Iming-Iming Bunga Deposito Valas Tinggi demi Tarik Pulang Devisa Ekspor
Bank Indonesia (BI) tengah memutar otak untuk membujuk pemilik devisa hasil ekspor agar bersedia memarkir dananya lebih lama di perbankan dalam negeri.
Salah satu iming-iming untuk menarik pulang hasil devisa ekspor Indonesia adalah dengan menawarkan suku bunga simpanan deposito valuta asing yang tinggi dan bisa bersaingan dengan bunga deposito di luar negeri.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, inisitiaf tawaran bunga simpanan valas yang tinggi merupakan salah satu hasil diskusi bank sentral dengan bankir dan eksportir. Dari diskusi itu, Perry mengklaim, mendorong bunga valas bank nasional menjadi lebih kompetitif dari negara lain dinilai bisa membuat betah devisa ekspor bertahan di dalam negeri. "Semoga ini bisa dilakukan," kata Perry dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Senin (21/11), tanpa menyebutkan detil rencananya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno menyatakan, Singapura kini menjadi negara tujuan penyimpanan valas. "Bunga deposito valas di Singapura lebih tinggi," kata Benny kepada KONTAN, Selasa (22/11).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023