Ekonomi
( 40512 )Mencermati Pembagian Dividen LINK, SPTO, dan MCOL
Pembagian dividen masih semarak. Pekan ini, setidaknya ada tiga emiten mematok tanggal terakhir yang menentukan investor berhak menerima dividen alias
cum date
dividen, yakni PT Link Net Tbk (LINK), PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO), dan PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL).
LINK akan membagikan dividen Rp 193,05 per saham.
Cum date
dividen LINK di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Selasa (22/11). dividen akan LINK bayarkan pada 2 Desember 2022.
Sementara itu, SPTO akan membagikan dividen interim Rp 25 per saham atau total Rp 67,5 miliar.
Cum dividen
di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Rabu (23/11). Pembayaran dividen interim pada 14 Desember 2022.
Adapun MCOL akan memberikan dividen Rp 350 per saham.
Cum dividen
MCOL pada Selasa (2/11) dan pembayaran dividen pada 14 Desember 2022.
DPK Minimal Naik 8% di Tahun 2023
Regulator dan bankir meyakini, dana pihak ketiga (DPK) bisa tumbuh positif menopang penyaluran kredit di tahun 2023.
Kepala Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa optimistis DPK di tahun 2023 tumbuh hingga 8% secara tahunan atau year on year (YoY) meski kredit tumbuh 10% hingga 12% YoY.
Purbaya mengakui memang bakal ada tekanan pertumbuhan DPK saat ekonomi melanjutkan pertumbuhan. Sehingga, sebagian simpanan nasabah akan digunakan untuk melakukan ekspansi.
Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono menambahkan, saat pertumbuhan ekonomi meningkat, penyaluran kredit akan naik lebih tinggi dibandingkan DPK. Didik menilai likuiditas bank tersebut masih longgar tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) di level 82%.
Bank BJB masih menyusun rencana bisnis bank 2023 yang akan disampaikan ke OJK pada akhir bulan. Kendati demikian, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi memproyeksikan pertumbuhan kredit bisa naik 9% hingga 11% di tahun mendatang.
GOCEK CUAN PIALA DUNIA
Pesta sepak bola telah tiba. Tak cuma memanjakan penggemar sepak bola, Piala Dunia edisi Qatar 2022 yang dimulai Minggu (20/11), juga membuka pintu cuan bagi sejumlah korporasi. Bukan hanya pebisnis di Qatar, sang tuan rumah, sejumlah korporasi di Indonesia juga berpeluang mencicipi laba dari momentum olahraga 4 tahunan tersebut. Salah satu di antaranya tentu saja adalah Emtek Group, pemegang hak siar Piala Dunia 2022 di Indonesia. Pengumuman Emtek Group sebagai official broadcaster FIFA World Cup 2022 sudah disampaikan sejak Maret 2022. Ajang itu bukan kali pertama konglomerasi milik Eddy K. Sariaatmadja menyiarkan tontonan sepak bola kelas dunia. Di bawah bendera PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), pertandingan Piala Dunia 2022 akan ditayangkan di seluruh platform media milik perseroan dari free to air (FTA) melalui SCTV, Indosiar, O Channel, dan Mentari TV, direct to home Nex Parabola, hingga over the top (OTT) melalui Vidio.com. Dus, EMTK pun berpotensi melanjutkan tren kinerja positif selama ini. Dalam 9 bulan 2022, EMTK mengantongi pendapatan Rp11,04 triliun atau meningkat 15,01% dari Rp9,59 triliun. Kontribusi terbesar pendapatan EMTK berasal dari penjualan barang Rp4,45 triliun, iklan Rp4,11 triliun, serta jasa kesehatan dan rumah sakit Rp1,38 triliun. Direktur Surya Citra Media Mutia Nandika mengatakan prospek pendapatan iklan selama Piala Dunia 2022 terlihat positif. Hal itu terlihat dari tanggapan pemilik merek atau pengiklan yang tertarik dan mensponsori program FIFA World Cup 2022.
KEPENDUDUKAN DAN PANGAN, Menghidupi 8 Miliar Manusia
Kemampuan manusia mengatasi berbagai kesulitan dan tantangan hidup membuat populasi manusia akhirnya mencapai 8 miliar jiwa. Namun, jumlah penduduk Bumi yang besar itu menimbulkan kekhawatiran besarnya tekanan terhadap lingkungan saat manusia ingin memenuhi kebutuhan pangannya, karena memberi makan 8 miliar mulut, bukan perkara gampang. Terlebih, masifnya pertumbuhan manusia yang bertambah delapan kali lipat hanya dalam 200 tahun terakhir menurunkan daya dukung lingkungan dengan hebat hingga memicu kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Tiga perempat daratan dan dua pertiga wilayah perairan di Bumi telah diubah dan dieksploitasi manusia. Sejak revolusi industri dimulai akhir abad ke-18 hingga sekarang, suhu permukaan Bumi naik 1,5 derajat. Ujungnya, pemanasan Bumi itu memicu berbagai bencana yang berbalik mengancam eksistensi manusia. Menurunkan populasi bukan jawaban sederhana agar manusia bisa makan tanpa banyak merusak alam. Menurunkan populasi bukan perkara mudah karena pertambahan penduduk menjadi 8 miliar yang ditetapkan PBB pada 15 November 2022 justru menjadi pertambahan penduduk tercepat dibandingkan dengan kenaikan semiliar penduduk sebelumnya, hanya 11 tahun. Banyak negara maju yang telah mengalami penurunan fertilitas harus menanggung konsekuensinya, terutama akibat kurangnya tenaga kerja dan perlambatan ekonomi.
Meski penduduknya lebih sedikit, banyak negara maju justru paling boros dalam menghasilkan emisi gas rumah kaca akibat pola hidupnya yang tidak mendukung keberlanjutan lingkungan. Jika pola konsumsi warga dunia sama seperti pola konsumsi masyarakat Singapura saat ini, setidaknya dibutuhkan 3,7 Bumi untuk menopang segala kebutuhan mereka. Jika warga dunia hidup dengan pola konsumsi orang Indonesia dengan tingkat pendapatan lebih rendah, tetapi jumlah penduduknya 47 kali lipat penduduk Singapura, ”hanya” diperlukan 1,1 Bumi. Terjadi atau tidaknya krisis sumber daya dalam memenuhi hajat hidup 8 miliar manusia sangat bergantung pada pilihan dan keputusan manusia. ”Pengalaman sejauh ini menunjukkan dunia sukses beradaptasi dan menemukan solusi untuk menjawab masalah yang dihadapi,” kata Patrick Gerland dari Departemen Ekonomi dan Urusan Sosial PBB, seperti dikutip National Geographic, 14 November 2022. Saat ini memang ada 8 miliar manusia yang harus diberi makan, tetapi juga ada miliaran manusia yang bisa diajak berpikir mencari solusi dan menjawab tantangan ini. Hal senada diungkapkan Direktur Institute for Advance Studies in Economic and Business, UI Turro S Wongkaren, Kamis (17/11). Manusia selalu mampu mencari solusi saat menghadapi tekanan. Solusi itu bisa dilakukan dalam berbagai langkah, mulai dari mengubah pandangan hidup dan gaya hidup hingga membuat teknologi baru. (Yoga)
Perusahaan Kejar Pertumbuhan Sehat
Co-founder dan Country Manager Glints diIndonesia Steve Sutanto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (19/11) mengatakan upaya perekrutan di perusahaan-perusahaan relatif menurun. Rata-rata perusahaan yang berkecimpung di sektor ini sedang fokus mencapai pertumbuhan bisnis yang sehat agar mampu bertahan. Namun, tidak semua bisnis terdampak serupa dari isu ketidakpastian makroekonomi. Secara umum, bisnis yang menguntungkan dan arus kas positif berada dalam posisi baik untuk memanfaatkan bakat yang kuat mencari peran baru. ”Perekrutan massal di Indonesia telah mendingin, tetapi pertarungan mendapatkan talenta-talenta paling berbakat tetap memanas,” ujarnya. Menurut dia, masih ada perusahaan teknologi dengan posisi bisnis yang kuat yang tetap aktif mempekerjakan pekerja untuk peran komersial, seperti penjualan, demi menumbuhkan topline dengan margin sehat. Steve memandang fenomena itu sebagai koreksi pasar dan bersifat sementara.
Board of Member Asosiasi Modal Ventura untuk Start Up Indonesia Edward Ismawan Chamdani saat dikonfirmasi mengatakan, ia percaya sejumlah perusahaan rintisan bidang teknologi di Indonesia masih mencari talenta terampil kendati mereka sedang memprioritaskan kesehatan arus kas. Mereka mengutamakan strategi mengejar untung dalam merespons ketatnya pendanaan. Pekan ini, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengumumkan pemangkasan 12 % karyawan tetap atau 1.300 orang. Pemangkasan karyawan ini dilakukan demi menaikkan efisiensi. Keputusan GoTo ini menambah deretan perusahaan rintisan bidang teknologi di Indonesia yang melakukan PHK. (Yoga)
Turbulensi di Pasar Tenaga Kerja Bidang Industri Teknologi
Beberapa pekan terakhir, tagar #TwitterLayoffs, #MetaLayoffs, dan #LoveWhereYouWorked mewarnai media sosial, mulai dari Twitter sampai Linkedin. Banyak warganet yang bekerja di perusahaan teknologi raksasa itu mengunggah pengalaman PHK. The New York Times dalam artikel ”When Your Layoff Has a Hastag”, Kamis (10/11) menilai hal itu sebagai fenomena PHK zaman sekarang. Orang sering tidak dapat berduka dengan rekan di tempat kerja atau bar, tetapi mereka dapat berbagi dengan jutaan orang secara daring. Diberhentikan dari pekerjaan diera transparansi ekstrem, media sosial menyediakan ruang untuk saling meneguhkan Blind, platform teknologi yang memiliki lebih dari 7 juta pengguna dan memungkinkan karyawan mengunggah tempat kerja secara anonim, mengalami lonjakan pendaftaran akun baru. Menurut laman Layoffs.fyi yang melacak PHK, lebih dari 100.000 pekerja perusahaan teknologi kehilangan pekerjaan sepanjang 2022. Pemangkasan karyawan berasal dari perusahaan teknologi besar hingga perusahaan rintisan bidang teknologi digital (start up) di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.
The New York Times dalam artikel ”Tech’s Talent Wars Have Come Back to Bite It” menyebutkan, pemangkasan karyawan juga terjadi pada perusahaan teknologi paling eksperimental. Sebagai contoh, perusahaan roket Astra memangkas 16 % karyawan pekan lalu setelah melipatgandakan staf tahun lalu. Di sektor aset kripto, beberapa perusahaan bervaluasi tinggi, termasuk Crypto.com, Blockchain.com, OpenSea, dan Dapper Labs, mengurangi pekerja dalam beberapa bulan terakhir. Kebanyakan eksekutif perusahaan teknologi dan investor modal ventura ”menyalahkan” situasi ekonomi yang memburuk sehingga gelombang PHK harus terjadi. Namun, sebagian lonjakan pemangkasan karyawan itu juga berasal dari dalam lingkungan industri teknologi sendiri. Selama dekade terakhir, suku bunga rendah mendorong investor ke aset berisiko dengan pengembalian lebih tinggi. Investor cenderung mengapresiasi pertumbuhan cepat daripada keuntungan dan relatif memberi penghargaan pada perusahaan yang mengambil risiko besar. Misalnya, perusahaan teknologi, yang ditinggalkan saat suku bunga naik tinggi saat ini. (Yoga)
Investasi Kawasan Konservasi Didorong
Kawasan konservasi perairan yang mengusung keberlanjutan tekologi diarahkan untuk juga mendatangkan nilai ekonomi. Seiring itu, sejumlah kawasan konservasi perairan mulai dibuka untuk investasi. Sekretaris Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP HendraYusran Siry mengemukakan, investasi kawasan konservasi diharapkan mendorong mekanisme pendanaan yang berkelanjutan dan pengelolaan kawasan secara lebih mandiri. Investasi pemanfaatan kawasan konservasi melalui kerja sama kemitraan diharapkan juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Saat ini terdapat total 79 kawasan konservasi perairan nasional dan daerah. Dari jumlah itu, kawasan konservasi yang dibuka untuk izin pemanfaatan adalah 61 kawasan konservasi, terdiri dari 10 kawasan konservasi nasional dan 51 kawasan konservasi daerah. Sebagian kawasan konservasi itu belum ditunjang infrastruktur memadai, di antaranya minimnya kapal pengawas.
”Pengelolaan kawasan konservasi perairan masih banyak yang belum optimal. Namun, tidak seluruh kawasan konservasi bisa dimanfaatkan. Pemanfaatannya hanya pada zona penyangga,” kata Hendra saat dihubungi pada Minggu (20/11). Izin pemanfaatan mencakup, penyediaan infrastruktur pariwisata alam perairan serta penyediaan sarana atau penyewaan peralatan dan jasa pariwisata alam perairan. Ia menambahkan, potensi pemanfaatan kawasan konservasi perairan, antara lain, ntuk budidaya perikanan, penelitian, dan pariwisata. Pengelolaan kawasan konservasi yang sudah berkembang adalah Raja Ampat yang dikelola melalui badan layanan umum daerah. Luas kawasan konservasi perairan di Indonesia saat ini 28,4 juta hektar dengan luas area zona inti 0,5 juta hektar atau 1,9 %. Pemerintah menargetkan perluasan kawasan konservasi 32,5 juta hektar pada 2030 dan mencapai 97,5 juta hektar hingga tahun 2045. Hendra mengemukakan, komitmen perluasan kawasan konservasi perairan bertujuan menjamin keberlanjutan stok ikan, melindungi cadangan karbon, serta melindungi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil untuk kesejahteraan masyarakat. (Yoga)
OJK Dorong Tata Kelola yang Baik pada Industri Jasa Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong praktik tata kelola yang baik dan pelaporan keuangan yang berintegritas pada industri jasa keuangan guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena dalam pertemuan dengan perwakilan lembaga profesi dan asosiasi terkait governance, risk, dan compliance di Jakarta pekan lalu. (Yoga)
Para Pelaju yang Tak Kenal Menyerah
Jakarta masih menjadi magnet bagi jutaan orang. Tak kurang dari tiga juta warga yang tinggal di daerah Bogor, Bekasi, bahkan Maja, Banten, ikut mengais rezeki ke Jakrta. Mereka terpaksa tinggal jauh dari tempat kerja ka rena tak mampu membeli rumah dekat kantornya. Rini Soekarno (54), karyawan perusahaan penerbitan, terkantuk-kantuk di kereta komuter dari Stasiun Manggarai, Jaksel, menuju rumahnya di Bojonggede, Bogor pada sekitar pukul 22.45 pada Selasa (15/11) itu. Begitu sampai di Stasiun Bojonggede, ia dan para pelaju lain bergegas turun. ”Kalau di atas jam 10, angkot tak ada, mesti naik opang (ojek pangkalan). Perjalanan dari stasiun ke rumahnya di Tonjong, Bogor menjelang tengah malam dengan opang hanya 15 menit dengan ongkos Rp 20.000, lebih mahal Rp 5.000 daripada siang hari, sementara jika naik angkot hanya perlu membayar Rp 6.000, tetapi bisa lebih dari 30 menit sampai rumah. Di rumah, ibu dua anak itu tak bisa langsung istirahat. Ia mengurus suminya, Taufan Arianto (61), yang tergolek di ranjang karena stroke sejak tahun 2019. Ia harus menyediakan kebutuhannya, seperti ganti popok dan menyiapkan minum. Setelah itu ia baru istirahat. Rata-rata ia hanya tidur empat jam, sebab subuh ia harus bangun, shalat, lalu menyiapkan kebutuhan dua anak dan suaminya yang akan ia tinggal beraktivitas di luar rumah. Dengan kondisi itu, ia harus mencari penjaga buat suaminya dengan honor Rp 130.000 per hari. Sekitar pukul 07.00, ia sudah harus berada di stasiun kereta menuju Jakarta untuk berangkat kerja. Setelah suaminya terserang stroke, Rini yang biasa naik motor atau naik mobil pribadi bersama suami untuk bekerja harus beralih naik angkutan umum. Akibatnya, hampir setiap pagi ia harus kena macet panjang dari rumahnya ke stasiun. Lepas dari situ, ia harus berjubel di kereta komuter yang penuh sesak selama sekitar satu jam. Sebagai pekerja lapangan, ia setiap hari bisa berbeda tujuan di Jakarta, setiap hari ia bisa pindah ke tiga tempat. Ini membuat Rini baru bisa pulang ke rumah paling cepat pukul 19.00 sampai 20.00. Bahkan bisa lebih malam jika ada acara malam hari.”
Menjadi pelaju dengan naik sepeda motor menjadi pilihan Joko Andy Prastiyo (38) yang bekerja sebagai tenaga alih daya di Palmerah, Jakpus. Bagi Joko, naik motor lebih praktis dan cepat dari rumahnya di Citayam, Bogor, sekitar 36 km menuju Jakarta jika terkena shift kerja malam. Joko bekerja di bagian rumah tangga suatu perusahaan swasta selama 18 tahun sebagai pekerja kontrak. ”Pertama menjadi petugas kebersihan gajinya Rp 650.000 per bulan. Sekarang saya dapat gaji sesuai UMR (upah minimum regional) Rp 4,3 juta per bulan,” tutur Joko, yang tinggal di daerah Citayam, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, ia mengontrak rumah petak di Palmerah Rp 1,7 juta per bulan. Untuk menghemat pengeluaran, ia dan istri pindah ke Bojonggede yang sewa kontraknya lebih murah pada 2017. Hanya sekitar Rp 600.000 per bulan. Selain itu, lokasinya dekat rumah orangtuanya. Tahun 2021, Joko bisa tinggal di rumah seluas 36 meter persegi yang dibelikan ayahnya. Keseharian Joko kini dihadapkan pada tantangan sebagai pekerja pelaju yang memilih naik motor saat mendapat giliran kerja malam. Perjalanan dari rumah ke tempat kerjanya sekitar satu jam. Jika di tengah jalan mengantuk, ia memilih menepi untuk tidur sebentar. Ia juga menghindari daerah rawan begal dengan memilih jalur jalan lebih ramai dan berpenerangan terang daripada jalur berlampu remang dan sepi. Ritme hidup seperti ini setiap hari dijalani jutaan orang di Jakarta. Survei komuter BPS tahun 2014 menyebut 68 % atau 2,4 juta komuter bergerak setiap hari menuju Jakarta (Kompas, 23 Maret 2017). Meski lelah, kenyataan hidup yang keras mengharuskan para pelaju menjalaninya pantang menyerah. (Yoga)
Mengembalikan Mangrove Lewat Budidaya Tambak Ramah Lingkungan
Fitriadi (42) sudah 18 tahun menjadi pengawas tambak seluas 10 hektar di Desa Simpang Tiga Abadi, Kecamatan Tulung Selapan, OKI, Sumsel, Rabu (16/11). Tambak yang ia jaga berada 1 km dari pesisir Selat Bangka. Di antara tambak dan garis pantai terdapat hutan bakau (mangrove). Kawasan hutan mangrove itu sejak 2018 berstatus hutan Kemasyarakatan (HKm). Sebelum tahun 2018, ujar Fitriadi, jumlah bandeng yang bisa diperoleh dalam satu kali masa panen mencapai 2 ton. Sementara udang windu bisa mencapai 1 ton. Namun, dalam empat tahun terakhir, jumlahnya menurun. Hasil panenan bandeng hanya 500 kg dan udang 300 kg. Selain produktivitas menurun, waktu pemeliharaan juga semakin panjang. Untuk bandeng, bisa delapan bulan, lebih lama dari biasanya, yakni enam bulan. Adapun udang yang biasanya hanya tiga bulan pemeliharaan kini menjadi enam bulan. Ia menduga penurunan hasil panen disebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu yang berdampak pada menurunnya kualitas air. Penurunan hasil tambak ini berkesesuaian dengan pembukaan tambak yang kian masif empat tahun terakhir. Pembabatan mangrove semakin meluas. Tingginya pembukaan tambak dipicu oleh peluang pasar yang semakin menggiurkan. Namun, dampak perambahan hutan bakau kian terasa. Menurunnya kualitas air di dalam tambak membuat pertumbuhan udang dan bandeng berkurang.
Hendra (45) berkata, untuk mendapatkan harga tinggi, ukuran bandeng setidaknya 500 gram per ekor. Nyatanya kini lebih banyak bandeng yang berukuran 100 gram per ekor. ”Semakin kecil ukuran bandeng akan semakin sulit dijual, kata Hendra. Bandeng yang berukuran 500 gram per ekor bisa dihargai Rp 15.000 per kg. Adapun bandeng dengan ukuran 100 gram hanya Rp 2.500 per kg. Melihat produksi petambak terus turun, pemerintah desa mengimbau warga, terutama pendatang, agar tidak lagi membabat hutan bakau untuk membuka tambak baru. Warga disarankan memanfaatkan tambak yang sudah ada seoptimal mungkin. ”Jika hutan bakau terus dibabat, saya khawatir hasil tambak juga tidak akan terus merosot,” ucap Sekdes Simpang Tiga Abadi Imam Khoiri. Berdasarkan penelitian Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), pembukaan tambak menjadi penyebab utama tergerusnya lahan mangrove di Sumsel, termasuk di Kabupaten OKI. Manager Program Aliansi Restorasi Ekosistem Mangrove (Mangrove Ecosystem Restoration Alliance/MERA) Deni Setiawan mengutarakan, berdasarkan pantauan citra satelit, sebaran mangrove di Sumsel terus terkikis dalam 31 tahun terakhir. Pada tahun 1990, luasan mangrove di Sumsel 208.626 hektar, dan pada 2021 hanya 186.243 hektar. Program MERA dicanangkan untuk mengembalikan fungsi mangrove demi tetap terjaganya kelestarian lingkungan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









