;
Kategori

Ekonomi

( 40753 )

SMF Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

02 Sep 2022

JAKARTA, ID – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan menerbitkan obligasi berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2022 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp 3 triliun, yang ditawarkan kesanggupan penuh atau full commitmen. Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan oleh perseroan untuk menggantikan sebagian dana ekuitas yang telah disalurkan sebagai pinjaman kepada penyalur KPR FLPP yang per tanggal 30 Juni 2022 jumlahnya sebesar Rp 4.16 triliun. Menurut Kepala Divisi Tresuri SMF Hilman Asyrofi, obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi ini dibayarkan setiap tiga bulan, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga  obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,95% per tahun, dengan jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi. “Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 21 Desember 2022, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi ini adalah pada tanggal 21 September 2027,” ungkap Hilman dalam keterangan resminya, Kamis (1/9). (Yetede)

AS Perintakan Stop Penjualan, Chip Al ke Tiongkok

02 Sep 2022

WASHINGTON, ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan penghentian ekspor chip yang digunakan untuk komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Larangan ini telah diterima oleh produsen chip Nvidia corp. dan Advanced Micro Devices (AMD) Inc pada Rabu (31/8) waktu setempat. Selain itu, pengumuman juga dipandang sebagai sinyal eskalasi besar dari tindakan keras AS terhadap kemampuan teknologi Tiongkok menyusul bubble ketegangan atas nasib Taiwan. Pasalnya, hampir sebagian besar besar produsen chip, Nvidia dan perusahaan lain melakukan produksinya di Taiwan. Saham Nvidia pun dilaporkan turun 6,6% selang beberapa jam pengumuman disampaikan. Menurut Nvidia, larangan tersebut memengaruhi produksi tipe chip A100 dan H100 yang dirancang untuk mempercepat tugas pembelajaran mesin. Pelarangan ini juga dapat mengganggu penyelesaian pengembangan chip unggulan H100 yang telah diumumkan tahun ini. Sedangkan saham rivalnya, AMD mengalami penurunan 3,7% setelah beberapa jam  pengumuman AS. (Yetede)

Efek Sistematik Bisa Menjalar ke Non Bank

01 Sep 2022

Ibarat bola salju, masalah industri keuangan masih banyak yang mengkhawatirkan. Apalagi nilai kerugian besar mencapai triliunan.Terbaru: Putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Nyaris tak tercium publik, Hakim Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nyatanya sudah memvonis pailit KSP Indosurya 11 Agustus 2022 lalu. Putusan ini menguak tabir ada kerugian publik senilai Rp 15,9 triliun. KSP Indosurya dengan segala cara juga mengajukan kasasi atas putusan pailit yang tertuang dalam putusan No.15/Pdt.Sus-Pembatalan Perdamaian/2022/PN.Niaga Jkt Pst. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM juga mengaku mendorong KSP Indosurya keluar dari pailit. Tapi ia tak menolerir kasus pidana koperasi diproses sesuai aturan.Harapan Teten, Kejaksaan Agung mendukung penanganan koperasi bermasalah agar hak anggota koperasi dapat terpenuhi secara maksimal. KSP Indosurya hanyalah contoh kasus. Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dalam pembukaan kelas ke jurnalis, mayoritas kasus keuangan saat ini terjadi di industri keuangan non bank.

Harga Material Hingga BBM Tekan Properti

01 Sep 2022

Pasar properti masih cenderung lesu. Jika harga bahan bakar minyak (BBM) naik di tengah tren kenaikan suku bunga perbankan, harga properti cenderung naik yang justru akan semakin menekan pasar properti di Tanah Air. Situasi ini, kata Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Hari Ganie, terbilang pelik bagi industri properti. Sebab, kenaikan harga BBM akan mendorong inflasi yang memberatkan sektor properti, terutama kepemilikan rumah subsidi. Adapun kenaikan bunga acuan bakal berefek pada cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sehingga mengerek harga jual rumah.

Inflasi dan Pelemahan Rupiah Hantui Ekonomi

01 Sep 2022

Pemerintah memprediksi laju inflasi tahun depan lebih tinggi. Tak hanya soal sinyal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tingginya inflasi tahun depan juga disulut oleh melemahnya nilai tukar rupiah. Dalam rapat kerja (raker) Rabu (31/8) kemarin, pemerintah dan Komisi XI DPR menyepakati asumsi inflasi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 sebesar 3,6%. Angka ini lebih tinggi dari usulan pemerintah dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2023 yang sebesar 3,3%.  Tak hanya itu, asumsi rerata nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat disepakati Rp 14.800 per dollar Amerika Serikat (AS). Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan Nota Keuangan dan RAPBN 2023 sebesar Rp 14.750 per dollar AS. Meski meningkat, inflasi 2023 prediksi lebih rendah ketimbang outlook inflasi 2022 yang ada di kisaran 4%-4,8%. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meramal, inflasi tahun ini bisa menembus 5%. Inilah yang menjadi dasar keputusan peningkatan suku bunga acuan alias BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI-7DRR) dari 3,5% menjadi 3,75% pada Agustus 2022. Sementara itu, pihaknya melihat inflasi tahun depan bisa melebihi angka 4%. "Nanti akan sangat dipengaruhi bagaimana kebijakan fiskal berkaitan dengan penyediaan subsidi untuk berbagai hal," tandas Perry.

Pasar Kripto Menggeliat Lagi, Stablecoin Bisa Jadi Pilihan

01 Sep 2022

Pasar aset kripto berbasis dollar Amerika Serikat (AS) perlahan mulai bangkit setelah sebelumnya lesu. Pada perdagangan kemarin, indeks dollar AS (DXY) turun ke level 108,60 dari sebelumnya 108,77. Penurunan DXY ini melecut nilai pasar kripto. Rabu (31/8) pukul 22.15, market cap kripto global tercatat US$ 977,81 miliar. Nilai naik 1,19% dari hari sebelumnya. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono bilang, nilai dolar AS yang melemah ini sedikit banyak mendorong laju harga aset kripto. Investor tentu akan menukarkan dolar AS ke aset kripto, ketika aset tersebut terlihat menggiurkan daripada menyimpan uang fiat. Dengan begitu, ada kemungkinan nafsu aset kripto hanya bertahan sementara. Terlebih, jika indeks dollar AS kembali perkasa, yang bisa menghambat laju harga aset kripto. Investor tentu akan menukarkan aset kriptonya menjadi dollar AS ketika aset tersebut terlihat lebih menggiurkan. Aset kripto yang berbasis dollar AS adalah stablecoin, seperti Tether, USD Coin dan BUSD. Afid menilai, jika indeks dollar AS meningkat, stablecoin yang diikat dengan mata uang greenback juga akan ikut naik, namun tidak signifikan. "Jadi, stablecoin bisa menjadi pilihan aset investasi kripto yang aman untuk saat ini," ujar Afid kepada KONTAN, Rabu (31/8). "Kedepannya stablecoin mungkin bisa dijadikan Central Bank Digital Currency (CBDC) yang bisa digunakan untuk metode pembayaran di jaringan blockchain," imbuh Afid.

Kinerja Fintech Milik Goto Terangkat Gopay

01 Sep 2022

Fintech milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Goto) mencatat pertumbuhan. Transaksi bruto fintech Goto mencapai Rp 87,3 triliun atau naik 87% secara tahunan pada kuartal kedua. Sementara itu, pendapatan bruto untuk segmen ini juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 54% secara tahunan. Nilainya mencapai Rp 401,3 miliar dari periode sebelumnya sekitar Rp 260 miliar. Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo bilang pertumbuhan tersebut didorong oleh penetrasi GoPay di seluruh ekosistem Grup GoTo, bersamaan dengan ketersediaan GoPay Coins di seluruh ekosistem perseroan.

Berburu Cuan Surat Utang

01 Sep 2022

Koreksi pasar surat utang yang tengah terjadi membuat investor institusi bersiasat guna tetap meraup cuan. Salah satu caranya dengan mengoleksi Surat Utang Negara (SUN) seri acuan tahun depan, SUN FR0096. SUN merupakan salah satu instrumen surat berharga negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah sebagai sumber pendanaan negara. Selain SUN, ada pula sukuk dan global bond yang diterbitkan pemerintah. Total penerbitan SBN sejak awal tahun ini hingga 25 Agustus 2022 telah mencapai Rp590,06 triliun. Selain seri FR (fixed rate), pemerintah juga menerbitkan seri SPN (surat perbendaharaan negara) yang merupakan instrumen dengan tenor kurang dari satu tahun. Adapun, seri FR memiliki tenor lebih panjang. SUN seri acuan menjadi pilihan investor lantaran tergolong likuid. Harga dan yield SUN seri tersebut menjadi acuan dalam perdagangan surat utang. Vice President Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan seri acuan dengan tenor 10 tahun selalu menjadi sasaran investor. Alasannya, seri ini menjadi yang paling likuid dan menjadi pembanding seri acuan negara lain. Dengan demikian, pasar saat ini tak hanya memperebutkan Seri FR0091 yang menjadi seri acuan tahun ini, melainkan seri acuan tahun depan yakni FR0096. SUN seri FR0091 sudah dilelang sebanyak 18 kali sepanjang tahun ini.


Pertahankan Kinerja Sehat : BNI Diperkuat Direksi Baru

01 Sep 2022

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI membukukan tren kinerja dan ekspansi yang solid hingga Semester I tahun ini seiring dengan fokus pertumbuhan yang sehat pada nasabah top tier.Laba bersih emiten perbankan berkode saham BBNI ini pada Semester I/2022 mencapai Rp8,8 triliun, tumbuh 75,1% secara tahunan (yoy). Hal ini dihasilkan dari ekspansi kredit yang tumbuh 8,9% yoy sehingga mencapai Rp620,42 triliun. Kinerja penghimpunan dana masyarakat yang kuat, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp691,84 triliun, naik 7,0% yoy, di mana 69,2% di antaranya Current Account Saving Account (CASA). Laba bersih juga dihasilkan dari kontribusi non interest incomeyang pada Semester I/2022 mencapai Rp7,6 triliun, naik 11,0%. Hal itu didukung oleh transformasi digital yang terus dilakukan, terutama pada tiga Product Champion BNI, yaitu BNIDirect, BNI Mobile Banking, dan BNI Xpora. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyatakan bahwa dengan tren pertumbuhan kinerja itu, BNI berhasil menembus total aset hingga Semester I/2022 senilai Rp946,49 triliun, naik 8,2% yoy. “Dengan bekal aset tersebut, BNI memiliki kemampuan untuk meminimalisir risiko yang dihadapi ke depan,” ujarnya, Rabu (31/08).

Kuartal II 2022 : Laba Bersih Bank DKI Tumbuh 30,64%

01 Sep 2022

Bank DKI berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di pertengahan tahun 2022. Berdasarkan laporan keuangan audited periode Juni 2022, Bank DKI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 30,64% Yoy menjadi Rp504,90 miliar dari sebelumnya di kuartal II 2021 sebesar Rp386,47 miliar. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy di Jakarta, (01/09). Fidri menyampaikan, indikator kinerja keuangan Bank DKI mencatatkan pertum-buhan yang baik, termasuk diantaranya total aset yang tumbuh sebesar 28,99%, dari semula Rp56,73 triliun pada kuartal II 2021 menjadi Rp73,17 triliun pada kuartal II 2022. Selain itu, Bank DKI juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20,15% pada kuartal II 2022 menjadi Rp43,64 triliun dibanding kuartal II 2021 sebesar Rp36,32 triliun. Pertumbuhan kredit terjadi pada seluruh segmen, dengan pertumbuhan segmen Mikro yang memiliki presentase pertumbuhan tertinggi sebesar 34,77% pada kuartal II 2022. Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga didukung dengan perbaikan kualitas aset Bank DKI yang ditandai dengan penurunan rasio NPL, tercatat 2,26% pada kuartal II 2022 atau mengalami perbaikan dibanding kuartal II 2021 sebesar 3,03%. Sementara itu, Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto menyampaikan bahwa pertumbuhan Laba kuartal II 2022 sebesar 30,64% utamanya ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 9,68% dari Rp1,30 triliun pada kuartal II 2021 menjadi Rp1,43 triliun pada kuartal II.