Ekonomi
( 40753 )Aseana Menjadi Pengendali Baru ABDA
Perusahaan yang berbasis di Singapura, Aseana Insurance Pte Ltd, resmi menjadi pengendali baru emiten asuransi umum PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA). Aseana membeli saham ABDA senilai 59,5 juta USD sehingga kepemilikannya bertambah menjadi 87,18 %. ”Aseana telah secara efektif menjadi pengendali perseroan sejak tanggal penyelesaian,” ujar Direktur Utama PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk Herliniawaty Sutanto dalam keterangannya, Jumat (2/9). (Yoga)
Industri Kecil Menengah Didorong e-Smart IKM
Kemenperin terus berupaya meningkatkan kapasitas industri kecil menengah (IKM). Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita, Jumat (2/9) mengatakan, hal itu, antara lain, dilakukan lewat peningkatan kompetensi SDM, kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin/peralatan, serta pameran. ”Untuk fasilitasi khusus, kami dorong IKM masuk ke platform e-Smart IKM sehingga bisa menikmati bimbingan teknis dan beragam pendampingan,” ujarnya. (Yoga)
Nelayan Tradisional Tagih Keberpihakan Pemerintah
Nelayan tradisional di Provinsi Kepri menagih keberpihakan pemerintah karena kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota yang digulirkan KKP justru merugikan mereka. Tanpa armada pengawasan yang memadai, kebijakan itu dinilai berpotensi memicu penangkapan ikan berlebih. Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan Syukur Harianto, Jumat (2/9) mengatakan, nelayan ragu pelaku industri perikanan skala besar bakal tertib menangkap ikan sesuai kuota dan zona yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota dikhawatirkan membuat nelayan tradisional terpuruk.
Kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota membuka kesempatan bagi investor domestik dan asing memanfaatkan sumber daya ikan di zona-zona industri melalui perizinan khusus berjangka 15 tahun. Kebijakan itu ditargetkan menghasilkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 12 triliun pada tahun 2024. Zona industri perikanan yang akan menerapkan kebijakan ini meliputi empat zona di tujuh wilayah pengelolaan perikanan negara RI (WPP NRI), salah satunya WPP NRI 711 (Laut Natuna dan Laut China Selatan). Sebelum diterapkan secara menyeluruh, kebijakan itu akan diuji coba di WPP NRI 718 (Laut Aru, Laut Arafura, dan Laut Timor bagian timur).
Di Kepri, konflik antara nelayan tradisional dan awak kapal pukat makin marak terjadi. Syukur mengatakan, nelayan di Bintan baru saja mengadu ke DPRD Bintan mengenai kapal-kapal pukat yang beroperasi di zona perairan kurang dari 12 mil. Nelayan tradisional marah karena kapal pukat meangkap ikan berlebihan dan merusak terumbu karang. Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas Dedi Syahputra menambahkan, pemerintah seharusnya mendahulukan kebijakan memberdayakan nelayan tradisional daripada menggelar karpet merah bagi korporasi dalam negeri dan asing. (Yoga)
Krisis Pupuk, Hasil Panen Petani Anjlok
Petani di Kabupaten Toba, Sumut, mengeluhkan krisis pupuk dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu membuat produksi padi mereka anjlok, bahkan sering gagal panen. Hal itu disampaikan petani saat Ketua DPR Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke Desa Baruara, Kecamatan Balige, Toba, Jumat (2/9). Dalam kunjungannya, Puan membagikan bibit padi yang bisa panen lebih cepat. Ia juga meminta petani menanam padi dua kali dalam setahun.
Ronal Tambunan (53), Ketua Kelompok Tani Bersatu dari Desa Baruara, mengatakan, krisis pupuk di kawasan Danau Toba sangat memukul petani. Apalagi, sebagian besar penduduk di sana bergantung pada pertanian. Bagi mereka, akan sangat sulit menanam padi dua kali setahun jika masih terjadi krisis pupuk. ”Jangankan untuk tanam dua kali, untuk tanam sekali setahun pun kami kekurangan pupuk. Sementara pupuk nonsubsidi harganya selangit,” kata Ronal. (Yoga)
Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Desa
Desa dengan konsep ekonomi berkelanjutan mampu menangani inflasi dan krisis pangan nasional. Hal itu dapat terwujud dengan konsep pembangunan tanpa pendekatan proyek. Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar di Desa Rawa Subur C3, Kabupaten Kapuas, Kalteng, Jumat (2/9) pagi. (Yoga)
Kesalahan Keuangan di Masa Produktif
Cukup banyak karyawan yang terlena dengan pekerjaan utamanya dan merasa bahwa gajinya cukup-cukup saja. Sayangnya, semua karyawan akan pensiun pada akhirnya. Dan, jika hal ini terjadi, pensiunan yang telah memiliki keahlian ataupun aset produktif lain akan lebih mampu melewati masa pensiun dengan baik. Contoh kenaikan harga yang terjadi beberapa bulan ini adalah bukti nyata bahwa seseorang sebaiknya memiliki multiple income sources, yang bisa terus berlangsung hingga masa pensiun kelak. Kedua, memiliki gaya hidup yang berlebihan. Godaan seseorang yang memiliki penghasilan di atas rata-rata adalah terbiasa menikmati gaya hidup yang di atas rata-rata pula. Seseorang tidak akan memiliki masalah di masa produktifnya, tetapi sangat berbahaya saat menjelang pensiun.
Solusinya adalah melakukan pembagian alokasi penghasilan minimal untuk tiga hal, yaitu pos biaya hidup (living), pos tabungan (saving), dan pos gaya hidup (playing). Fokus utama ialah terpenuhinya pos tabungan dana darurat. Kemudian, sangat penting untuk mengalokasikan minimal 10 % penghasilan untuk tabungan masa pensiun. Gaya hidup sah saja sepanjang tidak melebihi alokasi 20 % penghasilan yang tersedia di pos gaya hidup. Ketiga, tidak mungkin berinvestasi tanpa ilmu. Tidak bisa dimungkiri fenomena ingin memperoleh imbal hasil investasi tinggi dalam waktu singkat semakin marak sejak munculnya opsi berinvestasi di aset kripto, sehingga tidak sedikit pekerja usia produktif yang sempat terjebak penawaran trading yang ternyata investasi bodong. Solusinya adalah literasi sebelum inklusi. Ragam aset investasi yang ditawarkan lembaga jasa keuangan sebaiknya dipelajari dalam hal potensi keuntungan serta potensi risiko yang menyertainya. (Yoga)
Rangkaian Kereta Cepat Tiba di Tanjung Priok
JAKARTA - Rangkaian Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Jumat (2/9/2022). Sarana perkeretaapian tersebut merupakan rangkaian kereta api cepat pertama yang tiba di Indonesia dan Asean. “Alhamdulillah rangkaian kereta api cepat Jakarta-Bandung pertama sudah tiba di Indonesia. Ketibaan rangkaian kereta api cepat ini menjadi kabar baik untuk Indonesia dan menunjukkan bahwa Indonesia bisa bersaing dengan negara maju lainnya,” kata Wakil Menteri (Wamen) BUMN II Kartika Wirjoatmodjo saat menghadiri kedatangan perdana rangkaian Kereta Cepat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/9/2022). “Insya Allah sesuai jadwalnya seperti itu, tapi nanti kita lihat pada waktu G20,” katanya. Kartika menargetkan uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung akan dilakukan pada waktu pelaksanaan KTT G20, yakni November 2022. “Kita akan melakukan uji coba nanti pada November 2022 pada waktu G20 dari jalur Tegalluar sampai dengan Kopo,” kata dia. Kartika Wirjoatmodjo juga menargetkan operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung pada Juni 2023 setelah kedatangan perdana rangkaian kereta tersebut di Indonesia. (Yetede)
Pengaruh Energi Rusia di UE Segera Berakhir
LONDON, ID – Para analis energi dan politik mengungkapkan bahwa ketergantungan Uni Eropa (UE) terhadap energi, khususnya gas dari Rusia, sepertinya bakal segera berakhir. Jika terwujud dapat mengurangi risiko gangguan pasokan, mengingat banyak yang khawatir Rusia bisa saja menghentikan total pengiriman gas selama musim dingin nanti. Menurut laporan, ekspor gas Rusia ke Eropa dalam beberapa bulan terakhir telah turun tajam. Padahal Rusia sudah sejak lama menjadi pemasok energi terbesarnya. Penurunan ekspor gas tersebut semakin memperparah perselisihan antara UE dan Rusia, serta memperburuk risiko resesi dan kekurangan gas di musim dingin. Pihak berwenang Rusia mengatakan alasan dibalik pengurangan pengiriman adalah karena alat yang rusak atau tertundanya kedatangan perangkat yang diperlukan. Tetapi para pembuat kebijakan Eropa menganggap pemangkasan pasokan tersebut sebagai manuver politk yang dirancang untuk menebar ketidakpastian kepada 27 negara dalam blok UE, dan meningkatkan harga energi di tengah serangan Negeri Beruang Merah ke Ukraina. (Yetede)
Siklus Penaikan Suku Bunga Mulai Melambat
LONDON, ID – Laju dan skala penaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh bank-bank sentral di negara maju dan berkembang menunjukkan pelambatan pada Agustus 2022. Hal ini dikarenakan para pembuat kebijakan sedang meninjau kembali dampak lonjakan inflasi dan harga energi. Sebagai informasi, bank-bank sentral global secara kolektif telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 675 basis poin (bps) pada Agustus, atau sekitar setengah dari jumlah acuan suku bunga pada Juli. Dari total tersebut, sekitar 200 basis poin disampaikan oleh para pembuat kebijakan yang bertugas mengawasi empat dari 10 mata uang yang paling banyak diperdagangkan. Para penentu suku bunga harga di pasar negara berkembang benar-benar melonggarkan. Mereka hanya memberikan kenaikan senilai 475 bps, kira-kira setengah dari pengetatan dibandingkan bulan sebelumnya. Demikian hasil kalkulasi yang diperlihatkan Reuters. Namun secara keseluruhan, ekonomi di pasar berkembang utama telah memberikan kenaikan suku bunga 5.740 bps sejak awal tahun ini dibandingkan 1.300 bps dari negara-negara maju. “Bank-bank sentral di seluruh pasar negara berkembang telah melakukan penaikan terlebih dahulu, mereka memimpin kurva. Mereka tidak memiliki kemewahan dengan membiarkan inflasi berjalan,” ujar Flavio Carpenzano, direktur investasi di Capital Group. (Yetede)
Anies Tawarkan Proyek di Ujung Masa Jabatan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menawarkan 15 proyek infrastruktur kepada para investor. Total nilai proyeknya mencapai Rp 280 triliun.
Proyek infrastruktur bernilai jumbo tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tawarkan dua bulan menjelang masa jabatannya berakhir. Masa jabatan Anies sebagai orang nomor satu di Ibu Kota RI bakal berakhir pada 16 Oktober 2022.
Ada tujuh badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemprov DKI yang menawarkan 15 proyek itu. Yakni, MRT Jakarta, TransJakarta, Jakarta Propertindo (Jakpro), PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Jakarta Experience Board (JXB), dan Perumda Sarana Jaya.
Ke-15 proyek tersebut di antaranya: Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, LRT Jakarta Fase 2A (Jakarta International Stadium-Rajawali), serta LRT Jakarta Fase 3A (Jakarta International Stadium-Rajawali).
Kemudian, MRT Fase 3 (Timur-Barat), MRT Fase 4 (Fatmawati-TMII), South Jakarta Mix-Used Development, bus listrik TransJakarta, dan stasiun pengisian baterai.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menyebutkan, masa jabatan Anies yang akan berakhir takkan memengaruhi investor untuk menunda menanamkan modal. Pasalnya, akan ada pengganti sementara Gubernur DKI. Selain itu, investor akan mengeluarkan modal kalau tawaran investasi menguntungkan secara bisnis.
"Tawaran itu adalah tawaran investasi dari Pemerintah Provinsi DKI, bukan dari Anies pribadi. Jadi, tidak ada hubungannya dengan masa jabatan Anies yang akan segera berakhir," tegas Piter.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









