Setiap tahun, rata-rata ada 25-30 kontainer atau antara 300-360 ton loin ke Vietnam,” ujarnya. Malihartadana menilai, potensi itu masih terbuka lebar dan dibutuhkan beragam cara untuk memacunya, seperti peningkatan ukuran kapal, lama pencarian di laut, hingga luas lokasi pencarian. Penanggung Jawab SKPT Morotai Mahli Aweng mengatakan, potensi penangkapan tuna di Morotai belum ideal karena ukuran kapal relatif kecil.

Sandra Tjan dari Indonesia Locally Managed Marine Area mengatakan, produktivitas nelayan mesti ditingkatkan. Koperasi-koperasi mati dihidupkan kembali, termasuk BUMDes yang banyak tersebar di  Morotai. ”BUMDes itu mesti didorong untuk menyedot ikan dari nelayan. Tak hanya tuna untuk dikelola  dan dikembangkan, tapi juga ikan lain sehingga pada akhirnya kesejahteraan nelayan akan meningkat,” ujarnya. Saat akses pasar ekspor terbuka, kesejahteraan nelayan semakin terang. Namun, keterbatasan sarana membuat potensi belum optimal. Literasi keuangan juga dibutuhkan sehingga nelayan makin sejahtera. (Yoga)


Mengapungkan Harapan di Kampung Terapung Bajo Torosiaje

16 Aug 2022

Torosiaje, bisa dicapai dengan menyewa mobil Rp 700.000, termasuk bensin dan sopir, mengikuti jalan Trans-Sulawesi ke arah Sulteng. Dari dermaga, pengunjung menyeberangi laut sejauh 700 meter naik perahu bertarif Rp 5.000 per orang menuju Torosiaje. Dari kejauhan, rumah kayu berdinding warna-warni, keramba, perahu nelayan, hingga bangunan sekolah berdiri di atas laut. Inilah perkampungan terapung suku Bajo Torosiaje. Permukiman di atas air itu menjadi magnet bagi wisatawan. Seperti malam Jumat, Jootje Repi (79) berat hati menolak permintaan pengunjung untuk menginap di rumahnya. Empat kamar di homestay Mutiara Laut miliknya penuh hingga tiga malam ke depan. Tarif homestay itu Rp 150.000 per kamar per hari dengan ruangan 3,5 x 3 meter berisi kasur, meja, kipas angin, dan cermin.

Jootje mendesain rumah terapung berukuran 11 x 20 meter itu sebagai homestay pada 2012. Kala kepala desa Torosiaje periode 2005-2011 itu diminta pejabat Kementerian Pariwisata menyediakan penginapan. ”Tidak perlu mewah, yang penting bersih,” ucapnya. Ketika wisata Torosiaje berkembang tahun 2018, pemda dan masyarakat menyiapkan 11 rumah sebagai homestay. Di situ pengunjung juga tinggal bersama pemilik rumah. Wisatawan bisa ke dapur jika lapar tengah malam. ”Ibu Gubernur (Idah Rusli Habibie) pernah makan di dapur,” ucap Jootje sambil menunjuk meja makan kayu. Namun, kini, tersisa dua rumah warga yang dijadikan penginapan.

Pelanggannya mayoritas ASN dalam dan luar Gorontalo. Bulan lalu, ada pula pengunjung asal China menginap di sana. Kehadiran homestay mengungkit usaha warga, dari warung makanhingga ojek perahu. ”Kalau libur Lebaran, saya bias dapat Rp 300.000 per hari. Biaya bensin Rp 20.000. Kalau tangkap ikan, modalnya Rp 100.000,” ucap Aman Latif (40), warga Torosiaje Jaya, desa tetangga Torosiaje. Pertama kali ke Torosiaje, Kustami(50), warga Sragen, Jateng, takjub pada perkampungan terapung itu. ”Saya penasaran, masak ada kampung di atas laut. Saya pikir Cuma sedikit, ternyata banyak rumah,” ucap wisatawan yang datang bersama sembilan anggota keluarganya itu.

Kepala Desa Torosiaje Uten Sairullah mengatakan, perkampungan terapung di desanya juga telah menarik wisatawan. Pihaknya juga mengembangkan Alo Cinta, jembatan kayu dengan panjang 300 meter yang bagian ujungnya berbentuk hati. Dermaga itu dicat warna-warni. Pengunjung dapat menikmati matahari terbenam di sana. Pihaknya juga tengah mengembangkan spot menyelam dan melihat hiu. Lokasinya di Pulau Karang, sekitar satu jam dengan kapal cepat dari Torosiaje. (Yoga)


Malaysia Hadapi Tantangan Ekonomi di Kuartal IV

16 Aug 2022

KUALA LUMPUR – Menteri Keuangan (Menkeu) Zafrul Aziz mengatakan Malaysia akan menghadapi tantangan ekonomi pada kuartal IV-2022. Hal ini diprediksi terjadi apabila tantangan-tantangan global, seperti perang Rusia antara Ukraina dan kebijakan nihil Covid-19 di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus berlanjut. “Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Malaysia. Setiap gangguan pada rantai pasokan dan perdagangan bakal mengurangi beberapa ekspektasi pertumbuhan Malaysia pada kuartal IV tahun ini,” ujar Zafrul, yang dilansir CNBC pada Senin (15/8). Maybank Investment Banking Group pun memiliki pandangan yang sama. “Bank memperkirakan kenaikan inflasi dan suku bunga di dalam negeri dan di seluruh dunia, bersama dengan tanda-tanda perlambatan di ekonomi utama seperti Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok akan mulai memiliki dampak yang terlihat pada ekonomi negara itu di kuartal IV dan seterusnya,” kata Suhaimi Ilias, kepala ekonom group Maybank IBG. Ditambahkan oleh Zafrul, momentum pertumbuhan untuk Juli hingga September seharusnya menunjukkan penguatan. Tetapi ini bisa menjadi hasil dari efek dasar negatif dari periode yang sama tahun sebelumnya. (Yetede)

MENOPANG KINERJA DAGANG

15 Aug 2022

Indonesia memiliki riwayat cemerlang untuk urusan kinerja dagang. Paling tidak hal itu tecermin dari surplus neraca perdagangan yang berlangsung selama 26 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Bahkan, neraca perdagangan Indonesia selama semester I/2022 yang mencapai US$24,89 miliar merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Kendati demikian, pada semester kedua tahun ini tantangan untuk menjaga kinerja dagang bakal makin berat lantaran adanya tren penurunan harga sejumlah komoditas ekspor serta risiko penurunan permintaan dari sejumlah negara. Jika dicermati, harga crude palm oil (CPO) dalam beberapa bulan belakangan turun jauh dari puncaknya yang sempat melampaui 7.000 ringgit per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2022, kontrak teraktif di Bursa Derivatif Malaysia, pada Jumat (12/8) ditutup menguat 3,7% secara harian ke 4.420 ringgit per ton. Harga bijih besi juga melandai setelah memuncak pada April 2022 di posisi US$162 per ton. Kontrak berjangka bijih besi pengiriman September bertengger di US$109,8 per ton di Bursa Singapura pada Jumat (12/8). Hanya harga batu bara yang menunjukkan tren stabil kendati sempat mengalami penurunan tipis. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan neraca perdagangan Indonesia Juli 2022 surplus US$3,85 miliar. Menurutnya, harga komoditas yang tinggi tetap mendukung kinerja ekspor pada Juli 2022, kendati bakal melemah sejalan dengan aktivitas perdagangan global yang melambat.

BIAYA JASA OJEK DARING : APLIKATOR MASIH BERBEDA PENDAPAT

15 Aug 2022

Perusahaan aplikasi transportasi masih berbeda pendapat soal kenaikan biaya jasa ojek sepeda motor yang ditunda selama 25 hari sejak ditetapkan Kementerian Perhubungan. Perusahaan aplikasi transportasi Maxim Indonesia menilai kenaikan biaya jasa bisa kontradiktif dengan upaya pemerintah dalam memulihkan keadaan ekonomi negara. Sebaliknya, Gojek Indonesia dan Grab Indonesia memilih memanfaatkan penundaan kenaikan biaya jasa ojek daring selama 25 hari untuk sosialisasi ke mitra pengemudi dan masyarakat. Business Development Manager Maxim Indonesia Imam Azhar Mutamad menjelaskan Maxim masih mempelajari regulasi baru soal biaya jasa ojek sepeda motor. Menurutnya, salah satu yang menjadi fokus adalah tarif minimal untuk jarak tempuh paling jauh 5 km dari sebelumnya 4 km. Sebaliknya, SVP Corporate Affairs Gojek Indonesia Rubi W. Purnomo menyatakan siap menindaklanjuti perpanjangan kenaikan tarif ojek daring dengan melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa dan pengemudi. Sesuai dengan arahan Kemenhub, lanjutnya, pelaksanaan kenaikan tarif dalam Kepmenhub No. KP 564/2022 diberikan masa tenggang selama 25 hari kalender sejak ditetapkan pada 4 Agustus 2022. Berdasarkan arahan tersebut, Gojek juga akan mematuhinya dengan melakukan sosialisasi agar kenaikan tarif tidak menimbulkan pro dan kontra.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno menjelaskan Kemenhub menetapkan bahwa penyesuaian aplikator terhadap tarif ojek daring dapat dilakukan paling lambat 25 hari kalender sejak beleid tersebut ditetapkan. Semula Kepmenhub No.KP 564/2022 menetapkan pemberlakuan efektif dilakukan maksimal 10 hari kalender sejak diundangkan pada 4 Agustus 2022. Namun, berdasarkan hasil peninjauan kembali, diperlukan waktu yang lebih panjang untuk melakukan sosialisasi terhadap tarif baru ini bagi seluruh pemangku kepentingan. Sementara itu, pemerhati transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas berharap hubungan antara aplikator dengan mitra pengemudi makin baik setelah penetapan biaya jasa baru ojek daring. “Persoalan hubungan industrial yang eksploitatif tidak boleh terjadi lagi dengan adanya kenaikan tarif baru.”