;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Upah Minimum 2023 Perlu Dikaji Kembali

22 Nov 2022

JAKARTA, ID — Kenaikan upah minimum tahun 2023 hingga 10% sama sekali tidak mencerminkan kepekaan terhadap kondisi ekonomi dunia yang tengah didera krisis dan kini di ambang resesi. Perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki mulai mem-PHK karyawan akibat permintaan ekspor yang anjlok hingga lebih dari 50%. Kenaikan upah minimum yang baru saja diumumkan bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Para pelaku usaha mendukung kenaikan upah minimum demi meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi. Tapi, kenaikan upah minimum berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023 tidak sesuai PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Mengacu pada PP No 36/2021, kenaikan upah minimum hanya sekitar 2%-3%. (Yetede)

Saham Bank Papan Atas Tetap Jadi Favorit

22 Nov 2022

JAKARTA, ID – Sejumlah saham perbankan diprediksi bakal menorehkan kenaikan harga yang atraktif hingga akhir tahun sejalan dengan performa perusahaan. Para analis memfavoritkan beberapa saham papan atas yang berpotensi mendulang gain, seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk, (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana secara teknikal merekomendasikan saham BBCA dengan kisaran buy pada level Rp 8.675- 8.775 dengan target harga pada Rp 9.000-9.175. Dia juga menyarankan BBRI dengan kisaran buy di Rp 4.370-4.500 dengan target harga Rp 4.700-4.850. Selain itu, Herditya memilih saham BBTN dengan kisaran buy Rp 1.475-1.510 dan target harga Rp 1.600-1.650. “Untuk BBNI, kami rekomendasikan range buy di Rp 8.800-9.050 dan target harga Rp 9.700-10.000,” ujarnya kepada Investor Daily, Senin (21/11/2022). 

Indonesia Ajukan Banding Atas Putusan WTO

22 Nov 2022

JAKARTA, ID - Pemerintah Indonesia mengajukan upaya banding atas keputusan panel Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai sengketa kebijakan larangan ekspor nikel. Keputusan panel diterbitkan pada 17 Oktober 2022 menyusul gugatan Uni Eropa yang tercatat dalam sengketa DS 592. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, sengketa DS 592 WTO memutuskan bahwa kebijakan larangan ekspor dan kewajiban pengolahan dan pemurnian mineral dalam negeri terbukti melanggar ketentuan WTO. “Pemerintah berpandangan bahwa keputusan panel belum memiliki kekuatan hukum yang tetap sehingga masih terdapat peluang banding dan tidak perlu mengubah peraturan atau bahkan mencabut kebijakan yang dianggap tidak sesuai sebelum keputusan diadopsi oleh dispute settlement body,” kata Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (21/11). (Yetede)

Wika Tambah Setoran Modal, KCJB Tetap Dapat Direalisasikan

22 Nov 2022

JAKARTA, ID – Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan dapat direalisasikan menyusul langkah PT Wijaya Karya Tbk (Wika) menambah setoran modal sebesar Rp 6,12 triliun kepada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) selaku pemegang 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pelaksana proyek KCJB. “Dengan pelaksanaan transaksi itu, perseroan dapat meningkatkan kepemilikan saham pada PSBI. Selanjutnya, proyek KCJB akan dapat direalisasikan, dan PSBI melalui KCIC akan mengelola proyek KCJB akan menghasilkan laba berkontribusi terhadap pendapatan akan meningkatkan nilai saham perseroan,” jelas manajemen Wika dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (21/11/2022). Transaksi Wika itu berupa setoran modal berskema konversi uang muka setoran modal menjadi modal, dan setoran tunai. Wika sendiri saat ini telah merealisasikan penyertaan  modal yang dicatat sebagai uang muka setoran modal pada PSBI senilai Rp 6,10 triliun, dan berencana mengonversi uang muka setoran modal tersebut menjadi setoran modal. (Yetede)

Bank Raya Percepat Inklusi Keuangan Dengan Pinang Connect

22 Nov 2022

JAKARTA, ID – PT Bank Raya Indonesia Tbk telah menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai ekosistem fintech di Indonesia melalui produk pinjaman perseroan bernama Pinang Connect. Hal ini sebagai komitmen Bank Raya untuk mempercepat inklusi keuangan dan memungkinkan masyarakat maupun pelaku usaha mengakses produk keuangan digital lebih luas. Hingga September 2022, jumlah outstanding produk Pinang Connect mencapai lebih dari Rp 283 miliar. Bank Raya berkomitmen untuk mendorong produktivitas dan peluang pertumbuhan para pelaku usaha di Indonesia melalui layanan Pinang Connect. Ini merupakan salah satu produk pinjaman Bank Raya untuk pelaku usaha melalui penyaluran kepada fintech atau P2P lending. Berkaitan itu, perseroan bekerja sama dengan dengan PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas), platform peer to peer lending berbasis teknologi di bawah Sinarmas Financial Services untuk menyalurkan pinjaman modal usaha. Kerja sama ini memungkinkan para pelaku usaha yang ada di ekosistem Danamas untuk mengakses pinjaman produktif lewat Bank Raya. Hal tersebut memberi peluang baru bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dengan lebih baik. ((Yetede)

Qatar Sepakat Pasok NLG ke Tiongkok Selama 27 Tahun

22 Nov 2022

DOHA, ID – Perusahaan minyak Qatar, Qatar Energy menandatangani kesepakatan untuk memasok gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) selama 27 tahun ke China Petroleum and Chemical Corporation (Sinopec) – perusahaan minyak dan gas Tiongkok. Ini merupakan perjanjian LNG terlama, dengan latar belakang kondisi pasar yang bergejolak sehingga mendorong para pembeli untuk mencari kesepakatan jangka panjang. “Hari ini adalah tonggak penting perjanjian penjualan dan pembelian (sales and purchase agreement/SPA) pertama untuk proyek North Field East. Ada pun jumlah LNG yang dipasok untuk Sinopec sebesar 4 juta ton selama 27 tahun. Ini menandakan kesepakatan jangka panjang ada dan penting bagi penjual dan pembeli,” ujar CEO QatarEnergy Saad al-Kaabi kepada Reuters di Doha, sesaat sebelum penandatanganan kesepakatan, yang dilansir Reuters pada Senin (21/11/2022). Sebagai informasi, North Field merupakan bagian dari ladang gas terbesar di dunia yang terbagi antara Qatar dengan Iran yang menyebut bagiannya berada di South Pars. (Yetede)

Prospek Saham Emiten Teknologi Terbenam Kerugian

22 Nov 2022

Kerugian besar masih menghantui sejumlah emiten saham teknologi. Nilai kerugian yang cenderung terus membengkak telah membenamkan prospek saham emiten teknologi, terutama yang bergerak di sektor e-commerce. Terbaru, kerugian harus didekap PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Di sepanjang sembilan bulan 2022, GOTO meraup pendapatan Rp 7,96 triliun. Angka ini memang naik 134,03% secara tahunan dari Rp 3,40 triliun pada akhir September 2021. Alhasil, rugi bersih GOTO melejit 75,49% secara tahunan menjadi Rp 20,32 triliun. Ini adalah salah satu rekor kerugian terbesar emiten saham di Indonesia sepanjang sejarah. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) juga masih dibayangi kerugian. Betul, per 30 September 2022, BUKA mencetak laba bersih Rp 3,62 triliun. Tapi laba itu didapat dari laba investasi yang belum dan sudah terealisasi Rp 5,13 triliun dari investasi di saham PT Allo Bank Tbk (BBHI). Setali tiga uang, kerugian juga masih dicetak PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli). Emiten teknologi yang baru melantai di bursa pada 8 November 2022 ini masih membukukan rugi Rp 2,5 triliun hingga semester I-2022. Kerugian emiten dengan kode saham BELI itu melonjak 125,22% secara tahunan dan tiga tahun terakhir, BELI masih rugi. Pada 2019, BELI merugi Rp 2,99 triliun, Rp 2,41 triliun di tahun 2020, dan minus Rp 3,35 triliun pada 2021.



Rencana Anggaran BI 2023 Defisit Hampir Rp 20 Triliun

22 Nov 2022

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan, Rancangan Anggaran Tahunan BI (RATBI) 2023 mengalami defisit sebesar Rp 19,99 triliun. Defisit ini bersumber dari defisit pada pos anggaran kebijakan. "Kami memperkirakan anggaran tahun depan defisit Rp 19,99 triliun. Terutama berasal dari defisit anggaran kebijakan yang mencapai Rp 33,15 triliun. Sedangkan anggaran operasional diperkirakan surplus Rp 13,16 triliun," kata Perry saat rapat kerja (raker) antara BI dengan Komisi XI, Senin (21/11).

MERABA NASIB SAHAM TEKNOLOGI

22 Nov 2022

Tekanan pada saham-saham emiten teknologi tak kunjung reda. Misi sejumlah emiten teknologi menempuh jalan yang lebih menguntungkan rupanya tak cukup menjadi bahan bakar pendorong pergerakan harga sahamnya. Kendati demikian, kalangan analis menilai masih ada peluang bagi saham-saham emiten teknologi untuk bangkit pada awal tahun depan, seiring penurunan inflasi di Amerika Serikat dan suku bunga The Fed yang selama ini amat berpengaruh. Jika ditengok, emiten teknologi yang memiliki bisnis marketplace alias lokapasar telah mengumumkan rencananya untuk mempercepat pergerakan bisnis di jalur menguntungkan. Salah satunya terungkap dalam laporan Google, Temasek dan Bain & Company bertajuk E-conomy SEA 2022 di mana PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan PT Bukalapak.com (BUKA) bakal menggenjot laju bisnis dalam kurun waktu tiga kuartal hingga setahun. Sayangnya, misi perusahaan belum tergambar dalam pergerakan saham mereka. Kemarin, Senin (21/11), saham GOTO tercatat terkoreksi 5,41% secara harian ke Rp210 per saham. Tak mengejutkan, lantaran kinerja keuangan kuartal III/2022 yang kemarin dirilis tak mengilap. Menanggapi situasi tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan inflasi, potensi resesi, krisis pangan dan energi, serta kenaikan suku bunga memang membawa awan mendung bagi bisnis teknologi. Namun, dia meramal nasib sejumlah emiten diperkirakan mulai berbalik pada 2023. Saham teknologi dinilai akan melaju seiring dengan turunnya inflasi di Amerika Serikat. Dengan demikian, momen koreksi harga bisa dijadikan momentum beli atau akumulasi.

PENGENDALIAN INFLASI 2023 : KENAIKAN UPAH JANGAN BERLEBIHAN

22 Nov 2022

Bank Indonesia menargetkan inflasi pada 2023 berkisar 3,6%. Target itu bisa tercapai jika didukung oleh penurunan inflasi komponen pangan, komponen harga diatur pemerintah, serta kenaikan upah tidak berlebihan. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan target inflasi itu tertuang dalam Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2023. Menurutnya, target itu bisa tercapai jika didukung oleh tiga faktor yaitu inflasi pangan turun sekitar 5%, inflasi komponen harga diatur pemerintah terutama tarif angkutan umum, serta upah. “Upah ini juga jangan terlalu naik berlebihan,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senin (21/11). Perry menyampaikan ada kemungkinan inflasi masih akan tinggi pada kuartal I/2023 dan kuartal II/2023. Meskipun demikian, BI terus berusaha untuk menekan inflasi inti agar tetap berada di bawah 4%. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menilai daya beli masyarakat akan terdorong apabila upah minimum naik 10% di 2023. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menyampaikan besaran upah minimum yang bergantung pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi akan mengalami kenaikan seiring dengan kian membaiknya ekonomi Indonesia. “Sebenarnya kenaikan upah dengan sendirinya akan mendorong daya beli. Dengan mendorong daya beli maka akan mendorong agregat permintaan. Kalau ada permintaan, harapannya produksinya naik, kalau produksi naik maka kenaikan upah tadi menjadi salah satu siklus,” kata Suharso di Nusa Dua, Mangupura Bali, Senin (21/11).