Ekonomi
( 40753 )Asumsi Makro 2023 Direvisi, Kurs Rp14.800, Inflasi 3,6%
JAKARTA, ID - Pemerintah dan Komisi XI DPR RI menyepakati perubahan asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023. Asumsi nilai tukar rupiah direvisi menjadi Rp 14.800 per dolar AS dari semula Rp 14.750, sedangkan asumsi inflasi dinaikkan dari 3,3% menjadi 3,6%. Adapun asumsi pertumbuhan ekonomi disepakati 5,3% atau sama dengan angka yang tertuang dalam Nota Keuangan RAPBN 2023. Begitupula suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun yang ditetapkan sebesar 7,9%. “Kita sudah bersetuju dan bersepakat mengenai asumsi makro ekonomi 2023,” kata Pimpinan Rapat Komisi XI DPR RI, Kahar Muzakir sambil mengetok palu tanda persetujuan dalam rapat kerja (raker) Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di Gedung (Yetede)
Pertahankan Kinerja Sehat, BNI Diperkuat Direksi Baru
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) membukukan tren kinerja dan ekspansi yang solid hingga semester I-2022 ini seiring dengan fokus pertumbuhan yang sehat pada nasabah top tier. Laba bersih BNI semester I-2022 tercatat mencapai Rp 8,8 triliun, atau tumbuh 75,1% secara tahunan (YoY). Hal ini dihasilkan dari ekspansi kredit yang tumbuh 8,9% YoY sehingga mencapai Rp 620,42 triliun. Kinerja penghimpunan dana masyarakat yang kuat, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 691,84 triliun, naik 7,0% YoY, dimana 69,2% diantaranya adalah Current Account Saving Account (CASA). Laba bersih juga dihasilkan dari kontribusi non-interest income yang pada semester I-2022 ini dapat mencapai Rp 7,6 triliun atau naik 11,0% YoY. Hal ini didukung oleh transformasi. (Yetede)
Menperin: Industri Nasional Hadapi Tantangan Global dan Domestik
JAKARTA, ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri nasional tengah menghadapi dua tantangan yaitu tantangan global dan tantangan domestik.Tantangan global di antaranya bersumber dari dampak perang Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan dua persoalan utama, yakni krisis pangan dan krisis energi. Sedangkan untuk tantangan domestik, terdapat tiga isu utama yakni rendahnya belanja hasil produksi dalam negeri, kebijakan hilirisasi industri yang masih bergerak lambat, transformasi otomatisasi dan digitalisasi revolusi industri 4.0 yang tidak merata baik dari sisi sektoral maupun skala industri “Terkait dengan krisis pangan, perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan munculnya tiga isu, yaitu berkurangnya pasokan komoditi pangan seperti gandum dan minyak nabati,” kata Menperin dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (31/8/2022). (Yetede)
Pemasukan Negara dari Freeport Capai US$ 7,5 Miliar
MIMIKA, ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang kontribusi PT Freeport Indonesia bagi pemasukan negara, mencapai US$ 7,5 miliar pada tahun 2021. Selain berkontribusi bagi pemasukan negara, PT Freeport Indonesia juga berperan sebagai pemicu pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bagi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. "Saya senang karena pendapatan dari PT Freeport Indonesia pada tahun lalu berada di sekitar, enggak tahu ini moga-moga enggak salah saya, di angka US$ 7,5 miliar. Ini juga angka yang gede banget,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan jajaran karyawan dan pimpinan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, pada Rabu (31/8). Presiden Jokowi mengungkapkan, selain berkontribusi bagi pemasukan negara, PT Freeport Indonesia juga berperan sebagai pemicu pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bagi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. (Yetede)
Mikhail Gorbachev, (1931-2022) Selamat Jalan Pengubah Sejarah
Kepergian Mikhail Gorbachev, pemimpin Uni Soviet terakhir, begitu diratapi di dunia Barat, Rabu (31/8). Berbeda di Rusia, yang menerima kabar kematiannya dengan dingin. Perbedaan suasana kebatinan ini tak lepas dari persepsi atas legasi yang ditinggalkannya. Gorbachev, sosok yang mengubah jalan sejarah dunia dan membawa Perang Dingin berakhir dengan damai, nyaris tanpa gejolak, meninggal dalam usia 91 tahun, Selasa (30/8). Ia meninggal karena sakit setelah mendapat perawatan di rumah sakit di Moskwa, Rusia. Lahir di Privolnoye, Rusia, 2 Maret 1931, dan tumbuh sebagai loyalis Partai Komunis, Gorbachev sangat dihormati di Barat dan bahkan dianggap sebagai pahlawan. Saat Uni Soviet di bawah kepemimpinannya, ketegangan antara negara-negara Barat yang menganut ideologi demokrasi dan negara-negara blok Timur yang memeluk ideologi komunis mereda.
Pada era Gorbachev pula ketegangan yang berujung perlombaan senjata nuklir antara Uni Soviet dan AS meredup. Pada 1990, Gorbachev menerima penghargaan Nobel Perdamaian ”atas peran yang dimainkannya dalam perubahan-perubahan radikal dalam hubungan Barat-Timur”. Ia, misalnya, menegosiasikan pakta senjata nuklir dengan Presiden AS Ronald Reagan. Saat Tembok Berlin, pemisah Jerman Timur yang komunis dan Jerman Barat yang liberal, runtuh tahun 1989, ia tidak mengerahkan tentara Soviet. Ia juga menarik pasukan Soviet dari Afghanistan. Ia telah memperlihatkan, demikian kata mantan Kanselir Jerman Angela Merkel, bagaimana ”seorang negarawan mampu mengubah dunia menjadi lebih baik.
Dua kebijakan Gorbachev adalah glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi atau reformasi). Melalui rumusan kebijakan-kebijakannya itu, ia ingin merestrukturisasi fondasi masyarakat Soviet dalam upaya membawa negaranya sejajar dengan negara-negara Barat. Namun, bagi Uni Soviet, langkah dan terobosan radikal Gorbachev harus dibayar dengan keruntuhan negara raksasa itu. Pada 25 Desember 1991, ia mundur sebagai Presiden Uni Soviet. Karena itu, sementara sosok dan legasinya dipuji di dunia Barat, bagi kalangan elite atau warga Rusia saat ini, ia dianggap pengkhianat. Kematiannya pun ditanggapi dengan dingin. Presiden Rusia Vladimir Putin membutuhkan waktu 15 jam setelah pengumuman kematian Gorbachev untuk merilis pernyataan belasungkawa. Dalam surat belasungkawanya, Putin menyebut Gorbachev ”seorang politisi yang negarawan yang memiliki dampak sangat besar bagi arah sejarah dunia”. ( Yoga)
Pemerintah Antisipasi Ketidakpastian Global
Proyeksi kenaikan suku bunga negara-negara maju pada 2023 menjadi momok bagi kinerja ekspor dan konsumsi domestik. Kendati demikian, APBN 2023 punya fleksibilitas untuk mengelola gejolak ekonomi imbas ketidakpastian global tahun depan. Menkeu Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan KomisiXI DPR di Jakarta, Rabu (31/8) menyampaikan, kenaikan suku bunga bank sentral negara maju pada tahun depan akan memukul pertumbuhan ekonomi global. ”Kenaikan suku bunga diperkirakan akan memukul pertumbuhan ekonomi dan akan berpotensi mengenai Indonesia dari sisi ekspor sehingga ada potensi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2023 dari semula 5,3 %,” kata Sri Mulyani. (Yoga)
Obligasi Mayapada untuk Modal Kerja
Emiten pengelola Rumah Sakit Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk, berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 950 miliar Dana yang dihimpun dari obligasi tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha. Associate Director Strategic Partners Mayapada Healthcare Mark Kristomo Lee, Rabu (31/8) di Jakarta, menjelaskan, Sejahteraraya Anugrahjaya telah menunjuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai wali amanat untuk penerbitan obligasi. (Yoga)
Pelaku UMKM Papua Didorong ke Digital
Selain fokus mengembangkan komoditas unggulan, pelaku UMKM Papua didorong masuk ke ekosistem digital agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada peresmian Galeri UMKM Papua di Jayapura, Papua, Rabu (31/8), mengatakan, pihaknya mendorong Pusat Layanan Usaha Terpadu UMKM mendampingi pelaku UMKM agar bisa segera masuk ekosistem digital. (Yoga)
Negara-negara G20 Didesak Bahas Isu Perlindungan Pekerja Migran
Kelompok masyarakat sipil menyatakan, isu perlindungan pekerja migran perlu menjadi topik pembahasan dalam pertemuan menaker negara-negara G20 yang akan diselenggarakan diBali pada 14 September 2022. Presidensi G20 Indonesia 2022 diharapkan mampu mengadvokasi persoalan tersebut. Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo, Rabu (31/8) menilai, isu pekerja migran belum mendapat pembahasan serius dalam lima kali pertemuan Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20. Hal ini ironis mengingat presidensi G20 Indonesia mengusung misi ”Bangkit Bersama” seusai pandemi Covid-19. ”Pekerja migran kelompok paling terdampak pandemi,” kata Wahyu dalam diskusi daring bertajuk ”Menuju Pertemuan Menaker Negara-negara G20”.
Pandemi Covid-19 membuat ratusan ribu pekerja migran Indonesia kehilangan pekerjaan. Namun, setelah pulang ke TanahAir, mereka juga tidak mendapat akses bantuan sosial, misalnya subsidi upah. Menurut Wahyu, pembahasan isu perlindungan pekerja migran juga perlu didorong karena angka perdagangan orang semakin meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda. Ketua Aliansi Migran Internasional Eni Lestari berharap pertemuan negara-negara G20 di Bali nanti dapat melahirkan reformasi kebijakan yang implementasinya bermanfaat bagi pekerja migran. Oleh karena itu, negara-negara G20 didorong membahas masalah-masalah yang nyata, seperti jaminan sosial bagi pekerja migran dan mekanisme penanganan kasus lintas negara. (Yoga)
Nasib Guru Honorer Masih Menggantung
Jakarta- sudah sembilan tahun nasib Ariyani Susilawati, 52 tahun, digantung. Meski lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2013, ia tak kunjung diangkat. Hingga kini, ia tetap berstatus guru honorer. Ariyani sudah sekitar 20 tahun bertugas di Sekolah Negeri (SD) Krangggan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ariyani bekerja di kolam budi daya ikan. Setiap pagi, ia bertugas memberi makan ikan-ikan yang dibudidayakan. Setelah itu, ia harus bergegas pulang. dan bersiap-siap ke sekolah. Sore sepulang mengajar, Aryani kembali ke kolam untuk memberi makan ikan. Dari pekerjaan ini, guru kelas IV tersebut menerima upah sebesar Rp600 ribu setiap bulan. "Saya single Parent, jadi tugasnya harus berjuang sendirian," kata dia. Pada 2015, Aryani baru mengetahui bahwa berkas 296 orang yang tidak diangkat itu telah dikembalikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor regional kantor regional 1 dengan status tidak memenuhi syarat. Ariyani dan kawan-kawannya bingung dengan keputusan itu. Mereka akhirnya mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negeri Yogyakarta. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









