;
Kategori

Ekonomi

( 40753 )

Neraca Pembayaran Triwulan II-2022 Surplus

22 Aug 2022

Neraca pembayaran Indonesia pada triwulan II-2022 tercatat surplus 2,4 miliar USD setelah pada triwulan sebelumnya defisit. Surplus ini memperkuat cadangan devisa Indonesia pada Juni 2022, yakni 136,4 miliar USD. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Sabtu (20/8) mengatakan, neraca pembayaran surplus karena transaksi berjalan meningkat serta defisit transaksi modal dan finansial mengecil. (Yoga)

Produksi Belum Ditopang Pupuk yang Memadai

22 Aug 2022

Sejumlah daerah sentra produksi beras di Tanah Air menikmati keuntungan dari kemarau basah yang terjadi setahun terakhir. Produksi beras meningkat karena pengairan yang terjamin oleh hujan sepanjang tahun. Peningkatan produksi beras dirasakan petani di Kabupaten Sigi, Sulteng, sejak 2021. Asruli (64), petani di Desa Sidera, Sigi Biromaru, menuturkan, produksi beras dari 1 hektar sawahnya sejak tahun lalu hingga panen terakhir pada Mei 2022 berkisar 2-2,5 ton per musim. Sawah diolah dua kali atau dua musim tanam dalam setahun. ”Ini lebih baik dari hasil pada 2020 yang hanya 1,75 ton per musim tanam,” katanya, Minggu (21/8).

Hal sama dialami Aswan (33), petani di Desa Lolu, Sigi Biromaru. Dari 0,5 hektar lahannya, sejak tahun lalu ia menghasilkan 1,2 ton beras per musim tanam, meningkat dua kali lipat ketimbang 2020. Asruli dan Aswan mengakui, produksi beras sebenarnya masih bisa meningkat jika ketersediaan pupuk  bersubsidi terjamin. Selama ini, mereka mendapatkan pupuk lebih sedikit dari idealnya. Asruli, misalnya, mendapatkan empat karung pupuk bersubsidi, masing-masing dua karung jenis urea dan NPK. Padahal, idealnya, sawah 1 hektar membutuhkan enam karung pupuk yang terdiri dari dua karung NPK dan empat karung urea. Dengan pemupukan maksimal, hasilnya diyakini makin meningkat.

Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng Nelson Metubun mengatakan, data BPS Sulteng mencatat peningkatan produksi beras. Surplus beras Sulteng rata-rata 90.000-120.000 on per tahun. Pada 2021, Sulteng menghasilkan 511.000 ton beras dari sawah seluas 182.000 hektar. Angka itu meningkat 9,43 persen dari 2020 yang sebesar 467.000 ton. Terkait masalah pupuk, Nelson mengakui, alokasi pupuk bersubsidi memang sangat terbatas. Untuk itu, saling berbagi antarkelompok tani jika kelebihan jatah atau tak terserapnya pupuk di satu kelompok menjadi solusi. (Yoga)


PENGENDALIAN INFLASI, Arahan Presiden Jokowi Direspons Para Menteri

22 Aug 2022


Mendagri Tito Karnavian mengeluarkan surat edaran mengenai penggunaan belanja tidak terduga untuk mengendalikan inflasi di daerah. Sejumlah upaya juga dilakukan Kemenhub untuk menstabilkan harga tiket pesawat agar tidak menimbulkan inflasi tinggi. Hal ini dilakukan merespons arahan Presiden Jokowi untuk mengendalikan kenaikan harga barang dan jasa yang disampaikan pada Rakornas Pengendalian Inflasi pada Kamis (18/8). Rilis Pusat Penerangan Kemendagri, Minggu (21/8) menyebutkan bahwa Mendagri telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai Penggunaan Belanja Tidak Terduga dalam Rangka Pengendalian Inflasi di Daerah.

SE bernomor 500/4825/SJ tersebut dikeluarkan pada Jumat (19/8), bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi, serta stabilitas perekonomian di daerah. Melalui surat edaran tersebut, gubernur, bupati, dan wali kota diminta mengoptimalkan anggaran dalam APBD untuk menjaga keterjangkauan harga, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi dan transportasi, kestabilan harga pangan, serta ketersediaan bahan pangan. (Yoga)


Tingkatkan Kerja Pertanian, BNI Dukung Program Taksi Alsintan

22 Aug 2022

Sektor Agrikultur memasuki periode percepatan transformasi yang semakin memperkuat produktivitas serta stabilitas pangan nasional. Peran pelaku perbankan menjalankan fungsi intermediator semakin krusial, khususnya dalam penyaluran kredit investasi serta pemberian solusi keuangan yang tepat untuk para petani. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) meluncurkan program Taksi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang merupakan model pengelolaan tata kelola usaha jasa alsintan dengan sistem jasa sewa atau kepemilikan alsintan melalui skema kredit perbankan. Kementan dan BNI sepakat dalam hal pemberdayaan kelembagaan petani melalui penguatan permodalan, relaksasi pembiayaan, dan pendampingan. Kedua institusi berkolaborasi melalui integrasi data mitra dan/atau binaan guna mempermudah aplikasi permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Taksi Alsintan. (Yetede)

TANAMAN HIAS, MAGNET BARU KOMODITAS EKSPOR LAMPUNG

21 Aug 2022

Aziz Hermawan (43) sibuk menyiapkan aglonema yang akan diekspor ke Turki, Minggu (14/8). Bersama belasan petani lain, Aziz harus memastikan 10.500 batang aglonema yang akan diekspor perdana ke Turki bebas dari organisme pengganggu tumbuhan. Untuk itu, mereka harus teliti sejak awal proses penanaman hingga persiapan ekspor. Untuk membantu petani, Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung mendirikan tempat karantina tumbuhan khusus di Kelurahan Adipuro. Di sana, petani juga didampingi untuk memeriksa tanaman, mulai dari cara membersihkan hingga membungkus tanaman hias yang akan diekspor. Dengan karantina di tingkat desa/kelurahan, waktu untuk menyiapkan tanaman yang akan diekspor bisa lebih cepat.

Aziz menggeluti usaha tanaman hias sejak 2019. Pada awal masa pandemi Covid-19, masyarakat Lampung ”demam” tanaman hias. Ia pun memanfaatkan momentum itu untuk coba-coba menanam berbagai jenis tanaman hias yang sedang tren, tak terkecuali aglonema. Aglonema koleksi Aziz pernah terjual dengan harga tinggi, Rp 700.000 untuk satu batang. Saat ini, ia bisa mengantongi uang Rp 3 juta-Rp 4 juta setiap bulan dari hasil berjualan tanaman hias, padahal, usaha tanaman hias hanya sebagai pekerjaan sampingan yang diurus di sela-sela kesibukannya bekerja sebagai buruh rongsok. Aziz hanyalah satu dari puluhan rumah tangga petani aglonema di kelurahan itu yang menikmati hasil dari budidaya tanaman hias. Peluang ekspor tanaman hias yang sangat besar menjadi daya tarik bagi para perantau asal Adipuro untuk kembali ke kampung halamannya.

Eko Widiantoro (41). Perantau yang 16 tahun terakhir bekerja di pabrik sepatu di Tangerang memutuskan pulang ke kampung halamannya pada Mei 2022. Sejak dua bulan lalu, dia memulai usaha budidaya aglonema dengan modal awal Rp 3 juta, untuk membeli media tanam, bibit, dan menyiapkan area budidaya. ”Saya baru bisa panen 3-4 bulan lagi. Saat ini masih dalam proses pemotongan batang untuk memperbanyak bibit aglonema,” kata Eko. Selain budidaya aglonema, Eko juga bekerja sebagai petani padi di desa. ”Saya lihat banyak warga di sini yang hidup layak dari budidaya tanaman hias. Dari situ, saya tertarik menggeluti usaha ini,” ucapnya. Ketua Kelompok Tani Aglonema Adipuro Sri Sejeki Margiono menuturkan, ada 90 rumah tangga di Kelurahan Adipuro yang mengembangkan budidaya tanaman hias. Para petani inilah yang memasok aglonema untuk diekspor perdana ke Turki. (Yoga)


Kreator Konten Berperan Menggerakkan Pariwisata

20 Aug 2022

Keindahan destinasi wisata di Indonesia memiliki daya magnet tersendiri, tetapi belum semuanya populer. Kolaborasi dengan kreator konten untuk memperkenalkannya dinilai bisa menumbuhkan minat wisatawan untuk berkunjung. Harapannya, cara itu bisa mendorong pemulihan industri pariwisata. Diskusi mengenai hal tersebut mengemuka dalam sesi ”The Future of Tourism Starts from Us” dalam rangkaian acara Kompasfest Presented by BNI, di Jakarta, Jumat (19/8). Dua pembicara dalam sesi ini hadir secara daring, yaitu Gaery Undarsa, Co-founder dan Chief Marketing Officer Tiket.com bersama pegiat backpacker Pandhu Waskitha.

Menurut Gaery, kreator konten berperan penting mengungkit jumlah kunjungan wisatawan di suatu tempat wisata. Konten digital dengan tema dan cara penyampaian yang menarik akan dilirik warganet. Tiket.com telah berkolaborasi dengan sejumlah creator konten untuk memperkenalkan sejumlah spot menarik. Dalam berkolaborasi, Gaery tidak mau asal-asalan. Dia mengurasi sendiri kreator konten yang layak untuk diajak berkolaborasi dengan mengunjungi akun media sosial mereka. Kreativitas dan keunikan masing-masing menjadi pertimbangan penting.

Sejak 2014, Pandhu Waskitha menggeluti dunia wisata menggunakan ransel (backpacker) ke sejumlah daerah pelosok di Indonesia dan mancanegara. Perjalanan tersebut didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Seiring waktu, dia membuat akun media sosial @bacpackertampan.”Identitas sebuah akun diperlukan supaya bikin penasaran. Misalnya backpacker tampan, mereka pasti penasaran, apa iya orang ini tampan?” selorohnya dalam forum itu. Dia memutuskan fokus menjadi kreator konten wisata pada 2019. Menurut dia, media social dan konten digital turut berperan dalam menggerakkan pariwisata, berdasarkan testimoni dari warga atau pengelola wisata. (Yoga)


Inflasi Spiral Melanda Turki dan Inggris

20 Aug 2022

Inflasi yang sangat tinggi sedang melanda Inggris dan Turki. Inggris mencatatkan inflasi 10,1 % pada Juli 2022. Tingkat inflasi melebihi 10 % itu sangat jarang terjadi dalam 70 tahun terakhir di Inggris. Inflasi itu juga sudah jauh melebihi dua % target inflasi yang dicanangkan Bank Sentral Inggris. Seperti dikutip harian Inggris, The Guardian, 20 Juni 2022, para pejabat Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) dan Departemen Keuangan Inggris sudah mengkhawatirkan lingkaran kenaikan inflasi hingga melampaui 10 %.  Turki menghadapi inflasi superspiral dengan inflasi 79,6 % pada Juli 2022. Inflasi yang sebenarnya di Turki diyakini berada di atas 176,04 %. 

Warga Turki dan pengamat tidak mempercayai angka inflasi resmi pemerintah. ENAG, lembaga independen di Turki yang menganalisis inflasi, selalu membantah data resmi TUIK (biro statistik Turki) seperti diberitakan Reuters, 3 Agustus 2022. Bank Sentral Turki pernah mencoba menaikkan suku bunga inti hingga 19 % yang dilakukan Gubernur Bank Sentral Turki Naci Agbal (Reuters, 20 Maret 2022). Akan tetapi, Presiden Erdogan memiliki pandangan yang bertentangan dengan para ekonom dan bank sentral. Erdogan beranggapan, kenaikan inflasi terjadi karena suku bunga tinggi. Padahal, suku bunga tinggi sangat berguna untuk meredam inflasi. Hilangnya independensi Bank Sentral Turki telah menyebabkan sektor moneter Turki mengalami kekacauan. Kurs lira mengalami depresiasi 50 % sejak 2018 dan kini bertengger di angka 18,1185 lira per satu dollar AS. (Yoga)


Opsi Kendalikan Inflasi, Risiko Fiskal Lebih Kecil

20 Aug 2022

Inflasi tinggi bakal membayangi Indonesia di sisa tahun ini. Pemerintah dinilai perlu mengendalikannya kendati upaya itu bakal menambah beban fiskal negara. Terkait pengendalian inflasi itu, risiko fiskal lebih kecil ketimbang risiko ekonomi. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal berpendapat, kenaikan harga pangan domestik dan impor, energi, serta biaya transportasi, terutama tiket pesawat, diperkirakan masih akan mendorong inflasi. ”Tanpa ada kenaikan harga pertalite, inflasi umum pada akhir tahun diperkirakan 5-6 %. Namun, jika harga pertalite jadi naik, inflasi umum bisa melambung di atas 8 %,” kata Faisal.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional 18 Agustus 2022, Presiden Jokowi meminta kementerian/lembaga dan pemda mengendalikan inflasi. Arahan Presiden menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan untuk mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional yaitu; memperkuat identifikasi sumber tekanan inflasi melalui pemanfaatan data, memperluas kerja sama antardaerah guna mengurangi disparitas pasokan dan harga, menurunkan biaya transportasi dengan memanfaatkan fasilitasi distribusi perdagangan antardaerah, termasuk menurunkan harga tiket pesawat dengan menambah jumlah pesawat, Keempat, mengoptimalkan penggunaan anggaran belanja tak terduga untuk mendukung pengendalian inflasi daerah, mempercepat penyerapan anggaran daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Yoga)


Kementerian Pertanian Menjawab ”Ironi Penghargaan IRRI”

20 Aug 2022

Kementan menilai beberapa hal yang ditulis dalam artikel opini ”Ironi Penghargaan IRRI”, di Koran Kompas, Kamis (18/8) halaman 9, tidak tepat. Hal itu antara lain terkait data produksi pangan, kesejahteraan petani, harga gabah di tingkat petani, dan sentra produksi padi. Artikel itu mengupas  penghargaan Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) kepada Pemerintah Indonesia karena dinilai memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan berhasil swasembada beras selama periode 2019-2021. Artikel juga memuat data nilai tukar petani (NTP), kasus harga gabah di bawah harga pembelian pemerintah (HPP), pola produksi bulanan, dan sentra produksi yang bersumber dari BPS.

Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mempertegas dan mengapresiasi pengakuan IRRI tersebut. Pengakuan itu patut disyukuri oleh segenap bangsa Indonesia serta menjadi kado special HUT Kemerdekaan Ke-77 RI dari sektor pertanian. Produksi beras nasional selalu surplus tiga tahun terakhir. Angka produksi melebihi kebutuhan konsumsi beras nasional yang mencapai 30 juta ton per tahun. Situasi itu tak lepas dari keputusan pemerintah tak membuka keran impor beras umum guna menjaga kemandirian pangan dan stabilitas harga di petani.

Penghargaan IRRI bukanlah prestasi satu institusi, melainkan apresiasi terhadap kerja keras para petani padi dan kolaborasi seluruh stakeholder perberasan. Penghargaan itu juga menjadi apresiasi bagi para pihak yang mendukung penyediaan infrastruktur, input pertanian, logistik dan pemasaran, serta pembiayaan. Terkait data NTP, capaian indeks harga barang yang diterima petani (It) di atas 100 beberapa waktu ini. Selama 2021, rata-rata It adalah 106,17, sementara selama Januari-Juli 2022 rata-rata It meningkat jadi 109,46. Hal ini menandakan harga jual produksi subsektor tanaman pangan tergolong baik. (Yoga)


Literasi Aset Kripto Perlu Diperkuat

20 Aug 2022

Edukasi publik mengenai aset kripto dan NFT serta metaverse masih perlu diperkuat. Menurut seniman visual yang berinvestasi kripto dan NFT, Bryan Lie, langkah pertama sebelum terjun ke dunia NFT adalah memahami konsep kripto, lantas berinvestasi sambil belajar lebih  jauh tentang aset digital ini. Jika seseorang merasa mendapat nilai tambah dari investasi kripto tersebut, ia bisa melanjutkan investasi ke NFT. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kerugian. ”Mudah untuk memandang aset digital sebagai scam (penipuan) jika Anda tidak meluangkan waktu untuk memahami sesuatu. Jangan malas mencari tahu,” kata Bryan dalam kelas daring bertajuk ”All You Need to Know about NFT” yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Kompasfest 2022 presented by BNI, Jumat (19/8) di Jakarta.

Dalam kelas daring bertajuk ”The World through Metaverse Perspective” yang juga menjadi rangkaian  kegiatan Kompasfest, Jumat, CEO WIR Group Stephen Ng menyampaikan, elemen-elemen penting di dalam metaverse sebenarnya telah muncul sejak tahun 2000-an. Di luar beragam potensi yang bakal ditawarkan metaverse, Stephen tetap menekankan pentingnya edukasi masyarakat terhadap teknologi ini agar tidak mengakibatkan disorientasi antara kehidupan nyata dan realitas virtual dalam metaverse yang bisa memicu gangguan kesehatan mental. (Yoga)