Ekonomi
( 40498 )KONVERSI BANK DAERAH : BRK Syariah Topang Ekonomi Riau
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong Bank Riau Kepri (BRK) untuk menyokong pertumbuhan ekonomi syariah Provinsi Riau, usai bertransformasi menjadi BRK Syariah. Ma'ruf mengikuti jalannya proses peresmian konversi BRK menjadi BRK Syariah di Menara Dang Merdu, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (25/8).Dia menilai momentum peresmian BRK Syariah ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kemudi syariah.
“Setidaknya ada tiga hal yang ingin saya tekankan. Pertama, BRK Syariah harus hadir sebagai penyokong dan penguat pertumbuhan semua sektor ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Provinsi Riau dan Kepri,” ujarnya, Kamis (25/8).
Kedua, BRK Syariah harus terus meningkatkan layanan, termasuk penyempurnaan implementasi digitalisasi perbankan. Ma’ruf menilai saat ini keseharian masyarakat di daerah juga semakin akrab dengan gaya hidup digital. Untuk itu, pembenahan, peningkatan kapasitas dan kapabilitas sistem IT perlu diprioritaskan. Ketiga, Wapres mengimbau, BRK Syariah perlu terus menjajaki dan mengembangkan berbagai program potensial guna memperluas pangsa pasar syariah, a.l. layanan penerimaan setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, layanan sistem manajemen kas bagi institusi pendidikan di daerah, mencakup sekolah umum, sekolah Islam, dan pesantren, serta layanan sistem pembayaran gaji bagi pegawai instansi pemda dan institusi/lembaga lainnya.
INDUSTRI GIM : PENGEMBANG LOKAL UNJUK GIGI
Dukungan kuat dari pemerintah untuk pelaku usaha gim lokal dinilai mampu memantik gairah para pengembang atau developer aplikasi tersebut. Langkah ini perlu diimbangi dengan minat entrepreneur yang ditanamkan sejak dini bagi para developer.
PT Sidji Jaya Abadi atau Sidji Studio merupakan satu dari sekian banyak perusahaan buatan anak muda di Kota Semarang yang bergerak dalam bidang industri kreatif. Pada mulanya, Sidji Studio adalah perusahaan perangkat lunak atau software house yang biasa menggarap proyek-proyek dari pihak ketiga. Namun, setelah pandemi Covid-19, ada peluang baru yang coba ditangkap Sidji Studio.“Pasar Indonesia itu yang dekat sama kita itu apa? Yang familiar itu kan CD gim bajakan, kedua model seperti pusat permainan arkade itu menarik,” jelas Glenn Andrenorman Anggoro, CEO Sidji Studio, saat ditemui Bisnis, belum lama ini. Dari ide sederhana itu, Sidji Studio kemudian mengembangkan gim berbasis ponsel pintar.
Dengan sumber daya yang ada, studio yang berlokasi di Pedurungan Lor, Kota Semarang itu berhasil merampungkan versi pertama gim tersebut pada 2020. Gim itu diperkenalkan ke publik dengan nama MaGer.
Kini, Sidji Studio tengah mengembangkan versi kedua dari gim tersebut. Ada sejumlah perbaikan yang coba diperkenalkan, mulai sistem hadiah hingga variasi gim. Tak hanya itu, kerja sama dengan perguruan tinggi juga coba dirintis. Harapannya, MaGer tak cuma menguntungkan buat para pemainnya tapi juga para pengembang gim yang baru memulai bisnisnya.“MaGer itu ingin membantu mereka, secara modal, karena ketika dipublish maka bisa mendapat data di niche market game yang laris seperti apa,” jelasnya
Simpanan Bank Mengalir ke Produk Investasi
Dana pihak ketiga (DPK) telah menjadi amunisi utama perbankan menjalankan fungsi intermediasi. Namun, saat likuiditas berlimpah, sejumlah bank mendorong dana nasabah bisa masuk ke produk investasi.
Data Bank Indonesia (BI) mencatat DPK industri perbankan melambat dan menyusut. Penghimpunan DPK Rp 7.284,4 triliun atau tumbuh 8,4% setahun atau year on year (yoy) per Juli 2022. Lebih lambat dibandingkan Juni 2022 yang tumbuh 8,9% yoy menjadi Rp 7.332,5 triliun. Artinya, dalam satu bulan terakhir, DPK perbankan menyusut Rp 48,1 triliun.
Bank DBS Indonesia mencatat, sekitar 25% sekitar saldo nasabah dari tabungan dan deposito sudah pindah ke produk investasi.
Head of Digital Banking DBS Indonesia, Erline Diani menyatakan, benchmark yang ada, 35% hingga 40% dari keseluruhan balance customers ke produk investasi.
PARIWISATA JABAR, Senyuman Baru dari Geopark Ciletuh
Kehadiran Taman Bumi Geopark Ciletuh-Palabuhan ratu di Sukabumi, Jabar, membuka lembar kehidupan baru. Sebagian warga di sekitarnya kini lebih berdaya. Dari angkasa, lengkungan garis pantai bertemu laut biru seperti memamerkan kemolekan Teluk Ciletuh. Petak-petak sawah, pegunungan, hutan, sungai, hingga air terjun jadi primadona. Bahkan, bagi Muhamad Risky Figo (22), pilot paralayang yang sudah 300 kali terbang di Ciletuh, kawasan itu tidak pernah membosankan. ”Saya sudah terbang di 20 lokasi di Indonesia. Pemandangan Ciletuh yang terbaik,” kata pilot bersertifikat kategori dua ini. Kamis (4/8) pagi, dia kembali mengudara dari Bukit Paralayang Ciletuh, 360 meter di atas permukaan laut di Desa Ciemas di Ciletuh.
Pengalaman terbang di Ciletuh kini tidak hanya jadi milik pilot berlisensi. Sejak 2018, dengan membayar Rp 500.000, wisatawan bisa terbang bersama pilot tandem komersial. ”Ada dua periode terbaik, April-Juni dan September-November. Kami sudah menerbangkan 700 wisatawan usia 7-65 tahun terbang tandem,” kata Ketua Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia Kabupaten Sukabumi Lukman. Gairah itu membuat pariwisata Ciletuh kian menggeliat. Perjalanan puncak hari ulang tahun ke-77 Jabar dalam ajang ”Cycling de Jabar” pada 27-28 Agustus 2022 bakal merekam hal itu. Di atas sepeda, Pemprov Jabar, harian Kompas, dan Bank BJB menyusuri Geopark Ciletuh, Sukabumi, ke Pangandaran. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut Geopark Ciletuh Pelabuhan ratu merupakan anugerah dunia bagi Jabar. Keindahan dan potensinya bertaraf internasional lewat status UNESCO Global Geopark.
Tidak jauh dari lokasi paralayang, Deris Angga (29) bahagia bercerita tentang Curug Cimarinjung setinggi 50 meter di Ciwaru. Sebelum 2015, hidup Deris tidak menentu. Ia kerap menganggur hingga menjadi kuli di Jakarta. Seiring pengembangan wisata Geopark Ciletuh, muncul pilihan pekerjaan. Deris lalu pulang kampung. Bersama pemuda lain, ia belajar menjadi pemandu wisata. Kala itu, baru Puncak Darma, sekitar 230 meter di atas permukaan laut, yang dikenal pengunjung di Ciemas. Curug Cimarinjung masih asing. Setelah meraih status UNESCO Global Geopark pada 2018, daerah itu kian berkembang. Pemerintah membenahi akses jalan, termasuk ke curug. Jalan beraspal kini tersaji di sana. Warung hingga tempat penginapan atau homestay mulai tumbuh hingga kurang lebih 2.000 unit. (Yoga)
TIMUR TENGAH, Fanatisme Suku Penyebab Kemunduran
Meski sudah lebih dari 100 tahun dikritik, kemunduran bangsa-bangsa Arab dinilai tidak kunjung berhenti. Fanatisme pada suku, kolusi, dan keengganan meninggalkan tradisionalisme menjadi faktor utama kemunduran. Indonesia perlu mempelajari penyebab keterpurukan itu agar tidak mengalami masalah yang sama. Wartawan Kompas tahun 1991-2022 Musthafa Abd Rahman mengatakan, keresahan pada kemunduran bangsa Arab sudah dikemukakan, di antaranya, lewat buku terbitan 1883. “Buku saya tidak akan menjadi yang terakhir, masih akan ada lagi di masa mendatang,” kata Musthafa yang puluhan tahun bertugas di Kairo, Mesir, dalam bedah buku hasil karyanya, Mengapa Bangsa Arab Terpuruk, Kamis (25/8) di Jakarta.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra, Guru Besar UIN SH Jakarta Ali Munhanif, Duta Besar RI untuk Spanyol Muhammad Najib, dan wartawan senior Trias Kuncahyono menjadi pembahas buku itu. ”Buku ini bersumber dari pemikiran tokoh-tokoh terhormat di Timur Tengah,” ujar Musthafa. Dalam 10 tahun terakhir, para tokoh Arab gelisah karena bangsa tersebut semakin terpuruk. Dalam satu dekade, kemiskinan naik dari 8,5 juta jiwa menjadi 18 juta jiwa. Krisis politik serta peperangan menjadi penyebab utama keterpurukan itu. Potensi generasi muda Arab tersia-siakan akibat berbagai krisis. Gara-gara rangkaian krisis ini, cendekiawan Mesir sampai menyebut bangsa Arab sedang sakit. Najib menyebut, hal yang mengkhawatirkan di kalangan bangsa Arab ialah ketiadaan tradisi introspeksi. Alih-ali mencari penyebab kemunduran secara internal, hal yang ditempuh ialah mencari kambing hitam. (Yoga)
Fed Bisa Roketkan Inflasi
Inflasi di AS sampai Kamis (25/8) melejit terlalu jauh meninggalkan tingkat suku bunga inti Bank Sentral AS. Inflasi juga lebih tinggi dari suku riil di pasar. Jika The Fed atau Bank Sentral AS tetap lamban menyadari dan lambat menaikkan suku bunga, inflasi tinggi akan sulit diturunkan bahkan akan bertahan lama. Efeknya dampak inflatoar ke seluruh dunia mengingat USD adalah alat utama transaksi global.
Profesor ekonomi Stanford University, John Taylor, Selasa (23/8) kepada televise Bloomberg mengatakan, suku bunga inti di AS minimal harus di level 5 %. Suku bunga The Fed di level tersebut diperlukan mengingat inflasi di negara itu sudah mencapai 8,5 % pada Juli 2022. The Fed sejauh ini masih mematok suku bunga inti pada kisaran 2,25-2,50 % dan memberi kisaran kenaikan suku bunga hingga level 3,8 %. Target The Fed itu dianggap tak cukup kuat untuk menurunkan inflasi.
Gubernur The Fed Jerome Powell menyadari inflasi harus diperangi dan suku bunga harus dinaikkan. Namun, Powell tampak khawatir jika suku bunga dipatok terlalu tinggi, kehidupan rakyat akan terpukul karena resesi. Ia berharap pasar mengarahkan inflasi pada penurunan. Bagi dunia, efek gonjang-ganjing inflasi di AS ini bagai pisau bermata dua. Jika inflasi dibiarkan tinggi, hal itu akan menyebabkan inflasi impor bagi negara seperti Indonesia. AS masih merupakan negara eksportir kedua terbesar di dunia dengan nilai 1,75 triliun USD. Di sisi lain, inflasi harus diredam untuk mencegah inflasi spiral global. (Yoga)
EKONOMI HIJAU, Kontribusi ke Lingkungan Masih Kurang
Penerapan ekonomi hijau dinilai berkontribusi dalam memperbaiki pilar ekonomi dan sosial, tetapi masih kurang pada sisi lingkungan. Diperlukan dukungan kebijakan lingkungan yang lebih ambisius untuk mengoptimalkan manfaatnya. Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas Medrilzam mengemukakan, performa ekonomi hijau Indonesia 2011-2020 telah direkam.
”Tren performa ekonomi hijau ini membaik tetapi hanya untuk indeks komposit ekonomi dan sosial. Sementara pilar lingkungan memiliki indeks komposit terendah,” ujar Medrilzam dalam diskusi Think Climate Indonesia (TCI) Forum di Jakarta, Kamis (25/8). Rendahnya indeks komposit dari pilar lingkungan mayoritas karena porsi energi baru terbarukan (EBT) minim dan persentase lahan gambut terdegradasi tinggi. Berdasarkan data Kementerian ESDMl, bauran EBT pada 2021 baru mencapai 11,5 %. (Yoga)
E-DAGANG, Lokapasar Perlu Ambil Bagian Pelatihan Talenta
Perdagangan secara elektronik atau e-dagang telah menjadi subsektor ekonomi digital yang telah menjadi keseharian. Subsektor ini pun kian butuh tenaga kerja andal di semua rantai bisnisnya. Perusahaan penyedia platform lokapasar, seperti Lazada Indonesia, pun ikut mengupayakan program membantu peningkatan mutu tenaga kerja di e-dagang. Executive Director Lazada Indonesia Ferry Kusnowo, Kamis (25/8) di Jakarta, dalam rangka acara ”Kompas G20 Program Sapa Sosok Bersama Lazada”, menuturkan, selama pandemi, mobilitas sosial dibatasi karena pandemi Covid-19, belanja daring menjadi pilihan utama. Pedagang yang sebelum pandemi menggantungkan kanal luring, akhirnya memutuskan membuka penjualan daring. Di Lazada Indonesia, jumlah mitra penjual naik tiga kali lipat selama dua tahun pembatasan sosial pandemi Covid-19.
Lazada Indonesia membantu mendukung mitra penjual, terutama dari kalangan UMKM, naik kelas dengan adanya e-dagang. Dengan program utama bernama AKAR Digital Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi. Lazada juga mempunyai Lazada University yang memberikan akses belajar jarak jauh bagi UMKM. Ditambah lagi, Lazada Club, komunitasnya para mitra penjual Lazada Indonesia di 30 kabupaten dan kota. Di Lazada Club, semua mitra penjual bisa saling belajar pemasaran digital. Dari sisi pendidikan, Lazada telah ikut program Kampus Merdeka yang digagas Kemendikbudristek. Jadi, mahasiswa bisa ikut program magang di Lazada, sehingga setelah lulus, mereka siap menghadapi industri digital. Kurir pun diberi pelatihan agar pelayanan kepada konsumen lebih baik. (Yoga)
Mengejar Nilai Tambah dengan Minyak Merah
Permintaan Presiden Jokowi saat meninjau proses penelitian minyak makan merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, Sumut, Kamis (7/7), amat jelas. Presiden meminta secara khusus agar koperasi di sejumlah daerah membangun pabrik minyak makan merah. Selain sebagai alternative pencegahan tengkes dan gizi buruk, upaya hilirisasi itu diharapkan mendongkrak nilai tambah sekaligus kesejahteraan petani kelapa sawit. Minyak makan merah merupakan produk turunan kelapa sawit. Produk ini bisa dimanfaatkan untuk menggoreng layaknya minyak goreng atau dikonsumsi langsung sebagai minyak makan. Kandungan beta karoten, vitamin A, fitonutrien, dan asam lemaknya dinilai strategis mengatasi stunting. Selain itu, bisa dimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetik dan farmasi.
Pada perhelatan ”Indonesia Retail Summit 2022”, Senin (15/8) Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, proses uji coba pengembangan minyak makan merah sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada Januari 2023. Guna menyiapkan pasar minyak merah sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan, memberikan pendampingan, dan konsultasi, sejumlah lembaga menjalin kerja sama. Kemitraan itu melibatkan PPKS, Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Koperasi Produsen Sawit, serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia. (Yoga)
Gapki Minta Kebijakan SE Sawit Gratis Berlaku Hingga Oktober
JAKARTA, ID – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) meminta pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan kebijakan penghapusan pungutan ekspor (PE) sawit, setidaknya hingga akhir Oktober 2022. Hal itu diperlukan untuk menormalisasi harga tandan buah segar (TBS) di seluruh sentra sawit menjadi di atas Rp 2.000 per kilogram (kg). Sesuai aturan, ketentuan PE sawit gratis itu akan berakhir pada 31 Agustus 2022. Sekjen Gapki Eddy Martono mengatakan, salah satu alasan Gapki meminta perpanjangan PE sawit gratis kepada pemerintah adalah agar harga TBS petani tidak anjlok lagi begitu PE kembali diberlakukan secara normal. Apalagi, saat ini, harga CPO di pasar internasional ju ga masih tinggi, yakni sekitar US$ 1.100 per ton. “Alasan kami (minta perpanjangan penghapusan PE sawit) adalah karena harga CPO di pasar internasional masih sekitar US$ 1.100 per ton. Di sisi lain, harga TBS petani saat ini sedang mulai naik di harga sekitar Rp 2.000-an per kg. Jangan sampai begitu diberlakukan PE, harga TBS petani turun lagi,” ungkap Eddy saat dikonfirmasi Investor Daily dari Jakarta, Kamis (25/8). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









